
"Sophia! Kembali lah pada om, ayo temani Om."
Di dalam toilet Sophia terus membekam mulut Gerwyn.
Gerwyn tau kalau Sophia sedang menghindari si Pria yang mengajak nya tidur.
Gerwyn tiba-tiba menggigit tangan Sophia.
"Auh!!" tiba-tiba Sophia langsung diam.
"Kamu pasti di dalam kan? ayo keluar!"
Pria itu mau membuka pintu itu namun tiba-tiba Gerwyn Membuka sedikit.
"Kenapa anda mencoba membuka pintu saya? apa Anda pria cabul?" ucap Gerwyn. Pria tua itu terkejut seketika dia langsung minta maaf.
"Maaf kan saya, saya pikir wanita saya ada di dalam."
"Pergi sana!" Gerwyn mengusir pria itu dan pergi.
"Dia sudah pergi, kamu boleh keluar!"
Sophia mengintip keluar dan benar saja Pria yang mencari nya tadi sudah pergi.
"Hufff syukur deh." Sophia menghela nafas panjang.
"Kamu tau tidak kesalahan yang kamu lakukan sekarang membuat kerugian bagi orang lain?" ucap Gerwyn.
Sophia menatap wajah Gerwyn dan menunduk ketika melihat wajah Gerwyn yang menyeramkan.
"Mereka sudah membayar mahal untuk wanita, namun wanita tersebut tidak memenuhi tanggung jawab nya." ucap Gerwyn sedikit tegas.
Sophia hanya diam saja.
"Bapak tidak tau sulit nya di posisi saya! Saya hanya pelayan di sini bukan seperti wanita yang lain, namun mereka semua mau meniduri saya termasuk Bapak sendiri!" ucap Sophia menunjuk Gerwyn.
Gerwyn menatap Sophia.
"Karena semua wanita yang di sini adalah wanita murahan dan wanita mainan saja, mereka hanya butuh uang bukan butuh cinta, jadi jangan anggap karena kamu belum tidur dengan pria lain nama baik kamu masih ada." ucap Gerwyn mendorong Sophia ke dinding dan mengunci nya.
"Bapak mau ngapain?" tanya Sophia kaget.
"Menikah lah dengan saya!" ucap Gerwyn. Sophia membelalakkan matanya terkejut dengan permintaan Gerwyn.
"Apa kamu tidak mendengar?"
"Jangan bergurau Pak! Lepaskan saya!" ucap Sophia mau pergi namun di tahan oleh Gerwyn.
"Kamu lupa kalau kamu berjanji akan mengabulkan permintaan saya kalau saya menyelamatkan kamu dari pria itu?" ucap Gerwyn.
Sophia langsung ingat perjanjian mereka di dalam tadi agar Gerwyn mau menolong nya.
"Atau kamu mau saya memanggil pria itu lagi? Karena tentu nya dia tidak mau rugi." ucap Gerwyn.
__ADS_1
"Jangan pak, saya mohon." ucap Sophia.
"Kalau begitu menikah lah dengan saya!"
"Apa tidak ada permintaan yang lain?"
Gerwyn menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak ada permintaan lain selain meminta kamu menikah dengan saya!"
"Kenapa harus saya yang menikah sama Bapak? Bapak punya kekasih sendiri." ucap Sophia.
"Saya tidak menerima komplain dan juga pertanyaan. Saya hanya butuh Jawaban persetujuan kamu."
"Saya tidak mau! Saya tidak akan menikah dengan pria cabul! Gila **** dan bergonta-ganti tidur dengan wanita, Serta pemabuk dan kasar." ucap Sophia dengan lancar menyebut semua keburukan Gerwyn.
Gerwyn sangat emosi dengan jawaban Sophia sehingga dia mau mencekik leher Sophia namun Sophia menahan nya.
"Bapak tidak bisa seenaknya kasar pada saya!" ucap Sophia menepis tangan Gerwyn.
"Berani-beraninya kamu melawan!" ucap Gerwyn menarik tangan Sophia ke dalam ruangan.
"Lepaskan saya! Lepas!" ucap Sophia menggigit tangan Gerwyn namun Gerwyn semakin marah dia menghempaskan tubuh Sophia ke kasur memaksa membuka baju nya.
Sophia berontak dan berteriak-teriak.
