Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Mengigau namun sebenarnya modus


__ADS_3

Tidak terasa sudah malam. Gerwyn baru saja pulang.


"Istri kamu mana Nak? Apa dia tidak pulang bareng kamu?" tanya Buk Linda menunggu Gerwyn dari tadi.


"Enggak Mah, aku dari kantor."ucap Gerwyn. Buk Linda memasang wajah khawatir.


"Dari tadi istri kamu belum ada pulang, Mamah sangat khawatir karena tidak bisa di hubungi Mamah gak punya nomor Sophia." ucap buk Linda.


"Mungkin dia di rumah Lama nya Mah."


"Tidak ada di sana, Mamah sama supir sudah ke sana tadi." ucap buk Linda.


"Ya udah mah biar aja, nanti juga pulang sendiri dia tidak mungkin tidak pulang." ucap Gerwyn.


"Kamu gimana sih! Istri gak pulang malah santai saja, Mamah gak mau tau kamu harus cariin Sophia sama Ano sampai dapat." ucap buk Linda memaksa Gerwyn.


"Aku mau istirahat dulu mah, nanti juga dia pulang sendiri." ucap Gerwyn.


"Mamah sangat khawatir, pokoknya harus bawa pulang malam ini, Mamah gak mau tau." ucap buk Linda terus memaksa.


Gerwyn tidak ada pilihan lain, kalau dia menolak Mamah nya pasti akan Marah.


"Ya udah kalau begitu aku tukar pakaian dulu." ucap Gerwyn.


"Buruan! Bagaimana kalau mereka sedang dalam bahaya, ada yang berniat jahat tapi gak ada yang bantuin." ucap buk Linda mengikuti Gerwyn ke dalam kamar.


"Iyah Mah sabar dulu." Gerwyn pun akhirnya pergi.


"Huff Kemana sih mereka membuat kesulitan pada ku, bahkan aku belum meluruskan Pinggang ku." ucap Gerwyn.


Dia ke rumah Kontrakan Sophia namun tidak ada di sana.


Dia mengetuk pintu namun tidak ada yang Membuka bahkan lampu pun tidak ada yang hidup.


Melihat rumah kosong seketika Gerwyn jadi khawatir karena dia berfikir mereka ada di sana. Dia mencoba menelpon Sophia namun tidak aktif.


"Kemana dia!" Gerwyn meminta semua orang kepercayaan nya mencari istri dan adik ipar nya itu.


"Perempuan itu! Iyah perempuan itu." ucap Gerwyn mengingat Hena.


Dia menelpon nomor mami dan meminta nomor Hena. Setelah sudah dapat Gerwyn menghubungi Hena dan ternyata Sophia tidak ada di rumah nya juga.


Gerwyn mengusap kepala nya. Dia sudah sangat panik dia mencari Sophia ke sekolah nya. Namun malam-malam di sana sangat sepi tidak mungkin Sophia di sana.


Orang suruhan Gerwyn Juga tidak dapat menemukan Sophia dan Ano.

__ADS_1


Sudah Capek Gerwyn mencari Sophia dia berhenti sejenak dia tidak mau mau kemana. Dia memeriksa ponsel nya ternyata sudah habis Baterai.


Sudah tengah malam Gerwyn sudah menyerah dia pun memilih untuk pulang. Setelah sampai di rumah dia sangat kaget melihat Sophia, Ano dan buk Linda duduk di ruang tamu.


"Kamu dari mana saja Nak? Ini sudah tengah malam." ucap buk Linda.


"Aku mencari mereka berdua, kenapa sudah ada di rumah? Aku sudah panik mencari mereka dan sudah lelah dari ujung ke ujung mencari mereka, mencari ke tempat yang mungkin mereka pergi dan ternyata kalian ada di sini dan sama sekali tidak memberi tahu aku." ucap Gerwyn terlihat sangat kesal.


"Mamah sudah mencoba menghubungi kamu, namun tidak aktif. Istri kamu ternyata dari rumah temannya." ucap Buk Linda.


"Sialan! Berani-beraninya kamu mempermainkan saya." Gerwyn melempar kan kunci mobil dengan kasar ke atas meja dan setelah itu pergi.


Sophia panik melihat Gerwyn marah.


"Susul sana." ucap buk Linda pada Sophia. Sophia pun menyusul Gerwyn ke kamar.


"Pak saya minta maaf sudah membuat bapak panik, saya tidak berfikir kalau bapak akan mencari ku." ucap Sophia merasa bersalah karena melihat wajah Gerwyn yang sudah sangat lelah.


