Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Gerwyn melihat kekasihnya bersama pria lain yang mengaku sebagai pacar Okta


__ADS_3

"Gak apa-apa. Ano ikut sama mbak di hotel saja yah, mbak gak ingin buk Linda terganggu karena ada nya kamu." ucap Sophia. Ano hanya iya-iya saja.


Namun mereka tidak langsung pulang ke hotel, Sophia pulang ke rumah dulu untuk istirahat.


Sampai di sana dia berbaring di kasur sambil main ponsel namun tidak terasa dia ketiduran.


Ano membaca buku di depan karena dia tidak mengantuk.


Dari luar dia mendengar suara ponsel Sophia yang berdering, dia membangun kan Sophia.


"Mbak! Mbak ada yang nelpon." ucap Ano.


Sophia terlihat sangat mengantuk sehingga dia hanya menjawab telepon itu namun tidak menjawab.


Ano pun mengambil nya.."Halo!"


"Halo!" ucap Gerwyn.


"Mbak Sophia masih tidur," ucap Ano.


Gerwyn menghela nafas panjang.


"Ya udah kalau begitu tolong bilang setelah dia bangun, segera pulang ke hotel." ucap Gerwyn langsung mematikan sambungan telepon.


"Siapa yang menelpon dek?" tanya Sophia dengan suara serak nya sambil duduk.


"Kak Gerwyn Mbak, dia meminta mbak pulang ke hotel." jawab Ano. "Sudah jam berapa dek?" Sophia langsung melihat jam ternyata sudah jam Empat Sore.


"Ya udah kamu kumpulin baju kamu yah, biar kita ke sana, mbak mandi sebentar dulu." Sophia langsung ke kamar mandi, sementara Ano langsung mengambil beberapa lembar pakaian nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di hotel karena tidak Jauh juga dari sana.


"Tok!! Tok!! Tok!!" Sophia mengetuk pintu kamar hotel itu.


"Dari mana saja kamu? Ini sudah sore tidak mungkin anak SMK pulang jam segini." ucap Gerwyn menunjuk jam sudah jam enam lewat.


Sophia tidak menjawab apapun hanya melihat jam yang di tunjuk oleh Gerwyn.


"Saya minta maaf pak. Sebelum pulang ke rumah saya ke rumah Bapak menjemput Ano, saya tidak ingin Tante terganggu karena adik saya. Dan tidak mungkin saya meninggalkan nya di rumah." ucap Sophia.


Gerwyn menghela nafas panjang.


"Masuk!" Gerwyn mengijinkan mereka masuk.


"Saya malam ini akan keluar, kamu dengan Adik kamu bisa tidur di sini, jangan coba-coba untuk berbuat yang tidak-tidak!" ucap Gerwyn.


Mendengar Gerwyn akan pergi dia merasa sangat senang.


"Baik pak, saya janji tidak akan melakukan apapun." ucap Sophia.


Namun tiba-tiba Gerwyn berhenti saat mau keluar.

__ADS_1


"Malam ini Club tempat kamu mengundang kita menghadiri acara ulang tahun Mami. Siap-siap lah."


"Tapi saya tidak bisa meninggal kan adik saya di sini sendirian." "Saya tidak mau tau, itu adalah resiko kamu." Gerwyn langsung keluar.


"Huf aku pikir dia akan benar-benar pergi." batin Sophia.


Tidak ada pilihan lain, Ano harus tinggal di hotel dulu sendirian.


Mereka dalam satu mobil perjalanan ke Club malam.


Setelah sampai mereka masuk ke dalam.


"Cieeee pengantin baru datang nih, wajah kalian berdua terlihat sangat fresh sekali." ucap Mami.


Gerwyn tetap setia dengan wajah dingin nya, sementara Sophia hanya tersenyum saja.


"Selamat ulang tahun yah mi, ini kado dari aku dan pak Gerwyn."


"Terimakasih banyak, ayok masuk dulu nikmatilah hidangan yang ada, semua nya gratis." ucap Mami.


Sophia masuk mengikuti Gerwyn.


Sophia mau mengajak Gerwyn ke tempat buah, namun Gerwyn sudah cepat melangkah ke arah minuman keras karena teman-teman nya juga ada di sana.


