Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 47


__ADS_3

Cantika sedang berada di cafe, dia ikut melayani pembeli yang kebanyakan mahasiswa karena kebetulan pada bubar jam kuliah. Tiba - tiba ada seseorang yang mengirimkan surat padanya. Cantika yang bingung menerima surat itu dengan banyak pertanyaan karena di sana tidak tertulis nama pengirim surat. Karena penasaran Cantika pun membuka surat itu.


     Betapa terkejutnya Cantika saat membuka amplop itu. Isinya adalah


beberapa foto polaroid yang menampilkan kedua anaknya yang sedang di ikat dan di dudukan di kursi. Air matanya langsung meluncur membasahi pipinya yang mulus. Takut terjadi apa - apa pada anak - anaknya.


Melihat yang ada di foto itu hanya ada Angkasa dan Bintang. Cantika bertanya dalam hati Langit ada dimana?.


     Cantika langsung menghubungi Alex, karena takut terjadi sesuatu pada anak - anaknya.


" Halo Honey ada apa?" Tanya Alex di seberang sana. Ucapannya agak terburu - buru seperti dikejar sesuatu.


" Angkasa dan Bintang mereka telah di culik !"


" Dan penculiknya meminta ditukar dengan kebebasan Anggit,"


" Aku harus bagaimana ?" Cantika menahan tangisnya saat berbicara dengan Alex.


" Honey, kamu tenang saja. Sekarang aku sedang menuju tempat anak - anak kita berada. Kamu jangan khawatir, ya." Alex mencoba menenangkan Cantika.


" Tapi Langit tidak ada di dalam foto itu !" Kali ini Cantika tidak bisa membendung lagi tangisannya.


" Honey tenang, Langit baik - baik saja. Dia sekarang masih di sekolah. Dan Akira yang sedang menjaganya. Tadi Langit yang memberitahu aku kalau kedua saudaranya hilang."


" Aku akan jemput Langit si sekolah !" Cantika akan bersiap - siap berangkat.


" Tidak Honey, tetap di tempat. Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu saat di jalan nanti. Biar Akira yang membawanya padamu,"

__ADS_1


" Di cafe kamu akan aman karena ada A dan B yang akan menjaga dan melindungimu." Alex mencoba meyakinkan Cantika agar dia tidak kecolongan lagi.


     Cantika pun menuruti perintah Alex, dia diam di cafe. Tapi Cantika menghubungi Erlangga dan Paman Ja'far atas apa yang sedang terjadi pada anak - anaknya. Erlangga dan Ja'far pun datang ke cafe menemui Cantika.


               * * * * * * *


     Kini Alex dan Alessio sudah ada di lokasi penyekapan si Kembar. Mereka memasuki rumah yang mewah dan megah. Mereka berdua memasuki rumah dengan cara menaiki benteng pagar besi. Mereka dapat dengan mudah masuk ke sana. Di halaman ada beberapa orang yang sedang berjaga - jaga. Alex dan Alessio menjatuhkan para penjaga itu satu per satu. Dan melucuti senjata mereka, kemudian tangan dan kaki mereka di ikat pakai tali sepatunya masing - masing. Ada sekitar delapan orang yang berjaga di depan. Saat mau masuk kedalam rumah, Alex dan Alessio berpencar agar dengan cepat bisa menemukan si Kembar.


     Alex masuk lewat sisi kanan, sedangkan Alessio masuk lewat sisi kiri rumah. Alex masuk lewat jendela, dan saat dia masuk kedalam ternyata itu adalah kamat tidur. Alex mengendap berjalan dengan pelan agar tidak terdengar suara langkahnya. Alex membuka satu persatu ruangan yang ada di lantai satu itu. Dan dia tidak menemukan kedua anaknya. Alex berjalan naik ke lantai dua. Dia memasuki lagi satu per satu ruangan yang di laluinya. Saat dia berada di ruangan seperti perpustakaan, terdengar suara tembakan. Dan itu berarti keberadaan Alessio sudah diketahui. Kemudian terdengar ribut - ribut di lantai dua. Alex diam dan bersembunyi di balik meja kerja. Terdengar derap suara langkah kaki melewati ruangan tempat Alex bersembunyi. Sempat terdengar kalau mereka membicarakan sandera harus di disembunyikan lagi ke tempat yang lebih aman. Karena sudah ada penyusup yang masuk.


