
"Mamah mau bicara kamu duduk dulu." ucap buk Linda. Gerwyn mengikuti saja dia duduk di samping Mamah nya.
"Seseorang memberi tahu ibu seminggu lalu kamu ribut dengan Okta di sebuah Club." ucap buk Linda.
Gerwyn kaget dari mana Mamah nya tau.
"Maksud mamah?"
"Kamu tidak perlu berpura-pura tidak tau seperti itu, Mamah sudah tau semua nya." ucap buk Linda.
Gerwyn menghela nafas panjang, "Mamah ngomong apa sih? Aku tidak paham apa yang mamah bilang."
"Sebenarnya kamu sama Okta masih ada hubungan kan? Dan kamu jadikan Sophia untuk melindungi hubungan kalian?" ucap buk Linda.
Gerwyn terdiam. Kenapa mamah nya tau dengan sangat mudah.
"Bukan seperti itu Mah, Mamah salah paham." ucap Gerwyn.
"Mamah tidak salah paham karena Mamah punya bukti nya."
"Jujur saja Mamah sangat kecewa sama kamu. Selama ini kamu sudah membohongi mamah."
"Aku tidak bermaksud seperti itu Mah."
"Apa karena Mamah tidak bisa apa-apa lagi sekarang? Dan kamu bisa melakukan apapun Tampa ijin mamah." ucap buk Linda.
"Bukan seperti itu mah, dengerin penjelasan aku dulu." ucap Gerwyn memegang tangan Mamah nya namun buk Linda tidak mau di sentuh.
"Selama ini Mamah percaya sama kamu dan ternyata diam-diam kamu tidur di apartemen yang sama dengan dia. Mamah merasa tidak di hargai sama sekali sama kamu." ucap buk Linda dan langsung pergi meninggalkan Gerwyn..
"Mamah! Mamah aku bisa jelasin aku tidak bermaksud membohongi mamah." ucap Gerwyn menahan tangan buk Linda namun Linda sudah tidak mau di sentuh oleh Gerwyn.
"Jangan ganggu Mamah sebelum kamu sadari kesalahan kamu." ucap buk Linda masuk ke kamar dan menutup pintu.
"Hufff sialan! Siapa yang berani mengadukan itu pada Mamah." ucap nya sangat marah.
Seketika dia langsung berlari ke kamar nya dengan wajah yang sangat marah.
Sophia yang sedang merapikan kamar terkejut karena Gerwyn masuk tiba-tiba.
__ADS_1
"Kamu adalah pelaku nya, kamu harus merasakan ini." ucap Gerwyn menarik tangan Sophia.
"Sakit pak, apa yang salah? kenapa bapak marah?" tanya Sophia tidak mau di tarik oleh Gerwyn.
"Kamu kan yang mengadukan hubungan saya dengan Okta pada Mamah? Saya tidak habis pikir kamu begitu jahat menghancurkan hubungan saya dengan Ibu saya!" ucap Gerwyn sangat marah.
Bahkan Siapa pun yang melihatnya bisa ketakutan.
"Maksud bapak apa? Saya tidak mengerti."
"Tidak perlu berpura-pura tidak tau, kebanyakan orang tidak akan mengakui kesalahannya demi keuntungan diri sendiri." ucap Gerwyn.
"Tapi saya tidak melakukan apapun dan tidak mengatakan apapun pada Tante Linda."
"Halah!! Kamu mengatakan itu agar kamu mendapat kan hati Mamah saya kan? Agar kamu bebas melakukan apa saja di rumah ini." ucap Gerwyn semakin marah mencengkram erat tangan Sophia.
Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Brakk!!" Suara pintu kamar mandi. Gerwyn mendorong Sophia ke pintu Sampai pintu itu rusak dan Sophia terbentur ke shower Kamar mandi itu.
Sophia tidak bisa mengatakan apapun dia terduduk lemas mau berbicara namun dia tidak bisa berbicara pada Gerwyn.
"Aku tidak tau apa-apa.. Aku tidak salah.." ucap nya berbicara di dalam hati air mata nya langsung mengalir keluar.
