Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Masih rindu


__ADS_3

Di malam hari nya Gerwyn, Sophia Ano sedang jalan-jalan di sebuah taman yang sangat bagus.


"Wahh ternyata di sini banyak taman juga yah." ucap Ano.


Sophia dan Ano tersenyum.


"Kak mau main itu." ucap Ano menunjuk kuda-kudaan.


Gerwyn membuka jaketnya agar bebas dan memberikan nya pada istri nya.


"Kamu di sini saja jangan kemana-mana." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum menuruti keinginan suami nya.


Sophia sangat senang ternyata sangat banyak yang suka pada adiknya, semua orang yang di kenal nya juga menyukai Ano.


Wajar saja sih, soal nya Ano sangat pandai mengambil hati seseorang, selain itu dia juga sangat tampan dan pintar.


Setelah main kuda-kudaan, Ano mengajak untuk naik kora-kora, Gerwyn dengan semangat mau naik itu.


Setelah turun Sophia tertawa melihat suami nya sudah pusing sementara Adik nya sangat semangat.


"Kak ayo ke sana." ajak Ano lagi, Ano menarik tangan Gerwyn. Sudah banyak permainan yang mereka lakukan Gerwyn dan Ano sudah lelah.


"Nih minum Dulu." ucap Sophia memberikan botol minuman pada mereka berdua yang duduk saling bersandar.


"Makasih." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.


Sophia melihat pasangan yang sedang berusaha memenangkan permainan menembak untuk mendapatkan boneka.


"Kamu mau?" tanya Gerwyn.


"Seperti ny sangat sulit." ucap Sophia.


Namun Gerwyn langsung ikut berusaha. Dan tampa bersusah-susah akhirnya Gerwyn mendapatkan nya.


"Hore!!" Ano yang bersorak ketika Gerwyn mendapatkan nya.


"Kamu Suka?" tanya Gerwyn, Sophia mengangguk.


Mereka sudah sangat lelah.


"Sudah yah Ano, besok kamu masih sekolah." ucap Sophia.


Akhirnya mereka pun pulang.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Aaaa sangat melelahkan, Ano mempunyai tenaga bermain cukup kuat." ucap Gerwyn berbaring langsung ke kasur.


"Mandi dulu mas." ucap Sophia memberikan handuk. Gerwyn mengangguk. Setelah dia selesai mandi dia melihat Sophia yang tidur di sofa.


"Sophia! Sophia!" Gerwyn membangun kan nya.

__ADS_1


"Humm kenapa?" tanya Sophia dengan nada yang masih sangat ngantuk.


"Kenapa tidur di sofa?" tanya Gerwyn.


"Mas bisa tidur di kasur, agar lebih nyaman." ucap Sophia m


Gerwyn tiba-tiba mengendong Sophia.


"Apa yang mas lakukan?" tanya Sophia kaget.


"Sudah sangat lama kita tidak bertemu dan tidur bersama Sekarang saya sudah pulang kamu malah memilih tidur di sofa." ucap Gerwyn.


Sophia berbaring ditempat tidur. "Aku.. Aku takut mas gak nyaman." ucap Sophia.


Gerwyn naik ke kasur.


"Aaa jangan mendekat!" ucap Sophia melarang Gerwyn Dekat pada nya. Gerwyn kaget dengan sifat Sophia yang terlihat sangat gugup.


Gerwyn mendekati Sophia. Tiba-tiba mengurung nya dengan tangan nya.


"Aku mohon jangan lakukan itu sekarang, aku sama sekali belum siap." ucap Sophia.


Gerwyn seketika terkekeh melihat Ekspresi istri nya.


"Kenapa mas tertawa? Mas ngerjain aku yah?" ucap Sophia.


"Siapa bilang saya negerjain kamu? Saya hanya merasa lucu melihat ekspresi kamu ini. Sangat lucu." ucap Gerwyn.


Sophia Menghela nafas panjang.


Gerwyn berbaring di kasur nya.


"Saya sangat lelah." Ucap Gerwyn mendekati Sophia dan meletakkan kepalanya di perut Sophia.


"Saya harus bangun pagi untuk ke kantor, bantu saya untuk tidur nyenyak." ucap Gerwyn.


"Apa yang harus aku lakukan? Apa yang dia maksud?" batin Sophia. Namun Gerwyn mengambil tangan Sophia dan meletakkan nya di kepala nya.


