Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 9


__ADS_3

Hari ini sesuai rencana Fatih akan berangkat ke Amerika dengan jadwal penerbangan siang hari. Setelah pagi-paginya dia bermain dulu dengan si Trio Kancil. Fatih mengajak mereka ke taman wahana bermain yang paling menjadi favorit ketiganya. Mereka bermain hanya dua jam saja, karena Fatih harus berangkat ke Amerika. Walau hanya sebentar si Trio Kancil sangat senang. Pulang dari wahana bermain Fatih mengantarkan ketiganya ke butik Gaya.


    Hari ini si Trio Kancil diminta Gaya melakukan pemotretan untuk baju keluaran model terbarunya. Dengan semangat mereka melakukan gerakan berbagai pose sekehendak mereka. Gaya tidak menuntut mereka harus begini-begitu, biarkan saja mereka mengekspresikan apa yang diinginkannya. Hebatnya mereka bisa mengekspresikan gaya sesuai baju yang mereka kenakan. Dan sang Fotographer pun selalu puas akan hasil jepretan kameranya.


     Setelah selesai, Gaya mengantarkan mereka ke cafe, karena Cantika ada di sana.


"Sana cepat kalian masuk! Tante Gaya cuma nganter sampai sini aja, ya. Tante harus kembali lagi ke butik karena sudah ada janji dengan klien," Gaya hanya mengantar anak-anak sampai parkiran saja.


"Tante Gaya, nggak mau makan dulu?" tanya Langit.


"Nggak nanti saja." Gaya menurunkan kaca mobilnya.


"Hati-hati dan jangan nakal, ganggu orang lagi makan atau pegawai lagi kerja, ya!" Gaya memberi mereka peringatan.


Karena Gaya tahu kalau anak-anak lagi suntuk dan nggak ada kegiatan mereka malah suka nimbrung sama pengunjung di sana. Walau kehadiran mereka tidak menggangu, malah sering di cari sama pelanggan, suka diajak bicara atau foto-foto. Mentok-mentok mereka menjahili para karyawan yang lagi kerja.


Saat mereka masuk ke cafe, dilihatnya pemuda yang sudah lebih dari dua bulan selalu menganggu Cantika dengan rayuan gombalnya dalam menyatakan cinta.


    Melihat itu Bintang langsung tersenyum lebar menampilkan deretan gigi putihnya yang rapih. Nggak kalah sama Langit, dia tersenyum jahil, sudah ada banyak ide di kepalanya untuk menjahili cowok cakep yang sedang duduk manis, yang pandangan matanya tidak lepas dari Cantika yang bergerak kesana kemari karena ikut melayani pembeli.


" Hay, Om ganteng. Sudah lama menunggu? Maaf ya, Ade Bintang habis ada pemotretan tadi," Dengan gaya sok jadi wanita dewasa Bintang menarik kursi lalu duduk di sampingnya. Sedangkan Langit langsung duduk di depan Aria.


"Aduh Om, kebetulan banget Langit lagi haus nih." Langit langsung saja meminum jus jambu di depannya yang mana itu jelas-jelas itu milik Aria.


"Ih Langit, jangan di minum itu punyanya Om Aria, pacarnya Bintang." Matanya melotot dan bibir mengerucut, lucu banget ekspresinya.


"Ah ngak apa - apa kok, tenang saja. Kalau mau bisa pesan lagi!" Aria selalu berbaik hati pada anak-anak dari wanita incarannya.


     Awalnya Aria terkejut banget saat mengetahui Cantika sudah punya anak. Dia sempat shock, karena mengira bahwa Cantika seumuran dengannya. Setiap hari dia datang ke cafe, yang menurutnya Cantika itu hanya pelayan yang bekerja disana. Walau akhirnya dia tahu, bahwa Cantika adalah pemilik cafe. Tapi begitu tau kalau dia tidak punya suami, semangatnya datang lagi. Bahakan dia bertekad, akan mengambil hati anak-anaknya itu terlebih dahulu untuk mendapatkan restu. Karena Cantika sulit untuk di dekati.

__ADS_1


     Fakta yang tidak diketahui Aria, bahwa Cantika adalah kekasih dari kakak sepupunya yang bernama Arga. Dia hanya tahu kalau kakak sepupunya itu sudah punya, tetapi Omnya tidak merestui untuk menikah.


