Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Melampiaskan kecemburuan dengan cara emosi


__ADS_3

Gerwyn melihat Sophia dan Adit pergi dia jadi merasa aneh.


"Pergi nya dengan ku tapi pulang dengan orang lain!" ucap Gerwyn.


Dia sangat kesal dan memilih pergi. Dia melakukan mobilnya begitu cepat sampai di Perusahaan nya.


"Vano!" panggil Gerwyn. Vano yang sedang membahas pekerjaan dengan bawahan nya terkejut karena panggilan Gerwyn.


"Iyah Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Vano.


"Apa jadwal saya hari ini?" tanya Gerwyn.


"Tidak ada Pak, bapak hanya perlu menandatangani beberapa berkas-berkas yang sudah selesai." ucap Vano.


"Bagus lah kalau begitu, jangan mengganggu saya di ruangan saya!" ucap Gerwyn. Gerwyn masuk kedalam ruangan nya.


Tidak terasa sudah siang dan juga jam istirahat.


"Permisi pak, ini makan siang bapak." ucap Vano. Gerwyn melihat makanan yang di bawa oleh Vano seperti nya di beli.


"Loh bekal saya dari rumah tidak ada?" tanya Gerwyn Karena biasa nya di titip ke supir. "Seperti nya tidak ada Pak, saya bertemu supir yang biasa membawa bekal dia tidak mengatakan apapun." ucap Vano.


Gerwyn langsung menelpon Mamah nya.


Buk Linda yang sedang berbaring di kamar nya melihat ponsel nya berdering, anak nya menelpon.


"Halo nak, ada apa nak?" tanya Buk Linda.


"Mah kenapa tidak ada yang mengirimkan bekal makan siang ke kantor?" tanya Gerwyn.


"Aduhh Mamah lupa nak, tadi tiba-tiba badan Mamah lemas." ucap buk Linda. "Loh biasa nya kan Sophia mah, Sophia mana?" tanya Gerwyn.


"Dia kan berangkat sama kamu tadi, belum pulang ke rumah." ucap buk Linda. "Kenapa belum sampai di rumah? Tadi dia sudah pulang duluan." ucap Gerwyn.


"Mungkin ada urusan lain, biarkan saja lah." ucap buk Linda.


"Aku lapar Mah, aku mau makan." ucap Gerwyn.


"Biasa nya juga kamu memesan makanan di restoran dekat perusahaan kan." ucap buk Linda.

__ADS_1


"Ya udah deh mah, Mamah jangan lupa makan siang." ucap Gerwyn dia pun langsung mematikan sambungan telepon dia langsung menelpon Sophia.


"Halo kamu di mana? Mana makan siang saya?" tanya Gerwyn setelah panggilan di jawab.


"Maaf pak, ini saya teman nya." ucap Adit yang menjawab telepon.


"Di mana Sophia? Kenapa kamu yang memegang ponsel nya." ucap Gerwyn. "Dia sedang berada di dalam toko peralatan sekolah Pak." ucap Adit namun telpon langsung di matikan oleh nya.


Gerwyn terdiam.


"Apa mereka sering bersama? Apa jangan-jangan Sophia Benar bisa mencintai dua orang sekaligus." batin Gerwyn.


Dia mulai overthinking. "Aaarggghh, dia perempuan yang tidak pernah menghargai suami nya sendiri!" ucap Gerwyn kesal.


Gerwyn menggigit kelingking sambil memasang wajah tegang dan sangat serius. Karena perut nya tiba-tiba lapar akhirnya dia memilih untuk memakan makanan yang ada di atas meja.


Namun baru satu suap saja dia memakan nya dia sudah tidak mau menambah lagi.


"Lidah ku sudah terbiasa dengan masakan nya." ucap Gerwyn, dia pun mengambil roti untuk mengganjal rasa laparnya.


Di tempat lain Sophia baru saja selesai belanja.


Adit tersenyum.


"Sudah naik, kita mampir ke apartemen ku sebentar baru makan siang yah. Dompet ku ketinggalan." ucap Adit.


Sophia Mengangguk.


