
Cantika memandangi ketiga laki - laki bersaudara itu, yang memasang wajah terkejut setelah mendengar permintaannya. Terselip rasa tak enak di hatinya.
" Maaf, apa permintaanku itu masih memberatkan mu ?" Kata - kata Cantika terdengar ragu - ragu.
" Bukan, Honey."
" Itu sich kemurahan, Kak Cantika!"
" Minta sesuatu yang lebih dari Hotel, Cantika!"
Cantika tambah bingung mendengar perkataan mereka bertiga.
" Aduh, aku jadi bingung."
" Kamu nggak usah bingung - bingung, Cantika. Minta satu perusahaan milik Alex saja. Itu tidak akan berat, tinggal tanda tangan pemindahan hak milik saja." Fatih tersenyum jahil.
" Iya, jangan mau di kasih Hotel Artemis. Minta saja perusahaan GALAXY sekalian. Kalau benar Kak Al, cinta sama Kak Cantika pasti dikasih." Ghazali mengkompori.
Cantika yang tidak tahu betapa besarnya perusahaan GALAXY, hanya diam saja.
Plak,
Plak,
" Kalian jangan buat Cantika tambah bingung!" Aurora yang tiba - tiba datang keruang keluarga memukul ringan lengan kedua anaknya.
" Aduh, Mama. Apa - apa sich, bikin kaget saja!" Fatih beneran kaget dengan kedatangan Mamanya yang tiba - tiba.
" Ini Mah. Masa Kak Al, mau ngasih mas kawin sama Kak Cantika, Hotel Artemis." Adu Ghazali.
" Tadi Cantika mintanya jangan hal yang memberatkan," Alex merasa tersudutkan dengan tatapan tiga orang keluarganya itu.
" Alex kamu jangan memalukan nama ANDERSSON!" Kata Aurora.
" Nanti Kakek Buyut mu akan ngasih hadiah pernikahan untukmu satu pulau pribadi. Masa kamu mau ngasih mas kawin Hotel Artemis!" Kata - kata Aurora menyentil hati Alex.
" Kalau begitu mau aku kasih satu perusahaan yang bergerak di bidang properti?" Tanya Alex.
Jujur saja sejak tadi Cantika tidak mengerti apa yang sedang mereka berempat bicarakan. Cantika tidak mau punya perusahaan, karena mengurus cafenya saja, dia juga sering kerepotan. Mega Mall warisan dari orang tuanya juga dipercayakan kepengurusannya pada orang kepercayaan Ayahnya.
" Cantika tidak mau," tolaknya.
Penolakan Cantika membuat semua orang disana terkejut. Keempatnya memandang Cantika tak percaya telah menolak salah satu aset kekayaan Alex yang banyak menghasilkan uang.
" Terus kamu maunya apa, Sayang?" Tanya Aurora tergagap.
" Cantika minta sesuatu yang ringan bagi Alex, dan tak memberatkan bagiku untuk menerimanya." Jawab Cantika.
" Kak Cantika tadi mintanya satu set perhiasan, Mah." Kata Ghazali.
__ADS_1
" Aduh Cantika masa minta satu set perhiasan untuk mas kawinnya sich." Kata Aurora.
" Itu sich hal biasa yang sering di jadikan hadiah. Minta yang lain saja." Lanjut Aurora.
Ditengah kebingungan Cantika, Khalid datang menghampiri mereka.
" Ada apa ini?" Tanya Khalid saat melihat orang - orang disana seperti sedang diskusi.
" Ini Pah, masa Cantika minta mas kawinnya satu set perhiasan." Aurora memberitahu suaminya.
" Itu untuk kado pernikahan?" Tanya Khalid.
" Bukan Pah. Tapi MAS KAWIN." Aurora mengulang lagi perkataannya.
" Tadi Al, menyarankan perusahaan properti miliknya. Tapi ditolak oleh Cantika." Kata Aurora lagi.
" Cantika.... Bagi Al, kamu itu lebih berharga dari apapun. Bahkan mengorbankan seluruh harta kekayaan miliknya tidak ada apa - apanya. Makannya Al ingin memberikan mas kawin yang terbaik untukmu," Ucap Khalid.
" Tapi Cantika tidak bisa mengurus perusahaan." Jujur Cantika.
" Kamu tenang saja. Perusahaan itu sudah ada yang menjalankannya. Kamu hanya tinggal diam. Kali - kali periksa hasil kerja para karyawan mu." Kata Khalid.