"Saya akan tidur kalau di elus seperti ini." ucap Gerwyn. Sophia pun langsung mengelus rambut Gerwyn.


Gerwyn mencium aroma baju Sophia.


"Kenapa sih pakaian kamu sama rambut kamu Wangi. Apa kamu membedakan parfum pakaian kamu dengan pakaian saya?" tanya Gerwyn.


Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Sama saja." ucap Sophia.


"Huff seperti nya Wangi ini sangat cocok untuk kamu, ini sangat nyaman." ucap Gerwyn dia memeluk Sophia. Sebenarnya Sophia sangat gugup karena ini pertama kali nya Gerwyn bersifat Manja seperti itu pada nya.


Tidak beberapa lama Gerwyn tidur. Sophia menyelimuti nya. Dia menatap wajah Gerwyn cukup lama.

__ADS_1


"Wajah yang sangat tampan." ucap Sophia.


"Proses ke titik ini sangat lah Panjang, tapi aku sangat bersyukur karena aku bisa bersama idola ku. Walaupun aku sempat membenci nya, tapi sekarang aku mencabut sumpah-sumpah ku pada nya." ucap Sophia.


Dia mengelus pipi Gerwyn.


"Sejujurnya aku tidak bisa membenci nya karena dia adalah motivasi ku dari dulu, tapi setelah mengetahui sifat asli nya aku membencinya, namun sekarang aku mencintai nya, ini sungguh tidak masuk akal."


Sophia tersenyum tipis. Dia pun ikut tidur.


"Ano buruan turun dan sarapan, nanti telat loh." ucap Sophia.


"Iyah mbak, nih sudah turun." ucap Ano.


"Kenapa kamu sangat lemas? Apa kamu bergadang?" tanya Sophia. Ano mengangguk.


"Aku membuat lukisan untuk ulang tahun Mamah nya om Frans namun belum selesai sampai sekarang." ucap Ano.


"Ya udah nanti di selesaikan yah, sekarang sarapan, kali ini kakak nganterin ke sekolah." ucap Gerwyn.


"Tidak perlu kak, om Frans sudah janji datang menjemput ku mengantarkan ke sekolah." ucap Ano dia langsung sarapan dengan cepat. Klakson mobil pun berbunyi di depan.


"Itu seperti nya om Frans, aku berangkat dulu yah Kak, mbak." ucap Ano menyalim tangan mereka dan langsung pergi membawa bekal nya.


"Ano dengan Frans cukup dekat yah, sehingga saya di abaikan." ucap Gerwyn. Sophia terdiam karena melihat Raut wajah suaminya.


Setelah selesai sarapan suami nya Ijin ke kantor.


"Hati-hati yah." ucap Sophia. Gerwyn mengangguk.


Namun Sophia heran melihat Gerwyn hanya berdiri di depan nya tak kunjung pergi.


"Kenapa belum pergi?" tanya Sophia. Gerwyn menjulurkan tangannya agar di Salim oleh istri nya. Sophia tersenyum dia pun menyalim nya.


"Apakah saya boleh mencium kening istri saya?" tanya Gerwyn, Sophia tersenyum sambil mengangguk.


"Jangan kemana-mana hari ini, tunggu saya di rumah." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.


"Bye..." ucap Sophia agar Gerwyn cepat pergi karena Gerwyn sangat berat meninggalkan dia.


"Boleh peluk?" tanya Gerwyn.


Sophia memeluk duluan. "Huff saya sangat malas pergi ke kantor hari ini, saya tidak bisa meninggal istri saya yang cantik di rumah." ucap Gerwyn sambil mennguyel pipi istri nya.


"Tapi mas harus tetap pergi. Aku tidak apa-apa di rumah, ini juga waktu nya aku istirahat." ucap Sophia.


Gerwyn melangkah kan kaki nya namun tiba-tiba berbalik dan memeluk istrinya sambil memasang wajah cemberut, Sophia tertawa melihat kelakuan suaminya itu.


"Aaarggghh saya tidak bisa meninggal kamu." ucap Gerwyn.


Namun tiba-tiba ponsel nya berdering telepon dari sekertaris nya mengingat kan ada Meeting pagi ini.

__ADS_1


Akhirnya dia harus pergi meninggalkan istri nya di rumah.


"Datang lah ke kantor untuk mengantarkan Bekal saya." ucap Gerwyn. Sophia menghela nafas panjang dia melihat bekal yang sudah di tangan suami nya.


__ADS_2