"Beneran nih Om, boleh pesan lagi?" tanya Langit .


"Ya, kalau kalian mau silahkan. Mau pesan apa pun!" Aria tersenyum membenarkan. 


"Oke, kalau begitu," kali ini Angkasa mengeluarkan suaranya. Lalu menarik meja disampingnya. Dirapatkan meja itu menjadi satu. Kemudian dia memanggil nama salah satu pelayan. Angkasa menyebutkan berbagai macam makanan dan minuman untuk mereka.


     Kini sudah penuh makanan dan minuman di kedua meja itu. Aria hanya melongo menatap banyaknya makanan yang tersedia disana. Nggak masalah soal berapa besar jumlah tagihan yang harus dibayar nantinya.


"Kalian yakin menghabiskan semua makanan ini?" tanyanya nggak percaya.


"Tentu saja Om," jawab mereka kompak.


"Tunggu ini siapa yang memesan makanan sebanyak ini?" Tiba-tiba Cantika datang mengunjungi meja mereka.


"Kalau ini pesanan Om Aria, kenapa kalian yang memakannya?" Cantika tidak suka kalau anak-anaknya menjahili orang lain.


     Karena Aria buka orang pertama yang menjadi korban kejahilan si Trio Kancil. Tiap ada orang yang berusaha mendekati Cantika, dan menyatakan perasaan sukanya, si Trio Kancil ini selalu pake ide-ide gilanya untuk menjauhkan mereka dari Cantika.


     Hanya Arga yang dibolehkan dekat dirinya. Tentu saja itu merupakan keuntungan untuk Arga dalam menjaga Cantika dari gangguan nyamuk-nyamuk nakal.


"Nggak apa-apa kok, asalkan mereka senang, kamu juga senang, maka aku pun akan senang," kata Aria tersenyum bahagia.


"Apa Om Aria suka sama Mama?" tanya Langit sambil meminum jus Strawberry-nya.


"Kalau iya, gimana?" Aria tersenyum jahil.


"Nggak boleh! Om Aria masih sekolah." Angkasa sewot.

__ADS_1


"Iya. Kata Mama sekolah dulu yang bener, cari kerja yang menghasilkan uang banyak dan halal, baru boleh suka-suka an," tambah Langit.


"Ih, Om Aria. Sudah berapa kali Bintang beri tau, nggak boleh suka sama Mama. Kalau mau, Om sukanya sama Bintang aja. Nanti Bintang juga akan suka sama Om Aria." Sambil mengerlingkan matanya, Bintang menolehkan kepalanya.


"Tapi Bintang kan masih kecil." Kata Aria sambil mencubit gemas pipi Bintang.


"Ya, Om Aria tunggu sampai Bintang beres sekolah, baru kita nikah ...." dengan entengnya Bintang bicara.


"Hah!" Reaksi semua orang yang ada di sana.


"Kalau gitu, Om Aria nya keburu tua dong, Bintang!" Angkasa meninggikan suaranya. Nggak ngerti apa yang ada dipikiran kembarannya itu.


"Kalau gitu, tunangan aja dulu." Bintang memperlihatkan senyuman manisnya.


"Ih, Bintang kamu itu korban drama Korea yang selalu ditonton Tante Mentari." Langit ngomel-ngomel.


"Iya, lagian nanti Om Aria disangka seorang pedofil," kata Angkasa.


Aria menjadi merinding dibuatnya, karena omongan anak-anak itu.


     Ditengah perdebatan itu datang, seorang karyawannya yang laki-laki, meminta izin pulang ke kampung halamannya, karena Bapaknya masuk rumah sakit. Dan Cantika pun mengizinkannya.


"Kalau begitu apa boleh aku melamar kerja di sini untuk menggantikannya?" tanya Aria penuh harap.


     Melihat ada peluang emas untuk lebih dekat dengan Cantika, Aria tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, untuk mengisi kekosongan pegawai. Dan Cantika pun mengizinkannya, karena dia mengira Aria butuh uang. Tanpa tau kalau Aria itu anak orang kaya.


                     * * * * * * *


Jangan lupa kasih aku like, favorit, hadiah, sama vote nya. Biar aku tambah semangat lagi.

__ADS_1


__ADS_2