Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 76


__ADS_3

Alex yang duduk disamping Cantika, kini sedikit menundukkan wajahnya ingin melihat wajah Cantika yang sedang tertunduk. Terlihat jelas rona merah di pipinya, dari samping.


" Honey, sekarang kamu jangan cemburu pada Sylvia. Kamu itu jauh....jauh....lebih baik segalanya dari dia." Ungkapan isi hati Alex membuat hati Cantika berdesir.


" Dan asal kamu tahu aku ini bukan tipe laki - laki mata keranjang," bisik Alex.


" Mau seperti apa pun wanita yang menggoda ku, aku tak pernah melirik mereka."


" Aku sangat menyukai mu, CANTIKA SAFIRA ABDULMALIK."


     Cantika pun mendongakkan kepala dan melihat Alex sedang tersenyum kepadanya.


" Terima kasih. Aku pun akan menjaga hati ini hanya untukmu." Cantika membalas senyuman Alex, dan itu makin membuat terlihat lebih cantik.


     Keduanya terdiam mengagumi keindahan paras orang yang berada di hadapannya. Dan tanpa mereka sadari kini wajah mereka hampir menempel. Cantika tersadar saat Alex hendak menciumnya. Dia cepat - cepat menempelkan dua jarinya di bibir Alex.


" Sekarang tidak boleh. Belum HALAL." kata Cantika dan langsung berdiri.


" Tunggu dua bulan setengah lagi, ya!" Cantika tersenyum geli saat melihat ekspresi Alex.


     Alex pun berdiri hendak menyusul Cantika. Alex mencari keberadaan Aurora, yang ternyata sudah pergi entah sejak kapan.


" Mama Aurora kapan perginya, ya ?"


" Aaaahk.... Erlangga cepat nikahkan kami !!!" Teriak Alex frustasi.


           * * * * * * *


     Alex benar - benar mencari keberadaan Erlangga di mansion itu. Dilihatnya Erlangga sedang berbicara dengan Ghazali di teras samping sambil menikmati segelas kopi.


" Erlangga.... Ayo nikahkan Kakakmu dengan aku, sekarang !" Alex yang baru datang, tiba - tiba meminta Erlangga untuk menikahkan dirinya dengan Cantika.


" Kak Al ini, apa - apaan sich. Datang tiba - tiba, terus minta dinikahkan." Kata Ghazali heran melihat tingkah sepupunya itu.


" Kan sudah ditentukan waktunya, untuk pernikahan kalian. Tunggu saja!" Kata Erlangga sambil tertawa melihat kekonyolan Alex minta dinikahkan tengah malam begini.


" Iya, nggak sabaran amat," ledek Ghazali.


" Daripada kita zinah mening sekarang aja kita nikahnya, yang penting itu ijab qobul dulu. Nanti resepsinya bisa nyusul belakangan." Kata Alex.


" Memangnya Kak Cantika mau dinikahi sekarang ?" Tanya Ghazali.


" Hehehe.... Akan aku rayu supaya mau menikah sekarang," kata Alex salah tingkah.


" Kalau gitu ajak Kak Cantika sekarang kesini dan minta pada Erlangga untuk menikahkannya." Tantang Ghazali.


" Dan kalau Kak Cantika mau menikah sekarang juga. Tinggal minta Papa panggilkan penghulu." Tambah Ghazali.


     Sementara Erlangga, diam terpaku dengan obrolan dua orang sepupu yang seenak udelnya ngomongin ingin menikah di waktu tengah malam. Padahal mereka tinggal membicarakan masalah ini besok pagi.


" Lebih baik kita bicarakan besok pagi saja. Dan sepertinya Kakak sudah tidur." Kata Erlangga.


" Iya, lagian Kak Al ngebet banget ingin menikah dengan Kak Cantika." Ghazali menimpali pembicaraan Erlangga. Dan nampak kecewa di wajah Alex untuk menikah malam itu juga.


" Kalian tidak tahu aku sudah menunggunya selama enam tahun lebih," Kata Alex.

__ADS_1


     Percakapan mereka bertiga didengarkan oleh Khalid dan Aurora yang sedang mencari keberadaan Ghazali.


" Ini anak nggak sabaran banget. Mirip siapa sich ?" Aurora ngedumel.


" Bukannya itu mirip kamu !" Kara Khalid sambil mencubit gemas pipi istrinya.


" Kalau dulu aku nggak bergerak cepat, nanti kamu keburu diembat sama wanita lain." Aurora membela dirinya.


" Ah sepertinya hanya aku yang selalu memperjuangkan rasa cinta ini." Aurora pergi meninggalkan Khalid dengan cemberut.


" Siapa bilang, Yang. Aku juga banyak berkorban untuk mendapatkan mu." Khalid menyusul Aurora, dan melupakan Ghazali yang sejak tadi mereka cari.


                 * * * * * * *


     Dan akhirnya sesuai pembicaraan semalam. Kini semua orang berkumpul di ruang keluarga.


