
Beberapa jam sebelumnya….
Alex beserta seluruh keluarganya menaiki mobil mewah miliknya yang berwarna merah. Sedangkan Erlangga menaiki mobil mewah lainnya beserta Michael dan Akira.
" Pah tahu nggak? Kalau di rumah hantu itu banyak miniatur bangunan terkenal dunia!" Kata Angkasa antusias.
" Iya, Pah. Dari patung juga bisa keluar api!" Lanjut Bintang.
" Hei apa kalian merasa ada yang aneh nggak dengan rumah hantu itu?" Tanya Langit.
" Apanya yang aneh?" Semua orang memandang Langit. Bahkan Alex pun sejenak mengalihkan perhatiannya kepada putra bungsunya itu.
" Itu kan rumah hantu?" Tanya Langit.
" Iya, terus!" Jawab kedua saudara kembarnya.
" Apa ada hantu yang suka bersih - bersih rumah?" Tanya Langit lagi.
Mendengar perkataan Langit,membuat kedua saudara kembarnya merinding.
" Mana ada hantu suka bersih - bersih!" Alex tertawa mendengar perkataan Langit. Sedangkan Cantika hanya tersenyum saat mendengarnya.
" Ya, soalnya rumah hantu itu bersih. Tidak banyak debu di dalam rumahnya!" Ucap Langit.
" Hah!" Reaksi Alex dan Cantika saat mendengar penjelasan Langit.
Sedangkan Angkasa dan Bintang juga baru menyadarinya. Kalau yang dikatakan oleh Langit itu adalah benar. Saat mereka memeriksa barang - barang disana tidak banyak debu yang menempel.
" Bintang rasa hantu di rumah itu suka kebersihan. Karena rumah itu punya seorang dokter." Bintang memegang kedua lengannya yang tiba - tiba merasa merinding.
********
Alex pun menceritakan apa yang dibicarakan oleh anak - anaknya kepada Mbah Mugi. Dan reaksi Mbah Mugi juga sama dengan Alex dan Cantika. Mbah Mugi tertawa terkekeh mendengarnya.
" Jadi Mbah, apa kami bisa masuk ke rumah Dokter Lazuardi?" Tanya Alex.
" Iya, kalau melihat kalian. Saya yakin kalian adalah orang baik." Mbah Mugi tersenyum kepada Alex dan Cantika.
" Ah, pemuda itu mirip sekali dengan Nak Langit." Mbah Mugi menunjuk Erlangga.
" Iya, Mbah dia mirip sekali dengan ayah kami." Jawab Cantika.
" Kunci rumah itu ada di Kepala Desa." Kata Mbah Mugi.
__ADS_1
" Saya sudah meminta izin kemarin kepada Kepala Desa. Beliau bilang akan memberikan kunci rumah itu, bila Mbah telah memberi izin." Kata Danang.
" Bagus, nanti biar Joko mengantar kalian. Dan bilang kalau aku sudah memberinya izin." Kata Mbah Mugi sambil melambaikan tangannya ke arah seorang pemuda yang sedang menyapu di halaman rumahnya.
*******
Kini mereka telah masuk ke dalam rumah Dokter Lazuardi. Saat mereka menginjakan kaki ke dalam rumah itu. Mereka langsung disuguhi foto keluarga Dokter Lazuardi yang berukuran sangat besar. Dan terlihat dengan jelas kalau salah seorang dipotret itu wajahnya mirip Erlangga.
" Sayang…." Cantika menunjuk ke arah potret itu.
" Iya mirip sekali dengan, Er!" Kata Alex saat melihat Cantika yang sangat terkejut.
" Bukan itu. Tapi wanita itu…. yang ada di foto itu…. Sangat mirip dengan dia!" Cantika tergagap.
" Wanita itu? Dia? Apa maksudnya Honey?" Alex tidak mengerti.
" Wanita yang ada di foto ini, memiliki wajah yang mirip dengan perempuan yang berfoto bersama dengan kalian saat masih kecil itu!" Kata Cantika.
" Honey, maksud kamu perempuan yang memakai gelang yang sama dengan gelang peninggalan ayah kalian itu!" Alex baru ingat dengan foto yang pernah diperlihatkan oleh Cantika dahulu.
" Iya, aku masih bisa ingat dengan jelas wajahnya." Kata Cantika sambil terus memandangi wajah wanita di foto itu.
" Berarti sudah bisa dipastikan kalau perempuan itu adalah Tante kalian!" Ucap Alex.
