Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Gerwyn menyamar di kampung orang


__ADS_3

"Oh iya Sophia kamu kan sangat dekat dengan Hena, apa kamu melihat dia pergi dengan laki-laki? Ibu sama sekali tidak pernah melihat nya." ucap ibu nya Hena.


"Apa maksud ibu pacar?" tanya Sophia. ibu nya Hena mengangguk. "Pacar sih gak ada Bu, Tapi Kalau teman-teman cowok banyak banget kok." ucap Sophia.


"Oohh." ucap ibu itu.


"Emang kenapa yah Bu? Apa Hena tidak ada cerita?_ tanya Sophia.


"Dia tidak terbuka pada ibu atau bapak nya, dia selalu merahasiakan semua nya. Jadi ibu berfikir dia sudah punya pacar yang menemani dia di rumah sakit kemarin. Ibu juga senang kalau dia punya pacar ada yang perhatiin dia ada yang jagain dia."


Sophia hanya bisa tersenyum saja, tidak mungkin dia bilang kalau om Davit yang menjaga dia.


Waktu nya untuk makan malam mereka makan bersama di meja makan. Setelah semua selesai Makan kembali ke kamar masing-masing. Sementara Ano Masih main game di ponsel Sophia.


"Kamu gak belajar Hena?" tanya Sophia. .


"Aku belum bisa fokus belajar, kamu lanjut aja dulu." ucap Hena. Sophia mengangguk.


Di tempat lain Gerwyn baru saja kembali ke penginapan nya dia keluar untuk memata-matai salah satu keluarga yang menjadi saksi pembunuhan Ayah nya.


"Nak Gerwyn. Kamu dari mana saja? Mbok sudah dari tadi nungguin kamu." ucap Nenek yang duduk di depan rumah yang terlihat sangat gelap karena tidak ada lampu listrik di sana.


"Maaf Mbok, tadi saya keluar untuk mencari sinyal." ucap Gerwyn.


"Nak Gerwyn boleh istirahat di sini. Mbak dengan Cucu Mbok Akan tidur di rumah sebelah." ucap Nenek itu. Tidak beberapa lama Wanita muda yang berpakaian ala anak Gadis desa keluar dari rumah kecil itu.


"Kang kamar nya sudah saya bersihkan. Kang Gerwyn bisa tidur dengan nyaman di dalam. Maaf kalau tempat nya sangat kecil dan panas." ucap Elis.


"Tidak apa-apa kok, terimakasih sudah mengijinkan saya tinggal di sini." ucap Gerwyn.


"Baiklah nak Gerwyn. Kami permisi Dulu." ucap Mbok. Gerwyn Mengangguk.


Elis tersenyum ke arah Gerwyn. Gerwyn dengan sedikit canggung membalas senyuman juga pada Elis.

__ADS_1


"Humm gadis desa tidak bisa melihat pria tampan. Bawaan nya ingin menggoda saja." batin Gerwyn karena merasa tidak nyaman dengan sifat Elis yang sangat perduli atau sangat dekat pada nya.


Dia masuk membawa lampu di tangan nya. Dia masuk ke dalam kamar dia terkejut karena semua barang-barang nya rapi.


"Berani-beraninya dia menyentuh barang-barang ku." ucap Gerwyn. Dia menghela nafas panjang.


"Seharusnya dia mempunyai etika ketika masuk ke kamar orang lain." ucap Gerwyn.


Dia berbaring di kasur yang kecil. Bahkan badan nya tidak seutuhnya bisa di atas kasur.


"Aku pasti bisa tidur. Aku harus melakukan perjalanan yang panjang besok." ucap Gerwyn dia berusaha untuk tidur namun ternyata tidak bisa karena banyak nyamuk, sangat panas dan juga gelap sekali.


Gerwyn Menghela nafas panjang. Dia bangun melihat ponsel nya dia sangat senang melihat ada jaringan dia mengangkat nya mau menelpon istri nya namun tiba-tiba hilang.


Gerwyn hanya bisa menghela nafas panjang dia mengusap kepala nya. "Tok!! Tok!! Tok!!" Tiba-tiba pintu di Ketuk oleh seseorang. Gerwyn sangat terkejut.