"Sophia sini! Sudah lama kita tidak ketemu, bagaimana kabar kamu?" tanya teman Sophia.


"Baik kok, kita tidak bertemu hanya beberapa Minggu saja, kamu sudah sangat lebay." ucap Sophia.


"Huss ngomongin apa an sih, aku bisa mendapatkan permainan yang jauh lebih hebat, aku hanya menginginkan uang nya saja." ucap Sophia.


"Huff kamu tidak hanya menginginkan uang nya kan? Kamu pasti tidak mau jauh-jauh dari dia syaking tampan, kekar, hebat suara yang enak."


"Kamu sudah gila." Sophia langsung memakan buah.


Cukup lama mereka berbincang-bincang di sana.


"Hay cantik!" sapa pria tinggi putih rapi pada Sophia yang duduk sendirian sambil melihat semua orang bergoyang di tengah-tengah bangunan itu.


"Hay!!" jawab Sophia.


"Boleh ikut duduk di sini?".


"owh tentu saja, silahkan kak." Sophia merespon dengan baik Pria itu.


"Seperti nya sebelum nya saya melihat kamu bekerja di sini, kenapa sekarang jadi tamu?" tanya pria itu karena Sophia tidak memakai seragam.


"Saya sudah keluar kak."


"Oohh."


"Tolong buat kan saya minuman andalan di Club ini." ucap pria itu pada bartender.

__ADS_1


Tidak beberapa lama datang.


"Kamu tidak minum?"


"Saya hanya bisa minum jus saja." ucap Sophia.


"Oh iya kenalin nama saya Frans, Nama kamu siapa?"


"Kenalin juga nama saya Sophia."


"Nama yang cantik sama seperti orang nya." puji Frans.


Sophia tersenyum. Mereka sudah cukup dekat dan tertawa bersama karena membahas soal yang lucu.


Dari kejauhan Bibi melihat Sophia.


"Heh liat istri mu sedang di godain oleh pria bule itu." ucap Bibi pada Gerwyn.


Gerwyn menoleh ke arah Sophia, namun dia kembali lagi minum. Bibi hanya menggeleng kan kepala nya melihat teman nya sama sekali tidak perduli.


"Wyn! Wyn!" panggil Bibi. Namun Bibi tidak merespon sama sekali karena bibi pasti mau ngasih tau tentang Sophia lagi.


"Jangan ganggu Gw. Gw tidak perduli dia dengan siapa, dia hanya perlu menunggu aku menghukum nya ." ucap Gerwyn.


"Lihat tuh siapa yang datang." ucap Bibi mengarah kan pandangan Gerwyn pada Okta datang bersama pria dan mereka terlihat sangat romantis.


Gerwyn seketika langsung berdiri.


"Kurang Ajar!" Gerwyn langsung menghajar wajah pria yang di gandeng oleh Okta.


"Gerwyn! Gerwyn! lepaskan." Okta melindungi pria itu.


"Siapa dia? Kenapa kamu melindungi dia?"


"Ini tempat ramai Gerwyn," ucap Okta.


"Beritahu aku Siapa dia? Bukan sekali ini aku melihat kamu bersama dengan dia?" ucap Gerwyn, mata sudah memerah, wajah tegang dan tangan terkepal.


Sophia dan frans melihat dari tempat duduk mereka karena dekat mereka. Sophia hanya diam saja walaupun asli nya dia takut Gerwyn terkena masalah.


Tiba-tiba Pria yang di hajar oleh Gerwyn menarik kerah baju nya.


"Saya kekasih Okta! Kamu sama sekali tidak ada hak untuk melarang nya dekat dengan siapa pun karena loe sudah Menikah." ucap pria itu.


Gerwyn menoleh ke arah Okta.


"Dia bohong kan sayang? Kamu sama sekali tidak ada hubungan apa-apa kan sama dia?" tanya Gerwyn.


Okta hanya diam saja, dia langsung menarik pria yang bersama nya keluar.


Gerwyn mau mengejar namun langsung di tahan oleh Bibi.

__ADS_1


"Ingat loe sudah menikah, jangan sampai masalah ini terdengar ke telinga Orang tua loe. loe bisa mengurus nya di luar nanti." Ucap Bibi.


__ADS_2