Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Bekal buatan Sophia


__ADS_3

Hena masih saja mendiamkan Sophia, dia merasa kecewa karena sahabat nya itu tidak mau mendengar nya, karena yang di lakukan sahabat nya itu adalah yang terbaik.


"Hena sampai kapan sih kamu marah sama aku? Lagian Pak Gerwyn keluar, bukan sembarangan keluar saja, Kami membuat perjanjian." ucap Tasya.


menoleh ke arah Sophia.


"Perjanjian apa? Apa perjanjian itu menguntungkan kamu?" tanya Hena. Sophia mengangguk.


"Semua hutang-hutang ku lunas, dan juga dia tidak ada hak untuk melakukan apapun pada Kalau itu terjadi dia masuk penjara lagi, dan juga sekarang dia yang membayar sekolah Ano." ucap Sophia.


Hena tidak bisa mengatakan apapun lagi.


"Huff terserah kamu saja deh, aku sudah sangat lelah memikir kan masalah itu saja." ucap Hena.


"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Sophia.


Hena Menatap wajah Sophia.


"Kenapa kamu bertanya pada ku? Justru kamu harus bertanya pada diri kamu sendiri, kalau kamu merasa yang kamu lakukan adalah yang benar ya sudah terus kan saja." ucap Hena. Sophia diam.


"Aku bukan marah sama kamu, hanya saja aku sangat khawatir kalau terjadi apa-apa sama kamu, seperti kemarin saja aku hampir saja di tidurin oleh pak Gerwyn dengan paksa, dia sama sekali tidak mempunyai perasaan." ucap Hena.


"Pak Gerwyn tidak Akan marah kalau kita tidak membuat nya marah, dia tidak seperti apa yang kita lihat sekilas saja." ucap Sophia.


Hena tersenyum.


"Baru kali ini aku mendengar dan membela Pak Gerwyn, biasa nya mereka hanya memuji Tubuh nya saja." ucap Hena.


Sophia terdiam.


"Atau jangan-jangan kamu sudah terpengaruh yah Sama dia?" ucap Hena, Sophia langsung menggeleng kan kepala nya.


"Kamu ngomong apaan sih? Terpengaruh Apa coba?" ucap Sophia mengelak. "Humm pria seperti pak Gerwyn sangat sulit untuk berubah, dia adalah pecinta sekx yang berlebihan!" ucap Hena.


"Humm terlihat sekali Hena sudah tidak suka pada Pak Gerwyn, padahal dulu dia sangat suka pada Pak Gerwyn." batin Sophia. Mereka pun kembali lanjut bekerja.


"Vano...!! Tolong periksa semua laporan yang kamu Buat. Ini semua tidak ada benar!" ucap Gerwyn marah melemparkan kertas itu ke wajah Vano.


Sudah setengah hari Gerwyn mengutak-atik Laptop nya dia merasa jenuh karena tak kunjung selesai, dia melihat bekal nasi yang di bawa nya dari rumah tadi.


"Tumben-tumbenan sekali dia membuat bekal nasi." ucap Gerwyn. Dia membuka nya mengeluarkan makanan dari dalam tas Bekal itu.

__ADS_1


Ternyata ada surat dari dalam.


"Aku sudah memasak dari pagi tadi, aku yakin bapak tidak akan sarapan, aku ingin bapak membawa bekal walaupun sedikit aneh rasanya." isi surat itu.


"Tidak jelas sama sekali!" ucap Gerwyn. dia membuka tutup makanan itu.


Dia mencoba sedikit.


"Humm yang di katakan Ano benar sekali kalau Sophia pandai memasak, tapi waktu itu dia bahkan memasak sembarangan sekali!"


Dia terus menghabis kan makanan itu sampai habis.


"Humm ini sungguh makanan yang sangat enak." ucap Gerwyn.


"Permisi Pak, makan siang nya sudah datang." ucap Vano.


"Untuk kamu saja, saya masih Kenyang." ucap Gerwyn.


Vano melihat bekal yang ada di Atas meja, membuat nya mengangguk paham karena dia merasa lega kalau bos nya sudah makan.


Akhirnya Vano pun membawa makanan itu keluar. Gerwyn membuka ponsel nya dia baru saja membuka WhatsApp nya sudah beberapa hari, sudah sangat banyak pesan yang masuk namun Gerwyn sama sekali tidak tertarik untuk membuka nya, dia scroll terus ke bawah dan berhenti pada kontak Sophia.


