Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sophia harus lebih banyak sabar


__ADS_3

Sophia memerhatikan Gerwyn yang tidak bersih membersihkan bibir nya.


"Kalau bapak gak bisa gak usah sok bisa." ucap Sophia mengambil tisu dan membersihkan Bibir Gerwyn dengan benar.


Gerwyn hanya diam saja.


"Saya sudah kenyang!" Sophia melihat nasi yang masih banyak di dalam piring.


"Nasi nya masih banyak, siapa yang akan menghabis kan nya kalau bukan bapak." ucap Sophia.


Sophia memaksa Gerwyn untuk menghabiskan nya.


"Kita sebagai manusia tidak boleh membuang-buang rejeki karena banyak orang di luar sana yang tidak bisa makan."


Setelah selesai makan Sophia membersihkan semua nya dari tempat tidur Gerwyn. Sophia baru keluar dari kamar mandi dia melihat Gerwyn memegang remote AC.


"Rumah sakit apa seperti ini! AC nya sama sekali tidak terasa dan sangat gerah." ucap Gerwyn.


Sophia memegang lengan nya yang terasa sangat dingin sekali.


"Ini sudah sangat dingin Pak." ucap Sophia.


Gerwyn mengipas leher nya dengan Tangan nya namun tidak bermanfaat sama sekali.


"Mari saya bantu untuk membersihkan badan bapak, mungkin bapak tidak terbiasa tidak mandi." ucap Sophia.


Sophia mengambil kain dan juga mangkuk berisi air dia membersihkan kulit Gerwyn.


Dan benar saja setelah di bersihkan Gerwyn merasa nyaman tidak gelisah lagi dan sudah tidur bahkan dia kedinginan.


Sophia pun mengurangi AC.


"Huff akhirnya dia tidur, aku harus kembali ke rumah, kasihan Ano sendirian dia rumah."


"Mau kemana kamu?" tanya Gerwyn.


Sophia yang baru saja mau pergi terkejut karena pertanyaan Gerwyn.


"Saya harus pulang, karena adik saya sendirian di rumah."


"Tidak bisa! Tugas kamu malam ini untuk bertugas di sini." ucap Gerwyn.


Sophia terdiam.


"Saya akan mengirim orang saya untuk menjaga adik kamu." ucap Gerwyn.


Sophia sedikit tenang akhirnya dia pun berjaga sepanjang malam di rumah sakit.


Keesokan harinya pagi-pagi sekali dia bangun. Dia kaget karena tidak melihat Gerwyn di tempat tidur.


"Pak Gerwyn kemana? Kenapa dia tidak ada di tempat tidur nya?" Sophia panik. Namun dia mendengar suara air dari kamar mandi.


Dia mendengar suara seperti Gerwyn menjerit dia langsung bergegas membantu Gerwyn.

__ADS_1


Dia membantu ke kasur.


"Yah perban nya jadi basah, kenapa bapak tidak membangun kan ku?" tanya Sophia.


Gerwyn hanya diam, dia tidak bisa berbicara karena tangan nya yang di gips kebentur.


"Aku akan panggil dokter sebentar. Sophia langsung keluar memanggil dokter. Dokter datang memeriksa keadaan Gerwyn.


Setelah selesai Gerwyn tinggal sendiri lagi di ruangan itu.


"Dia pasti sudah berangkat magang." ucap Gerwyn.


Dia memanggil asisten nya untuk mengurus kepulangan nya lebih cepat, namun dokter tidak mengijinkan nya Gerwyn tetap memaksa keluar.


Karena belum bisa mereka menghubungi Sophia.


Sophia yang sedang merapikan kamar hotel karena ada tamu terkejut karena ada yang menelpon nya pagi-pagi.


"Halo, ini dengan siapa yah?" tanya Sophia.


"Saya dokter dari rumah sakit, Pak Gerwyn memaksa untuk pulang hari ini kami sama sekali tidak bisa menahan nya, keadaan nya belum sembuh total." ucap dokter.


"Jangan di biarkan keluar dulu pak, saya akan segera kesana." ucap Sophia.


Panggilan pun terputus.


"Siapa Sophia yang menelpon?" tanya Hena yang baru saja datang membawa sprei.


"Dokter yang menangani pak Gerwyn, dia bilang kalau pak Gerwyn memaksa keluar dari rumah sakit hari ini."


