Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Ingin Terus bersama


__ADS_3

Tengah malam Gerwyn sudah lelah bekerja di ruangan nya akhirnya dia memilih untuk istirahat. Sampai di kamar dia melihat Sophia yang tidur di sofa.


Dia mendekati nya. Namun tiba-tiba Sophia bangun.


"Bapak sudah selesai bekerja nya? maaf aku tadi kecapean dan ketiduran." ucap Sophia.


"Tidak apa-apa tidur lah lagi." ucap Gerwyn. Sophia melihat ke arah Gerwyn yang naik ke tempat tidur.


Sophia pun kembali tidur karena dia sangat mengantuk. Gerwyn menoleh lagi ke arah Sophia. Tiba-tiba dia tersenyum menatap wajah Sophia dan akhirnya dia tertidur karena memerhatikan wajah Sophia.


Keesokan harinya Gerwyn terbangun namun tidak melihat Sophia lagi di sofa, dia langsung melihat ponsel nya ternyata sudah jam delapan.


"Pasti dia sudah berangkat." ucap Gerwyn. Tidak beberapa lama dia selesai mandi dan bersiap-siap ke kantor.


"Mamah pikir kamu belum bangun tadi nak," ucap buk Linda yang duduk di ruang tamu.


"udah kok mah, aku berangkat dulu yah." ucap Gerwyn menyalim tangan buk Linda.


"Kenapa tidak sarapan dulu nak? Sophia juga masih di dapur." ucap Buk Linda.


"Sophia Masih di belakang yah mah?"


"Iyah! dia juga bangun hampir jam delapan, Untung saja dia tidak kerja dan kata nya ada urusan jam sepuluh nanti." ucap buk Linda.


"Oohh." ucap Gerwyn.


"Kamu gak jadi berangkat?" tanya buk Linda.


"Tiba-tiba perut ku lapar mah, aku sarapan dulu." ucap Gerwyn langsung ke meja makan.


Sophia yang masih menggunakan celemek mengangkat makanan ke meja makan.


"Saya pikir kamu sudah berangkat." ucap Gerwyn. Sophia hanya diam saja sambil memberikan piring pada Gerwyn.


"Kata Mamah kamu ada urusan jam sepuluh, kamu mau kemana?" tanya Gerwyn.


"Aku harus ke Sekolah." ucap Sophia.


"Ngapain? apa kamu sudah selesai magang?" tanya Gerwyn, Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Biasa pak menyerah kan Beberapa tugas." ucap Sophia.


"Saya antar yah." ucap Gerwyn. Sophia menatap Gerwyn.


"Sekolah saya dengan perusahaan bapak berlawanan arah tidak seperti tempat aku magang, lebih baik aku mengunakan angkutan umum." ucap Sophia.


"Kebetulan saya tidak ada pekerjaan mendadak, saya juga ada urusan ke arah sana." ucap Gerwyn.


"Tidak perlu Pak, saya bisa sendiri, saya tidak mau merepotkan bapak." ucap Sophia.

__ADS_1


"Jangan menolak Tawaran saya!" ucap Gerwyn. Sophia pun terdiam. "Ya sudah kalau begitu bapak sarapan duluan, aku akan membantu Tante Linda." ucap Sophia.


"Ano mana?" tanya Gerwyn.


"Dia sedang memandikan Burung-burung peliharaan Tante Linda di belakang." ucap Sophia. Gerwyn melihat pintu ke belakang terbuka.


"Pantesan saja dia di sayang oleh Mamah, Ternyata dia sangat pandai mengambil hati Mamah." ucap Gerwyn.


Tidak beberapa lama Buk Linda dan Sophia datang.


"Silahkan duduk mah." ucap Gerwyn menarik kursi untuk Mamah nya.


"Terimakasih." ucap buk Linda, Sophia mengambil kan nasi untuk mertua nya dan menyuapi nya. Gerwyn yang melihat Sophia dengan Sabar menyuapi Mamah nya membuat nya merasa tersentuh.


Setelah selesai makan Sophia siap-siap.


"Tante aku berangkat dulu yah," ucap Sophia menyalim tangan Buk Linda.


"Mbak mau kemana jam segini?" tanya Ano.


"Mbak ada urusan, sekalian mau mencari beberapa kekurangan kamu untuk sekolah Minggu depan." ucap Sophia.


"Ya udah mbak hati-hati yah. Pulang nya jangan lama-lama yah." ucap Ano. Sophia tersenyum sambil mengangguk.


