
Melihat Langit sedang beraksi, maka Bintang langsung menyeret Angkasa untuk mencari Andi, papinya Arga.
" Itu, Opa ada disana !" Tunjuk Angkasa yang sedang ditarik tangannya oleh Bintang.
" Opa....!!!" Teriak Bintang dan Angkasa berbarengan.
Andi, Khalid, Ja'far, dan Lukman langsung mengalihkan perhatian pada dua bocah yang sedang berlari menuju kearah mereka.
" Ada apa ?" Tanya Khalid dan Andi bersamaan.
" Hehehe.... Maksudnya Opa Andi !" Bintang tertawa malu. Dan malah mendapat cubitan di pipinya oleh Khalid.
" Ada apa Bintang, sampai lari - lari begitu ?" Andi berjongkok mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Bintang dan Angkasa.
" Jodohkan Om Arga sama Tante Gaya !" Kata Angkasa langsung tanpa basa - basi.
Sontak saja semua orang yang ada disana terkejut.
" Hahaha.... Kalian ini ada - ada saja." Andi malah tertawa mendengar perkataan Angkasa itu.
" Kalian ini, bicara seperti itu apa sudah tahu apa maksudnya ?" Tanya Andi.
" Opa, kasihan Om Arga. Hanya dia yang belum punya calon istri !" Kata Bintang.
" Jadi kita jodohkan saja dengan Tante Gaya. Yang sama - sama belum punya calon pasangan." Tambah Angkasa.
" Ini anaknya si Al, mikirnya apa nggak kejauhan ?!" Kata Lukman.
" Nggak, Yah. Mereka itu sudah biasa, kalau berpikir sudah kaya orang dewasa aja." Khalid memberitahu ayahnya.
" Inilah kalau anak kecil banyak menghabiskan waktu di lingkungan banyak orang dewasanya. Jadi mereka cepat berpikiran dewasa." Ja'far tertawa riang, melihat tingkah kedua anak keponakannya itu.
" Ya, kalau mereka berdua mau. Nanti Opa akan langsung mendatangi rumah orang tuanya Tante Gaya." Andi masih menahan tawa.
" Opa ini, apa nggak kasihan sama anak sendiri. Orang lain sudah punya pasangannya masing - masing. Ini Om Arga malah jadi jomblo." Kata - kata Bintang bikin gemas, Andi jadinya malah memangku Bintang.
" Kalau begitu, ayo antar opa kerumah orang tuanya Tante Gaya. Nanti Bintang ngomong sama orang tuanya Tante Gaya supaya di jodohkan sama Om Arga." Kata Andi sambil tersenyum.
Mendengar kata - kata Andi, Bintang malah bengong. Kemudian matanya berkedip-kedip lucu, dan dia bingung bagaimana caranya bicara pada orang tua Gaya. Karena mereka belum pernah bertemu.
" Opa, Bintang tidak tahu siapa orang tua Tante Gaya."
Melihat reaksi Bintang seperti itu, membuat semua orang disana malah tertawa lepas.
" Ini anaknya si Al, dikasih makan apa sich !" Kata Khalid yang masih tertawa.
" Lalu bagaimana caranya Opa mau menjodohkan Om Arga sama Tante Gaya, kalau tidak tahu siapa orang tuanya." Kata Andi sambil menahan tawa.
__ADS_1
" Kan Opa, bisa tanya sama Tante Gaya. Siapa orang tuanya, terus rumahnya dimana ?" Kata Angkasa.
Kini perhatian semua orang beralih pada Angkasa, yang berdiri disamping Andi.
" Ah, benar juga kata Angkasa. Kita tanya pada Tante Gaya saja, siapa orang tuanya ?" Bintang senang dengan ide saudara kembarnya itu.
Sebenarnya para tetua disana tahu siapa orang tua Gaya. Mereka hanya menjahili Si Trio Kancil saja, yang sedang membuka biro jodoh untuk Arga dan Gaya.
" Ayo Opa kita kesana !" Tunjuk Bintang kearah dimana ada kumpulan orang dekat meja saji bagian makan berat.
* * * * * * *
Akhirnya Andi mengikuti keinginan Bintang. Mereka semua berjalan menuju tempat Arga dan Gaya berada. Dan begitu sampai disana, Alex dan Cantika menyambut rombongan para tertua.
" Wah ada apa ini, kok semuanya pada datang kesini ?" Tanya Alex.
