
"Pak di lobby Bu Sophia menunggu bapak." ucap wanita yang menghampiri Gerwyn. Gerwyn mengangguk. namun dia bukan nya Ke lobby melainkan langsung ke ruangan nya.
Saat fokus dengan komputer nya tiba-tiba Sophia masuk.
"Assalamualaikum mas." ucap Sophia. Gerwyn menoleh ke arah Sophia. "aku menunggu kamu di lobby, kenapa mas tidak datang menghampiri aku ke sana?" tanya Sophia.
Gerwyn diam, dia fokus kembali ke komputer nya.
"Mas aku di sini sedang berbicara loh." ucap Sophia.
Sophia Mendekati suami nya. "Kamu marah sama ku karena keluar dengan kak Vano?" tanya Sophia.
Gerwyn menatap wajah istri nya.
"Kamu sendiri merasa bersalah gak? Saya adalah suami kamu, sudah seharusnya kamu ijin kepada saya ketika keluar dengan orang lain!" ucap Gerwyn.
"Aku minta maaf mas, aku tidak Akan mengulangi nya lagi, aku mohon jangan marah dan mengabaikan aku seperti ini." ucap Sophia
"Saya sudah bilang saya cemburu ketika kamu bersama pria lain." ucap Gerwyn.
"Aku salah, aku minta maaf." ucap Sophia berusaha untuk mendapatkan maaf dari Suami nya itu.
Gerwyn Menghela nafas panjang.
"Baiklah kalau begitu saya akan memaafkan kamu, tapi kamu tidak boleh mengulangi nya lagi." ucap Gerwyn.
Sophia tersenyum dia langsung mendekati suami nya dan duduk di pangkuan Gerwyn. Dia menyentuh leher Gerwyn dengan sangat lembut.
"Permisi Pak, di luar ada..." Tiba-tiba Staf masuk. Sophia dan Gerwyn kaget. Sophia langsung bangun dan tidak sengaja pinggang nya kebentur. Dia tidak memperdulikan nya yang penting Staf tidak melihat sifat konyolnya.
"Lain kali masuk ketuk lah pintu kalau ada tamu di dalam." ucap Gerwyn. "Maafin saya pak, saya tidak tau." ucap Staf tidak enak, di merasa mengganggu bos nya yang sedang mesra-mesraan.
"Apa yang mau kamu sampaikan?" tanya Gerwyn. "Di luar ada Nona Lisa Pak." ucap staf. Gerwyn terdiam sejenak. Sophia seperti mengenal nama itu.
"Loh bukannya itu adalah wanita yang berambut pirang itu yah?" tanya Sophia. Staf mengangguk.
"Kenapa sih dia datang menemui mas? Kemarin juga dia datang mencari kamu. Dia juga membahas yang tidak penting sama sekali." ucap Sophia.
__ADS_1
"Sophia apapun yang di katakan oleh nya kamu jangan muda percaya, jangan membiarkan dia membohongi kamu." ucap Gerwyn.
"Aku gak percaya kok mas, aku percaya sama mas." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum. "Ya udah kalau begitu kamu tunggu di sini dulu yah, saya akan keluar melihat Wanita itu." ucap Gerwyn.
"Ya udah. Jangan lama-lama yah mas." ucap Sophia.
"Kalau kamu mau ikut, ayo sekalian saja. Kamu juga harus tau apa tujuan nya datang ke sini." ucap Gerwyn.
Sophia Menggeleng kan kepala nya.
"Melihat nya saja sudah membuat ku kesal mas. Aku di sini saja." ucap Sophia.
Gerwyn pun keluar sendiri. Dia melihat Lisa sedang duduk Membuka ponsel nya di sofa Lobby.
"Setelah apa yang terjadi dua hari yang lalu, kamu masih berani menemui saya di sini. saya aku kamu mempunyai nyali yang sangat hebat sekali." ucap Gerwyn.
"Apa yang kamu maksud? Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud." ucap Lisa.
"Kamu tidak perlu berpura-pura tidak tau apapun. Kamu kan yang memasuk kan obat ke dalam minuman saya?" tanya Gerwyn.
