Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Apakah Om Davit bisa kembali lagi pada keluarga nya?


__ADS_3

Dia bersandar ke sandaran kursi nya. Tiba-tiba dia kefikiran tentang Vano.


"Sebenarnya Vano ada hubungan apa dengan Hena? Kenapa kelihatan nya dia lebih senang di rawat oleh Hena. Bukan kah, sebelum nya hubungan mereka kurang baik?" ucap Gerwyn.


Dua hari sudah Vano di rumah sakit dia di rawat dengan sangat baik oleh dokter di sana sampai kesehatan nya begitu cepat pulih.


"Mamah sudah tiga hari gak pulang-pulang, lebih baik Mamah pulang dan istirahat di rumah, aku Baik-baik saja sekarang." ucap Vano.


"Bagaimana Mamah bisa meninggal kan kamu begitu saja? Kamu belum sembuh total." ucap Mamah nya.


"Aku takut mamah sakit. Aku tidak ingin mamah sakit. Keadaan Mamah tidak seperti biasanya, aku mohon pulang yah, aku bisa mengurus diri sendiri." ucap Vano.


Akhirnya mamah nya mau di bujuk dia pun pulang bersama Asisten yang selalu membantu mendorong Kursi Roda nya.


"Seperti nya Hena benar-benar tidak mengingat ku, dia tidak datang sama sekali untuk melihat keadaan ku di sini." ucap Vano.


"Aku salah mengartikan kebaikan nya pada ku. Semua hanya karena uang namun aku berfikir kalau dia benar-benar perduli, aku sungguh pria yang bodoh." ucap Nya pada diri nya sendiri.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan nya. "Masuk suster." ucap Vano.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Hena. Vano yang tadi mengabaikan siapa yang datang langsung menoleh ke arah pintu karena suara itu.


Di Duduk menatap Hena.


"Kenapa kamu Diam saja? Aku bertanya bagaimana keadaan kamu?" tanya Hena.


"Kenapa kamu datang ke sini? Bukan nya kamu tidak perduli pada saya? Untuk apa kamu tau keadaan saya?" ucap Vano.


"Aku minta maaf baru datang sekarang ke sini. Kemarin aku datang namun melihat mamah, banyak juga keluarga kamu Serta Teman kamu yang datang, aku merasa kamu tidak kesepian aku tidak jadi masuk." ucap Hena.


"Kenapa kamu tidak masuk? kamu memang tidak perduli bukan sama saya?" ucap Vano.


"Kamu sudah lebih baik sekarang. Mungkin hanya butuh beberapa hari kamu sudah bisa keluar. Kamu juga sudah bisa berteriak keras menatap ku dengan tajam." ucap Hena tersenyum.


Vano langsung diam.

__ADS_1


"Aku bawain buah untuk kamu." ucap Hena.


"Saya tidak butuh buah dari kamu. Lebih baik kamu keluar Saja dari sini." ucap Vano.


"Kamu yakin aku keluar dari sini?" tanya Hena. Vano Diam.


"Baiklah kalau itu yang kamu mau. Semoga kamu cepat sembuh, bisa keluar dari sini dan bisa berkumpul dengan keluarga dan bekerja juga. Aku tidak akan menganggu kehidupan kamu lagi. Aku minta maaf sudah membuat kamu marah, sudah membuat kamu salah paham dengan keluarga kamu sendiri." ucap Hena.


"Jangan banyak berbicara, Keluar lah!" ucap Vano.


Hena memegang tangan Vano. "Aku sangat perduli pada kamu. Aku tidak tau kenapa. Intinya aku ingin yang terbaik untuk kamu. Assalamualaikum." ucap Hena langsung pergi begitu saja.


"Walaikumsalam." ucap Vano dia melihat Hena Keluar dari ruangan nya.


"Apa yang aku lakukan? kenapa aku mengusir dia?" ucap Vano dia jadi menyesal sendiri.


"Vano.. Apa yang kamu lakukan sih." ucap nya.


