
Lima belas tahun silam,
Andi sedang membetulkan mobilnya yang mogok disisi jalan. Tidak ada mobil yang lewat untuk dimintai pertolongan. Mungkin karena sudah tengah malam dan habis hujan, sehingga nggak ada orang yang main atau jalan - jalan keluar rumah, padahal hari itu adalah malam Minggu.
Setelah lebih dari satu jam, ada mobil yang lewat mendekat kearahnya. Dia pun menghentikan mobil itu untuk meminta tolong.
" Kenapa, Pak ? " tanya pria dari dalam mobil.
" Maaf bisa minta tolong. Mobil saya mogok, dan saya sedang terburu - buru mau ke Rumah Sakit. Ibu mertua saya masuk Rumah Sakit, dan beliau meminta saya kesana untuk menemuinya ", Andi menjelaskan keadaanya pada pemilik mobil.
" Rumah Sakit mana ? " tanya pria itu lagi.
" Rumah Sakit Harapan ", jawab Andi.
" Oke. Naiklah akan saya antar ".
" Terima kasih ", Andi sangat bahagia karena mendapat tumpangan.
" Nama saya Andi, nama bapak siapa ? "
" Yusuf ", jawabnya sambil tersenyum.
Terjadilah perbincangan yang seru antara keduanya. Kedua orang itu langsung akrab. Sebenarnya sambil berbicara Andi memperhatikan mobil yang berjalan dibelakangnya lewat kaca spion. Dia merasa kalau mobil di belakang itu mengikutinya terus dari tadi.
" Yusuf kamu mengendarai mobil sendirian dari tadi ? " Andi tiba - tiba bertanya.
" Iya memangnya kenapa ? "
__ADS_1
" Ah enggak, cuma nanya aja. Mungkin kamu tadi bawa temen ? Atau di ikuti sama temen ? Kan sudah tengah malam tambah lagi tadi hujan ", Andi masih memperhatikan mobil di belakang yang masih membuntutinya.
" Tidak takut ada begal di tengah jalan ? ", tambahnya lagi.
Yusuf hanya terkekeh mendengar apa yang Andi bicarakan.
" Aku hanya berserah diri saja pada Allah ", jawab Yusuf kemudian.
" Eh, bisa berhenti sebentar di sana ada tukang sate. Mama mertuaku suka banget sama sate ", kata Andi beralasan.
Andi benar - benar di buat penasaran akan mobil yang mengikutinya itu.
Mobil Yusuf di tepikannya di bahu jalan dekat tukang sate. Andi memperhatikan mobil yang mengikutinya itu berhenti juga walau agak jauh jaraknya dari mereka.
Saat mobil Yusuf jalan kembali mobil itupun mengikutinya lagi. Andi makin yakin kalau mereka itu sedang di ikuti. Tapi Andi diam saja, dia juga jadi curiga pada Yusuf. Siapa sebenarnya Yusuf dan siapa yang mengikuti mobil mereka.
Seminggu telah berlalu sejak Andi bertemu dengan Yusuf. Andi disibukan dengan perusahaannya, yang bergerak di barang - barang furniture yang mulai berkembang. Barang - barang hasil produksinya banyak disukai konsumen baik dalam maupun luar negeri.
Siang itu dia kedatangan klien, yang akan memesan barang dalam jumlah banyak. Tidak menyangka keduanya bakal bertemu kembali. Yusuf yang sedang membangun lagi dua cabang Mega Department store, meminta perusahaan Andi yang mendesain rak - rak, meja, kursi, dan yang lainnya untuk kebutuhan di Dept store-nya kelak.
Mulai dari sana terjalin pertemanan diantara mereka. Mereka sering bertemu, baik urusan bisnis atau hobi mereka. Setiap Andi bertemu dengan Yusuf selalu saja ada yang mengikuti mereka. Andi pun membicarakan masalah ini pada Yusuf. Tapi Yusuf meminta dirinya jangan panik atau melakukan hal - hal yang dianggap mencurigakan, harus biasa saja seolah - olah mereka tidak tahu ada yang membuntuti.
