Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 53


__ADS_3

Cantika sedang menyuapi ketiga anaknya yang duduk di kasur yang di tempati oleh Angkasa dan Langit semalam. Sedangkan Alex makan di kasurnya. Bintang merengek tidak mau makan makanan dari Rumah Sakit. Karena biasanya Bintang kalau lagi sakit makannya suka bubur bayi rasa kacang ijo.


" Iya Sayang, nanti Mama belikan bubur bayinya. Sekarang makan dulu satu suap, ya !" Pinta Cantika pada Bintang.


" Nggak mau. Bintang nggak mau makan itu, nggak enak."


" Kenapa Bintang, Honey ?" Alex yang baru akan makan melihat anak perempuannya merengek tidak mau makan.


" Bintang kalau lagi sakit, makannya harus bubur bayi. Saya lupa beli, jadi nanti setelah selesai menyuapi Angkasa dan Langit baru akan beli."


" Oh. Tunggu aku akan menyuruh Akira atau Mark untuk membelikannya," Alex menggapai handphone yang di simpan di meja samping kasur pasien.


" Bintang Om Ghazali bawa makanan kesukaanmu."


     Terlihat pintu kamar pasien dibuka, dan di sana ada Ghazali sedang menenteng satu kerek makanan dan di goyangkannya.


     Melihat itu Bintang langsung tersenyum bahagia. Dia merentangkan tangannya menyambut kedatangan Ghazali.


" Nih bubur bayi rasa kacang ijo kesukaan Bintang."


" Ayo Om suapi "


    Ghazali mengambil mangkuk dan menuangkan bubur bayi instan kedalamnya, kemudian di siram dengan air panas. Ghazali duduk di sofa sambil memangku Bintang. Dia menyuapi Bintang dengan telaten. Dan sekali - kali menjahili Bintang.


    Kemudian datang Erlangga membawa makanan untuk sarapan bersama kakaknya.


" Kak ini sarapannya !"


" Eh ada Ghaza. Tahu ada kamu di sini aku akan beli sarapannya lebih banyak." Kata Erlangga yang terkejut saat melihat ada Ghazali yang sedang menyuapi Bintang.


" Aku sudah sarapan tadi di rumah."


" Kalaupun mau sarapan mau makan ini saja!" Ghazali menciumi pipi chubby Bintang. Dan membuat Bintang menjerit geli.


" Pletak !" Sendok melayang ke arahnya.


" Aw.... Sakit Kak Al !" Teriak Ghazali.


" Kamu mau makan Bintang, Ghazali !!!" Suara Alex memenuhi seluruh ruangan kamar pasien itu.


    Semua yang ada di sana sangat takut mendengar teriakan Alex. Sampai - sampai Bintang memeluk erat leher Ghazali. Sejujurnya semua yang ada di sana tak mengerti kenapa Alex sampai marah seperti itu.


    Alex yang melihat Bintang di atas pangkuan Ghazali dan memeluknya erat, langsung berdiri dan berjalan ke arah mereka. Di ambilnya Bintang dari pangkuan Ghazali.


" Awas kamu kalau berani macam - macam sama Bintang !"

__ADS_1


" Kamu tahu kalau aku bisa lakukan apa saja !" Ancam Alex pada Ghazali.


" Maksud Kak Al apaan sich ? Aku nggak ngerti ?" Ghazali merasa bingung kenapa tiba - tiba Alex seperti itu.


" Kamu bukan seorang pedofil kan ?" Alex melotot kepada Ghazali.


     Pertanyaan Alex itu membuat orang dewasa di sana terkejut. Tak menyangka kalau Alex punya pemikiran seperti itu terhadap sepupunya.


" Apa....!!! Yang benar saja !"


" Aku ini laki - laki normal Kak Al. Aku juga punya kekasih yang seumuran dengan ku !" Ghazali tidak terima dengan tuduhannya.


    Cantika dan Erlangga menahan tawanya melihat Alex dan Ghazali yang sedang berdebat akibat ke salah pahaman itu.


" Sudah - sudah Sayang. Ghazali itu mengganggap Bintang sebagai adiknya. Dia tak punya maksud seperti itu." Cantika mencoba menenangkan Alex.


     Mendengar kata - kata Cantika, amarah Alex langsung hilang seperti tertiup angin. Alex pun berjalan ke kasurnya sambil memangku Bintang.


" Papa.... Papa kenapa memarahi Om Ghazali ?" Tanya Bintang pada Alex. Karena Bintang merasa kalau Ghazali tidak nakal padanya.


