
Sophia Tersenyum.
"Apa mas tidak malu memiliki istri yang masih sekolah?" tanya Sophia. Gerwyn Menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak malu sama sekali. Sayang nya sampai sekarang hubungan kita harus di sembunyikan." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.
"Mbak Sophia." ucap Ano. Dia baru saja kembali membeli makanan yang dia mau.
Gerwyn langsung melepaskan pelukannya dari istri nya. Mereka pun Makan bersama di sana. Setelah sudah puas bermain di luar mereka pun pulang ke rumah.
"Malam ini saya tidur di luar saja yah. Saya takut tidak bisa membuat kamu tidur." ucap Gerwyn. "Loh kok gitu sih mas? aku justru yang tidak bisa tidur kalau kamu tidur di luar." ucap Sophia.
"Tapi saya takut kamu terganggu." ucap Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Enggak keganggu sama sekali Mas, aku tidak apa-apa kok." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.
"Ya udah kalau begitu." ucap Gerwyn.
Mungkin karena sudah sangat lelah Gerwyn setelah selesai menukar pakaian nya dia langsung tidur.
Sementara Hena belum bisa tidur sama sekali, dia pun belajar di samping Suami nya.
Di tempat lain Hena tidak pulang ke rumah nya. Karena Om Davit dan juga Nia masih di sana. Namun hari semakin malam dia memutuskan untuk pulang ke rumah.
"Assalamualaikum Om." ucap Sophia.. Namun ternyata yang di ruang tamu bukan Om Davit melainkan Nia.
"Hena, akhirnya kamu pulang juga. Kebetulan aku juga mau keluar Malam ini." ucap Nia.
"Keluar? Mau kemana? Om Davit kemana?" tanya Hena.
"Teman ku ada yang ulang tahun. Kamu jaga rumah yah." ucap Nia dia pun langsung keluar begitu saja.
"Mbak mau pergi, om Davit sudah tau?" tanya Hena.
"Bilang saja nanti ada urusan mendadak. Dia belum tau." ucap Nia. Dia pun pergi. Hena tau kalau Om Davit orang yang sangat cemburu an, ketika tidak ijin mau kemana dia pasti akan marah.
Namun Hena tidak bisa berbuat apa-apa, dia pun membiarkan Nia pergi begitu saja.
"Akhirnya aku bisa istirahat dengan tenang." ucap Hena. dia mengunci pintu. Setelah itu masuk ke dalam kamar, mandi dengan bersih setelah selesai mandi dia memakai bajunya dan berbaring di kasur.
"Huff akhirnya aku bisa meluruskan Pinggang ku." ucap Hena. "Humm sekarang dia pasti sudah tidur dengan nyenyak seperti biasa. Semoga saja dia cepat sembuh." ucap Hena.
__ADS_1
Dia mematikan ponsel nya agar tidak ada yang menelpon, memasang alarm dan menghidupkan music menemani tidur nya.
Sementara di tempat lain Vano tidak bisa tidur sama sekali. Dia berbaring di tempat nya namun tidak bisa tidur, akhirnya dia memutuskan untuk tidur di sofa. Tidak beberapa lama dia pindah lagi karena tidak nyaman sama sekali, Luka nya sangat sakit.
"Aaargggh kenapa aku jadi kefikiran dia dari tadi sih? Pasti sekarang dia sudah happy-happy dengan papah di tempat tidur nya." ucap Vano.
Sudah larut malam dia baru tidur karena sudah memaksa nya.
Sementara Sophia tertidur nyenyak di pelukan suaminya.
Di pagi hari nya.
"Sayang ayo bangun, kamu harus bangun cepat." ucap Gerwyn membangun kan istri nya dengan lembut.
"Ini sudah jam berapa mas?" tanya Sophia. "Sudah jam empat shubuh." ucap Gerwyn. Sophia membuka mata nya.
"Makasih yah sudah membangun kan Aku." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.
Sophia duduk dia mengumpulkan nyawa nya terlebih dahulu.
dia menoleh ke arah suami nya. Gerwyn menggunakan tangan nya jadi bantal tersenyum menatap wajah istri nya.
