
"Walaikumsalam." ucap Bu Ena.
"Huff Pak Gerwyn kenapa semakin Cuek aja sih? kalau seperti ini aku tidak Akan bisa dekat dengan pak Gerwyn lagi." ucap Bu Ena.
"Sudah lah Bu Ena jangan berharap pada laki-laki milik wanita lain. Lagian pak Gerwyn mana level Sama Wanita seperti kita ini." ucap Teman nya.
"Kenapa tidak level? Istri nya saja hanya orang biasa." ucap Bu Ena.
"Kamu bisa berhenti menyukai pria yang sudah punya pasangan gak? Mereka sudah ada yang punya." ucap teman nya lagi.
"Ah bodo amat aku tetap suka sama Pak Gerwyn. Titik.." ucap Bu ena langsung pergi.
"Mas ke sekolah Ano mau bertemu dengan Bu Ena kan?" tanya Sophia. Gerwyn menoleh ke arah Sophia.
"Tidak mungkin saya bilang karena takut dia bersama Frans, saya pasti Akan di tertawa kan." ucap Gerwyn dalam hati.
"Kenapa diam? aku benar kan?" ucap Sophia.
"Kamu ngaco, saya tidak berpikir untuk bertemu dengan dia, kamu lihat sendiri saya menolak dia."' ucap Gerwyn.
"Itu karena ada aku, coba saja kalau tidak ada aku, mungkin kalian sudah minum bersama di Cafe. Sambil tertawa dan romantis -romantisan." ucap Sophia.
Gerwyn tersenyum karena lucu melihat wajah istri yang Cemburu.
"Kalau kamu cemburu jujur saja. Kamu jangan mengomeli seperti itu." ucap Gerwyn. "Aku tidak cemburu." ucap Sophia.
"Kalau kamu tidak cemburu kamu tidak akan seperti ini." ucap Gerwyn.
"Sststt!!! Bisa diam gak sih? Aku mau dengerin musik." ucap Ano karena mereka sangat berisik.
"Salahin tuh mbak Sophia." ucap Gerwyn.
"Sama aja, mbak Sophia cemburu pada Kak Gerwyn karena Bu Ena. Dan kak Gerwyn datang ke sekolah karena takut ada Om Frans." ucap Ano.
Sophia menatap suaminya yang langsung diam.
"Humm seperti nya ada yang lebih curiga dan lebih takut nih." ucap Sophia. Gerwyn diam.
"Saya tidak suka kamu dekat-dekat dengan Frans." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum dia menatap wajah suaminya.
"Ano apa om Frans tadi datang?" tanya Gerwyn.
"Humm dia datang sama Ibu nya ke sekolah menjemput Enjelita. Mbak Sophia juga berbincang-bincang dengan Ibu nya." ucap Ano.
Gerwyn menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Tapi tidak dengan Om Frans, karena seperti nya Om Frans sangat sibuk dengan ponselnya." ucap Ano.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.
"Sophia. Sophia." ucap Gerwyn mengejar istri nya ke kamar.
"Kenapa mas?" tanya Sophia.
"Berapa kali saya bilang saya tidak suka ketika kamu Dekat dengan pria lain. Saya cemburu." ucap Gerwyn. "Siapa yang Dekat dengan pria lain? Aku tidak dekat dengan siapa pun." ucap Sophia.
"Saya tidak percaya pada kamu, kamu tidak datang ke kantor saya karena mau jalan sama teman pria kamu itu kan?" ucap Gerwyn. Sophia menghela nafas panjang.
"Aku dengan dia hanya sekedar Teman saja. Aku juga sudah ijin sama mas." ucap Sophia.
"Kamu berbohong lagi pada saya!" ucap Gerwyn. Sophia berdiri.
"Aku tidak berbohong, ap yang aku bohongin?" ucap Sophia.
Gerwyn diam.
"Aku tidak datang karena ingin cepat sampai di rumah dan belajar. Kalau aku ke sana akan menganggu mas bekerja." ucap Sophia.
"Saya menunggu kamu di sana! Kamu tidak memikirkan saya!" ucap Gerwyn.