"Oh iya Sophia tadi Bos kamu nelpon." ucap Adit.


"Dia bilang apa?"


"Kata nya makan siang nya." ucap Adit. "Oohhh." jawab Sophia. "Kenapa kamu harus menjawab seperti itu? bagaimana kalau dia marah?" tanya Adit.


"Aku tidak ingin membahas nya, lebih baik kita membahas soal yang penting saja." ucap Sophia, Adit juga diam, mendengar Sophia seperti nya Kesal.


Tidak beberapa lama mereka Sampai di apartemen Adit. Sophia menunggu di luar. Dia memeriksa ponsel nya.


"Kemarin saja dia tidak memakan masakan yang aku makan, bagaimana bisa aku semangat untuk terus membuat nya bekal." ucap Sophia kesal.

__ADS_1


Beberapa hari yang lalu..


Gerwyn sudah menghabiskan makanan yang di Masak oleh Sophia, namun dia memesan menu yang sama dari restoran atau rumah makan dengan menu yang sama seperti yang di masak oleh Sophia dan mengisi nya kembali ke dalam bekal.


Tiap kali Sophia mencuci piring dia melihat bekal yang tidak pernah habis atau di sentuh sama sekali membuat hati nya sedih. Dia sudah belajar Masak makanan kesukaan Gerwyn namun dia merasa tidak di hargai sama sekali.


Akhirnya dia memutuskan berhenti membuat bekal untuk Gerwyn.


Di malam hari nya Sophia baru saja pulang. "Assalamualaikum Dek." sapa Sophia menyapa Ano yang duduk di teras rumah sambil menggambar.


"Walaikumsalam mbak." jawab Ano sambil menyalim tangan Sophia.


"Kak Adit! Kakak di sini juga?" ucap Ano mengejar Adit ke motor nya. Adit berbicara sebentar dengan Ano setelah itu pun pergi, sementara Sophia langsung masuk ke dalam.


"Dari mana kamu jam segini baru pulang?" Tanya Gerwyn yang duduk di ruang tamu.


"Aku ada tugas dengan teman tadi." ucap Sophia dengan sangat gugup." Kamu adalah seorang menantu di rumah ini, kamu tidak seharusnya melakukan apapun sesuka hati kamu, pergi seenaknya pulang seenaknya!" ucap Gerwyn mulai meninggalkan suara nya.


"Kamu pergi dengan pria lain sementara kamu sendiri sudah menjadi seorang istri! Seharusnya kamu harus sadar diri!" ucap Gerwyn menunjuk Sophia dengan tatapan yang sangat tajam.


Sophia menunduk dia sangat takut mendengar suara Gerwyn.


Buk Linda mendengar keributan dari luar, dia pun keluar.


"Ada apa nak? kenapa ribut-ribut?" tanya buk Linda.


"Tanya saja pada dia Mah, dia pergi dengan pria lain tampa seijin ku dan pulang larut malam!" ucap Gerwyn dan langsung pergi begitu saja.


Buk Linda kebingungan. Dia melihat ke arah Sophia yang seperti nya sudah takut. Buk Linda tidak ingin ikut campur dia pun memilih untuk diam.


"Lebih baik kamu istirahat gih," ucap buk Linda. Sophia mengangguk dia pun menyusul Gerwyn ke kamar.


"Gerwyn-gerwyn.. Dari dulu sampai sekarang kamu sama saja, kamu selalu melampiaskan semua nya dengan emosi kamu tidak berani jujur." ucap buk Linda.


"Buk apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba Pak Gerwyn marah." tanya Bibi yang keluar dari kamar nya. ""tidak apa-apa bik, tolong suruh Ano tidur, dia sangat asyik menggambar sehingga lupa ini sudah larut malam." ucap buk Linda.


"Baik Buk, ibu juga istirahat yah." ucap Bibik. Buk Linda mengantuk. "Ano tidur yok, ini sudah malam." ucap Bibik.


"Bik Mbak Sophia kena marah lagi yah sama Kak Gerwyn?" tanya Ano, karena dia sedang asik berbicara dengan Adit dia mendengar keributan dari dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2