Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 278


__ADS_3

Waktu nya tiup lilin, namun sebelum meniup lilin berdoa terlebih dahulu. Setelah selesai akhir nya lilin kue itu mati lampu tiba-tiba hidup semua.


Dan semua pekerja yang ada di rumah itu sudah berkumpul di sana.


Bu Linda sangat terharu sekali. "Selamat ulang tahun yah mah, semoga mamah panjang umur sehat selalu, lebih Sabar menghadapi apapun yang terjadi." ucap Sophia.


Bu Linda mengangguk dia memeluk Sophia dan Gerwyn.


"Terimakasih banyak yah nak." Bu Linda mencium Pipi Sophia dan juga Gerwyn.


"Oh iya mah ini ada hadiah untuk mamah." ucap Gerwyn.


"Kenapa sangat banyak sekali?" tanya Bu Linda.


"Ini mah gak seberapa tapi ini yang paling penting." ucap Sophia memberikannya kotak kecil.


"Ini apa?" tanya Bu Linda.


"Buka dulu Mah." ucap Sophia. Bu Linda membuka nya.


Setelah di buka Bu Linda heran kenapa sangat kecil sekali.


Namun karena sangat penasaran Bu Linda mencari isi nya dan setelah mendapat kan nya dia kaget melihat isinya tes kehamilan bergaris dua.


Bu Linda menatap Sophia dan Gerwyn.


"Ini punya kamu?" tanya Bu Linda. Sophia menganguk.


"Ini serius?" tanya Bu Linda lagi.


"Iyah serius mah." ucap Sophia.


"Aku sudah tiga Minggu Hamil Mah, Maafin aku sebelum nya gak siap ngasih tau ke Mamah." ucap Sophia.


Bu Linda tersenyum dia langsung memeluk Menantu nya itu.


"Mamah akan punya Cucu." ucap Sophia.


"Terimakasih nak." ucap Bu Linda tidak terasa air mata nya menetes, sudah lama dia menunggu momen bahagia itu.


Sekarang umur nya bertambah dan kebahagiaan nya juga bertambah. Dia sangat senang sekali.


Mereka semua merayakan nya sama-sama. Sophia menyusul suami nya yang duduk sendirian melihat semua orang bergembira membuka kado-kado dan berbincang-bincang.


"Kamu mau?" ucap Sophia memberikan potongan kue. Gerwyn mengangguk dia di suapin oleh Sophia.

__ADS_1


"Humm sosweett banget sih non Sophia dengan Pak Gerwyn." ucap Security mereka yang melihat momen itu. Gerwyn dan Sophia senyum-senyum.


Sudah siang acara selesai Bu Linda sudah di kamar nya dia tidak berhenti melihat hasil teh kehamilan milik Sophia.


"Kalau papah Masih di sini pasti sangat senang melihat ini, kita akan mempunyai Cucu. Tapi mamah yakin papah pasti bahagia melihat ini." ucap Bu Linda.


Bu Linda membuka Lemari pakaian nya dan mengeluarkan kotak musik dari lemari itu.


"Ini adalah kado yang kamu berikan terakhir kali sebelum kamu pergi." ucap Bu Linda dia memasang nya dan kotak musik itu Masih bagus.


Sementara di tempat lain Bibi baru saja keluar dari tempat kerja nya, dia singgah di salah satu restoran. Tidak sengaja dia melihat Pak Putra.


"Pak Putra masih berani berkeliaran di luar? Bagaimana dengan Lisa." ucap Bibi.


"Ini adalah kesempatan yang sangat Bagus sekali." ucap Bibi karena melihat tidak ada Pengawal sama sekali yang ada di sana.


Di malam hari nya..


"Mas pinggang ku tiba-tiba pegal banget." ucap Sophia pada suami nya yang sedang asik dengan buku novel nya.


Namun ketika Sophia meminta di pijit dia meletakkan buku nya dan memijit-mijit istri nya, namun tiba-tiba handphone nya bunyi.


"Siapa yang nelpon Mas?" tanya Sophia. Gerwyn melihat itu ternyata dari Tobi. Dia yakin itu pasti tentang pak Putra.


Sophia menaikkan alisnya kebingungan melihat Gerwyn.