Dia melihat Pesan Sophia yang mengirimkan foto dirinya pada Gerwyn. Gerwyn Seketika tersenyum.


Gerwyn menekan tombol telepon untuk memanggil nomor Sophia. Namun tiba-tiba mematikan nya lagi.


"Ngapain aku nelpon dia? Dia pasti lagi berduaan dengan kekasih nya sekarang di sana!" ucap Gerwyn.


Sementara Sophia yang sedang istirahat mendengar handphone nya berdering dia langsung mengambil nya.


"Pak Gerwyn menelpon aku? Tapi kenapa hanya sebentar saja?" ucap nya heran. Dia menelpon kembali.


Gerwyn melihat ponsel nya berdering dia langsung menjawab.


"Halo Pak, bapak tadi nelpon aku?" tanya Sophia.


"Kamu lagi di mana?" tanya Gerwyn. "Oohhh aku sedang ada hotel tempat biasa magang, ada yang perlu sama aku?" tanya Sophia.


"Setelah selesai bekerja, segeralah pulang Ibu dan Ano tidak ada teman di rumah." ucap Gerwyn langsung mematikan sambungan telepon.


Sophia menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Hanya itu saja?" ucap nya kesal.


"Cieee .. Handphone baru nih yee. Mana Handphone yang mahal banget lagi." ucap Hena baru datang.


"Ponsel aku sebelum nya rusak karena masuk ke dalam Kolam kemarin dan sekarang di beliin sama Pak Gerwyn." ucap Sophia...


Hena tersenyum, bagus deh kalau suami kamu perhatian seperti itu." ucap Hena, Sophia tersenyum.


Sore harinya Sophia sudah pulang terlebih dahulu ke. rumah, yang pertama dia lihat adalah mobil Gerwyn namun ternyata belum ada.


"Yahh dia belum pulang yah." batin Sophia.


Dia berjalan menaiki tangga Tiga bijik ke atas sambil melakukan.


"Huff Lagian aku ngapain mikirin dia sih? Tidak ada gunanya. Malah Bagus Dong dia belum pulang." ucap Sophia.


Dia pun masuk ke dalam seperti biasa Melihat Ano dengan buk Linda menonton bersama di ruang tamu.


"Buk aku sudah pulang." Sophia menyalim tangan mertua nya itu.


"Kamu gak Sama an sama suami kamu?" tanya Buk Linda, Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Loh kenapa nak?" tanya Buk Linda. "Kami berbeda tempat buk, jadi Wajar lah tidak pulang bersama." ucap Sophia.


buk Linda tersenyum.


"Ya udah kalau begitu kamu mandi gih sana, setelah itu makan dan istirahat, kamu pasti sangat capek." ucap buk Linda.


Sophia mengangguk sambil tersenyum.


Di tempat lain Gerwyn terburu-buru karena mendapatkan kabar Malam ini Okta dengan suami nya Akan berangkat ke Dubai.


Gerwyn menyusul Okta ke rumah nya. Sampai di sana dia tidak boleh masuk. Karena tidak ada orang di dalam mereka semua sudah ada di bandara. O


Gerwyn pun segera ke sana.


Dan benar saja setelah sampai di sana Okta sudah mau masuk ke dalam namun tiba-tiba Gerwyn datang dan memeluk Okta. Suami nya langsung berusaha melepaskan tangan Gerwyn namun Gerwyn sangat erat memeluk okta.


"Aku mohon jangan pergi Okta, aku ingin kamu di sini, bagaimana aku bisa menjalani hidup ku, kalau kamu tidak di sini? Aku mohon jangan pergi." ucap Gerwyn menangis.


"Lepaskan aku! Aku tidak mencintai kamu lagi, aku sudah mempunyai keluarga baru, lebih baik kamu berbahagia juga Dengan keluarga baru kamu. Selamat tinggal." ucap Okta.

__ADS_1


"Maaf yah semalam gak bisa up karena lagi di perjalanan pulang kampung, sekarang sudah bisa kok, semangatin author dengan like yang banyak, vote dan juga kasih hadiah juga yah, jangan lupa kasih saran di kolom komentar ya.


__ADS_2