Trio Kancil

Trio Kancil
#LANGIT 52


__ADS_3

     Langit dan Suzuki Hoshi sudah memasuki area Laboratorium Matsumoto. Suasana begitu sepi, bahkan penjaga gerbang pun, hanya terlihat satu orang. Laboratorium yang biasanya tidak pernah mati dalam menghasilkan karya, kini seperti bangunan mati yang tidak ada tanda-tanda kehidupan sebelumnya.


"Apa cuma perasaanku saja, ya? Kok laboratorium malam ini terasa mencekam." Kata Suzuki Hoshi, sambil mengedarkan arah pandangannya ke kanan dan kiri, sepanjang perjalanan mereka.


"Iya, sepertinya begitu."


     Langit pun merasakan hal yang sama. Namun, dia lebih baik cepat-cepat menyelamatkan Almahira dan Hikari. Langit yang terlalu fokus pada titik tempat Almahira ditahan, yang kebetulan ada dilantai paling atsa.


     Satu tembakan melesat ke arah Langit yang sedang menaiki tangga. Untungnya, Suzuki mendorong tubuh Langit. Sehingga peluru meleset mengenai sasaran.


     Kemudian Suzuki Hoshi, menembak ke arah tempat tadi peluru melesat. Ternyata ada satu anak buah dari kelompok Taiga yang berada di sana. Suzuki berhasil menembak musuhnya, mati di tempat.


     Keduanya kembali melanjutkan menaiki anak tangga. Terlalu beresiko kalau naik lift. Bisa saja sudah ada musuh yang menguasai ruang kontrol gedung.


*******


     Masuki lantai dua ada sekitar sepuluh orang yang menghadang langkah Langit dan Suzuki Hoshi. Mereka berkelahi di keroyok oleh pihak lawan. Lawan juga kemampuannya jangan diremehkan. Langit dan Suzuki, kewalahan. Keduanya mulai terdesak, apalagi jumlah tidak seimbang.


     Saat situasi sulit seperti itu datang Bintang, yang menembaki lawannya. Langit tentu saja sangat senang saat melihat ada Angkasa juga di sana. Harapan Langit akan bisa mendapat bantuan sesegara mungkin, ternyata terkabul dengan kehadiran kedua kembarannya.


"Kalian kenapa bisa ada di sini? Cepat sekali, sampainya!" Teriak Langit, disela-sela menghajar musuh.


"Ada pihak keamanan dari pemerintah yang datang ke sana. Sehingga, kami putuskan untuk mengejar kamu ke sini!" Angkasa yang ikut berkelahi, membuka jalan untuk Langit, agar bisa naik ke lantai selanjutnya.


"Serahkan yang di sini kepada kami. Kamu cepat selamatkan Almahira dan Hikari!" perintah Angkasa, begitu berhasil mengalahkan musuh yang dekat dengan tangga menuju lantai atas.


"Terima kasih, Kak!" Langit pun berlari menaiki anak tangga.


*******


     Ternyata saat Langit, sampai ke lantai dua. Sudah ada lima orang yang menunggunya di sana. Langit pun meladeni berkelahi dengan mereka. Mau tidak mau, Langit harus berjuang lagi. Untuk mencapai lantai lima gedung ini.

__ADS_1


     Langit berkelahi melawan lima orang itu yang menyerangnya secara bersamaan. Tidak jarang Langit, harus menembakan pelurunya, agar dia bisa melawan musuh satu persatu.


     Bintang pun datang ikut membantu. Dia menggunakan pistol yang isinya peluru bius. Bintang dengan cepat bisa mengatasi lawannya dengan cepat.


"Terima Kasih, Kak Bintang!" kata Langit atas bantuan kakak perempuannya.


"Ayo! Cepat!" Ajak Bintang untuk menaiki anak tangga menuju lantai tiga.


*******


     Saat dia sampai di lantai tiga ada sekitar sepuluh orang yang berseragam pegawai laboratorium. Itu membuat Langit merasa heran. Ternyata mereka itu adalah orang-orang yang dulunya pernah merasa di kecewakan oleh kebijakan Matsumoto Group.


     Mereka bilang mau bekerja sama dengan kelompok Taiga, untuk menghancurkan keberadaan Laboratorium Matsumoto. Agar tidak ada lagi ilmuwan yang dimanfaatkan kemampuannya.


