
Gerwyn meminta Bibik untuk membuat makanan untuk Sophia. Sementara dia membuat air hangat untuk istri nya itu.
"Minum yang banyak agar panas badan kamu hilang." ucap Gerwyn meletakkan air minum di depan Sophia.
"Aku tidak mau air hangat, aku mau Air dingin." ucap Sophia.
"Kamu sedang sakit tidak boleh minum air dingin." ucap Gerwyn.
"Bik ambilin Air dingin dong." ucap Sophia, setelah di ambil Bibik, Gerwyn meminum nya sampai habis. " Kamu jangan membantah, Habis kan air ini setelah itu masuk ke kamar dan istirahat." ucap Gerwyn.
"Bapak kenapa jadi marah-marah? Aku lagi sakit." ucap Sophia tetap melawan. "Jangan berfikir karena saya perhatian sama kamu, jadi membuat kamu bertingkah semau kamu yah!" ucap Gerwyn.
Sophia menarik makanan nya.
"Humm baik lah aku minta maaf." ucap Sophia.
"Bik tolong buatin mie goreng satu yah." Ucap Gerwyn pada Bibik.
Gerwyn memantau Sophia yang Makan begitu lambat.
"Habis kan makanan kamu!" ucap Gerwyn.
"Iyah Pak, gak usah galak-galak gitu." ucap Sophia.
Tidak beberapa lama mie goreng Gerwyn datang. Sophia melihat mie goreng Gerwyn sambil menelan Saliva nya.
"Kamu mau?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya dengan ragu dan melanjutkan makan nasi yang dari tadi tidak habis.
Tiba-tiba Gerwyn menyodorkan satu sendok gulungan mie pada Sophia. Sophia kaget namun Gerwyn meminta nya untuk membuka mulut dia pun membuka mulutnya.
Sophia terlihat lebih lahap memakan mie itu dari pada nasi yang pakai sayur dan ikan laut itu.
Setelah sudah menghabiskan dua sendok mie dia menatap Gerwyn lagi seperti meminta, Gerwyn menyuapi nya lagi.
Ke empat kali Sophia sudah tidak mau, dia sudah enek.
"Aku mau ke kamar dulu." ucap Sophia. Meninggalkan Gerwyn. Gerwyn melihat garpu bekas Sophia. Dia menukar dengan Sendok nya yang baru dia memakai bekas Sophia sambil tersenyum.
Dia kembali ke kamar namun Sophia tidak ada di kamar, Gerwyn mau mencari keluar ternyata Sophia ada di kamar mandi, Gerwyn pun berbaring di kasur.
Tidak beberapa lama Sophia keluar dari kamar mandi.
"Sini!" Gerwyn menepuk tempat tidur di samping nya.
Sophia kebingungan mengangkat alisnya.
__ADS_1
"Mulai dari sekarang kamu tidur di kasur, pasti badan kamu sakit-sakit tidur di sofa." ucap Gerwyn. Sophia menatap Gerwyn dengan tatapan Heran.
"Kenapa masih diam? ayo istirahat." ucap Gerwyn menarik tangan Sophia. "Tunggu dulu, bapak gak akan macem-macem kan?" tanya Sophia.
Gerwyn menghela nafas panjang.
"Kalau saya berniat macem-macem, dari tadi pasti saya melakukan nya." ucap Gerwyn. Sophia berbaring dan langsung membuat bantal guling di tengah-tengah mereka.
"Bapak jangan melewati batas ini." ucap Sophia. Gerwyn hanya diam, tidak beberapa lama Sophia sangat cepat tidur. Gerwyn mengintip terlebih dahulu setelah itu melemparkan bantal guling.
Dia memeriksa suhu badan Sophia tidak terlalu hangat.
Gerwyn menarik Sophia agar lebih dekat dengan nya, namun Sophia tidak mau, dia bahkan semakin menjauh.
Gerwyn dengan iseng menarik selimut dari Sophia dan menyembunyikan di lantai.
Tidak lupa mendinginkan AC. Dan tidak beberapa lama Sophia mulai mendekat pada nya.
"Sangat dingin." ucap nya sambil memeluk Gerwyn.
Seketika Gerwyn sangat senang, dia memeluk balik Sophia.
Pagi hari nya Ano menggedor-gedor pintu kamar.
