Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Menuduh suami nya Selingkuh


__ADS_3

Setelah sampai di rumah mereka melakukan aktivitas masing-masing, Ano sibuk merapikan kamar nya karena sudah beberapa hari tidak di bersihkan.


Walaupun dia anak laki-laki mbak nya meminta agar bertanggung jawab atas kamar nya sendiri.


"Non Sophia di luar ada teman non Sophia menunggu." ucap Bibik. "Teman? Kalau Hena suruh langsung masuk saja Bik." ucap Sophia.


"Tapi ini laki-laki Non."


Sophia penasaran dia pun langsung memeriksa siapa orang itu.


"Kak Frans." ucap Sophia. Frans tersenyum.


"Kamu sedang sibuk yah?" tanya tanya Frans.


Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Tidak terlalu kak, kakak kenapa bisa di sini, saya jadi malu berantakan seperti ini." ucap Sophia karena dia belum mandi sama sekali.


"Tidak apa-apa kok. Saya hanya mau minta tolong sama kamu untuk menemani saya mencari kado ulang tahun pada Mamah saya." ucap Frans. "Kado ulang tahun? Apa harus sekarang?" tanya Sophia.


"Enggak kok, Lagian ini sudah malam. Besok adalah hari libur jadi saya akan datang menjemput kamu ke sini, Kalau Ano mau ikut tidak apa-apa." ucap Frans.


"Besok yah kak, seperti nya aku tidak bisa, aku sudah ada janji dengan teman-teman ku." ucap Sophia.


"Kapan saja kamu bisa, saya akan menunggu, ulang tahun nya tiga hari lagi." ucap Frans.


"Bagaimana kalau Besok malam saja? Saya Siang nya masih bertemu dengan guru." ucap Sophia.


Frans mengangguk sambil tersenyum.


"Tunggu sebentar yah kak, aku buatin teh dulu." ucap Sophia.


"Tidak perlu repot-repot, saya akan pergi sebentar lagi." ucap Frans.


Namun Sophia berniat untuk membuat nya. Sophia tidak beberapa lama kembali membawa Teh satu gelas..


"Ngomong-ngomong kakak tinggal di mana sih? Kenapa malam-malam ke sini? Apa nanti tidak jauh?" tanya Sophia.


"Rumah saya kebetulan lewat dari sini." ucap Frans. "Oohh gak jauh dong. Kenapa rumah orang tua Kakak sangat jauh?" ucap Sophia.


"Saya sengaja mencari rumah yang lumayan Jauh dari orang yang saya kenal, asik aja gitu." ucap Frans.


"Dulu aku juga berfikir seperti itu. Aku ingin memiliki rumah jauh dari keluarga ku, aku tidak ingin bertemu mereka setiap hari." ucap Sophia.


"Maaf yah sebelum nya, kalau boleh tau kamu di sini bekerja yah? Atau jangan-jangan kamu adalah kerabat Keluarga Pak Gerwyn?" tanya Frans.

__ADS_1


"Loh kakak kenal?" tanya Sophia.


Frans mengangguk.


"Siapa yang tidak mengenal pak Gerwyn, pengusaha sukses yang mempunyai usaha di mana-mana." ucap Frans.


Sophia melihat banyak foto Gerwyn yang terpajang.


"Sebenarnya aku bekerja di sini, namun oak Gerwyn dengan baik hati membiarkan aku tinggal di sini." ucap Sophia.


"Oohhh begitu yah." ucap Frans.


"Oh iya bagaimana kamu tidak langsung bekerja saja di hotel paruh waktu? Justru itu lebih bagus." ucap Frans.


"Di sini jauh lebih nyaman kak, Besok kalau sudah lulus sekolah aku baru mencari pekerjaan." ucap Sophia.


Cukup lama mereka berbincang-bincang. Sophia bahkan sudah bosan karena dia sangat canggung dia bahkan bingung mau ngomong apa lagi.


"Ini sudah malam kak, apa kakak tidak takut kemalaman?" tanya Sophia.


"Oh iya sudah jam sembilan malam, saya permisi yah, terimakasih Teh nya." ucap Frans langsung keluar.


