
Orang tua nya tidak bisa memaksa Adit untuk cepat pulang.
Setelah selesai berbicara dengan orang tua nya dia berdiri di balkon kamar nya sambil menikmati kopi yang dia Buat sendiri.
"Aku akan membalas kan perbuatan pria itu! Kalau bukan karena dia aku tidak Akan kuliah di luar negeri dan putus dengan Sophia. Dan pastinya aku sangat bahagia dengan Sophia Kalau tidak putus." ucap Adit.
Keesokan harinya..
"Mas hari ini aku akan berangkat bersama Hena di antar Supir yah." ucap Sophia setelah sarapan sama-sama.
Gerwyn menoleh ke arah Ibu nya.
"Kenapa begitu? Bukan nya kemarin kamu setuju kalau saya akan mengantarkan kamu." ucap Gerwyn.
"Iyah Mas tapi aku ingin bersama Hena." ucap Sophia.
"Sudah Gerwyn biarkan saja. Lagian kamu juga harus cepat sampai di kantor." ucap Bu Linda.
"Huff sebenarnya aku tidak bisa membiarkan Sophia hilang dari pengawasan ku, tapi dia pasti risih." batin Gerwyn.
"Ya udah kalau begitu. Gimana baik nya saja." ucap Gerwyn.
"Terus yang nganterin aku ke sekolah siapa?" tanya Ano.
"Oh iya Kakak lupa kalau di rumah ini ternyata ada dua anak yang harus berangkat ke sekolah." ucap Gerwyn, Sophia memukul Gerwyn karena merasa di sindir, Bu Linda hanya tersenyum saja melihat pertengkaran mereka.
"Saya hanya bercanda." ucap Gerwyn.
"Kakak akan nganterin kamu karena supir bakal nganterin mbak Sophia." ucap Gerwyn. Sophia menganguk sambil tersenyum.
"Padahal kalau gak di anterin aku bisa meminta ksk Adit untuk menjemput ku." ucap Ano.
"Mbak sudah bilang jangan berhubungan lagi dengan kak Adit. Mbak gak suka kalau Ano keras kepala tidak mau mendengar kan kata-kata mbak." ucap Sophia.
"Iya deh Mbak." ucap Ano.
"Sudah-sudah jangan ribut saja, sekarang kalian harus berangkat. Biar Mamah saja yang merapikan ini semua." ucap Bu Linda.
"Loh kok mamah? Bibik Kemana?" tanya Sophia.
"Bibik hari ini pulang ke rumah." ucap Bu Linda. Sophia langsung membantu membersihkan meja. Mertua nya sudah melarang namun Sophia tetap ingin menyimpan semua nya ke dapur.
"Kalau begitu kami berangkat dulu yah mah." ucap Gerwyn mencium punggung tangan mamah nya.
__ADS_1
"Hati-hati." ucap mamah nya. Mereka keluar.
"Aku berangkat yah mas. Assalamualaikum." Sophia menyalim tangan suami nya dan Gerwyn mencium kening istrinya.
Sophia harus menjemput Hena dulu ke lokasi yang sudah di kirim pada nya oleh Hena. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di apartemen Mewah.
"Loh Hena tinggal di sini? Dari mana di mendapatkan uang?" ucap Sophia. "Ini apartemen Pak Vano Bu." ucap supir.
"Ini milik dia?" tanya Sophia. Supir menganguk.
"Jangan bilang kalau Hena tinggal bersama Vano di sini." batin Sophia. Tidak beberapa lama Hena datang.
"Maaf yah sudah buat kamu lama nungguin nya." ucap Hena sambil masuk ke dalam mobil.
"Kamu tinggal bersama Vano?" tanya Sophia. Hena terdiam sejenak.
"Kamu tidak perlu berbohong, Jujur saja." ucap Sophia.
"Aku memang tinggal di apartemen nya namun di apartemen yang beda. Dia memberikan nya gratis kepada ku." ucap Hena.
"Humm kamu sangat beruntung sekali memiliki pacar yang sangat kaya." ucap Sophia.
"Kamu jauh lebih beruntung memiliki bos nya." ucap Hena. Mereka berdua tertawa.
