
Gerwyn menarik baju pak putra.
"Saya tidak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut Anda! Bagaimana bisa anda menyanyangi adik saya sementara anak kandung Bapak sendiri tidak Bapak perduli kan!" ucap Gerwyn.
pak putra hanya diam. "Anda tau betapa sengsaranya Sophia dan Ano? Tidak kan!" ucap Gerwyn.
"Dan Adik saya seperti ini karena bapak. Karena Bapak yang mengajari dan membawa Ica ke jalan yang tidak benar!" ucap Gerwyn.
"Sudah nak, sudah, sebaiknya kita melihat Ica." ucap Bu Linda.
Gerwyn menatap Pak Putra dengan tatapan tajam.
Bu Linda bertemu dengan Ica lagi namun di batas oleh jeruji besi itu.
Gerwyn yang bertemu lagi dengan Adik nya berkat Bibi sangat senang. Bibi diam-diam mencari tahu tentang Ica, Dia mencari tahu agar masalah Sahabat nya itu selesai.
Dia sangat pusing melihat drama di keluarga Gerwyn yang tak kunjung selesai.
Gerwyn yang tadi nya di sekolah Sophia menunggu kedatangan Adit mendengar kabar dari Adit langsung Menuju ke tempat.
Bibi tidak bisa ikut dengan Gerwyn karena dia harus menepati janji nya Dengan Yana.
Gerwyn memutuskan untuk membayar Adik nya agar segera keluar dari penjara.
Ica sangat menyesali perbuatannya.
"Kamu sudah bebas sekarang, Kakak tidak ingin kamu melakukan kesalahan yang sama, dan kakak tidak akan pernah lagi perduli pada kamu kalau kamu membuat Mamah Sedih!" ucap Gerwyn.
"Maafin aku kak, aku minta maaf, aku menyesali semua nya." ucap Ica.
Bu Linda pamit ke kamar mandi dan ingin membelikan makanan untuk Ica.
"Kenapa pak putra di penjara Mah, kak?" tanya Ica.
"Tidak mungkin kamu tidak tau kalau Pak putra yang membunuh Papah." ucap Gerwyn.
Ica menggeleng kan kepala nya. "Bukan Pak putra yang membunuh nya Kak." ucap Ica.
"Semua nya sudah terbukti Ica. Sebentar lagi Pak putra akan di sidang." ucap Gerwyn.
"Kakak harus percaya sama aku, Pak Putra sudah di fitnah."ucap Ica.
"Kakak melihat mata kepala kakak sendiri kalau pak putra ada di Sana, dan sengaja itu ada sidik jari Pak putra!" ucap Gerwyn.
"Kakak harus ikut dengan ku." ucap Ica. "Kalian mau kemana?" tanya Bu Linda yang baru saja kembali.
"Mamah langsung pulang Saja." ucap Gerwyn. Bu Linda bingung. "Ya Allah mereka mau kemana lagi? Ica seperti nya Masih kurang enak badan." ucap Bu Linda.
__ADS_1
"Kamu mau membawa Kakak kemana?" tanya Gerwyn.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah kontrakan.
"Ini adalah CCTV Gedung itu. Aku yang mengambil nya karena tidak ingin orang yang sebenarnya mengambil ini terlebih dahulu. Pada saat itu aku mau memberikan kepada Kakak, Tapi kakak sudah tidak mau bertemu dengan ku." ucap Ica.
Gerwyn memang tidak ada melihat Rekaman CCTV itu karena sudah hilang.
Gerwyn memasang ke laptop nya dan pada saat itu Pak putra dan juga Papah nya menghadiri rapat bertemu dengan rekan kerja mereka yang benar-benar bos besar.
Sedikit terjadi cekcok namun semua nya berujung baik-baik saja dan pada akhirnya Bos besar itu kalah dan rugi banyak. Mereka tidak terima sehingga terjadi perdebatan.
Namun tiba-tiba anggota bos besar itu melepaskan senjata. Pak putra dengan sigap melindungi bos nya dengan badan nya.
Badan nya tertembak. Anggota papah nya sudah habis. Mereka tidak memberikan Ampun dan langsung menembak kepala papah nya dengan sengaja yang seperti nya sudah di rencanakan sehingga dia menggunakan sarung tangan.
Papah nya mati di tempat. Pak putra yang sudah sangat lemas tidak bisa melakukan apapun. Bos besar itu mengambil data-data mengambil semua nya dan dia membersihkan bekas-bekas dia di sana dan membuat senjata berada di tangan pak putra yang sudah sangat lemas.
Pak putra Sangat marah dia menembak ke arah bos besar yang sudah pergi itu namun tidak kena. Pada saat itu Gerwyn datang mendengar suara tembakan. Pak putra sadar ada Gerwyn dia langsung kabur karena takut di tuduh yang tidak-tidak.
