Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Curhat pada sahabat


__ADS_3

Mereka sudah sampai di Club itu. "Hay Hena, apa kabar cantik." sapa om-om yang langsung mendekati Hena dan juga Sophia.


"Baik Om, om sendiri bagaimana kabar nya?" tanya Hena.


"Sedikit tidak baik karena sudah jarang bersama kamu." ucap om itu. Hena tersenyum.


"Oh iya tumben-tumbenan kamu bawa teman cewek?" ucap Om itu lagi. "Kenalin om ini namanya Sophia dia teman satu sekolah ku." ucap Hena memperkenalkan teman nya itu.


Sophia tersenyum.


"Baiklah Kalian masuk lah, om ada tamu di depan, kalian pesan apa saja biar Om yang bayar." Hena tersenyum.


"Wahh kamu parah banget Hen, cara kamu morotin laki-laki mulus banget." ucap Sophia. Hena tersenyum.


"Tujuan utama ku ke sini mau ketemu Pacar ku, kamu harus kenal dia deh." ucap Hena. "Sungguh kamu sudah punya pacar?" tanya Sophia, hena mengangguk, "Wahh Bagus dong." ucap Sophia.


Mereka pun masuk ke dalam. Hena membawa Sophia mendekati pria Tua yang duduk sendirian.


"Hay sayang." sapa Hena. Sophia terkejut ketika Hena memeluk bapak-bapak itu.


"Hen kamu pacaran sama bapak ini?" tanya Sophia pelan.


"Iyah, karena dia juga aku mau keluar dari pekerjaan ku." ucap Hena.


"Kamu gila yah, bapak-bapak seperti ini berbahaya, bukan dia yang berbahaya tapi anak-anak nya." ucap Sophia.


"Aku sama sekali tidak memikirkan itu, aku hanya butuh uang." ucap Hena.


"Oh iya sayang kenalin ini Sophia teman aku sering aku ceritakan." "Sophia om." Sophia menyalim tangan pria itu.


"Senang bisa bertemu langsung dengan kamu." ucap Om itu.


"Aku pesan minuman dulu, kamu tunggu sebentar yah." ucap Hena meninggalkan sophia di sana.


"Ngomong-ngomong kamu datang sendirian? Gak bawa pasangan? Wajah cantik seperti kamu ini sayang sekali kalau sedang sendirian." ucap Om itu.

__ADS_1


"pasangan saya sedang bekerja om." ucap Sophia.


"Oohh begitu, bagaimana kalau kamu minum bersama dengan teman saya? Dari pada kamu di sini melihat kemesraan kami berdua." ucap Om itu.


Sophia menghela nafas kasar..


"Tau seperti ini aku tidak Akan datang, awas aja kamu Hena!" batin Sophia.


."Baiklah kalau begitu saya tidak akan mengganggu, saya permisi, tolong bilang pada Hena saya ada urusan mendadak. Permisi!" ucap Sophia meninggalkan Cafe itu.


Namun saat berjalan keluar tidak sengaja dia di tabrak oleh seseorang. sehingga minuman itu membasahi pakaian nya.


"Maaf-maaf Mbak, saya minta maaf, saya tidak sengaja." ucap Wanita yang sedang mengantar kan minuman ke meja pacar Hena.


"Tidak apa-apa, lain kali hati-hati yah." ucap Sophia.


"Pasti dia adalah anak baru di sini." batin Sophia.


"Loh kok tumpah semua sih? kamu yang benar dong kerja nya, saya sudah bayar mahal-mahal." ucap Hena marah.


"Huff baju kamu Jadi bahas karena kecerobohan dia." ucap Hena. Wanita itu pergi ke belakang menukar minuman yang baru.


"Ayo duduk dulu." ajak Hena.


"Aku mau langsung pulang saja Hen, aku tidak mau mengganggu kamu sama pacar kamu." ucap Sophia.


"Loh kok gitu? Kita tidak duduk dengan nya, kita ada di meja sebelah sana, dia lagi mengadakan pertemuan di sini, jangan ambil hati kata-kata nya." ucap Hena.


