Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Ketidak percayaan


__ADS_3

Vano hanya diam saja, setelah Hena masuk ke kamar nya Vano berbaring di sofa. Sebenarnya dia belum sembuh total, akhirnya dia berbaring di sofa meluruskan Pinggang nya yang terasa sangat sakit.


Sebenarnya dari rumah dia kabur. Di tidak pamit sama sekali kepada orang tua nya. Dia mendengarkan pembicaraan kedua orang tua nya membuat nya sangat stres memutuskan untuk keluar karena di rumah juga tidak bisa tidur.


"Aku sudah selesai, ayo berangkat." ucap Hena yang baru saja keluar dari kamar nya.


"Lah kenapa tidur sih? Kata nya mau mencari penginapan." ucap Hena. Dia mendekati Vano.


"Aku bangunin gak yah? Seperti nya dia sangat nyenyak, kasihan juga kalau di bangunin namun tidak mungkin dia tidur di sini." ucap Hena.


Dia bingung mencari solusi bagaimana.


"Ah sudahlah biarkan saja. Aku bisa tidur di kamar dia tidur di sini, sofa yang ini juga cukup nyaman kok." ucap Hena.


Dia mengambil selimut untuk Vano. "Tidur yang nyenyak yah." ucap Hena. Setelah menyelimuti nya Hena pun juga istirahat di kamar nya.


Di pagi hari yang cerah.


"Sayang..." Sophia membangun kan suami nya yang tidur sampai jam sembilan pagi. "Hummm..." jawab Gerwyn sambil bergeliat melihat ke wajah istri nya.


"Lihat lah ini sudah jam berapa, kamu gak takut Telat ke kantor?" tanya Sophia. Gerwyn melihat jam.


"Kenapa kamu membangun kan saya jam segini? Saya ada pertemuan jam 12 Siang, saya masih punya waktu beberapa jam. Saya sangat Lelah." ucap Gerwyn. Sophia menghela nafas panjang.


"Kenapa mas tadi malam minum banyak? Mas sepanjang Malam muntah-muntah, tidak bisa tidur sama sekali.. Marah-marah tidak jelas." ucap Sophia.


"Itu semua karena kamu, kamu yang tidak mengerti kepada saya, kamu lebih mementingkan teman-teman kamu dari pada suami kamu sendiri." ucap Gerwyn.


"Kenapa mas berbicara seperti itu? aku bersama Hena, dia sedang ada masalah aku berusaha untuk menemani dia saja." ucap Sophia.


Gerwyn bangun dia memegang kepala nya yang pusing.


"Saya ingin menghabiskan waktu dengan kamu." ucap Gerwyn.


"Bukan kah kita selalu menghabiskan waktu bersama setiap hari? aku bahkan tidak bisa kemana-mana Selama ini Kalau kamu ada di rumah." ucap Sophia.


Gerwyn menghela nafas panjang.


"Saya akan membeli dua tiket ke AS untuk kamu dan saya." ucap Gerwyn.


"AS? Ngapain ke sana?" tanya Sophia.


"honeymoon." jawab Gerwyn dengan simpel.

__ADS_1


"Tidak bisa mas, kan aku lagi ujian, aku juga belum selesai sekolah." ucap Sophia. Gerwyn menghela nafas panjang.


"Saya sudah bisa menebak kalau kamu akan menolak nya." ucap Gerwyn.


"Kamu tidak membicarakan nya terlebih dahulu mas, kita bisa pergi setelah aku libur panjang, jangan mendadak sepele ini." ucap Sophia.


"Kalau kamu tidak mau ya sudah. Saya juga tidak Akan memaksa nya. Kamu malu ka pergi honeymoon dengan saya? kamu masih ingin bebas main-main dengan teman kamu itu kan?" ucap Gerwyn. Sophia Menghela nafas panjang.


"Mas sungguh tidak masuk akal, aneh.." ucap Sophia meninggalkan Gerwyn begitu saja.


"Kamu mau kemana?" tanya Gerwyn.


"Aku lebih baik keluar dari pada berbicara dengan suami seperti kamu." ucap Sophia. "Sophia saya belum selesai berbicara." ucap Gerwyn.


"Mau menuduh ku yang tidak-tidak? Mau marah-marah? Aku tidak Akan mau menghadapi Pria yang terlalu berlebihan seperti ini." ucap Sophia langsung keluar dari kamar.


