Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Gerwyn Aneh


__ADS_3

Gerwyn merasa badan nya sangat pegal-pegal semua, tangan nya juga masih sangat pedih gara-gara terkena minyak tadi.


"Huff sangat membosankan sekali!" ucap Gerwyn melihat suasana Ruang tamu. Sophia yang tidak mendukung untuk bekerja.


Mau keluar tapi dia juga malas, akhirnya dia memutuskan untuk berbaring mengistirahatkan tubuh nya yang belum fit sekali.


Di sore hari nya Gerwyn baru saja selesai mandi dia keluar dengan telanjang dada dari kamar Ano sambil mengusap kepala nya yang basah dengan handuk.


Dan ternyata Sophia sedang membuat Kopi dan melihat Gerwyn Gerwyn mendekati Sophia tiba-tiba meminum kopi yang di buat oleh Sophia.


"Ini kopi ku! kenapa bapak malah meminum nya." ucap Sophia dengan kesal.


"Kamu tinggal Membuat nya lagi! dasar wanita selalu saja ribet!" ucap Gerwyn membawa kopi. Namun tiba-tiba Sophia menarik handuk dari leher Gerwyn.


"Ini handuk Ano kenapa bapak memakai nya?" ucap Sophia.


Gerwyn menatap Sophia.


"Jangan mencoba menyentuh barang-barang Adik ku!" ancam Tasya. Gerwyn menghela nafas panjang.


"Huff untung saja ini wilayah kamu." ucap Gerwyn.


Gerwyn memegang rambut Sophia yang kusut.


"Mandi lah agar wajah buruk kamu itu sedikit lebih cerah dan kamu sangat bau." ucap Gerwyn dan pergi meninggalkan Sophia.


"Arghhhh!! Menyebalkan sekali." ucap Sophia.


Dia memegang rambut nya.


"Tapi yang di bilang pak Gerwyn benar sih, tidak pernah rambut ku sekusut ini, tapi mau bagaimana lagi perban nya belum bisa di buka." ucap nya.


Dia membuat kopi lagi dan ikut duduk di ruang tamu bersama Gerwyn yang fokus melihat ke laptop nya.


"Bagaimana keadaan kamu sudah baikan? Lain kali jangan melakukan apapun kalau belum bisa, kamu merepotkan saya saja!" ucap Gerwyn.


Sophia menghela nafas panjang.


"Bapak sendiri yang meminta saya untuk memasak sarapan." "Kenapa kamu melakukan nya kalau tidak bisa?"


Sophia menghela nafas panjang.


"Kalau saya tidak melakukan nya bapak akan menghajar aku Tampa ampun dan juga membakar dapur ku."

__ADS_1


Gerwyn menatap Sophia.


"Masakan kamu sama sekali tidak enak, saya pastikan tidak akan pernah memakan masakan kamu lagi." ucap Gerwyn.


"Baiklah kalau begitu, aku juga tidak ingin bapak mencicip masakan ku." ucap Sophia dia pun meninggalkan Gerwyn di ruang tamu.


Malam hari nya Gerwyn berusaha untuk tidur namun tempat tidur Ano tidak cocok pada nya.


Namun tiba-tiba handphone nya berdering panggilan Video dari Mamah nya.


"Kenapa Mamah pakai nelpon sih?" Gerwyn harus ke kamar Sophia dulu.


"Tok!! Tok!! Tok!! Gerwyn mengetuk pintu kamar Sophia.


"Huff ada apa lagi sih pak? Ini sudah malam." ucap Sophia.


"Mamah nelpon, kita harus berpura-pura ada di dalam kamar yang sama." ucap Gerwyn.


Sophia membuka pintu mengijinkan Gerwyn masuk. Mereka naik ke kasur sedikit canggung dan gugup namun Sophia harus bekerja sesuai perjanjian.


"Halo mah, selamat malam." Ucap Gerwyn.


Sementara Sophia malas untuk berbicara dia berpura-pura tidur di dekat Gerwyn.


"Malam juga nak, bagaimana keadaan kalian? Kenapa sangat lama menjawab telepon Mamah?" tanya buk Linda.


"Sophia sudah tidur yah? Ano mau ngomong kata nya rindu." ucap buk Linda. Gerwyn menoleh ke arah Sophia dan ternyata tidur, cukup lama Gerwyn memandangi wajah Sophia yang tidur.