Kemudian mereka memasuki ruangan - ruangan yang berada di lantai satu. Saat mereka memasuki sebuah kamar. Di kamar itu banyak sekali gambar - gambar yang dilukis pakai pensil. Gambar itu lukisan wajah keluarga Dokter Lazuardi dan ada beberapa wajah orang lain.
Dikamar itu ada foto seorang gadis manis yang sedang tersenyum ke arah kamera. Dan ada dua foto yang dipajang milik pemuda yang bernama Langit dan foto mereka berdua.
" Gadis ini siapa?" Tanya Cantika kepada Danang yang sejak tadi mengikutinya di belakang mereka.
" Gadis itu bernama Dahlia. Dia adalah gadis bisu yang diasuh oleh Dokter Paramitha."
" Berarti dia yang selama ini tinggal disini?" Tanya Cantika.
" Iya, benar Nyonya. Dia meninggal sekitar sepuluh tahun yang lalu!" Jawab Danang.
" Kasiha sekali." Cantika bisa membayangkan kesepian seorang Dahlia yang menanti kedatangan keluarga dokter Lazuardi.
Mereka akhirnya memasuki ruang keluarga. Dan mereka yakin kalau miniatur bangunan terkenal di dunia yang dibicarakan oleh ketiga anak kembar itu adalah yang berada di ruangan ini.
" Wah sepertinya ini yang anak - anak bicarakan tadi!" Kata Alex sambil memegang patung Liberty dan menekan kepalanya sehingga keluar api.
" Sayang, kamu ngapain?" Tanya Cantika yang terkejut saat api muncul di benda yang sedang di pegang oleh Alex.
__ADS_1
" Ah ini, hanya sebuah gasolin. Mirip punya Grandpa di rumah." Jawab Alex.
Setelah mereka memeriksa ruang keluarga itu, mereka melanjutkan ke lantai atas. Dan saat mereka menaiki tangga mereka melihat foto keluarga Dokter Lazuardi yang, diberi nama di setiap fotonya. Cantika juga sangat terkejut melihat nama - nama mereka. Dan benar saja namanya sama dengan nama anak - anaknya.
" Jadi tulisan yang berada di gelang itu adalah nama ketiga bersaudara keluarga Lazuardi." Kata Cantika.
" Ya, sepertinya begitu." Alex menimpalinya.
" Kak Cantika!" Panggil Erlangga.
" Apa?" Tanya Cantika, sambil membalikan tubuhnya ke arah Erlangga yang berada di belakangnya.
" Entah mengapa aku merasa sangat familiar dengan wajah orang ini!" Tunjuk Erlangga pada foto yang bernama Angkasa.
" Benarkah?" Tanya Cantika dengan antusias.
" Iya benar. Tapi aku lupa siapa dia? Dan dimana aku sering bertemu dengannya!" Jawab Erlangga penuh keyakinan.
" Coba kamu ingat - ingat lagi. Dinama kamu pernah bertemu atau melihatnya." Pinta Cantika sambil memegang bahu adik kesayangannya itu.
" Ya, aku akan coba mengingatnya dimana pernah bertemu dengan orang yang berwajah mirip dia." Kata Erlangga masih melihat foto orang itu.
" Kalau yang aku temui mirip wajah orang ini. Berarti ada kemungkinan kalau dia adalah anaknya." Gumam Erlangga.
Berbeda dengan anak - anaknya kemarin, saat memilih memasuki kamar paling dekat dengan bibir tangga. Alex langsung memilih memasuki kamar utama di rumah itu. Karena menurutnya akan lebih banyak informasi yang didapatnya kalau memeriksa kamar tuan rumahnya.
Alex dan Cantika membuka album foto keluarga Lazuardi yang kemarin dibuka oleh anak - anaknya. Tapi mereka tidak membuka foto yang disimpan paling bawah yang kemarin di buka oleh Langit.
Saat Alex menggeledah barang - barang disana dia menemukan pigura foto berukuran kecil dan disana ada dua orang lelaki yang saling merangkul pundak mereka dan tersenyum ke arah mereka.
" Tidak mungkin…." Kata Alex sangat terkejut saat melihat foto di pigura itu.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
KASIH BINTANG LIMA JUGA DAN JEMPOL YANG BANYAK YA.
DUKUNG AKU TERUS.
TERIMA KASIH.
BACA JUGA KARYA AKU YANG LAINNYA. NGGAK KALAH SERU LOH....
__ADS_1