Gerwyn dengan sigap mengikat tangan Sophia dengan dasi nya sementara mulut Sophia di sumpal dengan kaus kaki milik nya.
Sophia tidak bisa lagi bergerak karena kaki nya sudah di timpa oleh Gerwyn.
"Badan seperti ini yang kamu jaga? Sangat lah pasaran, badan mu lebih buruk dari semua yang ada di sini." ucap Gerwyn sambil meludahi wajah Sophia.
Sophia terus berusaha untuk melepaskan diri nya namun dia sudah kehabisan tenaga, saat Gerwyn mulai meraba tubuh nya dia langsung menangis.
Namun Gerwyn tidak perduli dia mencium leher Sophia sengaja meninggalkan jejak agar Sophia malu. Dan menghisap kedua gunung besar milik Sophia sampai Sophia bergeliat karena geli.
Gerwyn tidak berhenti di situ dia meninggal banyak jejak di sana. Sophia berhasil menendang Paha Gerwyn namun itu membuat Gerwyn semakin marah. Dia mengambil tali Bantal dan mengikat kaki Sophia dengan sangat kuat.
Namun baru saja mau meniduri Sophia handphone nya berdering.
Gerwyn melihat nya ternyata dari Okta pacar nya.
"Kamu diam!" ucap Gerwyn mengancam Sophia.
"Halo sayang! Kenapa kamu menelpon Tengah malam?" tanya Gerwyn.
"Aku sudah menunggu kamu dari tadi di apartemen kamu, aku sangat merindukan kamu."
"Aku sedang ada urusan di luar, kamu tunggu sebentar yah aku pasti pulang."
"Baiklah, kamu hati-hati yah." Panggilan pun berakhir.
Gerwyn menatap Sophia yang sudah meringkuk.
__ADS_1
Gerwyn mau melanjutkan aksinya namun dia tidak bisa membiarkan Okta lebih lama menunggu. Dia mengeluarkan uang banyak dari dalam tas nya melemparkan pada Sophia.
"Pikir kan tawaran saya kembali! Saya akan kembali besok." ucap Gerwyn pergi begitu saja.
Tidak Membuka ikatan yang ada pada Sophia dia langsung pergi Tampa perduli. Sophia hanya bisa menangis.
Tidak beberapa lama Hena datang.
"Apa yang terjadi Sophia?" tanya Hena.
Dia melepaskan Semua ikatan yang ada pada Sophia.
Di pagi hari nya.
"Mbak! Mbak!" panggil Ano membangun kan Sophia yang belum bangun sementara Ano sudah siap dari tadi.
"Humm kenapa no?"
"Ayo bangun mbak! Mbak harus berangkat ke sekolah nanti telat, aku sudah siap." ucap Ano.
"Mbak sangat capek, badan mbak sakit semua, kamu pergi sendiri ke sekolah gak apa-apa kan?"
"Mbak sakit? Aku di sini aja yah jagain mbak."
"Jangan dek, kamu harus ujian."
Ano tidak ada pilihan lain dia harus pergi ke sekolah meninggalkan mbak Tasya.
Tasya berusaha untuk bangun namun badan nya semua sakit dan kepala nya pusing.
"Dia mau berobat namun bingung mau menghubungi Siapa tiba-tiba suara pintu luar terbuka.
"Loh bukannya Ano sudah pergi dari tadi? itu siapa yah?"
"Sophia!!" panggil Liam.
Ternyata itu adalah kakak nya.
"Uhuk! uhuk!" Sophia batuk. Liam langsung ke kamar.
"Kamu kenapa tidak sekolah?" tanya Liam.
"Aku demam kak, semua badan ku sakit, tolong bawa aku ke rumah sakit."
Namun tiba-tiba Liam memegang kerah baju Sophia.
"Apa ini?" ucap Liam melihat tanda merah di Leher Sophia.
Sophia melihat dirinya di cermin.
"Dari mana kamu? Apa jangan-jangan kamu pergi sama pacar kamu itu lagi?" ucap Liam dengan kasar menjambak rambut Sophia.
"Sakit Kak, sakit!"
__ADS_1
"Dasar perempuan murahan, dasar wanita gatal." ucap Liam mendorong Sophia. Namun tidak sengaja uang Sophia jatuh dan Tas nya dan di lihat oleh Liam.