" Dengar ya, Bintang. Jangan mau di pegang - pegang sama laki - laki, apalagi di cium olehnya. Kalau ada laki - laki yang kurang ajar sama kamu. Hajar saya bagian bawah perutnya." Alex menasihati putrinya itu dan malah membuat orang lain yang sedang ada di sana melongo mendengar ucapan Alex.


" Sudah ah, aku mau pulang saja. Ngapain juga di sini malah dituduh yang enggak - enggak." Ghazali pergi meninggalkan ruang rawat yang di diami oleh Alex.


                 * * * * * * *


" Lo kamu kok bisa dirawat di ruangan ini ?" Alex merasa heran kenapa Arga bisa - bisanya ditempatkan di ruangan yang di jaga ketat oleh pengawal suruhan Khalid.


" Ya, karena Mami sama Papi aku minta jaminan keselamatan kepada pihak Rumah Sakit." Kata Arga acuh tak acuh.


" Huh, kamar rawat aku juga nggak di jaga ketat begini," Alex merutuki.


" Bagaimana kabar kamu sekarang?" Tanya Alex pada Januari anak dari Baharudin.


" Ya sudah lebih baik. Tapi masih belum bisa berjalan karena kedua tulang kering kaki ku retak."


" Aku mau memberitahu kamu. Kalau istri dan anak - anak kamu sudah sampai di Amerika."


" Jadi kamu sekarang fokus pada masalah ayah kamu !" Kata Alex penuh penekanan.


" Mungkin akan ada perubahan rencana pada penyusupan kali ini." Alex memberitahu bahwa rancangan rencana pencarian barang bukti di rumah Baharudin akan berubah.


" Yang akan masuk ke rumah itu hanya Michael seorang diri. Dan kita akan memantaunya dari sini." Alex membeberkan rencana mereka.


" Jadi nanti jam sebelas malam aku akan datang lagi kesini." 

__ADS_1


" Jadi persiapkan dirimu baik - baik." Kata Alex dan pergi meninggalkan ruangan itu.


* * * * * * *


Cantika senang dengan kedatangan Mentari menjenguknya di Rumah Sakit. Mentari baru bisa jenguk karena kemarin dia habis dinas di luar kota. Mentari datang dengan kedua orang tuanya.


" Keponakan tersayang apa kabarnya sekarang ?" Mentari mencium kening satu - satu si Trio Kancil yang sedang duduk di sofa sambil nonton kartun.


" Nggak baik Tante. Kita sakit makannya sekarang kita ada di sini." Kata Angkasa dengan muka dan suaranya yang datar.


    Melihat tingkah Angkasa itu membuat Mentari gemas dan ingin mencubit pipinya yang chubby. 


" Jadi gimana kelanjutan kasusnya sekarang ?" Tanya Mentari.


" Kita telah menunjuk pengacara yang di rekomendasikan oleh Pak Andi." Kata Ja'far memberi anaknya.


" Apalagi kemarin ada orang asing yang terlibat." Lanjutnya.


" Kalau urusan itu akan di selesaikan oleh Papa Khalid dan pengacaranya." Kata Cantika.


" Tok....!"


" Tok....!"


    Terdengar suara pintu di ketuk dari luar, kemudian Mentari membukanya. Di sana terlihat Budiono dan istrinya, Dewi. Berdiri dengan membawa sekeranjang buah - buahan.


" Boleh kita masuk ?" Tanya Budiono.


     Mentari menggeserkan tubuhnya, memberi jalan untuk mereka lewat.


" Saya sungguh terkejut saat mendengar kabar yang terjadi pada kalian kemarin. Saya meminta maaf yang sebesar - besarnya pada kalian. Setelah apa yang di lakukan Anggit pada kalian, kemudian keponakan kami malah memperkeruh keadaan." Budiono berkata dengan penuh penyesalan.


" Aku tahu kalau Bagas sangat mencintai Anggit, jadi dia ingin melihat Anggit bahagia." 


" Tapi cara yang dia gunakan salah. Membuat anak - anak yang tidak tahu apa - apa jadi korban."


" Kami siap memberikan ganti rugi yang akan kalian layangkan kepada kami." Budiono berkata sungguh - sungguh.


" Kalau itu kita telah menunjuk Pengacara untuk menyelesaikannya." Cantika berkata dengan tegas.


" Ceklek "


    Terdengar suara pintu di buka, dan Alex berdiri dengan tatapan tajam ke arah Budiono dan Dewi.


* * * * * * *

__ADS_1


Jangan lupa kasih like, favorit, hadiah, dan vote ( mumpung hari Senin, gunakan vote nya. ya )


__ADS_2