Kebetulan Ano yang lewat kamar itu dia melihat pintu kamar terbuka dia penasaran dan masuk saja.
"Mbak Sophia mana?" tanya Ano. Dia melihat sangat sepi. Dia berjalan ke arah kamar mandi dan benar saja Sophia sudah tergeletak tak berdaya di kamar mandi.
"Mbak Sophia!! Mbak bangun." Ano berusaha membangun kan Sophia namun sama sekali tidak di respon oleh Sophia.
Saat mengangkat kepala Sophia Ano kaget darah di bagian kepala belakang Sophia.
Ano langsung berlari keluar meminta bantuan pada siapapun yang ada di depan, kebetulan hanya ada satpam dia minta tolong pada satpam.
Sampai di rumah sakit Hena baru saja datang.
"Ano bagaimana keadaan Sophia?" tanya Hena. Ano yang hanya bisa menangis tidak bisa mengatakan apapun.
Hena memeluk nya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi pada Sophia? Kenapa bisa seperti ini?" tanya Hena.
"Dia jatuh di kamar mandi mbak." Hanya itu yang di tau oleh Ano.
Tidak beberapa lama dokter keluar.
"Permisi keluarga Sophia?"
"Iyah Dok saya saudara nya ucap Hena."
"Pasien mengalami pendarahan, kami membutuhkan banyak darah. Persediaan darah si rumah sakit kami sedang habis tapi kami sedang mencari nya, untuk sekarang tolong di tanda tangani berkas-berkas nya di bagian administrasi yah Mbak." ucap dokter.
Hena menginyakan dia langsung ke sana, dia yang bertanggung jawab atas Sabahat nya itu.
Karena Sophia masih Koma hanya sebentar bisa di lihat oleh satu orang, Hena terkejut melihat luka di bagian kepala Sophia dan juga memar di punggung dan di bagian tangan nya.
Dia tidak percaya itu terjatuh akhirnya dia pun membawa kepolisian menyelidiki ke rumah Gerwyn. Buk Linda yang sendirian di rumah kaget karena ada orang datang.
"Permisi buk kami dari kepolisian mau menyelidiki kasus kecelakaan Yang di alami Buk Sophia." ucap polisi.
"Kecelakaan? Kecelakaan apa? Menantu saya baik-baik saja." ucap buk Linda.
"Sophia baru saja masuk rumah sakit Buk, bukti nya satpam Ibu sendiri dia mengalami pendarahan di bagian kepala belakang dan sekarang koma dan korban di temukan di kamar mandi kamar utama." ucap ucap ketua Polisi.
"Kalau Kalian tidak percaya silahkan check kamar anak saya." ucap buk Linda masih tidak percaya. namun Hena datang dia menjelaskan pada buk Linda dan menunjukkan foto Sophia yang sudah tidak berdaya.
"Sophia! Ano! Kalian di mana?" seakan-akan buk Linda tidak percaya. Namun setelah masuk ke kamar dia terkejut dengan darah banyak di kamar mandi dan juga berserakan di lantai kamar.
Buk Linda sangat syok, dia mencari Gerwyn namun Gerwyn tidak ada. Akhirnya mereka semua berangkat ke rumah sakit.
"Apa yang terjadi Ano? Bagaimana dengan mbak Sophia?" tanya buk Linda.
Ano tidak berhenti menangis.
"Ibu.. mbak Sophia belum bangun." ucap Ano. Buk Linda sangat khawatir namun dia memenangkan Ano terlebih dahulu, buk Linda meminta supir nya untuk terus menghubungi Gerwyn.
Di malam hari Gerwyn baru saja pulang namun rumah sangat sepi dia masuk memanggil nama, Sophia, Ano dan ibu nya tidak ada yang menjawab.
Dia masuk ke kamar dan sangat kaget melihat darah yang di lantai kamar. Dia berjalan ke arah kamar mandi melihat pintu masih rusak.
__ADS_1
"Darah?" Gerwyn seketika mengingat betapa kuatnya dia mendorong badan Sophia ke arah pintu. Dia melihat si tungkai shower ada darah dan bahkan sampai bengkok.