Dia mau membuka tapi sangat takut.


"Kang Gerwyn ini ada anti nyamuk, di dalam pasti banyak nyamuk." ucap Elis. Gerwyn mendengar suara itu dia langsung keluar membuka pintu.


"Makasih yah." ucap Gerwyn. Elis mengangguk sambil tersenyum malu-malu.


"Hanya ini saja kan? Saya permisi mau istirahat ke dalam." ucap Gerwyn. Elis mengangguk. Gerwyn pun langsung masuk ke dalam.


Keesokan harinya dia bangun pagi-pagi. Mendengar suara suara ayam membuat nya langsung bangun.


"Sudah lama aku tidak mendengar ayam di pagi hari." batin Gerwyn.


Dia membawa jendela yang ada di kamar kecil itu.


"Wahh udara nya sangat sejuk.'' ucap Gerwyn. Dia melihat ada air pancuran di bawah seperti nya itu adalah khusus kamar mandi.


Dia membawa tempat sabun yang ada di sana ke bawah. Tidak beberapa lama setelah selesai mandi dia ke atas lagi memakai pakaian nya.

__ADS_1


Berpakaian yang tidak terlalu rapi seperti biasa nya. Dia sengaja membeli beberapa kaus murah dan celana biasa umum di pakai orang desa-desa saja. Namun karena baru jadi terlihat bagus namun menurut nya itu sudah cocok untuk tinggal di sana.


"Nak Gerwyn." panggil mbok dari luar. Gerwyn langsung keluar membuka pintu.


"Iyah mbok ada apa?" tanya Gerwyn.


"Nih Mbok bawain kamu ubi bakar untuk sarapan pagi. Nanti setelah nak Gerwyn bersih-bersih datang kerumah mbok untuk makan yah." ucap Mbok.


Gerwyn tersenyum sambil mengangguk.


Gerwyn membawa masuk ubi bakar itu.


Dia mencoba nya sedikit untuk mengisi perut nya dengan Kopi yang di Buat nya tadi.


"Humm lumayan enak juga." ucap Gerwyn. Dia pun langsung merapikan tempat tidur nya. agar lebih nyaman.


Mungkin hari ini dia akan pulang malam itu sebabnya dia harus Merapikan agar Elis tidak datang Merapikan nya.


Setelah selesai dia pun ke rumah Mbok yang berada di samping rumah yang dia tempati namun jalan ke sana cukup berlumpur sehingga dia harus hati-hati. Dari sana dia sudah bisa melihat betapa banyak nya orang yang bepergian ke sawah, ada yang kesekolah dan ada juga yang berangkat kerja.


Gerwyn Sampai di depan rumah Mbok itu. rumah itu cukup lebih besar dari yang dia tempati namun lebih bagus yang dia tempati.


"Assalamualaikum mbok." ucap Gerwyn.


"Walaikumsalam kang, ayo masuk. Mbok sudah berangkat ke sawah." ucap Elis.


"Loh mbok gak Makan dulu sebelum ke sawah?" tanya Gerwyn. "Sudah bawa bekal kang, sekarang kang Gerwyn Makan dulu." ucap Elis meminta Gerwyn untuk makan dan menyiapkan semua nya di atas Meja.


Setelah itu Gerwyn Makan dengan CEPAT dia tidak terlalu banyak menanggapi Elis yang selalu mengajak nya berbicara karena dia juga canggung, Nama nya kalau di desa orang-orang bisa salah paham melihat mereka berdua.


Walaupun Elis kelihatan nya biasa saja namun Gerwyn tetap risau, dia tidak ingin membuat kesalahan yang menimbulkan masalah sehingga penyamaran nya terbongkar.


"Kang Gerwyn habis ini mau kemana? tadi Mbok bilang kalau kang Gerwyn mau lihat-lihat, saya bisa mengantarkan nya." ucap Elis.

__ADS_1


"Tidak perlu, saya akan menemui Kepala desa di sini. Mbok juga sudah bilang tempat nya di Mana kok. Terimakasih." ucap Gerwyn.


__ADS_2