Tidak beberapa lama Gerwyn masuk ke dalam Kamar.


"Saya keluar sebentar yah. Kamu jangan tunggu saya, kamu langsung tidur saja." ucap Gerwyn Mengambil kunci mobil, dan juga jaket nya.


"Kamu mau kemana mas?" tanya Sophia.


"Aku ada pekerjaan yang harus di selesaikan." ucap Sophia mencium kening istrinya dan langsung pergi.


"Loh kenapa dengan mas Gerwyn? Tidak biasa nya seperti itu. Sangat mencurigakan sekali." ucap Sophia.


Gerwyn melajukan mobilnya. Tidak beberapa lama sampai di alamat yang sudah di kirim kan oleh Tobi.


"Loh bukannya ini gedung nya bibi?" ucap Gerwyn heran.


Tobi meminta Gerwyn untuk datang ke alamat yang sudah di kirim karena ada masalah penting, tidak memberitahu alasan nya namun Gerwyn langsung datang.


Dia masuk dan dia sangat kaget dia melihat Pak Putra sudah terikat di kursi.


Gerwyn menatap nya dengan tatapan tajam sekali.

__ADS_1


"Hadiah untuk Kamu." ucap Bibi menepuk pundak Teman nya itu.


"Bagaimana bisa?" tanya Gerwyn. "Cerita nya panjang. melakukan ini cukup gampang sekali." ucap Bibi.


Gerwyn melihat pak putra yang pingsan mulai bangun.


dia melihat ke arah Gerwyn dengan tatapan yang sangat kaget dan terkejut sekali.


"Bagaimana Pak?" tanya Gerwyn menatap Pak putra dengan tatapan tajam.


Bibi melihat jiwa Gerwyn dulu kembali. Wajah dingin, ekspresi yang Sangat marah.


"Sudah lama yah kita tidak bertemu." ucap Gerwyn.


Terakhir kita bertemu dan berbicara seperti ini di saat bapak bekerja di rumah ku." ucap Gerwyn sambil tertawa namun sangat menyeramkan sekali.


"Buka mulut nya." ucap Gerwyn pada Toby. Toby membuka mulutnya.


"Berengsek kau Gerwyn! Saya adalah mertua kamu!" ucap pak putra. Gerwyn tertawa.


"Saya merasa tidak mempunyai mertua. Istri saya sudah tidak memiliki orang tua. Orang tua nya sudah meninggal dan Ayah nya sudah di telan bumi." ucap Gerwyn.


"Lepaskan aku Gerwyn! Lepaskan!" ucap pak putra.


"Bagaimana selama ini bapak sudah menikmati hasil kerja keras bapak itu kan? Apakah cukup menyenangkan?" ucap Gerwyn.


"Apa yang kau maksud?" ucap Pak putra.


"Bapak tidak perlu berpura-pura tidak tau. Bapak membunuh papah saya. Papah membunuh papah saya setelah semua kebaikan yang papah berikan kepada bapak!" ucap Gerwyn.


Wajah Pak putra semakin panik.


"Untuk selama ini Bapak Masih bisa bersembunyi dari saya karena banyak yang melindungi Bapak. Dan setahun akhir ini karena anak yang Bapak tinggal kan adalah istri saya." ucap Gerwyn.


"Namun saya tidak akan bisa diam karena bapak tidak berhenti mengganggu saya. Bapak bersekongkol dengan Mantan Kekasih saya." ucap Gerwyn.


Pak putra bingung harus ngapain. Melihat Gerwyn sangat marah dia tidak bisa melupakan wajah papah nya Gerwyn yang sudah dia bunuh.


"Saya di suruh." ucap Pak putra. Gerwyn tertawa.


"Bapak sudah tua sebaiknya Bapak jujur, cerita kan semua nya apa yang terjadi karena saya bukan orang bodoh." ucap Gerwyn.


"Saya di suruh oleh lawan Tuan pada saat itu." ucap Pak putra.


"Saya tau kalau bapak di suruh oleh orang lain. Namun bapak tidak menginyakan nya karena bapak melakukan itu demi keuntungan sendiri. Bapak ingin menguasai semua bisnis papah saya." ucap Gerwyn.

__ADS_1


__ADS_2