Trio Kancil

Trio Kancil
#BINTANG 14


__ADS_3

     Bintang yang sedang asik bercanda dengan teman-temannya, dikejutkan dengan kedatangan seseorang.


"Bintang!" orang itu memanggilnya.


     Karena merasa ada yang memanggilnya, maka Bintang pun mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara itu. Dilihatnya seorang perempuan cantik dan anggun yang sudah lama tidak bertemu dengannya.


"Kak Amara," balas Bintang terkejut dengan kehadirannya.


"Bintang … bisakah kamu mempertemukan aku dengan Ghazali?!" Amara memasang dengan wajah memohonnya dan duduk di kursi samping meja Bintang dan teman-temannya.


"Maaf … Kak," kata Bintang bingung harus bagaimana dia bersikap kepada mantan kekasihnya Ghazali.


"Bintang, Kakak mohon pertemukan kami," Amara memohon dengan menangkupkan kedua tangannya.


   Bintang bingung harus bicara apa, karena dia juga nggak pernah bertemu kembali dengan Om kesayangannya itu. Kalau Bintang bicara Ghazali ada di Italia, dan Amara menyusul kesana, bagaimana dia akan menjelaskan itu kepadanya nanti.


"Kak Amara … Bintang juga sudah dua bulan tidak pernah ketemu lagi dengan Om Ghaza," kata Bintang sambil menatap wajah Amara yang terlihat sedih.


"Jangan bohong kamu, Bintang!" suara Amara meninggi dan terlihat sorot kemarahan di matanya.


"Aku tahu … aku salah. Sudah menduakan dirinya, tapi cintaku hanya untuk dia. Andre juga tahu itu!" lanjut Amara dan perbuatannya itu membuat para pengunjung cafe melihat ke arah mereka.


"Bintang tidak berbohong! Apa untungnya bagiku dengan membohongi Kakak!" Bintang jadi tersulut emosinya karena sudah dikati orang bohong.


"Karena beberapa waktu lalu aku memergokinya sedang mengikuti kamu!" teriak Amara dan perkataannya itu sukses membuat Bintang terkejut.


    Wajah Bintang langsung tegang, bahkan jantungnya kini berdetak dengan kencang. Dia tidak tahu apa yang telah dikatakan oleh Amara itu kebenaran atau cuma kebohongannya saja.


"A--Apa maksud Kakak?" kata Bintang dengan suaranya yang lirih.


"Sekitar satu bulan yang lalu aku tidak sengaja melihat Ghazali. Aku pun mengikutinya kemana pun dia pergi, kulihat Ghazali seperti sedang mengikuti seseorang, karena kadang di berjalan sangat cepat atau kadang dia tiba-tiba bersembunyi," Amara menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.


"Apa kamu tahu siapa yang sedang diikuti oleh Ghazali sampai dia melakukannya seperti itu?" tanya Amara sambil menatap Bintang.


   Bintang hanya diam saja tidak mau menjawabnya, karena dia tidak tahu pastinya.


"Dia selalu mengikutimu, kemana pun kamu pergi!" lanjut Amara dengan matanya yang tidak lepas dari Bintang.


"Justru Kakak yang sudah berbohong! Karena Om Ghaza sudah lama pergi ke luar negeri. Bahkan dia tidak pamitan kepadaku," balas Bintang dengan kedua tangannya mengepal dibawah meja.


"Aku tidak berbohong karena kami sempat bicara sebentar, saat di taman kota. Ketika aku berhasil menyusulnya dan menghentikan dia saat kamu sedang duduk di bangku taman bersama Aria," Jelas Amara kepada Bintang yang menatapnya tak percaya.


    Bintang tidak bisa memungkiri hati dan ingatannya. Saat itu dia merasa ada yang mengikuti dirinya. Walaupun dia sering diikuti oleh para pasukan bayangan saat di Amerika dahulu, tapi keberadaan mereka tidak bisa dirasakan oleh Bintang. Berbeda dengan beberapa waktu lalu, dia merasa ada yang mengikutinya dan selalu memperhatikan dia. Bahkan Bintang menceritakan hal itu kepada Michael, sehingga penjaganya itu selalu standby di dekatnya.

__ADS_1


"Maaf, Kak Amara. Aku beneran tidak pernah bertemu dengan Om Ghaza lagi sejak dua bulan yang lalu. Terserah Kakak mau percaya atau tidak. Aku juga sekarang sedang sibuk dengan segala urusanku," kata Bintang sambil berdiri kemudian meninggalkan cafe itu.


    Ketiga teman Bintang saling pandang. Mereka tidak tahu ada masalah apa antara Bintang dengan wanita itu. Amara pun akhirnya pergi juga, begitu Bintang beranjak dari sana.


"Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" tanya Luna kepada teman lainnya.


"Om Ghaza itu siapanya Bintang?" tanya Husna sambil melihat ke arah Selena.


"Om Ghaza itu sepupu Papanya Bintang," jawab Selena.


"Oh … ternyata ada kisah Bintang yang disembunyikan dari kita-kita," kata Luna sambil melihat ke arah Selena.


