
Cerita masih flashback.
Setelah pulang dari seminar, Budiono mencari keberadaan putranya di dalam rumah. Karena dia tahu kalau Gunawan pasti ada di rumah. Hatinya sangat marah, ingin meminta penjelasan dari Gunawan tentang kebenaran itu.
" Gunawan....!" Teriaknya saat memasuki kamar putranya.
Tapi nihil sang anak tidak ada di dalam kamarnya. Budiono kembali menuruni anak tangga menuju halaman belakang rumah, tempat anaknya menghabiskan waktu luangnya. Di sana juga dia tidak bisa menemukannya.
" Kemana perginya anak itu ?"
Budiono mencari para pegawai rumah tangganya, mungkin saja di antara mereka ada yang tahu.
" Bik, tahu Gunawan ada di mana ?" Tanyanya pada seorang pegawai yang sedang menyetrika di ruangan dekat halaman belakang.
" Tadi Den Gunawan ada di kamar Nyonya, Tuan."
Mendengar jawaban dari pegawainya itu, Budiono langsung berlari menuju lantai atas. Begitu masuk kamar dilihatnya Gunawan sedang menyuapi Maminya.
" Gunawan ada yang mau Papi bicarakan ?" Terdengar keseriusan dari suara Budiono.
" Apa benar kalau kamu sudah menghamili anak orang ?!" Budiono langsung bertanya pada pokok permasalahannya.
" Apa maksud Papi ?"
" Tadi ada seorang Bapak yang mengaku kalau anaknya telah di hamilin oleh kamu." Budiono menatap tajam pada Gunawan.
" Apa benar itu Gunawan ?" Dewi terkejut akan kabar yang dibawa oleh suaminya.
" Itu fitnah, Pih. Gunawan nggak pernah melakukan tindakan yang nggak bermoral itu !" Gunawan membela dirinya karena dia tak terima dengan tuduhan yang dibicarakan oleh Papinya.
" Lalu apa kamu kenal gadis bernama Maya ?"
" Gunawan punya teman yang namanya Maya. Memangnya kenapa ?"
" Dia hamil, dan mengaku kalau kamu yang telah menghamilinya !"
Derrrr
Bagai tersambar petir, Gunawan terkejut akan berita itu. Dia tak menyangka kalau Maya sedang hamil.
" Papi yakin kalau Maya lagi hamil ?"
" Tadi Bapaknya menemui Papi, dan bilang kalau Maya itu kekasih kamu. Sekarang dia sedang mengandung. Dan meminta pertanggung jawaban kamu, untuk menikahinya."
Kata - kata Budiono seakan masuk telinga kiri dan keluar dari telinga kanan. Tak satu kalimat pun yang nyangkut di otak Gunawan.
" Tunggu Gunawan bukannya kekasihmu adalah Diana ?" Dewi bingung karena setahunya pacar Gunawan adalah Diana yang kebetulan anak dari temannya.
__ADS_1
" Iya Mih, pacar Gunawan adalah Diana. Dan Maya adalah sahabat Diana."
" Lalu bagaimana bisa ceritanya Maya jadi pacar kamu ?" Dewi bertanya karena nggak ngerti.
" Gunawan bukan pacarnya Maya. Gunawan juga jarang berinteraksi dengannya."
" Gunawan hanya bertemu dengan Maya kalau Diana sedang mengajaknya bermain."
" Dan soal pacarnya Maya. Gunawan juga tidak tahu."
Gunawan terus berbicara mengenai hubungannya dengan Maya yang tak begitu dekat dengannya.
" Kalau Papi tak percaya saya akan telepon Diana dan memintanya membawa Maya sekalian kesini."
Mendengar itu Budiono merasa agak takut untuk bertemu dengan Maya. Anak dari laki - laki yang yang telah meninggal di tangga darurat itu. Keringatnya mulai merembes ke luar di keningnya.
" Mami setuju, lebih baik masalah ini kita bicarakan sama - sama. Agar cepat selesai."
Gunawan pun menelepon Diana dan memintanya datang kerumahnya bersama Maya. Kini Diana, Maya, dan Suci yang kebetulan sedang main dengan Diana, semua duduk di ruang tamu di rumah Budiono.
" Maya apa benar sekarang kamu sedang hamil anaknya Gunawan ?" Tanya Budiono begitu semuanya sudah berkumpul.