"Justru aku yang harus bertanya sama kamu, kenapa tiba-tiba kamu memutuskan kontrak kerja sama dengan ku? Apa yang terjadi? Kamu sangat jahat sekali ucap Lisa.
"Itu semua karena perbuatan kamu sendiri..Kamu tidak perlu berpura-pura tidak tahu saya sudah tau kalau yang melakukan itu adalah kamu." ucap Gerwyn.
Lisa memasang wajah kebingungan.
"Untuk apa kamu menemui saya ke sini? Saya tidak ingin bertemu dengan kamu lagi." ucap Gerwyn.
"Kamu salah paham Gerwyn, aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan. Makan malam kita lancar-lancar saja pada malam itu. Aku tidak melakukan apapun yang kamu katakan." ucap Lisa.
"Kalau bukan kamu Siapa lagi? Aku ke sana dengan kamu." ucap Gerwyn.
"Kamu kenapa berprasangka buruk seperti itu sama aku? Aku tidak mungkin melakukan itu Sama kamu." ucap Lisa bersekukuh kalau bukan dia pelaku nya..
"Istri saya sedang di sini, saya tidak bisa lama-lama di sini, katakan apa yang kamu mau." ucap Gerwyn.
"Aku hanya mau membicarakan Soal kerja sama kita yang kamu putus kan tiba-tiba. Apa kamu yakin mau melakukan itu? Ingat yah perusahaan kamu bisa seperti ini karena ayah ku." ucap Lisa.
__ADS_1
Gerwyn menghela nafas panjang.
"Saya akan mencari bukti kalau bukan kamu yang melakukan nya baru saya Akan melanjutkan nya lagi. Tapi kalau kamu yang melakukan itu saya akan melaporkan kepada Ayah kamu." ucap Gerwyn.
"Buktikan saja. Kamu selalu saja tidak percaya pada ku." ucap Lisa. Gerwyn langsung meninggalkan Lisa begitu saja.
Lisa menatap kesal pada Gerwyn.
"Setelah dia mempunyai istri sangat berubah sekali." ucap Lisa. Dia menelpon seseorang.
"Tolong atur semua nya dengan baik, saya tidak ingin kecewa." ucap Lisa dan langsung mematikan ponsel nya.
"Loh kok cuman sebentar doang mas? Apa sudah selesai?" tanya Sophia. Gerwyn mengangguk. "Hanya sebentar saja karena tidak ada yang penting untuk di bahas." ucap Gerwyn duduk di kursi nya.
Sophia mendekati Suaminya.
"Kelihatan nya mas sangat Lelah, apa mas mau aku buatin Kopi?" tanya Sophia.
"Kamu di sini saja sudah cukup membuat saya semangat. Saya Akan meminta Staf membuat kopi." ucap Gerwyn.
Sophia tersenyum.
"Ya udah kalau begitu mas lanjut kerja saja dulu. Aku gak Mau gangguin." ucap Sophia. Dia pun duduk di depan suami nya sambil membaca buku.
Gerwyn yang bekerja tidak berhenti mencuri-curi pandang menatap istrinya. Dia tidak beberapa lama kopi datang.
"Terimakasih yah." ucap Sophia membantu membawa kan ke Meja suami nya.
"Minum Kopi bisa membuat badan mas lebih fit dan semangat dan tidak mengantuk juga." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum dia menatap istrinya.
"Sebenarnya dengan menatap kamu seperti ini sudah membuktikan saya sangat bersemangat, segar dan bisa bekerja dengan baik. Namun terkadang saya tidak bisa fokus ke komputer saya karena di depan saya ada bidadari Milik Tuan Gerwyn." ucap Gerwyn.
Sophia tersenyum.
"Ketika tersenyum seperti ini kamu sangat tampan, namun ketika marah kamu seperti singa yang siap menerkam orang yang mengganggu tidur nya." ucap Sophia. Gerwyn menarik tangan istrinya dan Sophia duduk di pangkuan suami nya.
"Hanya kamu yang bisa melihat saya seperti ini." ucap Gerwyn.
__ADS_1