Hena Menghela nafas panjang.


Dia kembali ke rumah lama nya untuk mengambil barang-barang nya. "Hena ada apa ini? kamu mau kemana?" tanya Om Davit yang baru saja datang.


"Seperti yang aku bilang sebelumnya Om, aku ingin pindah Om. Aku tidak ingin ada hubungan apa pun lagi dengan Om. Aku minta maaf selama ini sudah menyusahkan om, aku juga sangat berterimakasih banyak." ucap Hena.


"Kamu bisa dengerin om Dulu gak? Permintaan kamu belum bisa Om turuti karena Om Belum siap." ucap Om Davit.


"Kenapa Om? karena Om Masih tergila-gila dengan brondong d luar sana? Apa om tidak kapok? Om sudah di tipu beberapa kali, apa om tidak kasihan pada istri Om, Ano Om?" ucap Hena.


Om Davit terdiam.


"Aku tidak ingin selalu merasa bersalah setiap hari Om. Aku takut suatu saat nanti Istri Om dan anak Om sangat membenci ku. Aku juga Takut orang tua ku tau masalah ini." ucap Hena.


"Kenapa kamu yang harus pergi? Om sudah bilang Om khawatir kamu di luar sana, om sudah menganggap kamu seperti anak sendiri." ucap Om Davit lagi.


"Kalau benar om menganggap aku anak sendiri kembali dan lihatlah istri serta anak Om." ucap Hena.

__ADS_1


"Baiklah Om Akan melakukan yang kamu minta." ucap Om Davit. Hena tersenyum.


"Aku tidak akan percaya sebelum Om meninggalkan semua wanita-wanita Om dan kebiasaan buruk Om itu." ucap Hena.


"Om berusaha Hena." ucap Om Davit.


Hena menaikkan koper nya.


"Aku akan tetap pindah Om. Maafin aku." ucap Hena.


Om Davit tidak bisa mengatakan apapun lagi dia membiarkan Hena pergi.


Om Davit masuk ke dalam mobil nya. Dia langsung pulang Menuju rumah istri nya. Sebenarnya dia sudah beberapa kali ke sana namun tidak ada yang memberi tahu istri nya ada di Mana.


Dia sudah meninggal kan semua wanita nya, bahkan dia sudah berniat untuk kembali kepada istri nya. Bukan karena Hena namun dia sudah merasakan Karma nya.


"Maafin aku Om, aku juga sangat menyanyangi om seperti papah ku sendiri karena aku tau Om Sayang sama ku, namun aku tidak ingin Om salah langkah lagi." ucap Hena.


Ini adalah hari terakhir dia ujian. Itu sebabnya dia memutuskan untuk Pindah saja.


Tidak jauh dari sekolah nya namun dia pasti bisa merasakan kenyamanan di sana. Dia juga bisa belajar lebih fokus lagi untuk menyambut ujian selanjutnya.


"Mas Gerwyn." ucap Sophia yang baru saja datang ke kantor suami nya. Namun ternyata Gerwyn lagi ada klien di dalam.


Gerwyn dan semua orang menatap ke arah nya.


"Maaf-maaf.." ucap Sophia dia pun langsung keluar.


"Ya ampun kok bisa sih ada orang di dalam? Tidak ada satupun yang memberi tahu ku, aku jadi malu." ucap Sophia. Sophi duduk di lobby dan ternyata Lisa juga ada di sana.


"Loh itu kan Lisa, dia di sini juga?" ucap Sophia. Dia melihat Lisa seperti berbicara serius dengan Pria yang tentunya orang penting di perusahaan itu.


"Mereka sedang membicarakan apa yah? Kelihatan nya sangat serius sekali?" ucap Sophia dia pun mengambil foto mereka berdua. Setelah itu pura-pura tidak melihat lagi.


Lisa melihat Sophia di sana mau menghampiri nya namun dia sudah di panggil akhirnya tidak jadi.

__ADS_1


__ADS_2