Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Akhirnya Gerwyn keluar dari penjara


__ADS_3

Keesokan harinya Sophia sudah memutuskan untuk datang memeriksa keadaan suami nya.


Dan kebetulan sampai di sana ada Vano yang selalu datang tiap hari.


"Alhamdulillah akhirnya Mbak Sophia datang Juga, saya sangat khawatir dengan keadaan Pak Gerwyn." ucap Vano.


Sophia hanya tersenyum tipis saja.


"Bagaimana dengan keadaan Mbak Sophia? Apa sudah lebih baik?" tanya Vano.


"Alhamdulillah sudah." ucap Sophia..


"Saya mohon Mbak, tolong bawa Pak Gerwyn keluar dari sini, saya tidak bisa melakukan apapun selain hanya memohon pada mbak."


Buk Linda yang di belakang Sophia hanya diam saja, karena dia membujuk Sophia untuk hanya melihat Gerwyn bukan Gerwyn bukan untuk mengeluarkan nya.


Itu saja Buk Linda sudah memohon sekali.


"Kalau sudah selesai berbicara nya lebih baik antar kan kamu masuk ke dalam. ucap buk Linda pada Vano.


Vano tidak di respon sama sekali oleh Sophia.


Setelah masuk, Sophia terkejut melihat penampilan Gerwyn yang berubah drastis sekali.


Gerwyn yang sangat lemas di paksa berjalan sambil tangan di borgol oleh polisi.


"Gerwyn!" ucap buk Linda langsung memeluk Gerwyn. Namun Gerwyn langsung melihat Sophia.


Dia hanya bisa menunduk kan kepala nya, melihat kepala Sophia yang masih di ikat membuat nya merasa bersalah.


"Sophia akhirnya kamu datang ke Sini."


Sophia terus menatap Gerwyn.


"Sophia Tante memohon agar bujuk Gerwyn untuk pulang ke rumah, Tante mohon." ucap buk Linda.


"ijinkan aku berbicara empat mata dengan nya dulu Tante." ucap Sophia. Buk Linda dan Vano mengerti mereka langsung keluar.


"Aku akan membawa Bapak keluar tapi ada perjanjian yang harus Bapak tanda tangani." ucap Sophia.


Sambil menjulurkan surat yang di keluarkan dari tas nya.


Gerwyn membaca nya.


"Bapak tidak boleh ikut campur dengan urusan pribadi saya lagi."


"Dan juga bapak tidak boleh semena-mena pada saya, dan bersifat kasar pada saya."

__ADS_1


"Karena ini hanya pernikahan pura-pura tidak ada kewajiban untuk melayani, atau hidup bersama, hanya waktu-waktu yang di tentukan saja untuk bersifat seperti suami istri sesungguhnya." ucap Sophia menjelaskan.


"Dan masalah semua hutang saya atau kerugian yang saya lakukan sebelum nya lunas, tidak ada hutang dan saya tidak akan menerima sepeserpun uang dari bapak kalau saya tidak bekerja untuk Bapak." ucap Sophia.


Gerwyn masih Terus membaca.


"Dan juga kita tidak boleh tinggal satu rumah dengan orang tua Bapak." permintaan terakhir Sophia.


Karena Gerwyn merasa itu bukan lah hal yang sulit, dia akhirnya menandatangani perjanjian yang di berikan Sophia.


"Apakah kamu memaafkan saya?" Sophia mengangguk.


"Lain kali kalau bapak belum tau apa yang terjadi jangan mengambil keputusan dengan cara seperti ini, saya yang tidak bersalah menanggung semua nya!" ucap Sophia.


Darel diam.


"Baiklah aku pikir ini semua sudah selesai, lebih baik kita langsung pulang saja. Biar asisten bapak yang mengurus semua nya." ucap Sophia.


"Mamah sangat senang akhirnya kamu keluar juga nak, Mamah sangat khawatir kamu ada di sana." ucap buk Linda memeluk Gerwyn.


"Oh iya Mah, mulai dari sekarang aku tinggal di rumah Sophia yah, aku pikir dengan cara seperti ini kami bisa menjadi lebih dekat dan saling memperbaiki diri, aku tidak ingin Mamah kefikiran, Mamah bisa datang mengunjungi kami kapan saja dan kami juga akan sering mengunjungi Mamah." ucap Gerwyn.