"Sudah lah mas aku tidak mau ribut, kamu selalu Curiga terus." ucap Sophia.
"Kalau kita membahas itu terus bisa-bisa kita berantem. Lagian mas kenapa sih tiba-tiba seperti ini?" tanya Sophia mulai kesal.
"Kamu yang membuat saya seperti ini!" ucap Gerwyn.
"Aku melakukan apa? Aku tidak melakukan apapun yang membuat kamu marah." ucap Sophia.
Gerwyn memegang pundak Sophia.
"Kamu sama sekali tidak menepati janji kamu untuk datang ke kantor saya." ucap Gerwyn. Sophia menepis tangan Gerwyn dari bahu nya.
"Mas sangat Aneh sekali hari ini, mas tidak seperti ini biasanya. Apa yang terjadi?" ucap Sophia. Gerwyn tiba-tiba terdiam dia memegang kepala nya yang sangat pusing dia langsung duduk di kursi.
"Aku tidak suka mas curiga dan Cemburu an Seperti ini!" ucap Sophia dengan Kesal. Dia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.
Tidak beberapa lama dia keluar dari kamar mandi.
Dia tidak melihat Gerwyn di sana.
"Sangat Aneh Sekali. Aku bahkan tidak melakukan apapun di belakang nya." ucap Sophia. Setelah memasang baju nya dia duduk di kasur membaca bukunya.
__ADS_1
Sudah jam enam Waktunya makan malam dia keluar untuk menyiapkan makan malam.
"Bik mas Gerwyn mana?" tanya Sophia pada Bibik karena tidak melihat suaminya dari tadi.
"Saya melihat nya di balkon Non." ucap Bibik.
Sophia langsung ke sana, dia melihat suaminya duduk di sana sambil termenung.
"Ada apa sih sebenarnya yang terjadi pada mas Gerwyn?" ucap Sophia.
"Mas.." ucap Sophia dengan lembut berdiri di belakang Gerwyn.
"Ayo Makan dulu." ucap Sophia.
Gerwyn menoleh ke arah Sophia.
"Aku minta maaf sudah membentak mas tadi, aku tidak suka mas seperti tadi." ucap Sophia. Gerwyn Diam.
Sophia memberikan pelukan hangat pada Gerwyn.
"Saya yang minta maaf sudah tiba-tiba marah sama kamu." ucap Gerwyn.
Sophia menatap wajah suaminya.
"Kalau mas ada masalah coba cerita sama Aku, aku bisa dengerin kok." ucap Sophia.
Gerwyn tersenyum. "Ya Allah senyuman nya sangat enak di lihat." batin Gerwyn. Dia menggeleng kan kepala nya.
"Saya minum sedikit di luar kantor mungkin membuat saya sedikit tidak sadar, Maaf kan saya." ucap Gerwyn.
Sophia tersenyum. "Kalau begitu Ayo Makan dulu, aku sudah Masak tadi sebelum menjemput Ano." ucap Sophia.
Gerwyn mengangguk mereka pun bergandengan berjalan ke dapur.
Setelah selesai makan mereka masuk ke dalam kamar. Sophia mengambil Buku nya duduk di kasur sambil membaca buku.
Gerwyn baru keluar dari kamar mandi melihat Sophia di kasur dia juga naik ke kasur.
"Seharian kamu sudah belajar, saya minta waktu malam kamu untuk saya." ucap Gerwyn mengambil buku Sophia menutup nya membuat nya ke Atas Meja.
"Mas aku sedang ujian. aku harus banyak membaca buku." ucap Sophia. Gerwyn Menghela nafas panjang. Dia membiarkan Sophia membaca buku lagi dan dia berbaring membelakangi Sophia.
Sophia sangat fokus membaca buku nya sampai dia lelah dan mengantuk. Dia pun Berbaring.
"Good night mas " ucap Sophia. Dia juga membelakangi Gerwyn.
__ADS_1
Gerwyn ternyata belum tidur, dia menoleh ke arah Sophia. Dia sama sekali tidak bisa tidur entah apa yang di pikirkan oleh nya namun dia terus menatap wajah Sophia yang berbalik menghadap ke arah nya.