"Aku gugup sekali Sophia. Bagaimana dengan kamu?" tanya Hena.
"Aku juga gugup. Aku sangat takut kalau aku tidak lulus." ucap Sophia. "Tidak mungkin kamu tidak lulus." ucap Hena. "Semoga saja kita berdua lulus agar selesai dari sekolah yang terlalu banyak drama." ucap Sophia.
"Amin.."
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sekolah. Mereka sudah di tunggu oleh Riki dari tadi.
"Apa kabar kalian berdua?" tanya Riki. "Seperti yang kamu lihat kami baik-baik saja." ucap Sophia.
"Huff Judes banget sih." ucap Riki.
"Nih aku bawain makanan cuci mulut." ucap RIki.
"Ibu kamu lagi yang buat?" tanya Sophia. Riki menganguk.
"Aku mau, entah mengapa makanan buatan ibu kamu sangat enak." ucap Sophia. Hena juga mengambil bagiannya.
"Perasaan aku atau karena jarang kelihatan kenapa kamu semakin kurusan?" tanya Riki.
__ADS_1
"Enggak ah, itu perasaan kamu saja. Lagian aku lagi menjalankan diet akhir-akhir ini." ucap Sophia.
"Oohh ya udah ayo kita masuk." ucap Sophia. Mereka masuk sama-sama ke dalam kelas.
Tidak beberapa lama rapot di bagikan semua orang bersorak karena lulus termasuk Sophia, Hena dan juga Riki.
Terutama Sophia sangat senang karena dia menjadi juara umum di sekolah itu. Bukan hal yang aneh Tapi Sophia benar-benar tidak menyangka.
"Bagaimana kita merayakan kelulusan kita?" tanya Riki.
"Aku mau berkunjung ke rumah kamu. Aku sangat ingin bertemu dengan Orang tua kamu." ucap Sophia.
"Yakin?" tanya Riki. Hena dan Sophia menganguk.
"Bagus deh kalau begitu, selepas ini kita makan siang di rumah." ucap RIki.
"Sophia sini berdiri ke depan." ucap Bu guru. Sophia heran semua murid langsung diam.
"Selamat yah kamu mendapatkan Beasiswa masuk ke universitas yang terbaik secara gratis." ucap Bu guru.
"Serius Bu?" tanya Sophia. "Ini semua berkat kegigihan kamu untuk belajar. Dan semua guru tau perjuangan kamu bagaimana. Walaupun kamu bekerja namun kamu tidak pernah lalai dari tugas, atau sekolah kamu. Ini juga sebagai apresiasi dari kami semua." ucap Bu guru.
Sophia sangat senang sekali. Dia tidak bisa berkata-kata sampai air mata nya keluar.
Dia memeluk Ibu gurunya.
Hanya dia dan juga Hena yang tidak di dampingi oleh orang tua nya. Sementara Riki dan semua teman nya memiliki pendamping kalau Riki Abang nya menjadi pendamping.
"Semoga ke depannya kamu semakin rajin, dan mendapatkan lebih banyak ilmu. Guru memberikan hadiah dan juga penghargaan untuk dia.
Hena dan Riki sangat terharu karena melihat Sophia menangis.
"Ibu... Ayah.. Aku berhasil seperti apa yang kalian mau, aku yakin kalau kalian di sini pasti akan sangat bahagia sekali." Batin Sophia.
Setelah keluar dari sana banyak guru-guru yang mengucapkan selamat, teman-teman nya bahkan banyak yang memberikan hadiah kepada nya.
Sekarang dia sangat bahagia sekali. Dia duduk sendirian di kantin sambil memandangi hadiah, penghargaan dan juga biasiswa nya.
"Ya Allah engkau begitu baik kepada ku." ucap Hena.
"Selamat yah." tiba-tiba pria datang mengucap kan selamat kepada nya.
Sophia melihat Paper bag yang di arah kepada nya, dia menoleh ke arah orang itu. "Mas Gerwyn." ucap Sophia.. Gerwyn tersenyum.
__ADS_1
"Saya sangat bangga kepada kamu." ucap Gerwyn mengelus kepala istri nya