"Kamu yakin nak? kamu sedang sakit, istri kamu juga sedang sakit, biarkan Mamah yang mengurus kamu sampai sembuh dulu." ucap buk Linda.


"Aku sudah lebih baik kok Mah, Mamah jangan khawatir." ucap Gerwyn. Selama di perjalanan Sophia yang duduk di depan hanya diam saja.


"Kamu yakin mau tinggal di sini?" tanya Buk Linda.


"Mamah jangan khawatir yah, aku bisa mengurus diri sendiri, Mamah jangan terlalu banyak berfikir aku baik-baik saja." ucap Gerwyn.


Cukup lama mereka berbincang-bincang, akhirnya buk Linda percaya dengan keputusan Anak nya, dia pun pulang dengan Nani, namun Ano tiba-tiba minta ikut agar buk Linda tidak kesepian Sophia juga mengijinkan.


Sophia mengantarkan mereka ke depan.


"Sophia tolong jaga Gerwyn untuk Tante yah, Tante percaya sama kamu, tolong maafkan dia."


Sophia mengangguk.


"Tante jangan khawatir."


"Ano di sana jangan ngerepotin Tante Linda yah." ucap Sophia pada Ano. Ano tersenyum sambil mengangguk.


Setelah mereka pergi Sophia masuk.


"Aku mau kita pisah kamar, aku tidak mau satu kamar." ucap Sophia.


Namun ternyata Gerwyn sudah tidur di sofa.

__ADS_1


"Huff." Sophia menghela nafas berat.


"Pak! Pak Gerwyn jangan tidur di sofa, mulai dari sekarang kamar Ano adalah kamar bapak." ucap Sophia.


Namun Gerwyn sama sekali tidak merespon nya. Sophia mengoyang kan badan Gerwyn dan ternyata badan Gerwyn sangat panas.


"Bapak demam." ucap Sophia. Dia bingung mau melakukan apa.


"Pak! Pak." panggil Sophia.


"Hummm?" Gerwyn hanya menjawab nya seperti itu.


"Bapak demam, saya akan memanggil dokter untuk bapak." ucap Sophia.


"Tidak perlu! saya hanya kedinginan tolong peluk saya.'' ucap Gerwyn tiba-tiba memeluk Sophia.


Sophia sangat terkejut.


"Lepas kan aku pak."


"Tolong biarkan saya mati, saya sangat merindukan Ayah, saya akan menyusul nya." ucap Gerwyn. Tasya memukul lengan Gerwyn agar melepaskan nya.


"Manusia seperti apa dia yang ingin mati menyusul Ayah nya." ucap Sophia.


Sophia mengambil air es untuk mengompres tubuh Gerwyn.


"Pria itu sangat jahat, dia sangat jahat." ucap Gerwyn mengigau. Namun tiba-tiba dia menangis di bawah alam sadar nya.


Sophia menghapus air mata nya dengan menatap penuh iba.


"Bangun pak! Bangun Pak." Sophia tidak ingin melihat Gerwyn mengigau dia membangun kan nya.


Keesokan harinya Gerwyn bangun dia kaget karena Sophia tidur di bawah sementara dia di atas sofa.


"Apa yang terjadi?" Gerwyn mengingat tadi malam. Dia melihat bekas kain untuk mengompres tubuh nya.


Dia memberi kan selimut nya pada Sophia dan setelah itu dia berjalan ke dapur untuk mengambil air putih.


"Huff aku sangat lapar." Gerwyn melihat sama sekali tidak ada makanan di kulkas.


Dia mau memasak tapi tidak bisa memasak. akhirnya dia memilih untuk meminum air putih saja dan memakan roti yang tidak ada selai nya.


Karena tidak bisa menahan rasa laparnya akhirnya dia pun memasak Telur goreng. namun saat mengangkat telur nya minyak terciprat ke tangan Gerwyn dan mengakibatkan Sendok jatuh.


Sophia kaget dia langsung bangun dan mencium aroma gosong dia melihat Gerwyn di dapur dia langsung mematikan kompor.


"Apa yang terjadi Pak? Ngapain bapak menghidupkan kompor dan memasak sampai gosong? Bapak mau membakar dapur ku?" Ucap Sophia kesal.

__ADS_1


Gerwyn terdiam. Sophia melihat tangan putih mulus milik Gerwyn sudah memerah karena Minyak.


__ADS_2