Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Menstruasi


__ADS_3

Sophia bergayut manja di leher Gerwyn.


Ada apa dengan mu? Kenapa tiba-tiba bertingkah seperti ini?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Aku hanya ingin bermanja-manja saja dengan suami ku yang dia hari ini selalu pulang Malam." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum dia mencubit pipi Sophia.


"Kamu mulai menyindir lagi sayang. Jangan membuat saya tidak tahan dengan sikap kamu ini." ucap Gerwyn. Sophia langsung melepaskan tangan nya dari leher Gerwyn.


"Lihat saya bawa apa untuk kamu." ucap Gerwyn sambil menunjuk kotak martabak kesukaan Sophia.


"Wahh ini kan martabak kesukaan aku, mas dapat dari mana?" tanya Sophia.


"Kebetulan saya lewat sana, saya membeli nya tiga kotak, dua untuk Mamah sama yang lain di bawah, satu untuk istri saya yang paling saya cintai." ucap Gerwyn.


Sophia tersipu malu. "Terimakasih banyak yah." ucap Sophia. Gerwyn mengangguk.


"Kamu sedang belajar yah?" tanya Gerwyn melihat buku berserakan di atas kasur.


"Iyah. Dua Minggu lagi harus masuk sekolah kembali, aku harus menyiapkan diri." ucap Sophia. "Ya udah kamu lanjut yah, saya mandi dulu." ucap Gerwyn.


Sophia mengangguk sambil tersenyum.


Dia membawa martabak ke Kasur. Dia membaca buku sambil Makan.


Tidak beberapa lama Mile keluar dari kamar. Ternyata Ano ada di kamar sedang minta ajarin Sophia untuk Mengerjakan Pekerjaan rumah nya.


Namun Sophia seperti nya kesal karena Ano tak kunjung paham.


"Kamu kenapa marah-marah sayang?" tanya Gerwyn duduk di samping Sophia.


"Aku sudah menjelaskan dari tadi pada Ano. Namun dia malah sambil main Handphone, aku jengkel." ucap Sophia.


"Yang Sabar dong. Sini Kakak lihat Pr nya." ucap Gerwyn.


Dan benar saja Ano kurang tangkap penjelasan mereka seperti biasa nya.


Gerwyn memutuskan untuk menyita ponsel Ano, dan memberikan nya saat Ano istirahat saja.


Ano tidak berani membantah Gerwyn seperti dia membantah Sophia. Walaupun sedih dia hanya butuh simpan di hati nya.


Dia belajar begitu keras agar segera bisa istirahat.


Sophia melihat Ano yang di ajarin suami nya sangat patuh.


"Huff belajar dengan mas Gerwyn dia langsung fokus dan merasa takut, sementara sama ku dia selalu membantah." batin Sophia.


Dia pun kembali belajar tengkurap.


Tidak beberapa lama..

__ADS_1


"Sudah selesai. Sekarang ayo istirahat Besok sekolah kan?" ucap Gerwyn. "Iyah kak. boleh aku Minta Ponsel ku?" tanya Ano. Gerwyn menggeleng kan kepala nya.


"Buat beberapa hari ini kakak tidak Akan mengembalikan nya, karena kamu pasti lalai sama tugas kamu." ucap Gerwyn.


"Enggak kak, aku janji." ucap Ano.


"Kamu dengar kata-kata kakak gak? sekarang pergi tidur." ucap Gerwyn. Ano langsung diam ketika Gerwyn tegas.


Ano menyalim tangan Gerwyn dan Sophia.


"Selamat malam Mbak, kak." ucap Ano memasang wajah sedih.


Sophia tertawa kecil. "Apa yang kamu tertawa kan?" tanya Gerwyn.


"Aku sudah bilang dari awal kalau ponsel Akan mempengaruhi dia. Apalagi sekarang di sekolah ternama nilai harus di atas rata-rata." ucap Sophia.


"Jadi kamu menyalah kan saya?" tanya Gerwyn.


"Enggak mas, aku gak menyalah kan siapa-siapa." ucap Sophia.


Gerwyn gemes melihat tingkah istri nya dia pura-pura tidur di atas badan Sophia yang tengkurap.


"Humm saya sangat mengantuk sekali." ucap Gerwyn.