"kak! mbak! Ayo bangun nanti aku Telat ke sekolah." ucap Ano. Gerwyn bangun dia melihat Sophia masih di pelukan nya.
"Kak aku sudah siap, anterin sekolah." ucap Ano.
"Sama supir aja yah, seperti nya menunggu kakak siap-siap dulu kamu akan telat." ucap Gerwyn.
"Mbak Sophia sakit dia mungkin tidak menyiapkan bekal untuk kamu, ambil ini beli lah makanan di sekolah yah." ucap Gerwyn.
"Kok bisa mbak Sophia sakit?" tanya Ano.
"Sekarang sudah baik-baik saja, kakak akan menjaga nya, kamu berangkat sekolah, belajar yang rajin." ucap Gerwyn.
Ano mengangguk dia menyalim tangan Gerwyn dan pergi.
Gerwyn kembali masuk ke kamar dia duduk di pinggir kasur sambil memerhatikan Sophia yang tidur begitu nyeyak.
Karena tidak tega membangun kan nya akhirnya dia pun siap-siap dan segera berangkat kerja.
Sophia bangun karena suara ponsel nya. Telepon dari Hena.
"Halo, ada apa?" tanya Sophia.
__ADS_1
"Nanti kita ketemuan di sekolah yah, aku mau bahas tugas sama kamu." ucap Hena.
"Humm baiklah." ucap Sophia dan mematikan sambungan telepon nya.
Sophia membuka mata nya dan melihat jam sudah jam sepuluh pagi. Dia merabah di samping nya berharap masih ada Gerwyn ternyata tidak ada.
"Kemana dia?" tanya Sophia langsung bangun dan melihat ke sekeliling kamar tidak ada Gerwyn. Dia memeriksa ponsel nya ada pesan masuk dari Gerwyn.
"Saya tidak membangun kan kamu karena sangat nyenyak," isi pesan Gerwyn. "Saya harus berangkat ke kantor, karena ada pekerjaan mendesak, kalau kamu mempunyai kesempatan buatkan saya makan siang." ucap Gerwyn.
Sophia Menghela nafas panjang.
"Makan siang? Percuma saja aku membuat nya kalau tidak di makan." balas Sophia, namun dengan cepat Gerwyn membalas nya.
"Masak lah dengan tulus, saya akan memakan nya sampai habis sampai tidak tersisa satu butir nasi." ucap Gerwyn.
Sophia tersenyum.
"Humm baiklah, kebetulan aku akan keluar hari ini, aku yang Akan mengantarkan nya ke sana." ucap Sophia.
Gerwyn melihat yang membaca pesan itu seketika berdiri sangat senang.
Dia meletakkan ponsel nya dia membenarkan rambut nya dan Dasi nya agar terlihat rapi saat Sophia datang nanti.
Tidak beberapa lama akhirnya Sophia datang.
"Permisi mbak, dengan mbak Sophia kan?" tanya Staf yang disuruh menunggu Sophia. "Iyah dengan saya sendiri." ucap Sophia.
"Mbak sudah ditunggu oleh Pak Gerwyn di ruangan nya, mari saya antar." Sophia mengikuti wanita itu. Setelah sampai dia langsung masuk.
"Permisi pak, orang yang bapak tunggu sudah datang." ucap staf itu. Gerwyn melihat Sophia terdiam dia jadi sedikit canggung.
"Humm aku hanya mengantar kan makan siang seperti yang bapak minta, lalu aku akan pergi." ucap Sophia meletakkan makanan di atas meja dekat Gerwyn berdiri.
"Kamu mau langsung pulang?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.
Gerwyn melihat penampilan Sophia berbeda dari sebelumnya.
"Kamu mau kemana?"
"Aku dan semua teman-teman ku mengadakan pertemuan dengan senior dan juga guru-guru penting tidak jauh dari sini." ucap Sophia.
"Oohh.. Apa kamu sudah baikan? tidak pusing lagi?" tanya Gerwyn. Sophia mengangguk.
"Terimakasih sudah merawat aku semalam pak." ucap Sophia, Gerwyn mengangguk.
__ADS_1
"Oh iya Ambil lah ini, kamu tidak perlu menggunakan angkutan umum." ucap Gerwyn memberikan kunci mobil nya. Sophia keheranan.
"Aku tidak bisa nyetir pak." ucap Sophia.