Trio Kancil

Trio Kancil
#LANGIT 03


__ADS_3

    Langit bingung harus menjawab apa, saat Kawasaki bertanya, bagaimana cara dia masuk ke sekolahan elite itu. 


"Langit san, Anda dipanggil oleh Honda sama!" seorang murid laki-laki yang berdiri di dekat pintu.


    Langit merasa bersyukur, di saat genting begini ada panggilan untuknya. Dengan wajah penuh senyuman Langit mengiyakan panggilannya.


"Maaf Kawasaki kun, aku harus pergi dulu," pamit Langit dengan senyum penuh kemenangannya.


    Dengan langkah lebarnya, Langit cepat-cepat pergi dari ruang kelasnya. Dia menuju ruang Kepala Sekolah yang berada di bangunan lainnya. Lebih tepatnya bangunan yang ada di belakang gedung kelas belajar. Gedung itu lebih tinggi karena bagian bawah gedung itu adalah ruang perpustakaan dan ruang kesehatan. Selama dalam perjalanannya ke gedung itu, banyak murid-murid yang berbisik-bisik saat melihat bule ganteng lewat. Langit sich, nggak terlalu peduli.


******


     Ruangan Kepala Sekolah berada di lantai paling atas. Harus menaiki lift jika ingin kesana lebih cepat. Karena bangunan itu mempunyai tujuh lantai. Jadi daripada menaiki anak tangga mening naik lift saja.


    Langit mengetuk pintu yang tingginya begitu menjulang. Ketika terdengar suara perintah masuk untuknya, maka Langit pun masuk ke sana.


    Honda selaku Kepala Sekolah orangnya sangat menyenangkan, tidak kaku terhadap siapa saja. Hobinya juga seperti masyarakat pada umumnya, yaitu main pachinko dan memancing.


"Langit sama, senang bisa bertemu dengan Anda lagi. Aku sudah menyiapkan kamar asrama buat Anda tempati di sini. Anda bisa pulang ke rumah saat libur, jadi hari Sabtu dan Minggu bisa tinggal di rumah sendiri." Honda memberikan kunci kamar untuk Langit..


"Di sana Anda akan punya teman satu kamar," lanjutnya.


"Saya mau tanya Honda san, tadi ada murid yang bertanya. Bagaimana caranya aku bisa masuk ke sekolah ini?" tanya Langit dengan senyum simpulnya.


"Hahaha … bilang saja, kamu berhasil merakit robot anak anjing yang bisa menggonggong," jawab Honda dengan santainya.


"Bukannya aku yang berhasil membuat robot anak anjing, mulai dari komponen dasar, program, dan yang merakitnya dengan baik dan sempurna. Sehingga bisa seperti anak anjing sungguhan," jawab Langit dengan dahi mengkerut.


"Tidak jangan hal seperti itu, karena akan mengundang rasa curiga murid-murid yang lainnya." Suzuki yang baru masuk ke dalam ruangan itu, menyela pembicaraan mereka.


"Lalu kira-kira apa yang tidak akan mengundang kecurigaan orang lain?" tanya Honda kepada Suzuki dengan rasa penasaran.


"Beri tahu saja mereka kalau Anda bisa masuk karena sudah mengembangkan program sebuah game, untuk belajar." Suzuki menundukkan kepalanya tanda memberi hormat kepada Honda.

__ADS_1


"Ingat jangan tunjukan identitas asli Anda, di sini atau pada siapa pun. Karena kita tidak tahu siapa penjahat dan mata-mata yang ada di sini!" Peringatan dari Honda dengan nada bicara yang serius.


*******


    Hari ini Langit masuk ke asrama murid laki-laki untuk tingkat SMA kelas dua. Bangunan asramanya bergaya seperti hotel berbintang lima. Semua fasilitas ada di bangunan ini, mau itu tempat untuk berolahraga atau bahkan permainan game center juga ada.


    Langit pun masuk ke kamar nomor 1305 yang ada di lantai lima. Begitu masuk ternyata sudah ada orang lain yang sedang tertidur di kasur single miliknya.


    Maka Langit pun berjalan ke arah kasir satunya lagi, yang berada di dekat jendela. Dilihatnya pemandangan senja yang bercahaya berwarna merah keemasan. Saat membalikkan badannya, ternyata teman satu kamar dia sudah bangun, dan terduduk di kasurnya.


