
Gerwyn di kantor nya dia baru saja memarahi semua karyawan dan juga staf nya karena kelalaian mereka semua membuat perusahaan rugi.
Kali ini Gerwyn terlihat sangat marah, setelah selesai menasehati Semua staf nya dia masuk ke ruangan nya.
"Silahkan di minum dulu Pak." ucap Vano memberikan Air pada Gerwyn.
Gerwyn meminum nya sampai habis dan meletakkan gelas dengan kasar ke atas meja kaca sehingga terdengar sangat mengerikan.
"Saya tidak mau tau semua nya harus bekerja lebih keras lagi. Saya membayar mereka semua bukan hanya untuk duduk santai di kursi masing-masing." ucap Gerwyn. Kali ini amarah Gerwyn harus di tanggung sendiri oleh Vano.
Vano hanya bisa berdiri mendengar kan Gerwyn berbicara.
Setelah selesai Vano keluar dari ruangan Gerwyn ternyata semua nya menunggu di luar dengan sangat gugup.
"Bagaimana Pak?" tanya Staf.
"Pak Gerwyn terlihat sangat kecewa, kita harus bekerja lebih keras lagi, ayo semangat." ajak Vano.
"Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa Pak Vano, karena klien kita lah yang berpindah dan pergi."
Vano menghela nafas panjang.
"Ya sudah kalau begitu, saya yang akan turun tangan." ucap Vano. Semua nya diam.
"Pak Gerwyn sedang dalam keadaan tidak baik, mood nya sedang buruk, jangan sampai kita semua kena imbasnya."' ucap Vano.
"Baiklah kalau begitu kami akan bekerja lebih keras Pak." semua langsung fokus pada pekerjaan mereka karena takut di pecat.
"Anoo..." panggil Buk Linda.
"Iyahh buk." jawab Ano langsung berlari menuju taman belakang.
"Lihat burung peliharaan Ibu seperti nya sakit. Dia tidak mau makan." ucap buk Linda. Ano melihat nya.
"Loh ini bukan makanan biasa nya yah Buk? Dia mungkin tidak mau Makan karena bukan makanan yang biasa." ucap Ano.
"Oohh ibu tidak tau karena kamu yang beli Bibi." ucap Buk Linda. Ano membersihkan tempat makanan burung itu dan memberikan minum dan burung itu langsung mau, mungkin dia sudah sangat lapar.
"Seperti nya ibu harus mencari mrek makanan yang sama." ucap Ano." Ya udah kalau begitu Temanin ibu yah." ucap Buk Linda. Ano mengangguk.
Akhirnya mereka pergi belanja makanan burung di antar kan oleh asisten pribadi Buk Linda.
Di sore hari nya Mereka baru saja pulang ke rumah. Buk Linda melihat mobil Gerwyn yang terparkir di depan rumah.
"Loh Gerwyn datang kok gak Ngabarin yah." ucap buk Linda.
"Kalau kak Gerwyn datang, pasti mbak Sophia juga ikut." ucap Ano langsung berlari masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Mbak Sophia." ucap Ano. Namun dia hanya melihat Gerwyn yang duduk sendirian di ruang tamu. Dia melihat ke arah dapur namun tidak ada.
"Mbak Sophia mana Kak? Kenapa dia tidak ikut?" tanya Ano.
"Dia mungkin sedang istirahat di rumah, kakak datang ke sini urusan kerjaan." ucap Gerwyn.
Ano terlihat sangat sedih.
"Kalau kamu rindu mbak Sophia, ikut saja dengan kak Gerwyn nanti pulang yah, tapi jangan lama-lama yah, kasihan Ibu di sini gak ada teman." ucap buk Linda.
Ano terdiam.
"Ya udah tolong kasih makanan burung tadi gih, Ibu mau membahas pekerjaan dengan Kak Gerwyn." ucap buk Linda pada Ano.
Buk Linda dan Gerwyn melihat ke arah Ano yang pergi ke belakang.
"Mah lebih baik jangan menahan nya di sini, kasihan dia. mungkin dia belum terbiasa tinggal di sini," ucap Gerwyn.
