
"Apa Anda, kekasihnya?" tanya laki-laki itu kepada Peter.
"Iya, dia suamiku. Ayah dari bayi ini!" Kata Paris menjawab pertanyaan dari laki-laki itu.
Paris pura-pura tidak melihat Angkasa yang terkejut sampai membelalakkan matanya. Dia lebih memilih merapatkan dirinya kepada Peter. Angkasa semakin marah melihat itu, bayangan di ruang tengah apartemen kembali terlintas di kepalanya. Meski tadi Peter bilang kalau itu kecelakaan karena kaki Paris tersandung karpet saat akan membawakan biskuit untuk Chelsea.
"Lalu Anda, siapa?" tanya Angkasa dengan suara yang dingin dan tatapan matanya tajam.
Laki-laki itu merinding, saat melihat tatapan Angkasa yang terasa sedang mengintimidasi dirinya. Rasa gugup mulai merasuki dirinya.
"Perkenalkan nama aku Milan," jawabnya sambil senyum terpaksa.
"Lalu ada perlu apa kamu sama dia?" Tunjuk Angkasa kepada Paris.
"Aku hanya khawatir kepadanya karena dia menangis dengan sangat histeris di taman tadi," jawab Milan.
Angkasa melihat ke arah Paris, ada rasa bersalah karena sudah mengatai sesuatu yang telah membuat hatinya terluka. Angkasa pun merutuki dirinya. Dia menjadi sensitif terhadap Paris setelah kejadian di Hotel Rainbow, tiga bulan silam. Angkasa berpikir kalau Paris sudah menghianati dirinya. Namun, gadisnya itu seolah tidak pernah berbuat salah datang menemuinya lagi kemarin.
"Aku rasa itu bukan urusan Anda kalau dia menangis." Angkasa kembali berbicara.
"Hai, bro. Apa kamu tidak punya rasa simpati dalam hati kamu terhadap orang lain?" tanya Milan dengan sindiran.
"Dan itu juga bukan urusan Anda!" Angkasa lebih memilih pergi dari sana karena Paris semakin menempel saja pada Peter.
Peter dan Paris pun mengikuti Angkasa kembali ke dalam apartemennya. Angkasa lebih memilih mengurung dirinya di dalam kamar. Dia sungguh sangat kesal hari-harinya belakangan ini.
"Ya, semenjak kamu datang lagi. Hati-hati jadi kacau! Sebaiknya apa yang harus aku lakukan agar dia pergi dari hidupku!" gumamnya.
*******
Setelah menidurkan Chelsea, Paris pun menelepon Bintang kembali. Setelah semalam dia curhat tentang Angkasa. Paris dan Bintang itu sahabat baik semenjak kecil. Bagi Paris, Bintang adalah sosok wanita yang sempurna, apa yang Bintang lakukan akan dia ikuti. Termasuk suka mencium laki-laki duluan. Sudah menjadi rahasia umum kalau Bintang, suka nyosor Ghazali duluan. Maka, Paris pun menirunya. Dia juga suka nyosor duluan kepada Angkasa, padahal usia mereka baru berumur tujuh tahun. Kebiasaanya itu dia hentikan karena Angkasa sangat marah, alasannya mereka sudah besar dan itu akan jadi dosa. Saat itulah Daddy-nya Paris dan papanya Angkasa membicarakan perjodohan mereka. Lebih tepatnya Daddy-nya Paris bilang kalau anaknya suka sama Angkasa, dan Alex bilang kalau mereka ditakdirkan berjodoh akan bagus, seperti itu kejadian sebenarnya.
__ADS_1
"Bintang, Angkasa beneran marahnya kali ini sama aku!" Curhatan Paris kepada Bintang.
"Kamu jangan menyerah! Goda, rayu terus dia. Lama-lama dia akan luluh juga. Ingat dia itu si muka datar!"
"Kalau belum berhasil juga?!"
"Kamu jangan menyerah dong! Harus bisa dapatkan Angkasa. Katanya kamu mau menjadi kakak ipar aku!"
"Iya. Baiklah kalau begitu. Aku akan pasang muka tebal saja!"
Paris pun masuk ke kamar Angkasa. Dilihatnya pemuda itu sedang berdiri di balkon kamar dan melihat ke arah langit yang berarak awan. Paris langsung saja melakukan aksinya. Dipeluknya tubuh Angkasa dari belakang.