     Langit baru tahu, kalau bukan dari kalangan atas dan nama keluarga yang terpandang, para ilmuwan itu kesulitan saat ingin mendapat pengakuan akan hasil kerja keras mereka. Untuk mendapatkan uang mereka harus mau tidak mau mengajak salah satu dari keluarga terpandang itu bekerja sama dengannya.


     Baik Langit maupun Bintang merasa kasihan kepada mereka. Maka, Langit dan Bintang mengajak mereka bernegosiasi. Langit juga langsung menghubungi Alex dan Ghazali yang mengerti dunia yang para ilmuwan itu geluti. Alex pun akan membicarakan lebih lanjut dengan para ilmuwan itu saat Honda pulang ke Jepang.


*******


     Saat Langit dan Bintang sampai di lantai empat. Ada dua orang yang mereka kenal. Bahkan Bintang pun tersenyum geli.


"Kenapa kamu tertawa?!"


"Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu kembali, Lovely!" kata Bintang yang menatap tajam ke arah wanita berpenampilan seksi.


"Apa kamu senang bertemu denganku?"


"Tidak! Justru aku akan merasa senang kalau tidak akan lagi bertemu denganmu!" 


     Kedua wanita itu saling berbicara satu sama lain, seolah meluapkan rasa kekesalan mereka. Langit hanya diam dan menatap laki-laki yang dulu dianggap orang yang menyenangkan.

__ADS_1


"Halo, Toyota sensei! Seharusnya sejak awal aku curiga sama kamu. Kenapa seorang pengajar bisa bebas keluar masuk laboratorium. Apalagi kalau bukan untuk bertemu dengan para ilmuwan di sini dan memanasi mereka, agar melakukan pemberontakan. Sekaligus membalas dendam kematian ibumu, Mayumi Toyota!"


Langit tersenyum kecut, karena dia pernah kagum sama guru yang dianggapnya orang baik, ternyata seorang pembunuh berantai para ilmuwan di Laboratorium Matsumoto.


"Wah, aku akui kejeniusan kamu Langit kun! Tidak ada yang tahu kalau aku adalah anak dari Mayumi Toyota. Karena keluarga pamanku membuat data baru dan menjadikan aku anak kandung mereka." Toyota Eiji tersenyum lebar.


"Aku menemukan foto milik keluarga kamu yang ada di album milik Honda Hiruma. Paman kamu itu anak sulungnya adalah seorang perempuan, lalu setelah Mayumi Toyota, meninggal kenapa datanya berubah, anak sulungnya menjadi laki-laki?"


Langit mengangkat pistolnya saat Toyota Eiji mengarahkan pistol kepadanya. Mereka sama-sama dalam mode siap untuk menembak.


"Ya, aku adalah anak sulung dari Mayumi Toyota, yang diduga sudah mati oleh semua orang. Aku benci orang-orang yang mengaku ilmuwan tetapi menghina hasil kerja dari rekan seprofesi mereka. Seolah mereka takut tersaingi. Bukannya mereka itu harus saling mendukung, apalagi jika hasilnya bisa memberikan manfaat bagi orang banyak."


"Ya, untuk hal ini aku setuju sama kamu. Tetapi, tidak dengan tindakan yang membunuh para ilmuwan itu!"


"Kamu bisa bicara seperti itu, karena tidak merasakan apa yang aku rasakan. Ibu bekerja siang malam agar bisa mengobati penyakit adikku. Meski gagal, pada akhirnya. Tapi, apa kamu tahu? Kalau hasil jerih payah ibuku itu diambil alih oleh mereka, dan berhasil bisa untuk mengobati penyakit yang sama dengan adikku. Padahal semua yang mereka lakukan itu sama dengan catatan milik ibu. Hanya satu kesalahan ibu. Dia memberitahu semua hasil kerjanya kepada orang-orang itu. Ternyata adikku meninggal bukan karena penyakit itu. Melainkan karena kecerobohan seseorang yang salah memberikan obat untuk pasien yang tertukar, kepada bayi yang lagi dirawat di rumah sakit." Toyota Eiji begitu emosi dan bicaranya meledak-ledak.


*******


Sekarang sudah tahu 'kan siapa pelaku pembunuhan berantai terhadap para ilmuwan di Laboratorium Matsumoto. Lalu kenapa ada Lovely di sana? apa hubungannya?


Tunggu kelanjutannya ya.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.


Mampir juga ke karya salah satu Author temanku ya. Dukung dia juga. Baca kasih like dan komen yang membangun.

__ADS_1



__ADS_2