"Non Sophia sebelum nya saya saya minta maaf, tapi kalau teman non Sophia datang boleh tapi tidak di ijinkan masuk kalau laki-laki." ucap Bibik.


Sophia masuk ke dalam kamar.


"Huff lagian dia ngapain sih ke sini? Seperti nya dia juga malu dekat dengan pembantu seperti ku." ucap Sophia.


"Eh tunggu dulu, aku bukan pembantu, aku adalah istri mas Gerwyn." ucap Sophia menyakinkan diri nya.


Tapi tiba-tiba dia sedih dia memasang wajah lesu.


"Kenapa dia belum pulang? Apa dia tidak ingin mendengar jawaban ku? Aku sudah sangat merindukan dia." ucap Sophia.


"Tapi tunggu dulu deh, jangan-jangan sekarang dia di sana bersama wanita lain, tidak mungkin dia tidak mempunyai wanita bayaran di sana itu sebab nya betah." ucap Sophia.


"Aaarggghh!!! Membuat pusing kepala ku saja!" ucap Sophia. Dia melompat ke kasur. "Ini tidak bisa di biar kan aku harus menganggu nya." ucap Sophia langsung menelpon Gerwyn.


Beberapa panggilan tidak di jawab, Sophia sudah yakin Gerwyn dengan wanita lain.


"Huff dasar pria hidung belang, lihat saja nanti." ucap Sophia. Dia langsung melemparkan ponsel nya dengan kasar ke kasur.


Tiba-tiba ponsel nya berdering.


"Mas dari mana saja? Pasti sedang bersama wanita kan? Beberapa hari ini mas tidak menghubungi ku, Bilang saja sedang bersama wanita kan?" tanya Sophia langsung.

__ADS_1


"Tenang dulu Sophia, saya sedang bersama mamah baru pulang dari rumah kerabat." ucap Gerwyn.


"Iyah Nak, kamu jangan khawatir, di sini Tante akan menjaga Gerwyn baik-baik di sini, dia tidak akan pernah melirik wanita lain!" ucap buk Linda.


"Loh sama Tante yah?" ucap Sophia, seketika dia jadi malu.


"Kami akan pulang, nanti Saya akan menghubungi kamu balik." ucap Gerwyn.


"Baiklah." ucap Sophia dia langsung mematikan sambungan telepon nya.


"Huff ya ampun kok bisa aku ngomong seperti itu sih sama mas Gerwyn, huff mana Tante Linda dengar lagu, aku malu banget." ucap Sophia menutup wajahnya dengan bantal.


Dia sedang asyik menonton film kesukaan nya namun tiba-tiba ponsel nya berdering.


Dia melihat dari suami nya.


"Halo!" ucap Sophia.


"Saya baru saja sampai di rumah. Ini mau mandi." ucap Gerwyn. "Kalau begitu mandi lah dulu." ucap Sophia.


"Saya mau berbicara terlebih dahulu." ucap Gerwyn.


"Humm soal tadi aku minta maaf yah. Aku tidak tau kalau ada Tante Linda di sana." ucap Sophia.


Gerwyn tersenyum. "Tidak apa-apa, saya senang kamu menelpon saya." ucap Gerwyn.


"Kenapa Tidak mas saja yang menelpon ku duluan? Aku sama sekali tidak keberatan." ucap Sophia.


Gerwyn diam.


"Aku mau ngasih tau Kalau aku sudah selesai magang, dan aku mendapat kan nilai yang sangat bagus." ucap Sophia.


Gerwyn tersenyum dia melepaskan kancing baju nya.


"Selamat yah." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum namun tiba-tiba diam.


"Mas kapan pulang ke Jakarta?" tanya Sophia. Gerwyn tersenyum ketika Sophia Bertanya seperti itu.


"Secepat nya saya akan segera pulang." ucap Gerwyn.


"Mas Selalu bilang seperti itu," ucap Sophia.


"Yang Sabar yah, semoga saja Mamah cepat sembuh, dan saya akan mencoba membujuk Mamah pulang ke Jakarta." ucap Gerwyn.


"Seperti nya Tante Linda tidak akan mau pulang ke sini." ucap Sophia. "Jangan berbicara seperti itu." ucap Gerwyn.

__ADS_1


__ADS_2