
Angkasa terkejut mendengar apa yang baru saja Paris katakan. Dia tidak pernah kebayang Paris bisa punya pikiran seperti itu.
"Katakan siapa dia?!" Angkasa menatap tajam kepada Paris karena tidak suka dirinya merasa terhina.
"Tidak penting siapa dia. Aku hanya ingin membuktikannya saja. Berapa bayaran yang kamu terima tiap kali kamu main ...?" Paris tidak bisa melanjutkan lagi kata-katanya karena Angkasa menciumnya dengan kasar dan menuntut membuat Paris kehabisan napasnya. Tengkuknya di tahan oleh Angkasa dan tubuhnya dipeluk erat saat Paris melakukan pemberontakan, ingin melepaskan dirinya.
Angkasa seumur-umur belum pernah mencium duluan bibir orang lain. Namun, kali ini dia terpaksa melakukannya karena sangat marah kepada Paris. Dia tidak suka kalau Paris punya pikiran seperti itu kepadanya. Jelasnya, dia sangat marah sehingga setan menguasai dirinya.
Paris menangis, bukan ciuman seperti ini yang dia inginkan. Bibirnya terasa sakit karena Angkasa menggigitnya. Dia sungguh tidak pernah membayangkan akan ada kejadian seperti ini.
"Apa kamu puas! Ini 'kan yang kamu inginkan!"
"Mulai sekarang jangan pernah muncul lagi di hadapanku! Pertemanan kita sampai di sini!"
"Aku tidak mau berhubungan dengan orang yang sudah merendahkan harga diriku!"
"Keluar sekarang juga!"
Angkasa benar-benar sangat marah. Seumur hidup dia baru sekarang dirinya merasa direndahkan. Tatapan kebencian dapat dilihat dari sorot mata Angkasa. Paris sungguh ketakutan, dia tidak menyangka kalau Angkasa akan sangat marah seperti ini.
"Maaf, aku tidak bermaksud untuk merendahkan dirimu," lirih Paris.
"Aku bilang keluar! Jangan pernah bicara lagi kepadaku!"
Paris merasakan dadanya begitu sakit, terasa sedang di remat dengan kuat, sehingga dia merasakan sesak. Laki-laki yang sangat di cintai olehnya, kini membenci dirinya. Air mata Paris berderai membasahi pipinya.
"Maafkan aku," kata Paris lagi namun Angkasa memilih meninggalkan Paris, dan masuk ke kamarnya dan membanting pintu dengan kuat.
Peter yang menyaksikan semuanya dari awal sampai akhir, merasa kasihan kepada Paris. Dia tahu betapa besar rasa sukanya Paris terhadap Angkasa, semenjak masih kecil. Dia juga yang selalu menjadi perantara Paris dengan Angkasa.
"Nona Paris, apa mau saya antar pulang?" tanya Peter.
Paris hanya menggelengkan kepalanya. Paris pun memilih pulang sendiri. Dia ingin meluapkan perasaannya tanpa diketahui oleh orang lain. Biasanya setelah puas menangis, dia akan merasa ringan bebannya.
*******
Sementara, Angkasa dia melihat Chelsea terbangun karena mendengar pintu kamar yang dibanting barusan olehnya. Maka, Angkasa pun menggendong dan mencoba kembali untuk menidurkannya. Pengalaman punya adik kecil yang banyak, bukan hal aneh atau sulit baginya, dalam mengurus anak kecil seperti Chelsea. Terbukti tidak sampai lima menit di gendong dan ditepuk-tepuk punggungnya Chelsea sudah tidur kembali.
Hatinya saat ini merasa marah kepada Paris, tapi dia tahu Paris bukan tipe orang yang selalu punya pikiran jahat atau jelek kepada orang lain. Kini, Angkara merasa ingin melampiaskan kemarahannya. Dia lebih memilih samsak tinju yang ada di ruang gym yang ada di ruang sebelah. Angkasa merutuki dirinya sendiri atas perbuatannya kepada Paris.
*******
Angkasa pagi-pagi sekali sudah bangun dan mengurusi Chelsea. Ada hal yang dia lupakan, kalau di rumahnya tidak ada perlengkapan untuk bayi. Angkasa bingung mau belanja juga semua toko belum buka.
__ADS_1
"Aduh, bagaimana ini? Aku belum beli keperluan untuk Chelsea!" Angkasa bermonolog sambil melihat kepada bayi perempuan yang juga memandanginya sambil tersenyum.
"Peter! Apa kamu punya kenalan yang jualan perlengkapan bayi," kata Angkasa sambil berjalan ke luar kamarnya.
"Ada apa tuan muda?" tanya Peter sambil membuka pintu kamarnya.
"Aku butuh segala perlengkapan bayi untuk Chelsea," jawab Angkasa.
"Oh, itu sudah dibelikan oleh nona Paris. Semalam dia belanja dan menitipkannya kepadaku." Peter mengambil tiga tas belanjaan yang isinya beberapa pakaian bayi perempuan, perlengkapan bayi, makanan dan susu bayi bahkan mangkuk dan dot juga ada di sana.
