Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 81


__ADS_3

Tok,


Tok,


     Suara ketukan di pintu makin keras. Alex ingin sekali memarahi orang yang telah mengganggu ibadah malamnya bersama Cantika. Alex membuka pintu kamarnya dan terlihat ketiga anaknya sedang berdiri disana. Alex sungguh terkejut dengan kedatangan Si Trio Kancil.


" Ada apa ?" Tanya Alex dengan suara lembutnya.


" Mama mana Pah ?" Tanya Langit.


" Ada di dalam." Jawab Alex.


      Ketiga anaknya itu langsung menyerbu ke dalam kamar.


" Mama !!!" Teriak mereka bertiga.


" Kalian, ada apa ? Kok kesini." Tanya Cantika pada anak - anaknya yang kini telah naik ke atas kasur.


" Kita mau tidur sama Mama !" Kata Bintang.


" Kok tidur sama Mama ?" Tanya Alex sambil berjalan ke arah kasur setelah terlebih dahulu menutup pintunya.


" Kalian kan sudah besar sekarang." Kata Alex lagi.


" Pokoknya kita bertiga mau tidurnya sama Mama dan Papa." Kata Angkasa.


     Ketiga anaknya kini telah menguasai kasur berukuran besar itu.


" Honey…." Kata Alex dengan suara rendah.


     Melihat Alex seperti itu membuat Cantika tersenyum geli. Sebenarnya kasihan juga Cantika melihat Alex yang seperti itu. Cantika menepuk tempat disampingnya, dan Alex pun duduk ditempat yang tadi ditepuk oleh Cantika.


" Sabar ya !" Kata Cantika dengan suara rendah, sambil mengusap punggung Alex.


     Ketiga anaknya tidur menyamping dan hampir menguasai seluruh permukaan kasur. Alex sendiri tidur di sofa. Sedangkan Cantika tidur dengan anak - anaknya. Sekitar jam sepuluh lebih, Alex membangunkan Cantika dan mengajaknya pindah kamar.


" Cantika ayo bangun dan kita pindah ke kamar lain." Kata Alex berbisik saat Cantika sudah membuka matanya.


" He…. Kemana ?" Tanya Cantika dengan suaranya yang pelan takut membangunkan anak - anaknya.


" Ke kamar aku aja !" Bisik Alex lagi.


     Cantika melihat ketiga anaknya yang tertidur pulas. Rasanya enggan meninggalkan mereka. Tapi dia juga nggak boleh menolak ajakan suaminya.


" Tapi bagaimana kalau anak - anak bangun dan mencari kita ?" Tanya Cantika lagi.

__ADS_1


" Kita perginya nggak akan lama. Nanti balik lagi kesini." Terdengar nada memohon dari Alex.


    Akhirnya Cantika pun bangun dari kasur itu, kemudian dia mengambil jilbab instan miliknya. Mereka jalan pelan - pelan takut membangunkan anak - anak.


" Ma…. Mama mau kemana ?" Suara Langit mengejutkan Alex dan Cantika.


     Keduanya yang hendak membukakan pintu, harus menghentikannya. Dan mereka membalikan badan bersamaan. Dilihatnya Langit sedang duduk diatas kasur dan menghadap mereka, sambil mengucek kedua matanya.


" Ada apa, Sayang. Kenapa bangun ?" Tanya Cantika dan berjalan kembali menuju tempat tidur.


" Usap - usap punggung Langit, Ma." Pinta Langit.


    Dan akhirnya Cantika pun naik kembali ke atas kasur dan mengusap - usap punggung Langit. Alex yang masih berdiri di dekat pintu akhirnya berbaring lagi di sofa.


    Setelah berhasil menidurkan lagi Langit. Cantika turun dan duduk di sofa tempat Alex berbaring. Cantika melihat Alex sudah tidur, kemudian dia membenarkan posisi selimut yang dipakai oleh Alex. Dan saat akan beranjak, tangan Cantika ditarik oleh Alex. Sehingga Cantika terjatuh ke dalam dekapan Alex.


" Tidur disini bersamaku." Pinta Alex.


" Apa cukup tempatnya ?" Tanya Cantika.


    Kemudian Alex memposisikan tidurnya menyamping. Sehingga ada ruang di sebelahnya. Cantika pun membaringkan tubuhnya di samping Alex. Dan kini mereka berdua berhadap - hadapan. Mereka saling memandangi wajah satu sama lain. Alex mencium kening Cantika. Pipi Cantika langsung merona, dadanya berdetak sangat cepat. Tapi hatinya merasa berbunga - bunga. Alex pun menempelkan tangan Cantika di dadanya.