Sophia menghela nafas panjang akhirnya dia pun mau.


"Oh iya ngomong-ngomong bagaimana hubungan kamu dengan pak Gerwyn? apa dia masih seperti dulu?" tanya Hena.


"Aku juga bingung Hen, akhir-akhir ini dia sangat baik dia berubah menjadi orang yang baik. Bahkan dia sangat memperhatikan ku." ucap Hena.


"Bagus lah kalau seperti itu," ucap Hena.

__ADS_1


"Kamu sendiri bagaimana ke pak Gerwyn?" tanya Hena..""Aku belum bisa menyimpulkan apa yang aku rasakan. Di satu sisi aku membencinya karena semua yang aku alami karena dia, aku berpisah dengan Adit karena dia, namun di sisi lain dia sudah membantu aku, memberikan aku uang, menyekolahkan Ano, bahkan Ano sangat dekat dengan nya sekarang." ucap Sophia.


"Aku hanya kecewa pada sifat nya yang sangat kasar dan kebiasaan nya yang buruk, aku sudah beberapa kali meminta pisah namun dia melakukan semua cara agar aku tidak melakukan itu." ucap Sophia.


"Bisa jadi dia mencintai kamu. Lagian pria mana sih yang tidak jatuh cinta sama kamu."' ucap Hena. Sophia tersenyum.


"Dia memang mengatakan cinta, namun aku masih ingat jelas dia mengatakan hal yang sama pada semua wanita seperti itu." ucap Sophia.


Hena menghela nafas panjang. Dia diam karena yang di katakan Sophia Benar.


"Tapi sudah hampir empat hari dia tidak datang ke Club, bahkan semua orang di Club keheranan, karena pak Gerwyn tidak pernah selama itu tidak datang ke Club." ucap Hena.


"Dan kamu harus tau juga di saat terakhir kali dia datang, dia menolak wanita, Bahkan Siska pun dia Tolak." ucap Hena.


"Bisa jadi saja dia sangat capek waktu itu, dia hanya ingin minum saja, karena di saat dia lelah dia sulit untuk tidur dia tidak akan banyak bicara dan akan sangat cepat marah." ucap Sophia.


Hena Tersenyum.


"Kamu seperti nya sudah tau dia seperti apa." ucap Hena.


Sophia tersenyum.


"Terkadang aku merasa nyaman saat bersama dia, aku merasa mempunyai pelindung namun di saat ngeselin aku tidak mau melihat nya lagi." ucap Sophia.


"Percayalah cepat atau lambat kamu akan menyadari apa arti nya perasaan itu." ucap Hena.


Sophia menggeleng kan kepala nya dia meminum alkohol itu sendikit demi sedikit. "Aku sangat senang melihat perubahan nya tidak mabuk setiap pulang, namun aku khawatir dia berubah karena Mamah nya, bukan karena dia mencintai aku, aku ragu untuk membuka hati ku." ucap Sophia.


"Saran ku jangan terlalu memaksakan nya, jalanin saja dulu." ucap Hena. "Tetapi aku tidak bisa melupakan Adit Hen, aku sakit hati karena dia tidak mau mendengar penjelasan ku, namun ini semua salah ku sepenuhnya." ucap Sophia.


"Berhenti menyalah kan diri Kamu sendiri, lagian kalau tidak jodoh mau bagaimana lagi? Orang tua nya juga berhak memilih yang terbaik untuk anak nya, lepaskan dia, maafin diri kamu sendiri dan fokus pada pendidikan kamu dan juga pada suami dan adik kamu." ucap Hena.


"Aku selalu bingung gara-gara kamu Hena, kamu terkadang membenci pak Gerwyn, terkadang mendukung nya, aku jadi pusing." ucap Sophia.


Hena tertawa. "Melihat kamu bahagia aku sangat senang, dan aku sangat tau sahabat ku seperti apa, jadi kamu harus mempertahankan apa yang membuat kamu bahagia, lakukan apa yang di katakan Hati kamu." ucap Hena sambil tersenyum. "aku boleh memeluk mu?" tanya Sophia. Mereka pun berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2