
"Aku belum memikirkan sampai ke sana mah, aku hanya ingin fokus terlebih dahulu dengan Sekolah ku." ucap Sophia. Bu Linda tersenyum.
"Kamu juga mau kan nganggur satu tahun untuk mengandung? Setelah kamu lahiran kamu bisa melanjutkan kuliah." ucap Bu Linda. Sophia terdiam dia sangat bingung mau mengatakan apapun, dia tidak mau membuat keputusan yang salah.
"Mamah sudah tua, Mamah juga sering sakit-sakitan, Mamah sangat ingin mengendong Cucu dari anak mamah." ucap Bu Linda.
Sophia tersenyum. "Mamah berharap kamu mengerti dengan Mamah saat ini." ucap Bu Linda.
"Iyah Mah. Aku paham kok." ucap Sophia. Bu Linda mengelus Rambut Sophia.
"Terimakasih yah nak." ucap Bu Linda sambil tersenyum. Sophia menganguk. "Dulu sebelum Papah nya Gerwyn meninggal dunia dia sangat ingin memiliki Cucu dari Gerwyn." ucap Bu Linda. Sophia menundukkan kan kepala nya.
"Masih ada waktu kok untuk kamu memikir kan semua nya. Mamah tidak memaksa kamu untuk menjawab itu." ucap Bu Linda.
"Mamah berharap kamu mendapatkan nilai yang bagus dan lulus." ucap Bu Linda. "Terimakasih mah." ucap Sophia.
Bu Linda meninggal kan Sophia di ruang tamu.
"Aaargggh!!!! Bisa gila aku kaya gini." ucap Sophia.
"Aku sama sekali tidak mendapatkan informasi tentang Vano ngapain ke alamat ku, di tambah lagi mendengar Lisa menggoda suami ku, dan lagi-lagi Bu Ena membuat ku emosi dan Mamah membahas hal yang tidak ingin untuk aku bahas saat ini." ucap Sophia.
"Semakin ke sini kehidupan ku semakin rumit." batin Sophia.
"Sekarang kepala ku terasa sangat berat sekali, apa yang harus aku lakukan?" ucap Sophia.
Dia bersandar ke sandaran sofa. "Ibu.. Ayah.." ucap Sophia. karena dia merasa sangat lemas akhirnya dia ketiduran di sofa.
"Assalamualaikum." ucap Gerwyn.
"Walaikumsalam." jawab Bu Linda yang baru saja membuka pintu.
"Sophia dan Ano sudah pulang kan mah?" tanya Gerwyn.
"Sststt!! Jangan berisik, istri kamu sedang tidur." ucap Bu Linda.
"Loh kok Sophia tidur di sofa mah!" tanya Gerwyn.
"Dia ketiduran selepas menjemput Ano tadi." ucap Bu Linda.
__ADS_1
"Kamu sendiri kenapa cepat pulang?" tanya Bu Linda.
"Mamah serba Salah deh, aku pulang Lambat di protes, pulang cepat juga di protes." ucap Gerwyn.
"Mamah hanya tidak terbiasa saja, ya udah kamu langsung mandi gih, bau keringat." ucap Bu Linda. Gerwyn Mengangguk.
"Loh mas, kamu sudah pulang?" ucap Sophia sambil duduk. Gerwyn tersenyum. "Kamu kenapa tidur di sofa?" tanya Gerwyn. Sophia Menggeleng kan kepala nya. Dia mencoba untuk menyadar kan diri nya.
"Ya udah kamu lanjut istirahat saja, saya mau ke mandi." ucap Gerwyn, Sophia hanya diam.
"Seperti nya kamu kelihatan sangat mengantuk." ucap Bu Linda. Sophia tersenyum melihat wajah Bu Linda dia kefikiran pembicaraan mereka tadi.
"Aku ke kamar mandi dulu yah mah." ucap Sophia langsung. Dia menutup pintu setelah sudah di dalam kamar mandi. Mencuci wajah nya dan melihat dirinya di cermin.
Cukup lama di kamar mandi dia pun keluar. Dia melihat Bibik sedang memasak dia pun membantu nya.
"Mbak Sophia." panggil Ano. "Iyah kenapa?" tanya Sophia yang sedang sibuk Masak. Sementara Ano duduk di meja makan.
"Aku Ingin sekali berziarah ke makam Ibu. Aku sangat merindukan nya." ucap Ano. Sophia terdiam sejenak.