"Maafkan segala kesalahanku. Aku tahu kamu tidak akan tiba-tiba marah. Seandainya, aku tidak punya salah. Aku yakin kalau aku punya salah kepadamu. Maukah kamu beritahu aku kesalahan yang sudah kubuat?!" Paris memeluk tubuh Angkasa dengan sangat posesif.
"Bagus kalau kamu tahu sudah berbuat salah. Dan kesalahan kamu itu sangat banyak dan fatal!" Angkasa membiarkan Paris memeluk tubuhnya.
"Makanya beritahu aku semua itu! Kesalahan apa saja yang sudah aku buat sampai begitu banyak. Agar aku perbaiki satu persatu."
"Sudahlah aku tidak mau lagi berurusan dengan kamu. Tidak ada yang perlu kamu perbaiki. Sebaiknya kita jangan bertemu lagi, kalau itu hanya akan membuatmu terluka." Kata Angkasa yang begitu sangat menusuk dirinya.
"Ternyata kamu termasuk laki-laki bodoh, ya! Kalau ada masalah dengan pasangan itu bicarakan baik-baik." Athena yang sebenarnya sejak tadi duduk di balkon yang, memperhatikan Angkasa dan Paris. Akhirnya bicara juga.
"Ternyata kamu termasuk orang yang suka mendengar obrolan orang lain, ya!" Balas Angkasa kemudian masuk ke kamarnya.
"Kamu akan menyesal suatu hari nanti karena sudah menyia-nyiakan wanita yang mencintaimu dengan tulus!" Teriak Athena sampai kedengaran oleh Angkasa yang akan mengunci pintu.
"Dengarkan aku! Kamu akan mengemis cintanya!" teriak Athena lagi.
*******
Paris membawa Chelsea untuk tinggal bersamanya karena dia selalu menangis kalau jauh darinya. Hanya Peter yang mengantarkan Paris sampai ke rumah milik Paris yang ada di kota itu.
__ADS_1
Paris bukannya menyerah, dia hanya akan mundur dulu untuk ambil ancang-ancang sebelum melakukan serangan fajar-nya. Dia akan mempersiapkan dirinya dulu, untuk meluluhkan hati pangerannya.
Paris menahan dirinya untuk tidak muncul di hadapan Angkasa. Dia menyibukkan dirinya dengan kuliah dan bekerja. Saat kuliah pun, dia membawa Chelsea bersamanya. Dia minta izin kepada pihak universitas untuk membiarkan dirinya membawa Chelsea. Untungnya Chelsea selalu diam saat mengikuti pelajaran di kelas.
Baru saat di kantor miliknya, Paris membebaskan Chelsea bermain semau dia. Kini sebagian ruangan kantor, berubah menjadi area bermain untuk Chelsea. Para karyawannya pun menyukai Chelsea. Paris benar-benar mirip seorang single parents.
******
Angkasa merasa ada yang hilang saat dia tidak melihat Paris dan Chelsea. Sudah satu Minggu, mereka tidak bertemu. Angkasa malah semakin sering uring-uringan. Peter 'lah orang yang sering jadi sasaran pelampiasan dirinya.
"Tuan, bagaimana kalau kita main sama Nona Paris dan Chelsea? Lihatlah foto-foto mereka berdua begitu sangat bahagia," kata Peter memancing Angkasa.
Angkasa tahu, semua yang sedang dilakukan oleh Paris dan Chelsea, selalu dia unggah di semua media sosial miliknya. Angkasa pun selalu memantau itu. Hal yang membuatnya dia uring-uringan hari ini adalah foto Paris dan Chelsea bersama Brooklyn. Banyak yang memberi komentar kalau mereka terlihat seperti satu keluarga kecil yang harmonis. Apalagi foto-foto mereka memperlihatkan sebuah kehangatan sebuah keluarga. Bermain bersama, makan bersama dan nonton film bersama.
"Tidak bisakah kamu diam Peter, atau aku akan minta papa supaya menarik kamu kembali ke pasukan bayangan!" Ancam Angkasa dengan nada serius. Peter pun terdiam, lebih baik menjauh dari Angkasa yang sedang marah.
*******
Brooklyn itu, siapa ya? kenapa Angkasa sangat marah!
Lalu Milan itu siapa? Kenapa mengejar Paris dan Chelsea?
Tunggu kelanjutannya ya.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.
__ADS_1
Teman-teman jangan lupa mampir juga ke karya sahabat aku. Baca kasih like dan komen juga ya.