*******


    Bintang masih kepikiran saat Amara bilang kalau Ghazali pernah ada di Indonesia dan mengikutinya kemana pun dia pergi. Dia tidak pernah menyangka ada kejadian seperti itu.


    Bintang yang sedang duduk terdiam di sofa kamarnya sambil memandang langit malam, sejak pulang dari cafe tadi terus melihat foto dirinya dengan Ghazali. Banyak pertanyaan yang terus saja berputar dalam otaknya.


" Kenapa Om Ghaza, nggak menemui ku langsung?"


"Apa dia masih marah padaku sehingga tidak mau bertemu lagi?"


      Bintang melihat jam di dinding kamarnya, sudah menunjukan pukul sembilan malam, berarti di Italia sekitar jam empat sore. Maka dia pun menghubungi Isabella, sepupunya Ghazali. Selama ini dia mengetahui kondisi Ghazali dari Isabella. Bintang sering chat dengannya, mencurahkan isi hatinya tentang Om Kesayangannya itu. Rasa rindu Bintang terhadap Ghazali bisa terobati dengan chat dari Isabella.


*******


      Wanita cantik yang berpenampilan seksi kini sedang berdiri di depan pintu rumah yang sangat megah. Dia adalah Isabella, sepupu dari Ghazali, usianya lima tahun lebih tua dari Ghazali. Dia sedang menunggu kedatangan Ghazali, karena dia melihat mobil sport mewah sudah memasuki gerbang beberapa saat yang lalu.


"Hai, Isabel. Apa yang sedang kamu lakukan disana?" tanya Ghazali begitu menaiki anak tangga menuju teras rumah Uncle Jo.


"Nih ada chat dari tuan putri kesayanganmu itu. Aku tidak berani membukanya," Isabella memberikan handphone miliknya kepada Ghazali. Saat menerimanya, wajah Ghazali langsung cerah ceria yang tadinya lesu karena capek sudah mengurus banyak pekerjaan di Rumah Sakit Saint tempatnya mengabdi sekarang.


"Terima kasih Isabel," kata Ghazali sambil tersenyum bahagia, rona wajahnya tidak bisa menutupi isi hatinya sekarang.


"Ingat satu jam seribu euro!" teriak Isabella kepada Ghazali yang sedang berlari menaiki anak tangga menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas.


"Iya, tenang saja!" balas Ghaza tanpa menghentikan langkahnya.


     Selama ini orang yang sering berkirim pesan dengan Bintang adalah Ghazali sendiri, dia meminjam handphone sepupunya hanya untuk bisa berkomunikasi dengan Bintang. Dia juga selalu melihat status Bintang yang ditulisnya atau mengikuti apa yang sedang Bintang lakukan melalui update-an status di sosial media milik Bintang.


       Dengan jantung berdebar Ghazali, membuka chat yang di kirim oleh Bintang. Pesan pertama yang dikirim oleh Bintang.


Aunty Isabel, sedang apa? Bagaimana kabar Om Ghaza sekarang? Dia baik-baik saja kan?

__ADS_1


Pesan kedua dikirim tidak lama dari pesan pertama.


Bintang mau bertanya sesuatu yang penting. Apa benar sekitar satu bulan yang lalu Om Ghaza pernah pulang ke Indonesia?


Pesan ketiga dikirimnya sekitar sepuluh menit yang lalu.


Aunty, aku sangat rindu padanya. Apa marahnya sudah hilang atau belum, ya?


    Senyum di wajah Ghazali makin merekah. Kemudian dia membalas satu persatu pesannya itu.


Hallo Sayang, maaf baru bisa membalas pesanmu.


Ghaza di dalam keadaan baik-baik saja, untuk saat ini.


Benar, dia sebulan yang lalu pulang ke Indonesia hanya tiga hari, karena dia begitu sangat merindukanmu.


Ghaza juga sangat merindukan mu, rindu mendengar suara rengekan mu, dan rindu suara tawa mu.


Dia itu mana mungkin berani marah padamu, yang ada dia marah pada dirinya sendiri.


Ghazali membalas semua pesan dari Bintang, satu per satu. Kemudian ada balasan lagi dari Bintang.


Lalu kenapa Om Ghaza, tidak menemui ku langsung saat datang ke Indonesia. Malah membuntuti ku seperti seorang penguntit.


Mendapat pesan seperti itu membuat Ghazali malu, karena tingkah konyolnya ketahuan oleh Bintang. Maka dia pun membalas pesannya dengan jujur.


Ghaza tidak berani menemui mu secara langsung, karena takut dia tidak bisa mengendalikan perasaannya. Bisa-bisa dia mencium kamu lagi.


Kemudian ada pesan dari Bintang masuk lagi.


Kenapa Om Ghaza ingin mencium Bintang?


Mendapat pesan seperti ini Ghazali bingung harus menjawab apa.


"Aku harus menjawab apa? Apa aku bilang kalau aku mencintainya dan sangat merindukan dirinya? " gumam Ghazali sambil melihat chat yang dikirim Bintang barusan.


********


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2