Akhirnya Cantika pasrah saja, Alex mau ngasih satu perusahaan sebagai mas kawinnya. Alex juga senang bisa ngasih Cantika sesuatu yang terbaik baginya. Perusahaan properti milik Alex bukan hanya berada di Amerika, tapi telah memiliki banyak cabang hampir di seluruh belahan bumi. Bahkan di Indonesia juga ada. Dan tentunya Cantika akan terkejut nantinya saat tahu salah satu perusahaan properti terkenal di Indonesia adalah salah satu anak cabang dari perusahaan Alex yang jadi mas kawinnya.
* * * * * * *
" Assalammu'alaikum, Paman Ja'far." Salam Erlangga.
" Begini Paman, rencananya hari ini Kak Cantika mau menikah dengan Kak Alex." Erlangga mengutarakan maksudnya.
" Lho, kenapa mereka mau menikah hari ini?" Tanya Ja'far kaget.
" Apa telah terjadi sesuatu di antara mereka berdua?" Tanyanya lagi.
" Nggak, hanya saja Kak Al ingin lebih bisa melindungi Kak Cantika dan anak - anaknya."
" Kan Paman tahu kalau kemarin - kemarin banyak kejadian yang mengancam keluarga Kak Cantika!" Erlangga mencoba membujuk Pamannya.
" Iya benar juga."
" Kalau begitu Paman akan memberitahu Kakek Usman dan Kakek Ali dulu."
" Assalammu'alaikum."
" Wa'alaikumsalam." Erlangga mengakhiri pembicaraannya.
Setelah dua jam lebih, Ja'far menelepon ke kediaman Lukman.
" Assalammu'alaikum," Salam Ja'far.
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam" jawab Khalid yang kebetulan mengangkat teleponnya.
" Ini saya Ja'far, Pamannya Cantika."
" Oh, Pak Ja'far. Ada apa ?" Tanya Khalid.
" Tadi Erlangga menelepon. Katanya Cantika dan Alex akan menikah hari ini?"
" Iya benar. Alex sudah tidak sabar menunggu terlalu lama katanya," Khalid terkekeh mengingat ucapan keponakannya itu.
" Ya. Tadi saya sudah membicarakan ini dengan para sesepuh keluarga. Dan awalnya meraka marah, karena Alex sudah melanggar kesepakatan yang telah kita sepakati saat lamaran kemarin.Tapi aku terus menjelaskan alasan kenapa Alex dan Cantika mempercepat pernikahannya. Walau agak sulit menerimanya, akhirnya mereka menyetujui pernikahan ini, dengan syarat proses ijab qobul harus di adakan di masjid yang didirikan oleh sesepuh keluarga terdahulu. Karena sudah kebiasaan di keluarga kami, bila pihak pengantin perempuan dari keluarga kami menikah. Selalu dilaksanakan di sana."
" Oh, baiklah kalau begitu. Akan kita diskusikan disini terlebih dahulu. Karena kita sudah selesai menyiapkan semuanya. Dan niatnya proses ijab qobul nya akan dilaksanakan setelah shalat Dzuhur."
" Dan sekarang waktu Dzuhur sudah kurang dari satu jam lagi." Kata Khalid.
" Baiklah, mungkin kita bisa memundurkannya sampai waktu Ashar." Kata Ja'far.
\* \* \* \* \* \* \*
Setelah drama panjang mengenai masalah mas kawin, kini mereka dihadapkan oleh masalah tempat untuk penyelenggaraan ijab qobul nanti.
Khalid pun memanggil Cantika dan Alex untuk merundingkan apa yang di sampaikan oleh Ja'far tadi di telepon.
" Jadi bagaimana menurut kalian berdua?" Tanya Khalid meminta pendapat dari calon pengantin.
" Kalau Alex tidak masalah dimana saja tempatnya, asal calon pengantinnya tidak berubah." Alex tersenyum menggoda Cantika. Dan Cantika malah menundukkan kepalanya karena malu.
" Nggak apa - apakan Honey, kalau waktunya bergeser sedikit lebih lama." Alex menggoda Cantika yang sejak tadi menundukkan wajahnya karena di goda Alex.
" Aku nggak apa - apa. Malah bagus nanti bisa dihadiri banyak orang." Kata Cantika.
" Aduh kenapa sich nggak disini saja !" Kata Aurora.
" Padahal kita sudah selesai menyiapkan semuanya." Ghazali juga ikut bersuara.
" Kita harus hormati keinginan keluarga mempelai wanita," Kata Lukman yang sedang memangku Bintang dan diapait oleh Langit dan Angkasa.
" Baiklah kalau begitu, kita sepakati keinginan mereka." Kata Khalid.
\* \* \* \* \* \* \*
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE.
KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS.
__ADS_1
TERIMA KASIH.