Trio Kancil

Trio Kancil
Season 2 #Chapter 49


__ADS_3

    Setelah kembali ke mansion Arthur, keluarga Alex hanya mengambil beberapa barang yang kemarin dibawa dari Indonesia. Kini mereka akan pulang ke mansion tempat tinggal Alex, selama ini.


    Arthur sangat berat saat melepas mereka pergi. Karena dia masih rindu dengan cucunya itu. Walau mereka kini tinggal di Amerika, tapi tetap saja dia ingin mereka tinggal di dekatnya.


" Daddy nggak perlu menangis seperti itu. Kitakan sudah ada disini. Kalau Daddy rindu kepada mereka Daddy tinggal datang saja kerumah kami." Kata Alex saat Arthur malah menangis saat mereka berlima semuanya pamit mau pulang ke rumah Alex.


" Ya, Daddy tahu. Apa tidak bisa kalian tinggal seminggu atau dua Minggu lagi disini." Balas Arthur kepada anaknya, yang selama ini lebih memilih tinggal di rumah miliknya yang merupakan warisan peninggalan Kakeknya Alex.


" Tidak, Dad. Daddy kan tahu aku tidak mau tinggal satu atap sama Sylvia. Jujur, kemarin saja aku kesal sama Daddy. Kenapa tidak bilang kalau Sylvia juga ikut tinggal disini?" Ucap Alex mengutarakan kekecewaannya kepada Arthur.


" Dia itu baru sembuh depresi, jadi harus diawasi lebih dahulu. Nanti juga dia akan kembali lagi ke apartemen miliknya sendiri." Balas Arthur karena, dia lupa kalau Alex paling tidak mau tinggal dengan orang yang tidak disukainya. Bahkan mansion miliknya tidak pernah menerima tamu. 


    Dulu saat remaja pun Alex lebih memilih tinggal sendiri di mansion pemberian Kakeknya yang tidak kalah besar dari sebuah kastil, daripada tinggal dengan Daddy-nya. Saat itu Sylvia dan Olivia masih ikut tinggal di rumah Arthur, karena tidak ada yang mengawasi mereka. Apalagi Maria, ibu mereka sebelum kematiannya meminta Arthur untuk menjaga mereka berdua sampai ada orang yang benar-benar bisa dipercaya untuk menjadi pendamping hidup mereka.


" Ya, itu terserah Daddy saja. Hanya Alex ingatkan kalau mau mengunjungi rumah Alex dan ingin bertemu dengan cucu Daddy. Daddy tidak boleh mengajaknya!" Alex hanya ingin mengingatkan Arthur, jangan sampai pintu gerbang rumahnya tidak dibuka, karena Arthur mengajak Sylvia.


" Alex, sekarang itu Sylvia sudah berubah menjadi lebih baik. Dia juga sekarang sudah punya kekasih." Arthur memberitahu Alex, karena dia tidak mau putra semata wayangnya, dihatinya itu punya rasa benci kepada orang lain.


" Walau dia sudah berubah, tetap Alex tidak mau dekat-dekat lagi sama dia." Balas Alex, kemudian dia menggandeng tangan Cantika keluar rumah Arthur menuju mobilnya, yang sudah terparkir di halaman. Dimana ketiga anak mereka sudah menunggu.


   Sebelum masuk ke dalam mobil, Cantika yang masih memegang tangan Alex. Kini melepaskannya, dan dia mengusap-usap dada bidang milik Alex mencoba menenangkan suaminya itu. Apalagi Alex yang akan mengemudikan mobil mereka. Cantika tidak mau, karena kondisi Alex yang sedang kesal. Nantinya malah membawa mereka kena masalah baru.


" Sudah Sayang, ayo istighfar….!" Cantika menangkupkan kedua tangannya di pipi Alex, dan kini keduanya saling pandang satu sama lainnya.


    Ditatap mata milik Cantika seperti itu, rasa kesalnya Alex menguap seiring dengan senyuman di wajahnya. Cantika pun tersenyum saat melihat Alex sudah dalam keadaan baik kembali. Alex pun mencium bibir Cantika dengan mesra, dan Cantika pun membalasnya nggak mau kalah. Sampai-sampai Cantika lupa dia sedang berada dimana. Mereka berdua pun mengakhirinya di saat keduanya mulai kehabisan oksigen di paru-parunya.

__ADS_1


" Alex, kalian mau kemana? Padahal kami baru sampai!" Suara seorang pria yang familiar bagi mereka berdua, terdengar di balik tubuh Alex.