"Ternyata saat seperti ini dia cantik juga yah, berbeda kalau sudah bangun." ucap Gerwyn sambil tersenyum tipis.


"Kamu mengabaikan mamah karena melihat istri kamu." ucap buk Linda.


"Enggak kok mah." ucap Gerwyn langsung, buk Linda hanya tersenyum.


"Mamah senang deh melihat kamu sama istri kamu akhirnya akur, Pokoknya mamah mau kamu baik-baik saja dengan dia, jangan mengulangi kesalahan yang sama, kasihan Sophia." ucap buk Linda.


"Baik mah."


"Kak Gerwyn jangan kasar sama mbak Sophia yah. Kasihan mbak Sophia." ucap Ano. Gerwyn Seketika terdiam mendengar kata-kata Ano.


Sophia yang pura-pura tidur mendengar itu mengeluarkan air mata nya.


Tidak beberapa lama panggilan telepon pun terputus, Gerwyn menatap Sophia.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu berpura-pura tidur lagi." ucap Gerwyn. Sophia langsung membuka mata nya dan menghapus air mata nya.


"Saya akan Kembali ke kamar." ucap Gerwyn dan langsung pergi keluar dari kamar itu.


Sophia tiba-tiba menangis.


"Aku harus kuat, aku tidak boleh jadi perempuan lemah, aku harus jadi wanita yang tangguh dan tidak akan membiarkan Pak Gerwyn menginjak-injak aku." ucap Sophia.


Dia menghapus air mata nya. Dia mengingat di saat Gerwyn menatap nya dengan tatapan tajam tiap kali dia melawan dia sudah sangat takut namun kalau bukan seperti itu Gerwyn pasti tidak menghargai diri nya sama sekali.


Tiba-tiba dia mengingat kata-kata Gerwyn yang mengatakan kalau dia adalah Budak hanya bonekanya, Sophia sama sekali tidak bisa melupakan kata-kata itu.


Di kamar Gerwyn sama sekali tidak bisa tidur, kasur yang sangat kecil itu tidak bisa membuat Gerwyn nyaman. Gerwyn memilih untuk tidur di sofa.


Pagi hari nya.


"Assalamualaikum Sophia, aku datang." ucap Hena datang tiba-tiba Tampa mengetuk pintu dan langsung masuk saja.


Dia kaget melihat Gerwyn yang tidur di sofa.


"Aaaaa!! Bapak kabur dari penjara yah?" suara Hena membuat Gerwyn terbangun. Dia mengusap matanya dan melihat Hena.


"Siapa yang berani mengganggu tidur ku? Dia harus mendapatkan hukuman." ucap Gerwyn dengan sangat lantang karena dia benci kalau seseorang mengganggu tidur nya.


Sophia langsung keluar dari kamar.


"Hena! Kamu di sini?" ucap Sophia.


Hena terdiam. Sophia langsung menarik tangan Hena ke kamar.


"Aku bisa jelasin semuanya kok, kamu jangan salah paham dulu." ucap Sophia.


"Apa maksud nya Sophia? Apa kamu yang menjemput nya dari penjara? Kamu menghianati aku, kamu sama sekali tidak mendengarkan aku, aku kecewa sama kamu." ucap Hena langsung keluar.


Sophia mengejar keluar.


"Heh berhenti!" Gerwyn menggertak Hena dan Hena langsung berhenti.


"Kamu tau kan kalau masuk ke rumah orang lain tanpa ijin dan juga tidak mengetuk adalah sebuah kesalahan! di tambah lagi kamu.menggangu kenyamanan saya." ucap Gerwyn.


Hena diam. Gerwyn menarik baju Hena dari belakang.


"Saya sudah lama muak melihat kamu wanita murahan!" Gerwyn memegang dagu hena sangat kuat.

__ADS_1


"Pak jangan lakukan itu pada nya, dia hanya tidak tau, aku mohon lepaskan teman saya." ucap Sophia memohon. Namun Gerwyn sama sekali tidak perduli.


"Ingat yah kamu hanya wanita murahan yang rela di tidurinw oleh berganti-ganti pria yang tidak kamu kenal. Kamu itu sangat menjijikkan jadi jangan berfikir kamu bisa semena-mena pada saya." ucap Gerwyn.


__ADS_2