
Gerwyn menatap Sophia dia tersenyum tipis melihat cara Sophia menjelaskan dia belajar berenang bahkan ayah nya memasuk kan ke kelas belajar berenang tapi tetap saja tidak bisa.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di kamar, Gerwyn terus mendengarkan ocehan Sophia.
"Apa kita akan tidur di kasur yang sama pak?" tanya Sophia. Gerwyn mengangguk dia melepaskan jas nya dan melonggar kan dasi nya sambil menoleh ke arah Sophia.
"Kalau kamu tidak mau tidur di kasur kamu bisa tidur di sofa seperti biasa." ucap Gerwyn. Sophia tidak ada pilihan lain dia langsung mengambil bantal dan tidur di sofa.
"Sophia! Apa kamu sudah tidur?" tanya Gerwyn. Namun Sophia tidak menjawab.
"Sophia!" panggil Gerwyn membalikkan badan nya melihat ke arah Sophia dan ternyata dia sudah tidur. Gerwyn menatap wajah Sophia dari kejauhan.
Gerwyn pun tertidur hanya memerhatikan Sophia tidur.
Keesokan harinya Sophia terbangun karena hampir saja jatuh ke lantai. Dia melihat ke arah kasur sudah tidak ada Gerwyn.
"Tok!! Tok!!" pintu kamar ada yang mengetuk, Sophia langsung membuka nya.
"Saya pengawal Tuan Gerwyn. Ini pakaian untuk Non Sophia ganti." ucap pengawal itu.
Sophia menerima nya tidak lupa mengucapkan terimakasih.
"Tuan Gerwyn menunggu di bawah untuk makan pagi bersama keluarga besar Non Okta." ucap pengawal itu dan segera pergi.
Sophia langsung siap-siap dia kaget melihat dress yang sangat cantik pada nya. bahkan sangat lengkap dengan sepatu nya, makeup.
Setelah merasa cantik Sophia melihat ponsel Gerwyn dia langsung mengambil foto dengan ponsel itu dia senyum-senyum sendiri melihat wajah nya di ponsel itu.
Setelah itu dia keluar dari atas dia melihat keluarga besar yang sudah berkumpul untuk makan pagi.
"Akhirnya kamu turun juga sayang." ucap Gerwyn menyambut Sophia dengan hangat bahkan menarik kursi untuk Sophia.
"Maaf semua nya sudah membuat menunggu." Ucap Sophia.
Okta melihat Gerwyn terlihat sangat perhatian pada Sophia. Begitu juga dengan Bibi. Hena melihat Bibi seperti nya cemburu melihat kedekatan Sophia dengan Gerwyn.
"Tidak menyangka akhirnya kita bisa makan bersama seperti ini, kita harus mengabadikan momen ini, karena sebentar lagi mungkin kita tidak bertemu." ucap Okta.
"Loh emang nya kamu mau kemana?" tanya Bibi.
"Aku akan ikut dengan suami ku ke Kanada, kami akan tinggal di sana selamanya." ucap Okta.
Gerwyn langsung menoleh ke arah Okta. Setelah mengambil gambar mereka makan.
__ADS_1
"Sophia! Bagaimana keadaan kamu?" tanya Bibi setelah selesai makan dia menyusul Sophia.
"Eh kak Bibi, Alhamdulillah aku baik-baik saja kok, aku hanya terlalu meminum air kolam." ucap Sophia.
"Bagus lah kalau begitu, lain kali kamu harus belajar berenang, itu sangat penting untuk berjaga-jaga." ucap Bibi. Sophia tersenyum.
"Ngomong-ngomong makasih yah kak sudah menyelamatkan aku." ucap Sophia, Bibi mengangguk.
"Sophia kita harus pulang." ucap Gerwyn.
"Baik, aku akan mengambil barang-barang dari kamar kita dulu." ucap Sophia langsung ke atas.
Bibi menatap wajah Gerwyn dia menepuk pundak Sahabat nya itu.
"Loe boleh marah karena Okta, tapi jangan menjadikan Sophia pelampiasan, dia wanita yang baik dia sudah sangat sabar menghadapi loe." ucap Bibi.
"Dan pada dasarnya saya menjadi kan nya istri untuk jadi budak saya." ucap Gerwyn, Bibi hanya menghela nafas panjang.