    Saat Alex membalikan tubuhnya, ada Jacky dan Olivia disana berdiri sambil membawa sebuah bingkisan Snack yang sangat besar.


" Aku dan keluargaku mau pulang ke rumah kami." Balas Alex kepada temannya itu.


" Kenapa meski sekarang? Aku dan Olivia sengaja datang mau menginap disini. Karena kami ingin berbincang-bincang sama kamu dan Cantika." Ujar Jacky dengan nada kecewanya sambil melihat ke arah Alex.


"Lain kali saja, aku sekarang sedang hanya ingin menghabiskan waktu bersama keluargaku tanpa ada gangguan dari orang lain." Bisik Alex saat mendekat ke arah Jacky, sambil mengedipkan sebelah matanya.


   Jacky yang mengerti kode dari Alex, hanya bisa tertawa lepas. Saat tahu kalau Alex sedang ingin bercinta dengan istrinya tanpa ada gangguan dari orang luar, karena telah datang kerumahnya.


" Aku dengar cerita dari Fernando tadi siang. Sekarang aku hanya ingin memastikannya saja. Dan benar saja, lihat lehermu itu!" Jacky tersenyum menggoda Alex yang langsung memegang lehernya begitu Jacky membicarakannya.


" Kalian mau kemana?" Tiba-tiba Sylvia datang bersama Adam sambil bergandengan tangan dengan eratnya, seolah tidak mau berpisah.


" Kita mau pulang!" Jawab Alex tanpa melihat ke arah Sylvia, dan memilih membalikkan badannya. Berjalan ke arah mobilnya.


" Honey ayo masuk, kita berangkat sekarang." Suara lembut milik Alex mengalun ke telinga Cantika yang masih berdiri di dekat pintu mobil yang sudah terbuka sejak tadi.


" Alex, ada yang ingin kami bicarakan denganmu!" Kata Adam sambil berteriak, namun tidak dipedulikan oleh Alex.


" Maaf, kami sedang terburu-buru." Balas Alex sambil masuk kedalam mobilnya.


" Kita berdua akan menikah! Setidaknya kamu sebagai keluarganya juga ikut dalam acara pertunangan kami." Adam sudah berdiri disamping pintu mobil Alex.

__ADS_1


" Selamat buat kalian berdua, aku ikut senang. Keluargaku akan datang ke acara resepsi pernikahan kalian." Ucap Alex kemudian dia menyalakan mesin mobil mewahnya, keluaran perusahaan Arthur yang hanya ada satu di dunia ini.


    Alex pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Cantika sangat ingin bertanya ada apa? Atau apa yang sudah terjadi? Bila melihat Alex sedang jelek moodnya. Tapi karena ada anak-anak yang sedang berceloteh di kursi belakang, maka Cantika hanya memegang tangan Alex. Mengingatkannya kalau masih ada dirinya, tempat berbagi. Alex pun mengalihkan pandangannya ke arah Cantika, kemudian dia tersenyum. Memberitahu Cantika kalau dia baik-baik saja.


    Tak terasa kini mereka sudah sampai ke mansion milik Alex. Beberapa bulan yang lalu mereka sekeluarga sempat tinggal disini beberapa hari. Saat Alex turun dari mobil sudah ada beberapa pelayan dan Bodyguardnya yang menyambut kedatangan mereka. Barang-barang milik keluarga Alex dibawanya ke dalam mansion dan disimpan ke kamar sesuai dengan pemiliknya masing-masing.


" Honey." Alex menarik Cantika kedalam pelukannya. Dia memeluk erat Cantika seolah nggak mau, wanitanya itu pergi meninggalkannya.


" Ada apa Sayang?" Cantika mendongakkan kepalanya keatas untuk melihat wajah suaminya.


" Aku hanya ingin menghabiskan waktu berduaan saja denganmu, seperti ini." Kata Alex sambil mencium kepala Cantika yang berbalut jilbab.


    Cantika pun membalas Alex dengan memeluknya erat. Menghirup wangi tubuh suaminya yang sering membuatnya tergoda. Cantika kadang merasa kesal dengan dirinya, semenjak hamil dia terlalu bergantung kepada Alex, sehingga sangat sensitif terhadap Alex. Cantika jadi mudah kesal terhadap Alex, tapi bila tak melihatnya dia langsung mencari keberadaannya.


" Ayo katakan dengan jujur ada apa? Kenapa kamu kesal seperti ini?" Tanya Cantika sambil menggoda Alex, seperti kepada anak kecil.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2