
Di dalam kamar mandi Sophia sedang berendam agar tubuh nya kembali Vit tidak lupa juga membawa ponsel nya agar bisa mendengar kan musik yang sedikit rileks.
Namun tiba-tiba ponsel nya berdering. "Huff dia lagi, dia lagi!" ucap Sophia kesal. "Aku tidak Akan menjawab nya agar dia tau kalau aku juga bisa marah, dia paling mau marah-marah Saja!" ucap Sophia.
Sekali panggilan tidak di jawab, untuk kedua kalinya Sophia juga tidak tega mengabaikan nya. Dia mengingat kalau Gerwyn pasti mengumpulkan Niat untuk menghubungi nya.
"Iyah halo." jawab Sophia.
"Kenapa kamu begitu lama menjawab telepon saya?" tanya Gerwyn dengan Nada yang sangat lesu.
"Aku tidak mau kalau mas hanya marah-marah saja, mas pasti Akan marah lagi." ucap Sophia.
"Badan saya sangat sakit, kepala saya juga." ucap Gerwyn.
"Loh kok bisa? Tadi sehat-sehat saja." ucap Sophia.
Gerwyn batuk.
"Sudah berobat?" tanya Sophia jadi ikut khawatir.
"Siapa sekarang di sana?" tanya Sophia. "Tidak ada siapa-siapa, Mamah dan Bibik semua anggota di rumah ini sedang ada acara di luar." ucap Gerwyn.
Sophia langsung mengalihkan panggilan nya ke panggilan Video. Dia melihat Gerwyn berbaring di kasur dan wajah nya sangat pucat.
"Kenapa bisa sakit mas? Saat jauh seperti ini harus jaga kesehatan." ucap Sophia. Gerwyn hanya diam sambil menutup mata nya.
"Aku harus apa sekarang? Aku juga jadi bingung." ucap Sophia.
"Sakit.." ucap Gerwyn.
"Ya sudah kalau begitu aku dan Ano akan ke sana besok." ucap Sophia. Gerwyn menatap Sophia.
"Kamu yakin?" tanya Gerwyn.
"Humm Besok Ano libur karena hari Sabtu sementara aku hanya beberapa jam saja di Tempat kerja." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.
"Kalau begitu berangkat lah sekarang." ucap Gerwyn langsung. Sophia mengangguk dia langsung siap-siap mengajak Ano. Di dalam mobil dia tidak sabar ingin bertemu dengan suami nya itu, Entah mengapa selain khawatir dia juga rindu.
Kalau melalui ponsel mereka tidak akan pernah akur dan Sophia juga tau kalau Gerwyn belum bisa cepat pulang dia habis menelpon dengan ibu mertua nya yang masih menjalani banyak pengobatan.
__ADS_1
"Aku sudah sangat rindu dengan kak Gerwyn, gak sabar Deh mau ketemu." ucap Ano. Sophia tersenyum.
Mereka di anterin oleh supir ke tempat Bibik dan paman nya.
Empat jam Kemudian perjalanan panjang sudah di lalui Sophia dan Ano akhirnya sampai. Kedatangan mereka membuat Bibik dan paman nya terkejut.
Namun mereka di sambut dengan begitu ramah.
"Maaf yah Bik kami datang mendadak, mas Gerwyn mengabari kalau dia tiba-tiba sakit dan kurang enak badan." ucap Sophia.
"Wahh kamu sangat perhatian pada suami kamu. Iyah dia demam tinggi dari sore. Tidak tau apa penyebab nya namun tiba-tiba saja, dokter juga sudah memberikan obat." ucap Bibik.
Sebelum ke kamar Gerwyn, Sophia dan Ano ke kamar buk Linda dulu melihat keadaan nya. Sophia langsung memeluk mertua nya itu karena sangat merindukan nya.
"Tante aku ke Kamar mas Gerwyn dulu ya." ucap Sophia. Buk Linda mengangguk.
"Senang deh Tante kalau kamu perduli pada suami kamu, Tante sangat khawatir dengan keadaan nya, tapi syukurlah kamu datang." ucap buk Linda, Sophia tersenyum.