"Mamah tidak ada teman di sini, Mamah takut sendirian." ucap buk Linda. Gerwyn menghela nafas panjang.
"Dia bukan aku mah yang harus Mamah tahan, dia mempunyai saudara nya sendiri." ucap Gerwyn.
"Mamah tidak mau membahas itu, mana yang harus Mamah lihat dan Mamah tanda tangani?" tanya buk Linda.
Gerwyn langsung memberikan nya dan menjelaskan semuanya pada ibu nya.
"Kamu mau langsung pulang nak?" tanya Buk Linda.
Gerwyn mengangguk.
"Makan malam sama mamah dulu yah si sini." ucap Buk Linda. Gerwyn tidak tega untuk menolak nya walaupun sebenarnya dia tidak ingin makan di sana.
Akhirnya mereka makan bersama. Buk Linda memperlakukan Ano dengan Gerwyn sama, makanan di ambilkan di perlakukan layak nya seperti anak kecil.
"Aku senang Mamah bisa sembuh seperti ini, tapi jangan bersifat seperti ini." batin Gerwyn.
Setelah selesai makan malam mereka langsung pulang.
"Kak berhenti sebentar yah aku mau beli martabak untuk Mbak Sophia." ucap Ano menghentikan Gerwyn di penjual martabak di tepi jalanan.
"Kita bisa membeli nya di toko di depan sana." ucap Gerwyn karena merasa itu tidak enak.
"Ini adalah penjual martabak favorit mbak Sophia." ucap Ano.
"Ya udah deh, tunggu kakak cari parkiran." ucap Gerwyn.
Ano turun langsung setelah mobil berhenti.
__ADS_1
"Tunggu dulu No!" ucap Gerwyn sambil membuka dompet nya.
"Ano kamu punya uang? Ini uang nya." ucap Gerwyn. Ano menggeleng kan kepala nya sambil menunjuk kan uang seharga 50rb.
Gerwyn tersenyum melihat Ano menunjuk kan uang segitu.
"Itu tidak akan cukup." ucap Gerwyn. namun setelah membayar dia kaget karena harganya sangat murah.
"Apa Kamu yakin itu enak? Itu sangat murah." ucap Gerwyn.
"Kakak coba dulu." ucap Ano. melihat Ano makan dia ingin mencoba.
"Humm lumayan enak." ucap Gerwyn. Ano tersenyum.
Setelah itu mereka pulang. Sampai di rumah mereka masuk Tampa di sambut oleh Sophia.
"Dia kemana?" batin Gerwyn.
Ternyata Sophia baru saja selesai mandi, dia langsung keluar dari kamar karena mendengar suara orang di luar.
"Mbak Sophia." Ano langsung memeluk Sophia yang berdiri di depan pintu kamar.
"Kamu pulang kok gak Ngabarin mbak?" tanya Sophia memeluk Ano.
"Kejutan Mbak." ucap Ano. Sophia tersenyum.
"Kamu pulang sama siapa? Ibu mana?" tanya Sophia.
"Aku pulang sama kak Gerwyn," ucap Ano. Sophia menoleh ke arah Gerwyn yang duduk di sofa.
"Sini mbak, tadi aku sama kak Gerwyn beli martabak kesukaan Mbak." ucap Ano menarik tangan Sophia ke Sofa.
Sophia duduk di sofa melihat martabak kesukaan nya dia sangat senang.
"Bapak yang membeli nya?" tanya Sophia. Gerwyn menggeleng kan kepala nya.
"Ano yang membeli nya." ucap Gerwyn. Gerwyn melihat perban kepala Sophia sudah di buka.
"Kamu sudah membuka perban kepala kamu." ucap Gerwyn. Sophia mengangguk.
Dia terus memakan martabak itu.
"Apa kamu sudah makan? Mbak akan membeli makanan keluar." ucap Sophia.
"Kami sudah makan dari rumah tadi, jangan khawatir, kamu saja yang makan." ucap Gerwyn.
"Oohhh ya udah Kalau begitu." ucap Sophia. "Oh iya kata Mamah tadi panggilan sekolah Ano Besok, kamu ikut?" ucap Gerwyn.
__ADS_1