Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sophia mengancam Gerwyn


__ADS_3

Sophia sudah tidur di sofa, sementara Gerwyn tidur di kasur. Namun tiba-tiba Sophia terbangun karena mendengar suara isakan Gerwyn.


"Hiks!! hiks!! Papah.." panggil Gerwyn. Sophia berusaha membangun kan Gerwyn.


Gerwyn bangun namun melihat wajah Sophia seketika dia mendorong nya.


Sophia kaget apa yang di lakukan oleh Gerwyn.


"Bapak seperti nya mimpi buruk." ucap Sophia.


"Jangan dekati saya! menjauh dari saya." ucap Gerwyn.


"Pak ini saya istri bapak," Sophia menyadarkan nya.


Gerwyn seperti orang kebingungan dan dia kembali tidur.


Tidak beberapa lama dia tidur walaupun sedikit gelisah. Sophia mendekati nya dia menatap wajah Gerwyn.


"Masih pertanyaan bagi ku kemana Ayah Pak Gerwyn, semua orang masih penasaran." ucap Sophia.


Dia menghapus air mata Gerwyn.


Keesokan harinya dia terbangun dia baru sadar ternyata dia tidur sambil memegang tangan Gerwyn. Untung saja Gerwyn Belum bangun.


Dia ke kamar mandi setelah keluar dari kamar mandi dia melihat jam sudah jam lima pagi.


"Bagaimana ini? Tidak mungkin aku libur, atasan ku pasti marah dan aku tidak akan mendapatkan nilai." ucap Sophia sambil mondar-mandir di kamar yang begitu luas itu.


Gerwyn bergeliat dia mau bangun langsung di Bantu oleh Sophia.


"Bapak mau ke kamar mandi?" Gerwyn hanya diam saja, Sophia sudah tau Gerwyn mau ke kamar mandi.


"Keluar!" ucap Gerwyn pada Sophia yang menunggu nya di dalam. Sophia minta maaf dan setelah itu keluar.


Gerwyn keluar dari kamar mandi langsung kembali ke kasur lagi.


"Pak saya mau ijin." Gerwyn langsung menatap nya sehingga membuat nya takut.


"Saya mau berangkat magang Pak, saya harus hadir." ucap Sophia.


Gerwyn diam sejenak.


"Saya sudah memutuskan untuk menghentikan sekolah kamu karena tidak ada untungnya sama sekali!" ucap Gerwyn.


"Gak bisa gitu dong pak, dari awal bapak bilang saya bisa sekolah walaupun sudah menikah. Saya tidak mau!" ucap Sophia melawan.


"Kalau bapak menghentikan saya sekolah saya akan memberi tahu Tante Linda Bapak seperti ini karena sakit hati kekasih bapak selingkuh." ucap Sophia.


Seketika Gerwyn mau marah namun tiba-tiba Sophia menghentikan nya.


"Kalau Bapak marah, saya akan melaporkan ke polisi kekerasan rumah tangga." ucap Sophia.

__ADS_1


Gerwyn menghela nafas panjang.


"Tunggu sampai saya sembuh kamu akan mendapatkan hukuman kamu." ucap Gerwyn.


"Aku harus berangkat magang, aku tidak perduli bapak mau melukai diri sendiri atau tidak karena yang rugi adalah bapak, semakin lama bapak sembuh saya akan bebas." ucap Sophia dan pergi begitu Saja.


"Dasar perempuan kurang ajar, selama ini dia hanya menurut Tampa melawan sama sekali ternyata aku salah menilai nya." ucap Gerwyn.


Tidak beberapa lama buk Linda masuk ke dalam.


"Istri kamu mau kemana pagi-pagi sekali?" tanya Buk Linda.


"Kerja Mah."


"Seharusnya sebagai istri dia harus tau tanggung jawab nya! Kamu ajarin dia, sebelum berangkat kerja dia harus mengurus kamu dulu." ucap buk Linda.


Gerwyn menghela nafas panjang.


"Mamah ajarin sendiri aja yah, aku mau istirahat buk." ucap Gerwyn.


"Oh iya Mamah masih penasaran kenapa kamu sampai bisa kecelakaan seperti ini? Mobil kamu hancur." ucap buk Linda.


"Tidak ada yang tau mau kecelakaan atau tidak Mah aku tidak mau mengingat nya lagi." ucap Gerwyn.