" Nih, anak kamu mau menjodohkan Arga sama Gaya." Kata Khalid yang sedang memangku Angkasa.
Semua orang yang ada disana tertawa serempak, kecuali Arga dan Gaya yang menjadi objek pembicaraan mereka.
" Ayo kalian mau apa sama Tante ?" Tanya Gaya.
" Ayo Tante menikah sama Om Arga." Kata Bintang seolah memerintah Gaya.
" Aduh.... Cantika anak - anakmu membuat kepalaku sakit," Gaya memegang kepalanya.
" Tapi, Ma. Kasihan Tante Gaya dan Om Arga nggak punya pasangan." Kata Langit yang sedang berada di pangkuan Alex.
" Baiknya kita do'a kan saja. Mudah - mudahan Tante Gaya sama Om Arga cepat - cepat dikasih jodoh sama Allah." Lanjut Cantika.
" Ya, kalian lebih baik do'a kan Tante Gaya di kasih jodoh yang terbaik." Kata Gaya.
Si Trio Kancil hanya diam dan saling memandang satu sama lain. Kemudian saling mengangguk. Kemudian ketiganya mengangkat kedua tangan mereka dan berdo'a.
" Ya Allah, mudah - mudahan Tante Gaya dan Om Arga itu berjodoh di dunia dan akhirat." Kata Angkasa.
" Aamiin," kata Langit dan Bintang.
Mendengar do'a si Trio Kancil, Gaya dan Arga membelalakan matanya dan menganga mulutnya tak percaya. Mereka berdua kehabisan kata - kata kalau berhadapan dengan si Trio Kancil ini.
Sedangkan yang lainya malah menahan tawa melihat reaksi dari Gaya dan Arga, ketika mendengar do'a untuk mereka berdua.
\* \* \* \* \* \* \*
Acara pernikahan Cantika selesai sebelum magrib. Dan mereka kembali ke mansion Lukman setelah berjamaah sholat magrib terlebih dahulu. Karena jarak ke mansion sangat jauh, jadi mereka sampai menjelang isya.
__ADS_1
Karena kini Cantika telah menjadi istri Alex, maka dia tidur dengan Alex di kamar yang biasa di tempati Willi. Sedangkan Willi lebih memilih di apartemen Fatih yang jaraknya lebih dekat dengan rumah Mentari. Katanya biar cepat kalau mau apel sama Mentari.
" Honey, ayo kita sholat sunat dulu." Bisik Alex begitu pulang dari masjid, dan melihat Cantika hendak membuka mukena.
Dan mereka berdua pun sholat berjamaah. Cantika hatinya berdesir tiap kali mendengar suara Alex saat membaca ayat - ayat Alquran. Impiannya mempunyai suami yang bisa mengimami, akhirnya terkabul.
Setelah selesai sholat, Cantika mencium tangan Alex dengan takzim. Dan Alex mencium kening Cantika.
" Ayo, kita lanjut dengan ibadah lainnya." Suara lembut Alex membuat Cantika gugup.
Alex melepaskan mukena yang dipakai oleh Cantika. Dilihatnya wajah Cantika yang tanpa merona. Dan rambut hitam panjangnya yang tergelung dengan rapih.
" Kalau sekarang aku sudah boleh mencium mu ?" Alex tersenyum dikulum.
Cantika hanya mengangguk karena sangat malu. Alex juga melihat Cantika sedang senyum tersipu. Sungguh Alex sangat gemas melihat Cantika saat ini.
Diciumnya kening Cantika, kemudian diciumnya kedua kelopak matanya bergantian. Hidung mancung dan mungil diciumnya gemas bahkan rasanya Alex ingin menggigitnya. Pipi kiri dan kanan dicium bergantian. Dan terakhir bibir ranum yang selalu menggoda itu akhirnya bisa Alex rasakan.
Alex mencium mesra bibi Cantika, dan dia begitu senang karena Cantika membalas ciumannya.
Tok,
Tok,
Suara pintu diketuk dengan keras oleh seseorang dari luar.
" Siapa sich, ganggu orang lagi ibadah !" Alex merasa gusar karena acaranya diganggu.
" Honey pakai dulu mukenanya," Alex memberikannya pada Cantika.
Tok,
Tok,
Lagi - lagi suara pintu diketuk dengan keras.
\* \* \* \* \* \* \*
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE MUMPUNG HARI SENIN NIH.
KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS YA.
TERIMA KASIH.
__ADS_1