Setelah keluar dari kamar mertua nya dia ke kamar Gerwyn, masuk dia melihat Gerwyn memakai selimut yang begitu tebal dan wajah nya sangat pucat.
"Mas! Mas aku sudah sampai." ucap Sophia. Gerwyn Membuka mata nya dia melihat Sophia di depan nya membuat nya tersenyum.
"Biarkan seperti ini dulu, saya sangat merindukan kamu." ucap Gerwyn. Sophia membalas pelukan Gerwyn.
"Badan Mas sangat panas." ucap Sophia.
Gerwyn memeluk erat tubuh istri nya sambil menutup mata nya.
"Badan ku sangat sakit. Begitu juga dengan kepala ku." ucap Gerwyn. Sophia mau melepaskan pelukannya namun Gerwyn tidak mau, Sophia menatap wajah Gerwyn.
"Jangan bilang mas sakit seperti ini setelah melihat aku pulang di antar kan oleh teman ku?" ucap Sophia. Gerwyn Diam.
"Aku hanya pergi sebentar dengan dia, lagian dia adalah atasan ku, mas jangan berfikir aneh-aneh." ucap Sophia.
"Aku tidak bisa melihat kamu pergi dengan pria manapun, jadi jangan pernah pergi dengan pria lain." ucap Gerwyn.
Sophia tersenyum sambil mengangguk.
"Kamu tidak lelah? Ayo istirahat." ajak Darel bergeser sedikit dan memeluk Sophia. Sophia tersenyum bisa mencium Aroma Wangi badan Gerwyn yang sangat di sukai oleh nya.
__ADS_1
"Jangan membuat saya cemburu Sophia, perasaan yang saya punya sekarang sangat menyiksa." ucap Gerwyn. Sophia mencium pipi Gerwyn.
"Berhenti mengoceh dan tidur lah. Aku sangat lelah selama perjalanan." ucap Sophia.
Gerwyn mau mencium bibir Sophia namun di tahan oleh Sophia.
"Jangan melakukan itu." ucap Sophia. Gerwyn Menghela nafas panjang.
"Berikan saya Obat itu agar saya bisa lebih baikan." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum dai mencium bibir Gerwyn dengan singkat.
"Kamu sangat pelit! Hanya saya saja yang merindukan kamu, kamu Sudah mempunyai Pria lain." ucap Gerwyn.
Sophia mengelus kepala Gerwyn menatap wajah nya yang sangat pucat.
"Aku juga merindukan mas kok, kalau aku tidak merindukan mas, aku tidak akan ada di sini sekarang." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.
"Kamu serius merindukan saya?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya. Gerwyn lagi-lagi cemberut.
Sophia mencium bibir Gerwyn, Mereka pun berciuman cukup lama.
"Nafas ku hampir saja habis, bisa-bisa sakit ku bisa pindah ke kamu." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.
"Aku akan membuat air mengompres badan mas." ucap Sophia. Gerwyn mengangguk.
Tidak beberapa lama Sophia kembali membawa air Dan juga kain. Setelah selesai di kompres Sophia memijat badan Gerwyn.
Tidak beberapa lama Buk Linda datang dia melihat Sophia sedang mengurut.
"Kamu pasti kelelahan Sophia, istirahat lah." ucap Buk Linda.
"Iyahh Tante." ucap Sophia. Buk Linda bilang kalau Ano akan tidur dengan nya, dan setelah itu dia pun keluar.
Sophia sudah selesai memijat dia berbaring di samping Gerwyn yang sudah tidur karena sudah shubuh. Sophia menatap wajah Gerwyn.
"Apa benar yang di katakan Hena kalau aku menyukai mas Gerwyn." batin Sophia. "Ah sudahlah aku tidak mau memikirkan nya lagi, lebih baik aku tidur." ucap Sophia.
"Selamat tidur." ucap Sophia mencium kening Gerwyn dan tidur. Gerwyn sadar kalau Sophia mencium nya dia tersenyum dan memeluk Sophia. Mereka berdua pun tidur dengan nyenyak.
Keesokan harinya Sophia bangun namun dia kaget karena sudah jam sepuluh pagi. Dia melihat Gerwyn yang masih tidur di samping nya membuat nya lega agar tidak malu keluar dari kamar.
__ADS_1