Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 263


__ADS_3

"Alhamdulillah." ucap Sophia. "Tapi bagaimana yah mas keadaan Hena sekarang? dia pasti sangat sedih sekali." ucap Sophia.


"Saya sudah meminta Vano untuk menyelesaikan masalah mereka. Mereka sudah dewasa pasti bisa menyelesaikan masalah nya." ucap Gerwyn.


Sophia tersenyum. "Ya sudah kalau begitu kamu istirahat yah, jangan memikirkan masalah apapun karena semua nya baik-baik saja." ucap Gerwyn mencium kening Sophia.


Gerwyn cukup lama menenangkan Sophia. Karena masalah itu dia juga muntah-muntah, sampai Ano dan Gerwyn harus sigap mengambil tempat muntahan Sophia.


Tidak beberapa lama akhirnya Sophia tidur di pelukan Gerwyn. Gerwyn melihat Ano yang tidur tanpa selimut dia turun dan menyelimuti Ano.


"Tidur yang nyenyak yah, makasih sudah mau bantuin kakak Jagain mbak Sophia hari ini." ucap Gerwyn mencium kening Ano.


Dia berjalan kesebelah Sophia.


"Selamat malam sayang, semoga kamu mimpi indah. Selamat malam juga anak papah." ucap Gerwyn mengelus perut Sophia.


Dia duduk di sofa sambil melihat hasil pemeriksaan tadi.


Dia tidak berhenti tersenyum karena sangat bahagia mengetahui kalau sebentar lagi dia akan menjadi Ayah.


Di tempat lain Vano sedang duduk di depan kontrakan Hena. "Aku sudah menunggu dari sore di sini,. namun Hena tak kunjung datang." ucap Vano.


Dia sudah Bertanya pada penjaga kontrakan apa Hena sudah pulang atau tidak namun mereka tidak melihat Hena kembali ke kontrakan nya.


Vano mencoba menelpon nomor Hena namun tidak bisa.


"Kemana aku harus mencari dia?" Batin Vano. Tiba-tiba handphone nya di telpon oleh Papah nya.


Vano terdiam sejenak. "Kenapa Papah menelpon ku?" batin Vano. Karena mengingat dia meninggal kan Mamah nya bersama om Davit akhirnya dia menjawab.


"Iyah Halo Pah." jawab Vano.


"Apa kamu sudah bertemu dengan Hena?" tanya Om Davit.


"Belum Pah. Aku sudah dari Sore menunggu di depan kontrakan nya namun Hena tak kunjung pulang. Aku juga sudah menelpon nomor nya." ucap Vano.


"Dia pasti sangat Sedih sekali. Kamu harus terus mencari nya, dia bisa melakukan hal yang menyakiti diri nya ketika sedang Sedih." ucap Om Davit.

__ADS_1


"Apa papah tau di mana tempat Hena biasa nya saat ada masalah Pah?" tanya Vano.


"Papah tidak tau pasti, sekarang bisa jadi dia ada di pinggir danau." ucap Om Davit. Vano langsung mematikan sambungan telepon nya, dia sudah langsung tau danau mana yang di maksud oleh papah nya.


Dia mengendarai mobil nya ke Danau. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana, namun tidak ada satu pun orang di sana.


Vano terus mencari namun dia tak kunjung menemukan Hena. "Hena kamu di mana, aku sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Vano sambil menangis.


"Permisi pak. Bapak lagi apa yah?" tanya bapak-bapak penjual Kopi di sana.


Vano menoleh ke arah bapak-bapak itu. "Sebentar lagi sudah mau hujan, lebih baik bapak pulang." ucap penjual kopi itu.


Vano mengangguk dia masuk ke dalam mobil nya namun dari dalam mobil nya di sangat kaget melihat Hena masuk kedalam mobil seseorang.


"Hena!!" Panggil Vano mengejar nya namun sudah terlanjur pergi.


"Siapa Pria itu?" batin Vano. Dia mengejar Terus mobil itu. Dan ternyata Hena kembali ke kontrakan nya.


"Pak Frans!" ucap Vano sangat terkejut ternyata itu adalah Frans.