"Mana ponsel kamu? Jangan mencoba-coba mempermainkan saya." ucap Gerwyn.


"Ponsel saya rusak pak," Gerwyn menatap Sophia dengan tajam. "Lain kali kalau kamu keluar Ijin! jangan membuat saya Capek karena kamu." ucap Gerwyn.


"Maaf Pak, saya tidak mengulangi nya lagi." ucap Sophia.


"Aaarggghh!! Ya ampun pinggang ku sangat sakit." ucap Gerwyn memegang pinggang nya.


"Saya mau ijin besok ke sekolah Baru Ano Pak, kalau bapak tidak mempunyai waktu untuk mengantarkan kami." ucap Sophia.


Namun tidak di respon oleh Gerwyn.


"Pak! Pak!" panggil Sophia. Namun ternyata Gerwyn sudah tidur.


"Huff seperti nya pak Gerwyn sangat kecapean." ucap Sophia dia menatap wajah Gerwyn yang terlihat sangat kusam.


"Aku minta maaf sudah membuat bapak kelelahan tidak bisa istirahat karena mencari kami." batin Sophia.


Dia merapikan rambut Gerwyn yang menutupi dahi nya.


"Aku pikir bapak tidak Akan mencari kami, ternyata bapak masih mempunyai rasa perduli pada kami." ucap Sophia.


Dia melepaskan sepatu dan juga kaus kaki Gerwyn. Dia membuka jas Gerwyn dan juga Kemeja nya. Tidak beberapa lama Sophia kembali membawa Air di dalam baskom.


"Maaf kan saya pak." ucap Sophia dia duduk di samping Gerwyn sambil me lap tubuh Gerwyn yang cukup berkeringat.


Gerwyn sangat nyeyak sehingga tidak terasa Sophia menyeka tubuh nya nya dengan kain Basah.

__ADS_1


Sophia memerhatikan wajah Gerwyn yang begitu tampan dan badan yang sangat bagus. Dia tersenyum sendiri.


Namun tiba-tiba Gerwyn bergeliat dia memeluk pinggang Sophia yang di Samping nya.


"Aku mohon jangan pergi, aku gak mau kamu pergi." Gerwyn mengigau. Sophia mengelus punggung gerwyn menenangkan nya.


Gerwyn menarik Sophia agar tidur menemani nya, Sophia sampai kaget karena dia jatuh tepat di atas dada Gerwyn.


Wajah mereka berdekatan sehingga dia merasakan nafas Gerwyn.


Sophia mau beranjak namun Gerwyn menahan nya.


"Jangan pergi, aku ingin tidur dengan mu malam ini, aku sangat lelah." ucap Gerwyn masih tetap mengigau.


Sophia pun membenarkan tidur nya. Jantung nya berdebar sangat cepat ketika merasakan nafas Gerwyn.


"Okta aku sangat mencintai kamu, kamu janji kan akan selalu bersama ku." ucap Gerwyn. seketika Jantung Sophia berhenti berdetak sejenak.


"Yang tadi perasaan nya sangat senang sekarang di patah kan oleh Gerwyn yang memanggil Okta.


"Aku Sophia bukan Okta." ucap Sophia langsung memberontak dari pelukan Gerwyn dan beranjak dengan kasar dari kasur.


"Peluk saja tuh bantal." ucap Sophia melemparkan bantal guling pada Gerwyn. Sophia mengambil selimut dan bantal setelah itu tidur.


Gerwyn bangun dia melihat ke arah Sophia dia senyum sendiri sambil memeluk bantal guling itu.


Keesokan harinya.


"Tante setelah selesai masak aku mau nganterin Ano ke sekolah nya ." ucap Sophia..


"Iyah gak apa-apa kok, kamu langsung siap-siap aja gih, biar Bibik saja yang lanjutin masak." ucap buk Linda.


Sophia mengangguk dia langsung masuk dan siap-siap.


Dia dan Ano sudah siap.


"Tin tin..."Klakson mobil di depan mereka berbunyi. Kaca mobil turun ternyata isinya Gerwyn.


"Buruan masuk." ucap Gerwyn.


"Aku tidak mau, kami mau kesekolah Ano bukan ikut bapak." ucap Sophia menolak.


...----------------...


Ayo dong tinggalkan vote, like, komen dan juga rate bintang lima nya, terimakasih untuk semua nya

__ADS_1


__ADS_2