Seminggu sebelum kecelakaan terjadi, Yusuf bilang dirinya dan keluarganya selalu ada yang meneror. Sering sekali ada kejadian yang hampir mencelakainya. Yusuf juga bercerita sebenarnya dia mengalami amnesia. Dia tidak ingat siapa dirinya dahulu. Di kehidupannya sekarang juga di merasa tidak punya musuh. Walau ada saingan dalam usaha itu masih dalam taraf wajar - wajar saja. Yang ditakutkannya adalah masalah yang sekarang terjadi ada sangkut pautnya dengan kehidupannya dahulu.
Andi juga menyarankan untuk melaporkan masalah ini pada polisi. Agar ada pihak yang bisa melindungi dirinya maupun keluarganya. Dan Yusuf pun mengikuti sarannya. Tapi akibatnya bukan hanya Yusuf saja yang jadi incaran sekarang. Para pekerjanya pun jadi korban. Tapi itu seolah terjadi karena kecelakaan kerja. Dan ada salah satu anggota polisi yang meninggal saat dia mengawal Yusuf.
Saat Yusuf akan melakukan perjalanan ke Surabaya dan Semarang untuk menghadiri pembukaan cabang baru Mega Department Store miliknya, Andi meminta Yusuf untuk membatalkan kepergiannya. Minta saja asistennya yang pergi. Tapi Yusuf tidak mau, karena dia punya janji dengan seseorang disana.
__ADS_1
Dan benar saja pirasat Andi, saat Yusuf mau pulang dari perjalanannya. Dia mengalami kecelakaan bersama istri dan sopirnya. Yusuf masih sempat sadar saat dirumah sakit, sedangkan istrinya meninggal di tempat kejadian. Sedangkan sopirnya koma, dan dikabarkan meninggal beberapa hari kemudian.
Samapi sekarang Andi tidak tahu ada masalah apa yang melatarbelakangi Yusuf selalu di ikuti orang tak dikenal. Apa ada orang yang mengenali Yusuf dan membalas dendam padanya atau ada orang yang mau akan kematian Yusuf.
Kecelakaan itu dinyatakan terjadi karena sopir yang ngantuk sehingga menabrak kendaraan lain lalu menabrak pembatas jalan dan jatuh ke lembah.
Dan itulah kisah akhir dari pertemanan Andi dan Yusuf. Andi tidak begitu mengenal keluarga Yusuf, baik anak - anaknya atau mertua dan ipar - iparnya. Sehingga putus sudah jejak dari pertemanan mereka.
Sampai dua tahun lalu saat Cantika memberi tahu bahwa ayahnya adalah pendiri dan pemilik Mega Department Store yang bernama Yusuf, yang sekarang dikelola oleh asisten ayahnya dulu. Andi sangat terkejut ternyata kekasih anaknya itu adalah anak dari temannya di masa lalu. Saat Andi memancing - mancing Cantika tentang ayahnya Yusuf. Ternyata Cantika tidak tahu kisah masa kecil ayahnya. Dia juga tidak tahu keluarga dari pihak ayahnya.
Ternyata sama anaknya sendiri Yusuf menyembunyikan identitasnya.
Andi memiliki teman yang seorang pengacara dan jaksa. Dia pun bercerita mengenai masalah ini. Tapi dia tidak memberi tahu mana Yusuf, karena dirinya takut ada hal yang lebih besar yang bisa mengancamnya.
Ternyata temannya bernama Iwan yang berpropesi sebagai jaksa adalah kakak dari polisi yang meninggal saat mengawal Yusuf. Dia pun semangat ingin membongkar masalah ini. Dan Andi meminta penyelidikan dilakukan dengan rahasia dan hati - hati.
Dua tahun hasil dari penyelidikannya ternyata banyak hal - hal yang tak terduga. Andi juga tidak menyangka kalau ada orang - orang berpengaruh kuat terlibat disini. Sebenarnya Andi mendapatkan informasi ini baru tadi pagi. Setelah Iwan siuman dari komanya selama tiga bulan.
Andi pun mengakhiri ceritanya.
" Jadi Papi mohon untuk melindungi Cantika dan keluarganya, kamu harus mau tunangan dengan Anggit " pinta Andi dengan mata berkaca - kaca.
" Apa keluarga Budiono Dijaya ada sangkut paut dengan masalah ini ?! " tanya Arga.
Andi hanya menganggukkan kepalanya. Dan Arga makin marah, dadanya terasa sesak. Sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu sehingga berakibat kepadanya sekarang ini.
* * * * * * *
__ADS_1