"Kapan kita akan pergi mbak?" tanya Ano.
Sophia tersenyum.
"Asikk..." Ucap Ano bersorak.
"Ada apa nih? Kelihatan nya kamu bahagia banget." ucap Ano duduk di samping Ano.
"Mbak Sophia janji akan membawa aku ke berziarah ke makam Ibu kak. Aku sangat senang." ucap Ano. Gerwyn menoleh ke arah Sophia.
"Bukan kah Makan ibu nya Sophia ada di dekat rumah paman dan Bibik nya? Apa dia Akan kembali ke sana?" tanya Gerwyn dalam hati.
Tidak beberapa lama Sophia selesai memasak. Mereka pun makan bersama. "Mamah senang deh melihat Sophia libur seperti ini, jadi fokus pada keluarga." ucap Bu Linda. Sophia Hanya diam saja.
Sudah selesai Makan Gerwyn menyusul Sophia ke ruang tamu yang ada di lantai atas karena di bawah ada Mamah nya.
"Sayang.." ucap Gerwyn mencium pipi Sophia yang sangat fokus membaca buku.
Sophia tersenyum. Gerwyn duduk samping Sophia.
__ADS_1
"Kamu kenapa dari tadi kelihatan nya berbeda seperti ada masalah. Coba cerita sama saya." ucap Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Enggak kok Mas, aku hanya sedikit Lelah saja." ucap Sophia. Gerwyn dengan baik hati dia memijat-mijat punggung istri nya.
"Bagaimana? enakan kan?" tanya Gerwyn. Sophia mengangguk sambil tersenyum. "Kamu mendengar pembicaraan saya dengan Lisa tadi?" tanya Gerwyn.
"Pembicaraan apa? aku tidak mendengar apapun." ucap Sophia langsung. Gerwyn merasa lega karena Sophia tidak mendengar nya.
Gerwyn memeriksa ponsel nya namun Sophia langsung pergi meninggalkan dia. Gerwyn melihat Sophia masuk ke dalam kamar.
"Ada apa dengan nya? Tidak seperti biasanya." ucap Gerwyn. "Mungkin dia sedang banyak fikiran, nanti kalau butuh aku dia pasti akan bercerita sendikit." ucap Gerwyn.
Dia fokus menontonnya TV. Namun karena sendiri dia merasa Bosan.
Dia masuk ke dalam kamar sudah jam sembilan Malam dia tidak melihat istrinya di kasur. "Sophia." panggil Gerwyn Memeriksa ke kamar mandi namun tidak ada juga Sophia di sana.
Dia melihat pintu balkon rumah yang terbuka.
"Sophia." panggil Gerwyn. Sophia diam, dia menatap kosong ke arah bintang yang ada di langit.
"Kamu nangis?" tanya Gerwyn Berdiri di samping Sophia. Sophia langsung menghapus air mata nya. "Enggak aku hanya kelilipan saja." ucap Sophia menghapus air mata nya.
"Kamu kalau ada masalah cerita sama saya Sophia, jangan memendam nya sendiri." ucap Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak apa-apa," ucap Sophia. Gerwyn mengelus pipi Sophia.
"Saya tau kamu sedang memikirkan sesuatu, kasih tau pada saya, siapa tau saya bisa membantunya kamu." ucap Gerwyn.
"aku hanya ingin sendiri mas." ucap Sophia.. Gerwyn menatap mata Sophia.
"Apa Mamah berbicara yang menyinggung hati kamu?" tanya Gerwyn. Sophia Menggeleng kan kepala nya.
Gerwyn menghela nafas panjang.
"Kamu pasti mendengar pembicaraan saya dengan Lisa kan? Kamu tidak perlu memikirkan itu Sophia, dia hanya masa lalu bagi saya." ucap Gerwyn.
Sophia diam. "Aku mau istirahat." ucap Sophia meninggalkan Gerwyn di balkon. Gerwyn mengikuti Sophia ke tempat tidur. Dia melihat Sophia langsung menyelimuti tubuh nya dan memejamkan mata nya.
Dia mau memegang Sophia namun dia menghentikan Niat nya. "Saya tidak akan mengganggu kamu kalau kamu mau sendiri, tapi ketika kamu sudah mau membicarakan nya pada saya, saya akan mendengar kan nya." ucap Gerwyn mengelus kepala Sophia dan mencium nya sambil tersenyum.
__ADS_1