" Honey, apa kamu bisa merasakannya ?"


" Ya, aku bisa merasakannya. Dan akupun sama seperti itu." Kata Cantika.


" Sayang, ayo kita tidur. Sudah malam." Ajak Cantika.


" Tapi Honey ?" Alex ingin menolak keinginan Cantika.


" Ada anak -anak." Kata Cantika.


     Alex pun akhirnya pasrah, dan menuruti keinginan Cantika. Alex pun tidur dengan berpelukan dengan Cantika. Cantika menyandarkan kepalanya di dada Alex, dan dia bisa mendengar detak jantung Alex yang bertalu dengan kencang. Walau sudah beberapa waktu, Cantika masih dapat merasakan detak jantung Alex berdetak masih kencang.


    Cantika pun mendongakkan wajahnya ke atas dan terlihat Alex menutup matanya. Tapi Cantika tahu kalau Alex belum tidur.


" Tidurlah…. Kenapa belum tidur juga ?" Kata Cantika.


" Belum mendapatkan ciuman selamat malam dari istriku," kata Alex dengan suaranya yang berbisik.


    Cantika menarik nafasnya dalam - dalam. Dan dia bisa menghirup wangi tubuh Alex yang sangat disukainya. Kemudian Cantika mencium pipi Alex.


Cup


" Sudah, sekarang tidurlah. Karena sudah tengah malam." Kata Cantika sambil mengusap - usap dada Alex.

__ADS_1


" Ciuman selamat malam itu seperti ini,"


     Alex mencium bibir Cantika, yang awalnya ciuman mereka itu lembut, tapi akhirnya ciuman mereka malah saling menuntut. Entah berapa lama mereka berdua melakukannya, yang pasti sekarang bibir Cantika menjadi bengkak. Setelah puas, akhirnya Alex dan Cantika tidur dengan berpelukan.


\* \* \* \* \* \* \*


Beberapa jam sebelumnya….


     Fatih berjalan di samping Alex saat mereka pulang dari masjid. Dilihatnya wajah Alex yang berseri - seri. Senyumannya selalu menghiasi wajahnya yang tampan. Setelah sah menjadi suami dari Cantika, kini Alex terlihat makin tampan. Kata orang - orang di masjid tadi menilainya demikian.


" Aduh ada yang lagi seneng." Kata Fatih.


" Ya iyalah. Sekarang aku dan Cantika sudah menikah. Ah…. Padahal semalam aku tidak bisa tidur. Bagaimana caranya agar bisa secepatnya menikah dengan Cantika. Ternyata Allah, Maha Pengasih kepada hambanya yang bersabar." Kata Alex.


" Jangan senang dulu, gimana kalau malam pertamanya tidak mulus seperti malam pertama aku. Karena diganggu olehmu yang lagi kasmaran."


" Memangnya apa yang dilakukan oleh Kak Al?" Tanya Ghazali yang tadi hanya berjalan di belakang mereka berdua.


" Tuh, si Al. Masa curhat pada malam hari dan menginap lagi dirumah orang tua Zahra." Kata Fatih.


" Oh, jadi Kak Al sudah mengganggu malam pertama Kak Fatih." Ghazali yang baru tahu ada kejadian seperti ini.


     Saat masuk mansion Ghazali langsung masuk ke dalam kamar Alex yang di tempati si Trio Kancil.


" Eh sedang apa kalian ?" Tanya Ghazali.


" Mau tidur, udah capek." Kata Bintang yang membaringkan tubuhnya di atas kasur empuknya itu.


" Kalian apa tahu kalau malam ini, Mama Cantika mungkin saja ada yang memakannya !" Ghazali menakuti si Trio Kancil.


" Apa benar Om ?!" Kata Angkasa seperti


" Kalau kalian tidak mau Mama Cantika. Kalian harus menjaganya. Agar tidak ada yang berani mendekat." Kata Ghazali.


" Tapi sekarang Mama tidurnya sama Papa. Biar Papa saja yang menjaganya." Kata Angkasa.


" Justru itu, kalau kalian tidur bersama, bisa menjaga Mama dan Papa kalian bersama - sama." Kata Ghazali.


Ketiga bocah kembar itu terdiam saling beradu pandang. Kemudian mereka keluar kamar dan pergi ke kamar tempat Mama dan Papanya tidur.



\* \* \* \* \* \* \*


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, VOTE .YA

__ADS_1


DUKUNG AKU TERUS.


TERIMA KASIH.


__ADS_2