Angkasa terharu akan akan kepedulian Paris terhadap Chelsea. Namun, dia tepis kembali karena sangat marah sama Paris. Dia berjanji tidak akan pernah berhubungan apapun lagi dengan Paris.
Angkasa dengan cekatan mengurus Chelsea. Memandikan dan memberikannya minum susu.
"Pa-pa pa-pa! Ma-ma Ma-ma!" Chelsea dari tadi terus mengoceh memanggil papa mama.
"Iya, tunggu sebentar! Ini sedang membuatkan makanan untukmu." Angkasa sedang membuat bubur bayi untuk sarapan Chelsea.
Peter pun mengambil alih menyuapi Chelsea karena Angkasa harus berangkat ke kampusnya, ada jadwal kelas pagi. Selama Angkasa kuliah maka Peter yang akan mengurus Chelsea. Sebenarnya, sejak tadi Paris melakukan video call dengan Peter karena Chelsea tidak mau makan. Setelah, Peter menghubungi Paris dan mengajak bicara bayi perempuan itu agar mau makan, maka Chelsea pun makan dengan lahap.
"Mamam-mamam ... bubu!" Celotehnya sambil tertawa dan mengusap layar handphone milik Peter.
"Peter nanti ajak Chelsea main ke taman, ya! Aku sedang senggang sampai jam 10 biar aku yang jaga Chelsea sampai waktu itu."
******
Angkasa yang baru saja keluar dari kelasnya, di kejutkan dengan Madina yang menabrak dirinya, untung tangan dia dengan sigap memegang tangan Madina, sehingga tidak jatuh.
"Maaf!" Kata keduanya bersamaan.
"Eh, Angkasa. Maaf aku terburu-buru mau mengejar temanku, tanpa lihat-lihat orang disekelilingnya." Madina menundukan kepalanya.
"Tidak apa-apa, kok. Aku juga hanya terkejut saja." Angkasa malah menatap Madina dengan intens.
Kini keduanya berjalan ke luar area kampus. Banyak mahasiswa yang bersamaan ke luar dari sana. Tanpa sadar keduanya saling berpegangan tangan. Sampai, Angkasa melihat Peter dan Paris sedang terawa bersama dan Chelsea berada dalam gendongan Paris. Sedang berdiri di depan minimarket. Pemandangan yang indah, terlihat seperti pasangan yang memiliki rumah tangga yang harmonis.
Angkasa menarik tangan Madina dan berjalan ke arah mereka. Madina yang tidak tahu apa-apa pasrah saat ditarik menuju ke minimarket yang tidak jauh lokasinya dari mereka.
"Apa yang kamu lakukan!" Angkasa bertanya dengan nada datar dan mengambil Chelsea dari tangan Peter.
"Darling, kamu jangan marah sama Peter. Aku ...." Paris terdiam saat Angkasa menatap dengan tajam ke arahnya, terlihat jelas kemarahan di matanya.
"Dengar Peter, sudah aku bilang jangan melawan perintahku!"
__ADS_1
Angkasa pun pergi dengan membawa Chelsea. Sedangkan, ketiga orang di sana sama-sama terdiam.
"Nona Paris, maafkan aku!" Peter melihat ke arah Paris dengan penuh simpatik.
"Tidak apa-apa, Peter. Mungkin, Darling masih marah sama aku. Gara-gara kejadian semalam." Paris mencoba tersenyum.
Madina yang tidak tahu apa yang sudah terjadi memilih diam. Peter jadi salah tingkah saat melihat ada Medina di sana. Gadis muslimah yang sering membuat jantungnya berdebar-debar saat bertemu dengannya. Mereka sudah kenal karena Angkasa dan Medina selalu aktif di kegiatan mahasiswa muslim, dan Peter yang selalu mengawal Angkasa pun menjadi kenal dengannya.
"Medina, mau aku antar pulang?" tawar Peter kepada Medina.
Paris pun melihat sosok Medina yang berpakaian tertutup dan jilbab menutupi dadanya. Tadi Paris sempat melihat Angkasa berjalan sambil menggandeng tangannya. Membuat dirinya cemburu karena Angkasa biasanya tidak mau kalau bersentuhan dengan wanita.
*******
Ditempat lain seorang wanita sedang diikat di kursi. Dia sedang di interogasi oleh seorang pria berbadan tinggi dan kekar.
"Katakan dimana bayi itu?!" Tangannya mencengkram rahang yang wajahnya terluka.
"Dia sudah mati! Kelaparan! Harus berapakali aku katakan!" Wanita itu adalah yang memberikan Chelsea kepada Athena.
"Kalau begitu tunjukan dimana makamnya!" Laki-laki itu melepaskan cengkraman tangannya dengan kasar.
*******
Siapa laki-laki yang berbadan tinggi dan kekar itu?
Apa Paris bisa berbaikan lagi sama Angkasa?
Peter falling in love nih. Apa mereka berjodoh? sedangkan dalam segala hal mereka berbeda!
Athena kemana?
Tunggu kelanjutannya ya.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.
Teman-teman mampir juga ya ke karya temanku. Baca kasih like dan komen yang membantu.
__ADS_1