Mendengar itu bukan hanya Diana pacarnya Gunawan yang terkejut, tapi Suci juga yang merupakan sahabat mereka berdua juga sama terkejutnya. Kini semua mata tertuju pada Maya yang menganggukkan kepalanya.
Melihat pengakuan itu, membuat Diana tak percaya dan menatap Gunawan dengan pandangan terluka karena merasa di khianati.
" Saat kita sedang pergi ke puncak. Kamu memperkosa aku !!!" Tangis Maya pecah.
Mendengar itu, semua orang yang ada di sana terkejut tak percaya dan menatap Gunawan minta penjelasan.
" Kapan dan dimana aku melakukan itu padamu ?" Suara Gunawan meninggi.
" Malam hari di hutan belakang vila tempat kita menginap !" Maya menjawab dengan tersedu - sedu.
" Itu tidak mungkin. Karena pada malam itu asma Diana kambuh aku menjaganya sampai pagi dan langsung membawa Diana ke Rumah Sakit." Jawab Gunawan.
Suci pun membenarkan apa yang diucapkan oleh Gunawan, karena dirinya juga saat itu bersama mereka berdua. Guru pendamping meminta Suci ikut menjaga Diana bersama Gunawan.
" Kamu menulis pesan di kertas dan meminta ku untuk datang ke belakang vila pada jam sepuluh malam."
" Dan aku punya saksi kalau kamu datang pada malam itu dan memperkosa aku !"
" Siapa saksi itu ?" Tanya Diana tak terima kekasihnya di tuduh seperti itu.
" Joni. Dia melihat Gunawan datang ke belakang vila. Dan ada bukti yang tertinggal milik Gunawan disana."
* * * * * * *
__ADS_1
Budiono meminta Gunawan untuk menyelesaikan masalah itu. Gunawan mencari Joni yang entah mengapa hilang bak di telan bumi, karena tak ada kabar tentangnya saat dia mendatangi rumahnya.
" Pih, aku mau pergi ke Bandung. Ada teman yang memberi informasi kalau Joni sedang berada di Bandung di rumah Ayahnya."
" Kamu akan pergi sama siapa ?" Tanya Dewi.
" Sendiri saja Mih. Kebetulan Gunawan tahu daerah sana."
Gunawan pun pergi ke rumah ayahnya Joni yang berada di Bandung, dengan mengendarai sepeda motor. Tapi saat Gunawan tiba pada siang harinya, di sana lagi - lagi Joni sudah tidak ada. Pembantunya bilang kalau Joni sudah pergi sejak pagi hari.
Saat di perjalanan pulang kembali ke Jakarta, motor yang di kendarai ya mogok. Dia bingung karena bengkel masih jauh dari tempat dia sekarang. Tak sengaja dia melihat sebuah mobil yang melintas di sana. Kemudian dia memberhentikannya.
" Maaf, Pak. Boleh ikut numpang, motor saya mogok. Kalau tak salah di jalan ke arah sana ada bengkel." Gunawan sangat berharap kalau orang yang punya mobil mengizinkannya ikut.
" Boleh. Kunci motornya ambil dulu !"
Gunawan pun menuruti apa yang di suruh kepadanya. Sebelum dia naik mobil.
" Oh iya, kenalkan nama saya Gunawan Dijaya, Pak."
" Nama saya Yusuf Abdulmalik dan dia Awan." Yusuf mengenalkan orang yang duduk di kursi kemudi.
" Ade rencananya mau kemana ?"
" Pulang ke Jakarta ."
" Oh. Disini sedang apa, kenapa sendirian di Bandung ?"
" Mencari teman yang sedang kabur !"
" Kenapa teman kamu kabur ?" Kali ini Awan yang bertanya.
" Dia telah memfitnah saya, mengatakan kalau aku telah memperkosa teman sekolah kami. Dan aku mau minta penjelasan darinya. Kenapa dia mengaku menyaksikan kalau aku pelaku pemerkosaan itu !"
" Jadi Ade sedang mencari orang yang hilang, ya ?" Yusuf bertanya pada pemuda tampan yang duduk di sampingnya.
" Iya, Pak."
" Kebetulan orang yang duduk di depan itu seorang polisi. Kamu minta saja bantuan padanya ?"
" Laporkan saja ke daftar pencarian orang."
" Apa benar anda seorang polisi ?" Tanyanya pada Awan.
\* \* \* \* \* \* \*
Jangan lupa like, favorit, hadiah, sama vote.
__ADS_1
Karena itu dukungan buat aku, biar lebih semangat lagi.