"Kamu serius Hen? Gak apa-apa kan?" tanya Sophia.


"Gak apa-apa, aku tau kalau pak Gerwyn bukan lah manusia yang memberikan ampun." ucap Hena.


Sophia bergegas keluar dari hotel berusaha untuk pelan-pelan aja agar tidak mencurigakan dia pun akhirnya sampai di rumah sakit.


Dia terkejut mendengar Gerwyn yang marah-marah di ruangan nya sampai semua orang di rumah sakit itu heboh.


Melihat Gerwyn marah Sophia hanya diam.


Gerwyn menatap Sophia.


"Keluar kalian semua!" ucap Gerwyn. semua langsung keluar meninggalkan Gerwyn dan Sophia.


"Kenapa Bapak melakukan kekacauan ini? Semua orang jadi kesusahan." ucap Sophia.


Namun tiba-tiba Gerwyn menarik infus dari tangan nya.


"Jangan pak!" Sophia menahan namun tangan Gerwyn sudah keluar darah.


"Saya sudah bilang tugas kamu berjaga di sini! Kemana kamu? saya membayar dan menjadi kan kamu istri untuk menjadi budak saya! kamu tidak bisa melakukan apapun Tampa seijin saya." ucap Gerwyn.


Sophia tidak perduli dengan kata-kata Gerwyn, dengan cepat dia mengambil kapas menutup luka tangan Gerwyn agar darah nya berhenti.

__ADS_1


"Maaf kan saya Pak, saya berfikir kalau dokter akan menangani bapak. pagi-pagi saya harus magang." ucap Sophia.


"Itu bukan urusan saya! Tugas kamu hanya bekerja untuk saya melayani saya, apa uang yang saya berikan kurang? Tidak ada gunanya kamu sekolah." ucap Gerwyn.


Sophia tidak mau melawan karena Akan membuat Gerwyn semakin marah dia hanya pasrah Gerwyn mengatakan apapun.


Sophia melihat tangan Gerwyn yang Luka mungkin karena melemparkan gelas.


Dia mengobati nya.


"Saya mau pulang hari ini!" ucap Gerwyn.


Asisten nya masuk.


"Lebih baik Tuan Gerwyn di rawat di rumah saja Buk."


"Terserah saja, saya ikut saja."


Gerwyn pun di bawa pulang.


Sampai di rumah ibu nya kaget karena Gerwyn pulang tanpa mengabari nya sama sekali.


Tidak banyak bicara Ibu nya langsung mengawas kan Sophia dari Gerwyn.


"Tolong bawa dia ke kamar nya." ucap buk Linda pada asisten Gerwyn.


"Ke sini kamu!" Buk Linda menarik tangan Sophia dengan kasar.


"Saya tau Gerwyn pulang dengan cepat karena kamu! Saya tidak memberi kan Maaf pada kamu kalau sempat anak saya kenapa-kenapa." ucap buk Linda.


Sophia menunduk.


"Kamu sebagai istri harus tanggung jawab, di saat dia sakit kamu harus ada untuk nya." ucap buk Linda.


"Maafkan saya Tante, saya janji akan menjaga dan bertanggung jawab sampai Gerwyn sembuh."


Buk Linda langsung meninggalkan Sophia.


Sophia mengetuk pintu kamar Gerwyn membawa makanan yang di suruh oleh Bibik.


Karena pintu tidak di kunci dia langsung masuk dan melihat Gerwyn melamun.


"Bapak harus makan dulu." ucap Sophia.


Namun Gerwyn hanya diam saja.


"Apa Okta tidak datang mencari saya?" Sophia terdiam dia perlahan duduk di kursi sambil menatap wajah Gerwyn terlihat sangat merindukan Okta.


"Mungkin dia sedang sibuk Pak."


"Sibuk dengan pria itu?" Gerwyn menaikkan nada bicara nya membuat Sophia ketakutan dan terkejut.


"Saya tidak akan memaafkan Pria yang sudah merebut wanita yang aku cintai." ucap Gerwyn.

__ADS_1


"Kapan sih bapak melupakan Okta? Sampai kapan Bapak menjadi budak oleh wanita itu. Bahkan bapak sudah di butakan oleh cinta, semua orang tua kalau dia hanya menginginkan uang bapak." batin Sophia.


Ayo beri dukungan dong buat author. Seperti vote atau kasih hadiah gitu.


__ADS_2