"Ya udah jagain Ibu, kamu jangan asik main game sama Nonton aja yah." ucap Sophia. Ano mengangguk.


Sophia keluar.


"Loh bapak Belum berangkat?" tanya Sophia.


Akhirnya Gerwyn mengantarkan Sophia berangkat ke sekolah.


Gerwyn ikut masuk ke dalam sekolah itu.


"Selamat pagi Pak Gerwyn, senang bisa bertemu bapak di sini, kalau boleh tau ada yang bisa kami bantu?" tanya Kepala sekolah.


Gerwyn tersenyum.."Selamat pagi juga pak, saya ke sini hanya mengantar kan dia saja, tidak ada tujuan lain kok." ucap Gerwyn.


Sophia heran kenapa tiba-tiba semua guru-guru dan kepala sekolah menghormati Gerwyn.


"Kalau begitu saya duluan yah pak." ucap Sophia.


Pak kepala sekolah dan Gerwyn tersenyum membiarkan Sophia pergi.


"Selamat pagi buk, saya mau menyerahkan tugas saya." ucap Sophia masuk ke kantor wali nya.


"silahkan duduk nak." Sophia pun duduk. Dan setelah itu Hena datang.


"Hena aku sudah menunggu mu mengabari aku, eh kamu malah duluan di sini." ucap Hena.

__ADS_1


"Maafin aku yah, aku berangkat sama pak Gerwyn." ucap Sophia.


"Kamu berangkat sama pak Gerwyn?" tanya buk guru.


Sophia mengangguk.


"Oh iya buk, sebenarnya peran pak Gerwyn di sekolah ini apa? Kenapa aku melihat kepala sekolah sangat menghormati nya." ucap Sophia.


"Loh kamu belum tau yah, kalau pak Gerwyn adalah donatur terbesar di sekolah ini." ucap buk guru.


"Sudah berapa lama buk?"


"Sudah sangat lama, dulu keponakan nya sekolah di sini." ucap Buk guru.


"Oohh, aku baru saja tau buk." ucap Sophia.


"Tapi ngomong-ngomong kalian berdua semakin cantik yah Setelah magang, dan saya juga dengar kerja kalian sangat bagus, saya yakin kalian akan mendapatkan nilai yang bagus." ucap wali.


"Iyah Buk, terimakasih banyak atas dukungan nya, kamu akan melakukan yang terbaik." ucap Hena.


"Baiklah saya Percaya pada kalian, kalian sudah bisa pergi, agar siswa yang lain bisa menyerah kan tugas nya juga." ucap buk guru.


Mereka pun akhirnya keluar dari kantor itu.


"Kamu pulang sama siapa?" tanya Hena pada Sophia.


"Aku juga tidak tau, tapi Adit janji Akan menjemput ku." ucap Sophia.


"Loh itu kan mobil pak Gerwyn, seperti nya dia belum pulang." ucap Hena. Sophia melihat mobil Gerwyn.


"Kamu sendiri pulang sama siapa?" tanya Sophia.


"Tuh dia datang jemputan nya." ucap Hena.


"Ya ampun Hen, mobil mewah menjemput kamu?" ucap Sophia, Hena tersenyum.


"Dia adalah pacar ku. Mami mengenal kan nya pada ku." ucap Hena. "Huff kamu sungguh mempunyai akal yang cerdik." ucap Sophia.


"Ya udah aku pergi dulu yah, byeeee..." ucap Hena meninggalkan Sophia.


Tidak beberapa lama juga Adit datang.


"Akhirnya kamu datang juga." ucap Sophia mendekati Adit. Adit tersenyum. "Pasti datang dong, aku gak ingin mengecewakan kamu." ucap Adit. Sophia tersenyum.


"Ya udah langsung naik yok, keburu panas nanti kamu pusing lagi, bekas operasi kamu gak boleh sering kena matahari." ucap Adit.


"Kamu perhatian nya sangat lebay deh." ucap Sophia. Adit tertawa, dia mengelus pipi Sophia.


"Aku senang deh melihat kamu senyum bahagia seperti ini, aku tidak ingin melihat kamu sedih dan murung." ucap Adit.

__ADS_1


Di pintu Kantor pak kepala sekolah Gerwyn melihat Adit dengan Sophia yang sangat romantis membuat nya menghentikan langkah nya.


Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin semua nya. Semua salah author di Salah kan yah, dan juga terus dukung author.


__ADS_2