     Mendengar itu Alex cepat - cepat keluar dari sana dan mencari keberadaan orang - orang tadi. Karena dia yakin Kalau mereka akan masuk ke ruangan tempat anaknya di sekap.


Saat Alex berjalan sambil mengendap - ngendap, dari arah belakangnya ada yang menembakan peluru. Untungnya pelurunya meleset, dan hanya mengenai tembok di sampingnya. Dengan cepat Alex berbalik menghadap arah musuh dan melemparkan belati kecil kearahnya.


" Wus....!"


" Cleb....!"


" Cleb....!"


    Suara tembakan yang di lepaskan oleh si Penjahat tadi, memancing rekan - rekannya yang lainnya. Mereka mendatangi tempat Alex. Dan Alex di kepung oleh lima orang Penjahat. Kelimanya mengarahkan pistol ke arah Alex. 


" Dor....!"


" Dor....!"


"Dor....!"

__ADS_1


     Beberapa peluru mengarah kepada Alex.Tapi dengan kegesitan dan kelincahan Alex dalam bergerak, serta lemparan belati yang selalu tepat sasaran mengenai musuh. 


" Cleb....!"


" Cleb....!"


" Cleb.....!"


     Alex dengan cepat dapat mengatasi para Penjahat itu. Di saat para Penjahat itu merintih kesakitan dengan cepat Alex merampas semua pistol milik mereka. Dan mengikat tangan dan kaki mereka, menggunakan tali sepatu dan ikat pinggang masing - masing.


     Di tempat lainya Alessio menghadapi para Penjahat menggunakan pistol, berbeda dengan Alex yang kurang suka menggunakan pistol sebagai senjatanya. Pistol Alessio menggunakan peredam jadi saat dia menembakan pelurunya tidak membunyikan suara yang nyaring. Maka Alessio dengan mudah menjatuhkan lawannya dengan cara mengendap tanpa di ketahui musuh.


     Alex menaiki lantai dua saat dilihatnya ada beberapa Penjahat yang berlari ke arah sana. Saat naik di tangga, ternyata Alessio juga sedang menuju ke sana. Jadinya mereka maju bersama.


     Saat keduanya tiba di lantai dua banyak pintu yang bentuk dan warnanya sama. Dan tak ada seorang pun yang ada di sana. Alex dan Alessio berjongkok mengamati dulu keadaan sekitarnya. Saat Alex mengarahkan pandangannya ke atas terlihat ada dua CCTV sepanjang lorong disana. Satu di sebelah kanannya dan satu di sebelah kirinya.


    Dengan bekal pistol rampasan Alex menembak kedua CCTV itu yang jaraknya sangat jauh. Dan itu mudah bagi Alex dalam melakukannya.


     Akhirnya Alex mengambil jalan ke lorong sebelah kiri tangga, dan Alessio lorong di sebelah kanan tangga. Mereka mulai memasuki ruangan terdekat lebih dahulu. Setelah beberapa memasuki ruangan yang kosong. Akhirnya Alex bertemu dengan salah satu Penjahat saat membuka pintu ruangan kelima. Dan si Penjahat itu menembakan pistol ke arah Alex. Tapi Alex cepat - cepat menunduk, sambil melemparkan belati kecilnya.


" Dor....!"


" Cleb....!"


    Penjahat itu mengaduh kesakitan sambil memegang tangan sebelah tangan kanannya yang terkena belati Alex. Pistolnya pun terlepas saat belati tadi mengenai tangannya. Alex pun berlari ke arah si Penjahat dan memukulnya dengan sangat keras sehingga dia pingsan.


     Di tempat yang di masuki oleh Alessio juga terjadi penembakan dan perkelahian. Sepetinya para Penjahat itu berpencar dan memasuki ruangan secara acak di lantai dua itu. Ruangan di lorong sebelah kiri yang dipilih oleh Alex, ada lima ruangan yang ada Penjahatnya. Sedang lorong yang di pilih Alessio ada empat Penjahat. Meski mereka berdua telah memasuki dan memeriksa semua ruangan di lantai dua. Si Kembar tidak dapat di temukan. Dan itu membuat Alex sangat marah.

__ADS_1


\* \* \* \* \* \* \*


     


__ADS_2