"Suatu saat nanti loe akan menyesal pada perbuatan loe." ucap Bibi.
"Dan loe sendiri apa hubungan mu dengan Sahabat Sophia? kamu datang bersama dia." ucap Gerwyn.
"Oohh dia, aku hanya malu datang tidak berpasangan aku sudah membooking dia." ucap Bibi.
Tidak beberapa lama Sophia datang.
"Sophia! Hari ini kamu harus kontrol untuk membuka perban kepala kamu." ucap Hena.
"Ya ampun aku Kok bisa lupa sih, untung saja kamu mengingat aku." ucap Sophia.
"Ya udah sekalian aku anterin yah." ucap Hena.
"Tidak perlu! saya bisa mengantarkan nya." ucap Gerwyn menarik tangan Sophia keluar dari hotel itu.
Hena dan Bibi hanya bisa melihat mereka pergi.
"Apa kita perlu menyewa hotel ini untuk satu malam lagi?" tanya Bibi mendekati Hena.
"Huff kamu sungguh mempunyai nafsu yang tinggi, semalaman aku tidak bisa tidur karena kamu." ucap Hena.
Bibi Tampa rasa malu dia mencium Hena di lobby hotel itu.
"Aku sudah membayar mahal jadi jangan coba-coba untuk menolak." ucap Bibi.
__ADS_1
Dia langsung memesan kamar dan membawa Hena ke kamar. "Kamu yakin mau melakukan di pagi hari?" tanya Hena.
Bibi tidak perduli dia tidak bisa menahan hasrat nya dan melampiaskan pada Hena.
"Pak pelan-pelan! Kepala ku sakit berjalan terlalu cepat." ucap Sophia menahan diri nya agar tidak tumbang. Melihat Sophia memegang kepala nya Gerwyn langsung menahan Sophia.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Gerwyn. Sophia meminum air putih yang di tangan nya.
"Sudah lebih baik." ucap Sophia dia berjalan ke dalam mobil sendirian.
Sesampainya di rumah sakit Sophia turun.
"Saya tidak bisa menemani kamu masuk ke dalam karena saya harus ke kantor." ucap Gerwyn.
Sophia mengangguk sambil tersenyum walaupun sebenarnya hati nya kecewa, dia sudah senang Gerwyn mengantarkan nya.
Dia melihat mobil Gerwyn pergi.
"Sophia!" Adit memanggil Sophia. Dia kaget kenapa ada Adit di sana.
Adit mendekati Sophia dan memeluk nya.
"Aku sudah menunggu dari jam delapan tapi kamu tidak juga datang, aku menelpon handphone kamu tapi tidak aktif, menelpon Hena dia tidak menjawab." ucap Adit.
"Kamu kok tau aku hari ini kontrol?" tanya Sophia."Sebelum nya Hena bilang, jadi aku mau nganterin kamu." ucap Adit.
Sophia tersenyum.
"Kebetulan banget, aku juga lagi sendirian, aku tidak bisa sendiri." ucap Sophia. Adit tersenyum dia mencium kening Sophia.
"Ya udah yok masuk." ajak Adit. Sophia pun masuk di temanin oleh kekasih hati nya itu.
Setelah selesai mendaftar mereka menunggu dulu.
"Tidak biasa nya kamu berdandan seperti ini, kamu habis dari mana?" tanya Adit.
"Oohh ini, aku ada acara pagi tadi." ucap Sophia. Adit dengan mudah nya percaya saja. Waktu nya mereka untuk periksa keadaan Sophia.
Setelah perban di lepas Sophia di saran kan untuk tidak terlalu lelah dan jangan banyak beban fikiran terlebih dahulu. Sophia hanya menginyakan saja.
Mereka menebus obat dan kali ini Adit yang membayar biaya kontrol Sophia.
"Setelah aku mendapat kan uang, aku akan menukar uang kamu kok," ucap Sophia. Adit tersenyum mereka duduk di taman sambil makan roti yang sempat di beli oleh Adit.
__ADS_1
"Jangan khawatir kan masalah itu, aku ingin cepat kamu sembuh." ucap Adit. Tasya tersenyum dia memeluk Adit.
"Makasih yah selalu ada untuk aku, walaupun aku sangat jarang mempunyai waktu untuk kamu." ucap Sophia.