Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Kepulangan Ibu Linda


__ADS_3

"Tuhan begitu baik kepada ku. Sekarang aku mengerti arti dari kata setelah ada badai pasti akan datang pelangi." batin Sophia. dia mengelus wajah suaminya.


Di kantor Frans sedang asyik bermain ponsel nya karena tidak ada pekerjaan yang harus di lakukan lagi.


"Permisi pak, ada yang mencari bapak di sini." ucap sekretaris nya. Frans melihat kakak nya datang bersama Ponakan nya.


"Kak Dani. Enjel kenapa bisa di sini?" tanya Frans..


"Kebetulan saja lewat sini. Bagaimana kabar kamu? Mamah meminta untuk datang ke rumah." ucap Dani.


"Seperti nya aku tidak bisa kak. Aku malu karena tidak bisa membawa Sophia menemani dia ke pernikahan Anak teman nya." ucap Frans. Karena hari pernikahan itu ada hari ini.


"Mas kenapa tidak membangun kan ku tadi?" tanya Sophia yang baru saja bangun langsung memeluk suaminya yang duduk sendiri di balkon.


Gerwyn memegang tangan istri nya.


"Kamu terlihat sangat nyenyak sayang. Lalu bagaimana dengan perut kamu Masih sakit?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Sekarang sudah tidak sakit lagi, tapi aku tidak tau bagaimana besok nya lagi." ucap Sophia. Gerwyn menarik tangan istrinya agar duduk di paha nya.


"Saya ingin Ijin sama kamu besok saya ada survey beberapa tempat yang memang harus saya kunjungi." ucap Gerwyn.


"Apakah itu jauh?" tanya Sophia.


"Lumayan jauh karena saya mungkin membutuhkan waktu satu Minggu di sana. Kamu gak apa-apa kan?" tanya Gerwyn.


Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Humm tidak apa-apa kok mas, Lagian aku tidak mungkin melarang." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.


Dia mengelus Rambut istri nya.


"Ibu sama paman sudah menutup untuk pulang malam ini." ucap Gerwyn.


"Yah kenapa begitu cepat mas?" tanya Sophia.


"Kamu tau sendiri paman dan juga Bibik sangat sibuk. Dan lagi Enjel tinggal di sini kok. Jadi kamu mempunyai Teman." ucap Gerwyn.


"Oohh Bagus deh." ucap Sophia.


"Ya sudah kalau begitu ayo turun sama-sama." ajak Gerwyn.


Mereka pun turun ke bawah untuk melihat kepergian orang tua mereka.


Sampai di bawah ternyata orang tua nya sudah siap-siap, Gerwyn membantu membawa Barang-barang ke dalam mobil.

__ADS_1


"Kamu di sini jaga kesehatan yah nak, sekali-kali berlibur lah ke rumah Paman mu." ucap Bu Linda pada Sophia.


"Baik mah." ucap Sophia. Setelah selesai menyusun barang-barang mereka mau berangkat Namun tiba-tiba ano datang.


"Ibu." ucap Ano berlari memeluk Ibu nya.


"Ibu Sudah mau pulang yah? terus ibu kapan pulang ke sini?" tanya Ano.


"Nanti kalau badan ibu sehat-sehat ibu akan sering bermain ke sini, ibu tidak bisa lama-lama di sini karena ibu selalu mengingat betapa banyak nya kenangan indah di rumah ini." ucap Bu Linda.


Ano memeluk bu Linda.


"Ibu di sana jangan lupain Ano yah." ucap Ano.


Buk Linda tersenyum sambil mengangguk.


"Iyah Ano, mana mungkin ibu melupakan anak yang seganteng ini dan juga sebaik ini." ucap Bu Linda.


Ano tersenyum.


"Aku sayang Ibu." ucap Ano.


"Ibu juga sayang Ano." ucap Bu Linda mereka sudah sangat mengasihi satu sama lain.


Setelah itu Ibu nya pergi meninggalkannya rumah itu, rumah yang slalu membuat nya tidak bisa melupakan almarhum suaminya.