Sophia dengan Manja dia berbaring di dada suami nya. "Berikan aku satu ciuman pagi, Agar aku semangat." ucap Sophia.
"Kamu tidak perlu Masak, karena kamu harus siap-siap ujian." ucap Gerwyn.
"Aku harus Masak mas. Mas lanjut saja tidur nya." ucap Sophia dia pun langsung ke kamar mandi sebentar setelah itu keluar untuk bantu Bibik masak.
Darel tidak bisa tidur lagi dia memilih mengikuti istri nya ke dapur.
"Sayang.." ucap Gerwyn dengan manja memeluk pinggang Sophia dari belakang karena belum ada siapa-siapa yang bangun.
Sophia sedikit terkejut. Dia mencium pipi suaminya yang di samping kepala nya.
"Huff berapa lama kamu akan ujian?"' tanya Gerwyn.
"Sangat banyak ujian yang harus aku selesaikan mas." ucap Sophia. Gerwyn Menghela nafas panjang.
Sophia tersenyum melihat wajah cemberut suami nya.
"Aku hanya beberapa jam saja di sekolah, setelah itu aku sudah bisa pulang dengan cepat." ucap Sophia.
__ADS_1
"Kalau kamu pulang saja Masih di kantor." ucap Gerwyn.
"Aku akan ke kantor mas." ucap Sophia.
"Jangan -jangan kamu tidak bisa istirahat di sana." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.
Dia mengelus kepala suami nya dengan lembut.
"Aku tau kalau Kamu ingin kita menghabiskan waktu bersama, namun sekarang aku sedang ujian." ucap Sophia.
"Ekhem-Ekhem." Bibik datang.
Sophia langsung melepaskan tangan Gerwyn dari perutnya.
"Ya udah kalau gitu Saya siap-siap dulu yah, hari ini saya akan mengantar kan kamu ke sekolah." ucap Gerwyn.
Sophia tersenyum. Gerwyn Keluar dari sana Bibik mendekati Sophia.
"Ternyata diam-diam Tuan Gerwyn romantis juga yah Non." ucap Bibik. Sophia tersenyum.
"Selain romantis dia juga sangat Manja. Dia sungguh Lupa umur kalau sudah berdua." ucap Sophia.
"Ekhem-Ekhem!!" Gerwyn Lewat lagi sambil terbatuk-batuk. Sophia yang melihat itu hanya bisa tersenyum.
"Yah wajar lah tuan Gerwyn sangat Bucin non, dia tidak pernah berhasil dalam percintaan nya sampai di usianya yang sekarang. Dia selalu di hianati oleh kekasihnya dulu." ucap Bibik.
Sophia tersenyum. "Bisa jadi saja karena mereka tidak suka kepribadian Mas Gerwyn seperti apa." ucap Sophia.
"Benar banget non. Hanya non Sophia saja yang kuat bertahan dengan tuan Gerwyn sampai dia menjadi pria yang lembut sekarang." ucap Bibik.
"Itu semua karena dia yang mau berubah bik, bukan karena aku." ucap Sophia. Bibik tersenyum.
"Seandainya Bibik punya anak cowok, pasti dia juga klepek-klepek melihat wanita seperti non sophia." ucap Bibik. Sophia hanya bisa tersenyum saja.
Setelah selesai Masak, Sophia siap-siap untuk berangkat ke sekolah nya. "Ayo mas sarapan Dulu." ajak Sophia pada suami nya yang duduk di ruang tamu atas sambil membuka Tab nya.
Gerwyn mematikan tab nya menoleh ke arah Sophia.
Dia melihat penampilan Sophia yang rapi ketika memakai baju sekolah SMA itu.
"Kenapa? Ada yang aneh mas?" tanya Sophia.
__ADS_1
"Kamu sangat cantik ketika memakai seragam seperti ini."' ucap Gerwyn. Sophia tersipu malu.
"Istri ku adalah seorang pelajar." ucap Gerwyn bercanda. Sophia tersenyum saja.