Gerwyn melihat Istri nya keluar langsung diam,


"Arghhhh..." Dia membaringkan tubuhnya dengan kasar ke tempat tidur.


Tiba-tiba ponsel nya berdering.


Sophia duduk di ruang tamu memasang wajah kesal.


"Iyah Mah." jawab Sophia langsung bangun dari duduknya.


"Kamu sudah membangun kan Gerwyn?" tanya Bu Linda.


"Sudah mah, namun kelihatannya dia Masih marah Sama Aku." ucap Sophia. Bu Linda menghela nafas panjang.


"Seorang istri itu tidak boleh pergi kemana-mana Tampa ijin suami." ucap Bu Linda.


"Tapi aku sudah ijin mah, mas Gerwyn saja mengabaikan pesan ku." ucap Sophia. Bu Linda duduk di depan Sophia.


"Mamah tidak suka seorang istri pulang larut malam sementara suami nya di rumah." ucap Bu Linda.


"Ya ampun tidak satu pun sih yang mengerti pada ku." ucap Sophia dalam hati.


"Baiklah mah, aku minta maaf." ucap Sophia.


Tidak beberapa lama Gerwyn turun dengan pakaian rapi.


"Gerwyn kamu harus sarapan dulu agar bertenaga." ucap Bu Linda langsung menarik tangan Gerwyn ke dapur.

__ADS_1


"Siapa yang masak Mah?" tanya Gerwyn. "Istri kamu lah, siapa lagi." ucap Bu Linda. Gerwyn diam. Dia segera menghabis kan Nasi nya.


"Sudah selesai mah, aku langsung berangkat yah." ucap Gerwyn. "Baiklah nak, kamu hati-hati di jalan yah." ucap Bu Linda.


Dia keluar dari dapur. Sophia masih mengabaikan Gerwyn.


"Sophia.." ucap Gerwyn.


"Hum.." jawab Sophia Tampa menoleh ke arah Gerwyn.


"Suami kamu mau kerja, apa seperti ini sifat kamu untuk memberangkatkan suami kamu mencari rejeki?" tanya Gerwyn.


Sophia meletakkan buku nya.


"Baik lah mas Gerwyn, aku minta maaf sudah mengabaikan kamu, ayo berangkat bekerja. Semangat yah." ucap Sophia dengan nada yang di tekan serta salaman tangan yang kasar.


Gerwyn mau mencium kening istrinya namun langsung di tolak oleh Sophia.


"Lebih baik mas segera berangkat." ucap Sophia. Gerwyn menghela nafas panjang.


Dia memegang tangan Sophia namun Sophia tidak mau.


"Saya sangat merindukan kamu.." ucap Gerwyn dengan suara yang tiba-tiba menjadi lembut.


"Aku mau ke kamar bersih-bersih." ucap Sophia, namun langsung di tahan oleh Gerwyn.


"Saya seperti ini karena saya sangat takut kehilangan kamu, mengerti lah Sophia." ucap Gerwyn.


Sophia menatap wajah Gerwyn. "Mas takut kehilangan aku, namun membuat aku kesal? Menuduh ku yang tidak-tidak." ucap Sophia.


"Saya minta maaf soal itu, saya sangat khawatir ketika kamu bisa menemukan pria yang lebih baik di luar sana dan meninggalkan saya." ucap Gerwyn.


Sophia menatap wajah suaminya.


"Kenapa harus marah-marah? Kenapa harus mabuk? Dan mas tau mamah juga tadi malam marah sama Aku." ucap Sophia.


Gerwyn diam. "Aku keluar hanya untuk sekolah, keperluan penting, belajar dan tadi malam menemani Hena. Apa ada yang salah?" tanya Sophia.


"Sementara kamu seharian di luar aku tidak pernah mempermasalahkan nya." ucap Sophia. Gerwyn diam.


"Mas harus tau kalau aku sangat mencintai mas, aku tidak akan berpaling kepada pria lain hanya karena dia lebih muda dari suami ku atau lebih Tampan." ucap Sophia.


"Jangan pernah berfikir seperti itu lagi, aku hanya butuh kepercayaan Mas pada ku." ucap Sophia.

__ADS_1


Gerwyn memeluk istrinya. Mendekap nya dengan sang erat sekali.


__ADS_2