" Honey, ada yang mau aku bicarakan denganmu,"


" Apa kamu mau kalau kita menikah hari ini?" Tanya Alex to the points.


Alex mengungkapkan keinginannya mengajak Cantika mempercepat pernikahannya. Dan Cantika sangat terkejut saat mendengarnya.


" Al, bukannya dokumen untuk pernikahan milik mu belum ada ?" Tanya Aurora.


" Sudah ada, Ma. Kemarin Kakek Willi yang bawakan." Jawab Alex.


" Jadi bocah itu sudah datang kesini lagi. Tapi tidak menemui ku? Awas saja kalau nanti minta apa - apa!" Kata Aurora merutuki Willi.


" Nah Cantika apa kamu mau menikah dengan Alex hari ini. Karena kebetulan semua berkas milikmu juga sudah dibawa oleh Erlangga dari rumah," Tanya Khalid.


" Itu terserah Kakak saja. Kapan Kakak maunya." Erlangga tidak mau memaksa Kakaknya, mengikuti keinginan Alex atau keluarganya. 


" Berfikirlah yang bijak, jangan dengarkan omongan orang lain. Yang malah merugikan kita sendiri," kata Kakek Lukman.


" Karena Cantika sendiri yang akan menjalaninya. Maka tanyakan pada hatimu, Nak." Kata Nenek Gendis.


" Bila Kak Cantika ingin menikah sekarang maka Er akan mendukungnya, begitu juga sebaliknya. Bila Kak Cantika tidak mau, maka Er juga akan mendukung," kata Erlangga.


" Bintang mau Mama dan Papa menikah!"


" Langit juga mau Mama menikah sama Papa!"


" Angkasa mendukung Mama dan Papa secepatnya menikah!"


     Semua orang yang disana terkejut dengan perkataan Si Trio Kancil. Dan itu membuat Alex bahagia saat ketiga anaknya mendukung dirinya.


" Kalau begitu Cantika siap menikah sekarang dengan Alex," Cantika melihat ketiga wajah anaknya tersenyum bahagia, dan dia pun membalas senyuman itu.


" Yes....! Yes....!" Kata Alex semangat.


" Kalau gitu akan Papa urus berkasnya ke KUA sekarang," kata Khalid.


" Ah, Mama bagian konsumsinya saja," kata Aurora semangat.


" Er akan memberitahu Paman Ja'far." Erlangga beranjak menuju telepon rumah.

__ADS_1


" Aku dan Ghazali akan menyiapkan tempatnya." Kata Fatih.


" Kak memang proses ijab qobul-nya mau dilaksanakan dimana?" Tanya Ghazali.


" Ya dirumah ini!" Jawab Fatih sambil berlalu.


" Kalau begitu Zahra akan membantu Kak Cantika berdandan," Zahra sungguh sangat antusias.


" Tunggu, Kak Gaya harus di beritahu dulu," ucap Zahra lagi sambil mengambil telepon genggamnya.


" Terus kita bertiga ngapain Mah?" Tanya Langit.


" Kalian main saja sama Kakek Lukman dan Nenek Gendis." Ajak Lukman.


" Cantika kamu mau apa untuk mas kawinnya?" Tanya Alex.


     Cantika bingung ditanya seperti ini.


" Aku tidak mau hal yang memberatkan kamu Sayang, untuk dijadikan mas kawinnya. Semampunya kamu saja." Jawab Cantika. 


     Cantika masih mengira kalau kekayaan Alex itu milik Arthur. Padahal sejak bayi Alex itu sudah menjadi baby billionaire. Harta warisan dari Kakek Mommy-nya. Terus warisan dari Mommy-nya.


" Kalau aku kasih Hotel Artemis kamu mau?" Tanya Alex.


Uhuk....


Uhuk....


     Cantika tersedak ludahnya sendiri. Tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. Kenapa hotel berbintang lima yang sangat terkenal ingin di jadikan mas kawinnya.


" Honey, kamu kenapa ?" Alex panik saat melihat Cantika langsung batuk - batuk.


" Jangan mau Kak Cantika," kata Ghazali yang kembali lagi ke ruang keluarga.


" Minta saham 30% perusahaan GALAXY aja!" Kata Fatih yang mengikuti Ghazali di belakangnya.


" Iya, boleh juga tuh. Kak Al, Kamu pelit banget sama calon istri," timpa Ghazali.


" Hei tadi Cantika mintanya jangan hal yang memberatkan!" Bela Alex.


     Cantika yang tidak mengerti pembicaraan mereka. Hanya menarik napasnya dalam - dalam.


" Sudah - sudah. Aku minta satu set perhiasan saja sebagai mas kawinnya." Kata Cantika.


" APA....!!!" Teriak ketiga pemuda itu bersamaan.


\* \* \* \* \* \* \*


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE.


KASIH BINTANG LIMA JUGA, YA.


DUKUNG AKU TERUS.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


 


__ADS_2