Gerwyn yang melihat Vidio itu terkulai Lemas.
"Apa kakak sudah percaya?" tanya Ica.
Gerwyn menghela nafas panjang sambil memegang kepala nya yang sangat pusing sekali.
"Pak Putra tidak mau mengatakan nya dengan Jujur karena dia di ancam oleh bos besar itu. Mereka sampai sekarang masih memantau pak putra." ucap Ica.
Hanya butuh waktu Beberapa jam sekarang Gerwyn dan Juga Ica sudah berhadapan dengan orang itu. Gerwyn Tampa ampun memberikan Hukuman kepada pria itu.
Walaupun sudah tau Gerwyn tak memberikan ampunan sama sekali.
Dan setelah dia jujur ternyata Liam dan juga pak putra Masih di bawah tangan nya. Bahkan dia juga yang membayar Liam. untuk membantu ayah nya membunuh Gerwyn.
Gerwyn sungguh sangat bodoh Sekali.
Semua nya terbongkar. Kabar itu terdengar ke telinga Bu Linda dan Sophia. Mereka langsung datang ke kantor polisi secara bersamaan sampai.
Pak Putra yang di bebaskan sangat senang. Dia bersujud meminta maaf kepada putri dan semua orang yang dia sakiti.
Sophia juga sangat senang akhirnya Ayah nya keluar terbukti tidak bersalah. Ayah nya sangat malu bertemu dengan Ano dan Sophia.
Setelah itu Gerwyn mengunjungi Liam dan membebaskan nya. Liam kebingungan namun melihat ayah dan adik nya di depan kantor kepolisian membuat nya jadi ikut sedih.
Semua nya di jelaskan oleh Gerwyn. Liam meminta maaf, dia menyesali semua perbuatannya.
Kali ini Sophia sangat bahagia sekali.
__ADS_1
Di hari perpisahan sekolah nya keluarga nya semua datang.
Sophia sangat terharu. Dia juga tidak berhenti mengucapkan kata terima kasih kepada Tuhan sudah di berikan suami seperti Gerwyn.
Satu bulan kemudian mereka sangat bahagia, hidup dengan akur, mereka berjiarah ke makam Ibu nya Sophia dan juga Makam nya Papah Gerwyn.
Malam itu Gerwyn dan Sophia sedang duduk di restoran berdua. Sudah banyak masalah yang mereka lalui sehingga tidak mempunyai waktu untuk berdua.
Gerwyn Mau mengudang Bibi bertemu dengan dia mengucapkan terimakasih.
Vano dan Hena juga ikut.
Mereka berempat menunggu Bibi yang tak kunjung datang.
"Kenapa kak Bibi sangat lama sih?" tanya Sophia.
"Nah itu dia datang." ucap Hena. Gerwyn kaget melihat Bibi mengandeng wanita yang cantik sambil tersenyum.
"Oohh ternyata ini wanita yang akan menjadi istri nya. Tunangan nya tidak bisa di datangi oleh nya karena sangat sibuk sekali.
"Maaf semua nya sudah membuat lama menunggumu." ucap Bibi.
"Kenalin ini Yana Calon istri ku " ucap Bibi. Yana Masih malu-malu.
Tapi tidak beberapa lama mereka langsung akrab.
Setelah pertemuan itu Sophia, Yana dan Hena sangat Akrab sekali. Hena dan Vano mau tunangan sementara Yana dengan Bibi sudah mau menikah.
Beberapa bulan kemudian Sophia melahirkan anak pertama nya. Anak nya adalah laki-laki. Ano sangat senang karena memiliki teman bermain.
Mereka hidup bahagia. Bu Linda dan juga pak putra sudah kembali akur. Mereka sudah menjadi nenek dan kakek.
Sementara kak Liam menjadi Menejer di perusahaan Suami nya Sophia.
Sophia berdiri di balkon villa tempat mereka berlibur sambil menggendong putra nya.
"Sayang..." Ucap Gerwyn memeluk Sophia dari belakang. Sophia berbalik dia menatap suaminya.
"Terimakasih banyak semua nya.. Terimakasih banyak sudah mau menerima aku dengan keluarga ku." ucap Sophia.
"Justru saya yang mengucapkan terimakasih. Kamu sudah bersabar di samping ku, sudah memberikan aku kasih sayang, mengurus ku dan bahkan memberikan keturunan untuk ku." ucap Gerwyn mencium kening Sophia.
Gerwyn tersenyum begitu juga dengan sophia.
......**Tamat......
Terimakasih banyak sudah mau membaca cerita ini sampai selesai. Author hanya bisa membuat cerita ini sampai di sini.
__ADS_1
Cerita yang tidak begitu menarik dan juga masih banyak yang typo.
Author memiliki cerita baru yang berjudul. "Menikah Dengan Pria yang salah" Ayo mampir yah**.