    Betapa terkejutnya Langit, saat melihat teman satu kamarnya. Dia ternyata satu kamar dengan Kawasaki, si Ketua Kelas.


"Langit kun, ternyata kita menjadi teman satu kamar tidur!" seru Kawasaki dengan nada bicara yang sangat antusias.


"Hehehe … iya Kawasaki kun. Aku juga begitu terkejut dengan kebetulan ini," jawab Langit dengan tersenyum basa basi.


   Langit membereskan barang-barang miliknya yang tidak terlalu banyak. Dia sengaja tidak bawa barang yang dianggapnya berharga. Karena bisa gawat kalau sampai ketahuan identitas aslinya.


    Waktu sudah memasuki magrib, maka Langit pun mengerjakan sholat. Saat Langit sedang sholat, Kawasaki memperhatikannya dari awal sampai akhir.


"Barusan aku sedang beribadah. Aku seorang muslim," jawab Langit sambil melipat sajadah miliknya.


"Apa!" Reaksi terkejut dapat dilihat dari ekspresi wajah Kawasaki. "Bukannya mereka itu *******?"


   Langit menjelaskan apa itu Islam dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh orang yang awam terhadap agama Islam. Dia juga menerangkan apa itu arti ******* sebenarnya. Untungnya Kawasaki cepat memahami apa yang dibicarakan oleh Langit.


"Aku dan teman-teman yang lainnya juga dulu memandang rendah kepada Almahira san. Karena penampilan dia yang aneh. Namun kita menghilangkan penilaian itu, karena dia anak yang baik, sopan, cerdas dan cantik." Kawasaki tersipu malu saat bilang Almahira sebagai gadis yang cantik.


"Hm, sepertinya kamu suka sama Almahira, ya!" goda Langit sambil tertawa jahil.


"Si … siapa bilang?" Kawasaki mencoba membantahnya.


"Wajah sama mata kamu yang bilang!" Langit tertawa renyah karena berhasil membuat Ketua Kelasnya mati kutu.

__ADS_1


"Sudah ah! Jangan bahas itu lagi!" Kawasaki benar-benar ingin mengakhiri obrolannya tentang Almahira.


    Langit tersenyum simpul, karena sekarang wajah Kawasaki sudah merah. Bahkan sampai ke telinganya. Dia pun akhirnya merebahkan diri lagi.


"Eh, waktunya makan malam!" tiba-tiba Kawasaki bangun dan merapikan baju dan rambutnya.


    Langit pun merapikan rambutnya, sambil berjalan ke arah pintu. Kawasaki pun mengikutinya dari belakang. Ruang makan ada di lantai satu. Ruangannya begitu sangat luas. Mereka memilih menu makanan sesuai keinginan sendiri. Langit memilih nasi dan sayuran. Karena dia takut ada makanan yang mengandung babi.


"Langit kun, ini makanan untuk Anda!" Seorang laki-laki mengantarkan satu kotak boks makanan khas Indonesia.


   Langit sangat senang melihat ada sekotak nasi sama lauk pauknya, yang khusus di antarkan untuknya. Wangi masakan Indonesia langsung membuatnya makin lapar dan ingin cepat memakannya.


"Terima kasih, sensei!" kata Langit sambil tersenyum.


"Aku hanya mengantarkannya saja. Karena Suzuki sensei ada keperluan mendadak," balasnya dengan senyum hangatnya.


"Toyota Sensei, sedang apa di sini?" tanya Kawasaki terkejut dengan keberadaan guru favorit para murid di Academy Matsumoto.


    Toyota, tidak menjawab pertanyaan dari Kawasaki. Karena baginya, di berhak untuk diam dan tidak menjawab muridnya itu. 


"Toyota sensei," gumam Langit. Dia pernah dengar mana itu, tapi entah di mana.


    Langit dan Kawasaki itu pun terdiam saat, Toyota pergi meninggalkan mereka. Keduanya saling pandang, tidak mengerti dengan sikap gurunya yang bernama Toyota itu.


"Dia guru apa?" tanya Langit sambil berbisik.


"Guru yang mengajar pelajaran komputer programmer?" jawab Kawasaki dengan memberitahu, walau gitu, ternyata dia temannya guru, yang mengancam muridnya yang lainnya.


"Apa!" salah satu mata pelajaran yang di minati oleh nya, ternyata gurunya yang murah senyum.


*******


JANGAN LUPA KLIK, LIKE,, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.

__ADS_1


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.


__ADS_2