"Apa itu arti nya Mamah tidak akan pulang lagi ke sini mas?" tanya Sophia..


"Seperti nya begitu, mungkin itu adalah yang terbaik untuk mamah, kita tidak bisa melarang nya karena dia justru lebih baik seperti itu " ucap Gerwyn.


"Humm mas benar juga." ucap Sophia..


"Oh iya Om, untuk beberapa hari aku ingin tinggal di rumah Orang tua nya Vano, gak apa-apa kan?" tanya Enjel. Gerwyn mengangguk.


"Humm terserah kamu saja. Yang penting jangan sampai membuat keadaan nya semakin memburuk." ucap Gerwyn. Enjel mengangguk.


Namun tiba-tiba mobil Vano datang.


"Loh Vano ngapain ke sini? Saya tidak meminta nya ke sini." ucap Gerwyn.


"Ih om PD banget sih, dia mau menjemput aku." ucap Enjel.


"Oohh." ucap Gerwyn.


"Permisi Pak. mbak." ucap Vano menyapa bos dan istri bos Nya.

__ADS_1


"Ada acara apa kalian malam ini? Kenapa seperti nya sangat penting?" tanya Gerwyn.


"Tidak ada yang penting Pak. Saya hanya ingin membawa Enjel keluar." ucap Vano.


Gerwyn menatap mereka berdua dengan tatapan yang penuh tanda tanya.


"Om jangan menatap ku seperti itu, aku jadi takut sekali." ucap Enjel.


"Kamu kan yang pasti memaksa Vano keluar." ucap Gerwyn, Enjel Menggeleng kan kepala nya.


"Bukan pak, saya yang ingin membawa Enjel keluar." ucap Vano. "Humm baik lah kalau begitu, Kalina berdua hati-hati lah di jalan." ucap Gerwyn.


Mereka pun pergi meninggalkan Sophia, Gerwyn dan Ano.


"Hufff Om kapan ajak aku sama mbak Sophia jalan-jalan lagi? Aku sudah Bosan." ucap Ano.


"Besok bukan hari libur, mana mungkin kita bisa jalan-jalan." ucap Gerwyn.


"Tapi kan hanya jalan-jalan ke mall atau ke taman banyak tempat lain nya tidak membutuhkan waktu yang panjang." ucap Ano.


"Ano jangan berbicara seperti itu,kamu lihat sendiri kak Gerwyn sangat lah sibuk. Kalau ada waktu pasti jalan-jalan kok." ucap Sophia.


"Ya udah kalau begitu besok kamu sama mbak Sophia pergi yah, biar gak terlalu Bosan, Karena besok kakak harus keluar kota." ucap Gerwyn.


"Humm dengan mbak Sophia setiap hari, tapi aku ingin nya dengan Kak Gerwyn." ucap Ano. Gerwyn dan Sophia menghela nafas panjang.


"Ya udah kalau begitu malam ini kita keluar, ganti baju gih." ucap Gerwyn pada Sophia dan Ano. Mereka langsung berlari masuk ke dalam tanpa mengatakan apapun.


Gerwyn yang melihat itu hanya bisa tersenyum saja.


Tidak beberapa lama mereka datang sudah rapi tersenyum manis mengajak Gerwyn.


. Gerwyn hanya bisa tersenyum melihat tingkah kakak adik itu.


"Kita hari ini Makan di mana?" tanya Gerwyn.


"Di pinggir danau kak." ucap Ano.


'Bagaimana Sayang?" tanya Gerwyn pada Sophia yang duduk di samping nya.


"Iyah Mas. Aku ikut-ikut saja. " ucap Sophia. Mereka pun segera ke sana. Setelah sampai di sana mereka langsung memesan menu kesukaan mereka.


Hidangan sudah ada di atas meja.


"Pemandangan nya benar-benar sangat bagus sekali yah mas." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.

__ADS_1


"Ayo ambil Foto bersama." ucap Gerwyn. Mereka pun berfoto bersama di pinggir danau itu.


__ADS_2