Vano turun dari dalam mobil nya mau marah karena merasa Dia di hianati oleh Hena.


"Lain kali jangan melakukan hal konyol lagi! Bagaimana kalau di Danau tidak ada yang melihat kamu? Kalau ada masalah selesai kan, bukan menyakiti diri sendiri." ucap Frans.


Vano mendengar pembicaraan mereka hanya bisa diam.


"Ya udah kamu masuk gih, jangan berputus asa lagi. Kalau kamu mau cerita saya akan siap mendengarkan nya." ucap Frans.


Hena menganguk.


Frans pamit pulang, namun tidak sengaja melihat Vano.


"Vano! Bagaimana bisa kamu di sini?" tanya Frans.. Vano mendekati mereka. "Aku ada kepentingan dengan Hena." jawab Vano.


"Oohh saya tidak sengaja melihat dia duduk di pinggir Danau sendirian, orang-orang bilang dia sudah lama di sana. Itu sebab nya saya membujuk nya untuk pulang." ucap Frans.


"Terimakasih banyak sudah mengantar kan Hena pulang." ucap Vano. "Kamu kenal juga dengan Hena?" tanya Frans. Vano mengangguk.

__ADS_1


"Kamu sendiri bagaimana bisa kenal dengan Hena?" tanya Vano. "Oohh dia sempat magang di hotel Saya." ucap Frans.


"Aku duluan masuk yah pak." ucap Hena. Frans mengangguk.


"Seperti nya dia dalam masalah, dia adalah anak yang cukup ceria namun melihat nya seperti tadi membuat saya khawatir." ucap Frans.


"Saya akan berbicara dengan dia." ucap Vano. "Ya sudah kalau begitu saya pulang dulu yah." ucap Frans. Vano menganguk.


Frans dan Vano sudah saling kenal karena ada beberapa event yang harus menyewa hotel Frans, dan Vano sendiri yang mengurus itu semua. Itu sebab nya dia kenal pada Frans.


Vano langsung masuk ke dalam.


"Hena! Hena buka pintu nya." ucap Vano.


"Aku tidak ingin di ganggu, lebih baik kamu pulang saja." ucap Hena.


"Kamu baik-baik saja kan? Aku akan pergi sekarang. kamu istirahat yah." ucap Vano. Dia memilih untuk pulang karena perasaan nya sudah lega.


Keesokan harinya..


Sophia bangun pagi karena harus menyiapkan Ano berangkat ke sekolah, dia kaget melihat Gerwyn yang tidur di sofa sambil memeluk hasil tes dari rumah sakit.


Dia mendekati Gerwyn namun tiba-tiba dia mual. Gerwyn terbangun. "Kamu mual lagi?" tanya Gerwyn. Sophia menganguk.


Dia membantu istri nya ke kamar mandi dan setelah itu minum.


"Kamu istirahat saja, saya akan membantu Ano. Ano sudah selesai supir mengantar kan nya sekolah.


"Kamu gak berangkat ke kantor Mas?" tanya Sophia. Gerwyn Menggeleng kan kepala nya. "Hari ini kita akan pulang ke rumah, kamu juga kurang Enak badan." ucap Gerwyn.


Sophia tersenyum. "Saya akan membantu mengumpulkan semua barang-barang ini, kamu istirahat saja." ucap Gerwyn, Sophia tersenyum.


"Oh iya Mas, sebelum pulang ke rumah aku harus ke sekolah dulu. Ada beberapa yang harus aku siapkan." ucap Sophia.


"Saya akan mengantarkan kamu." ucap Gerwyn. Sophia menganguk dia pun pergi mandi. Setelah selesai mandi dia berpakaian biasa karena sudah bebas.


"Jangan memakai baju yang ketat, bagaimana anak kita bisa bernafas?" ucap Gerwyn. Dia memilih kan dress untuk istri nya.

__ADS_1


"Oh iya nanti kamu tidak boleh kecapean, kamu harus membawa minun ini." ucap Gerwyn. Sophia hanya bisa menginyakan perintah suami nya dari pada tidak mendapatkan Ijin.


__ADS_2