Buk Linda menghela nafas panjang dia duduk di pinggir kasur.


"Mah tadi malam aku mimpi Papah pulang." ucap Gerwyn. buk Linda Seketika terdiam.


"Itu karena kamu kefikiran saja nak, tidak perlu di pikirkan lagi Mamah gak mau kamu sakit karena itu."


"Tapi aku benar-benar bertemu dengan nya di mimpi Mah."


"Itu karena kamu merindukan dia." ucap buk Linda.


Gerwyn diam.


"Mamah hanya ingin kamu tidak boleh berhenti mencari tahu siapa sebenarnya yang sudah membunuh Papah kamu." ucap Buk Linda. Gerwyn mengangguk.


Di Tempat magang Sophia dengan teman-teman nya sedang sarapan bersama di kantin.


"Anak Magang di hotel ini yah dek?" tanya Pria yang seperti nya tamu di hotel itu. Mereka ramai di sana namun dia hanya menoleh ke arah Sophia.


"Iyah kak, kenapa yah?" tanya Sophia balik.


"Boleh kenalan? kebetulan Kakak tamu di sini juga kamar 255."


"Nama Saya Sophia, ini teman-teman saya."


"Oohh, kalau ada waktu istirahat datang ke kamar kakak yah, tenang aja bayaran nya sesuai yang kamu minta." ucap pria itu sambil mencolek tangan Sophia.


Tapi tiba-tiba Sophia langsung menghindar.

__ADS_1


"Jangan macem-macem yah Kak, saya bukan perempuan yang seperti kakak pikir kan!" ucap Sophia marah.


"Galak banget sih dek, kan anak-anak pelajar seperti kalian semua ini butuh uang untuk jajan, belanja dan Makan." ucap pria itu lagi.


Namun Sophia langsung membawa teman-teman nya kekasir membayar makanan dan setelah itu pergi.


"Nyebelin banget sih, emang dia pikir aku perempuan apaan!" ucap Sophia marah-marah.


Hena senyum.


"Kenapa kamu senyum-senyum? Apa kamu tidak kesal?" tanya Sophia.


"Itu adalah uang Sophia! Kalau aku jadi kamu tidak Akan aku tolak karena dia tampan." ucap Hena.


"Huff aku lupa kalau kamu masih bekerja di sana, aku minta maaf." ucap Sophia.


"Lagian kenapa harus aku sih? Kan kamu ada, kamu lebih cantik dari aku." Hena menghentikan langkah Sophia dia memerhatikan tubuh Sophia.


"Lagian kamu gak sadar yah kalau kamu itu cantik, body yang bagus, tinggi, cantik dan juga putih, siapa sih yang gak suka."


"Suami ku sendiri gak suka pada ku, bukti nya sampai sekarang dia tidak menyentuh ku sama sekali, padahal dengar-dengar dari teman Club dia masih tidur dengan perempuan yang di sana." ucap Sophia.


"Humm kamu saja yang tidak mau di sentuh oleh dia, pakai nyalain pak Gerwyn!" ucap Hena.


Sophia Menghela nafas panjang.


"Ya udah yok kita lanjut bekerja, Masih banyak kamar yang harus kita bersihkan," ucap Sophia.


"Sophia!" panggil Atasan.


"Iyah Pak, ada apa?"


"Tolong bersihkan kamar 225 yah." ucap atasan."


"Baik Pak." ucap Sophia.


"Loh bukannya itu kamar pria tadi?" ucap Hena.


"Kali ini aku memberikan ini pada kamu, aku yakin kamu pasti mau, sebelum dan dia menunggu lama lebih baik kamu segera ke sana." ucap Sophia pada Hena.


Hena yang tergila-gila pada pria tampan dan kaya dia langsung cepat ke sana.


Sophia tersenyum. Dia pun melanjutkan kerja lain.


Di tempat lain Ano baru saja selesai masak.


"Kenapa mbak Sophia belum datang yah, aku Bosan sendiri di rumah." ucap Ano.


Dia menghidupkan TV namun dia juga bosan.


"Sebenarnya mbak Sophia kemana sih? Kalau dia dengan kak Gerwyn dia pasti tidak melupakan aku." ucap nya

__ADS_1


__ADS_2