Sophia tersenyum dia mengelus kepala Gerwyn dengan tangan nya.


"Saya Paham Kok, saya hanya ingin memeluk kamu." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.


Sophia lanjut belajar sampai dia ketiduran. Gerwyn melihat istri nya tidur dia mengumpulkan semua buku-buku dan menyimpan nya, dia membenarkan tidur istri nya agar tidak sakit badan.


Keesokan harinya Gerwyn sedang olahraga di ruangan GYM yang ada di rumah itu.


"Mas nih minum nya." ucap Sophia meletakkan minuman dingin di atas meja. Gerwyn Berhenti dia mendekati Sophia.


Sophia mengambil handuk kecil untuk menghapus keringat suami nya.


Sophia tersenyum melihat badan suami nya yang begitu bagus. Dia menyentuh dengan jari nya. Tiba-tiba Gerwyn mengangkat tubuh Sophia ke atas meja.


Dia mencium bibir Sophia sambil tersenyum.


"Auhhh!!!" Tiba-tiba Sophia kesakitan.


"Kenapa?" tanya Gerwyn panik karena merasa tidak melakukan apapun yang membuat istri nya kesakitan.


"Perut ku sakit banget." ucap Sophia.


"Loh kenapa? Apa kamu salah Makan?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Aku datang bulan." ucap Sophia.

__ADS_1


"Datang bulan?" ucap Gerwyn. Sophia mengangguk.


Sophia heran dengan ekspresi Gerwyn.


"Mas gak tau apa datang bulan?" tanya Sophia. Gerwyn menggeleng kan kepala nya. Sophia menghela nafas panjang.


"Aku menstruasi jadi perut ku sangat sakit sekali." ucap Gerwyn. "Oohh." ucap Gerwyn.


Namun tiba-tiba Gerwyn terdiam.


"Kenapa harus menstruasi? Bagaimana dengan jatah-jatah saya?" tanya Gerwyn. Sophia memukul lengan Gerwyn.


"Masih mikirin jatah, aku sudah mau mati mas." ucap Sophia.


"Saya hanya bercanda." ucap Gerwyn. Sophia menjerit kesakitan karena perut nya benar-benar sangat sakit sekali.


Gerwyn panik dia bingung bagaimana cara nya membantu istri nya.


"Ya udah kita Balik ke kamar dulu yah. Kamu tunggu di sana." ucap Gerwyn mengangkat tubuh istri nya ke kamar.


Setelah Sophia di kamar dia langsung keluar.


"Mah." panggil Gerwyn.


"Iyah kenapa nak? Apa kamu tidak pergi kerja?" tanya buk Linda. Gerwyn menggeleng kan kepala nya.


"Mamah mau kemana sudah cantik?" tanya Gerwyn.


"Kamu lupa hari ini ada acara keluarga kita, jadi kamu mau kesana, aturan nya mau ngajak Sophia namun sepertinya dia mau fokus belajar jadi nya Mamah sama paman, Bibik dan Enjel." ucap buk Linda.


"Oohh ya udah mamah hati-hati yah. " ucap Gerwyn.


"Kamu mau ngomong apa tadi?" tanya Bu Linda.


"Sophia Sakit perut menstruasi mah, aku gak tau obat nya apa." ucap Gerwyn.


"Oohhh. tunggu yah Mamah sambil kan obat herbal nya." ucap Bu Linda membuka laci lemari.


"Nih kasih aja minum ini, pasti sedikit lebih baik." ucap buk Linda. "Mamah yakin ini bisa di minum? Botol nya saja tidak menyakinkan." ucap Gerwyn.


"jangan lupa kasih air hangat yah, terus perut nya di kompres pakai Air hangat." ucap Bu Linda.


Gerwyn mengangguk.


"Ya udah kalau gitu aku ke kamar dulu yah mah." ucap Gerwyn. "Tunggu dulu. Jangan membuat nya marah-marah, kalau kamu membuat kesalahan dia akan marah-marah." ucap buk Linda.


Gerwyn mengangguk.


Dia langsung ke kamar. Dia melihat istrinya sudah meringkuk kesakitan. Gerwyn memberikan air hangat dan memberikan obat yang di berikan oleh Mamah nya.

__ADS_1


__ADS_2