
Langit menyibukkan diri dengan kembali membaca berkas yang dia dapat dari Komisaris Kepala Kepolisian. Dia menuliskan nama siapa saja yang sering muncul dan memisahkan dengan nama yang jarang muncul. Semenjak tiga dekade belakangan ini. Para petinggi yang memegang tanggung jawab atas Academy Matsumoto dan Laboratorium Matsumoto.
Langit membuat bagan struktur jabatan di kedua lembaga itu. Dia menuliskan di kaca yang lebar yang ada di ruang kerjanya. Sudah hampir empat jam dia berkutat dengan berkas-berkas data dan laporan. Seandainya, Almahira tidak mengingatkan untuk makan siang, sepertinya dia tidak akan melewatkan jadwal makannya.
"Ayang, makan dulu! Sudah siang, sebentar lagi juga waktunya dhuhur." Almahira memasuki ruang kerja yang berubah seperti lautan kertas dari berkas dan dokumen yang di buka.
"Baik, Sayang. Tanggung ini, sebentar lagi!" Langit menjawab tanpa menoleh ke arah Almahira, dia sedang berkonsentrasi merangkai kejadian agar beruntun kejadiannya.
"Oh, bukannya ada kejadian saat hujan petir yang membuat listrik laboratorium mati, ya?! Almahira ikut mengomentari saat melihat tulisan Langit, yang sedang mencatat kejadian-kejadian yang telah terjadi di laboratorium selama tiga dekade ini.
"Kapan?" Langit mengalihkan perhatiannya kepada istrinya. Dia sangat tertarik dengan cerita Almahira.
"Itu terjadi saat ayah baru menjadi asisten papa Alex. Gara-gara hujan badai petir, membuat listrik di laboratorium mati. Sehingga alat yang sedang di tes oleh ayah mengalami kegagalan, karena aliran listriknya yang tiba-tiba terputus." Almahira menceritakan kejadian yang sudah dialami oleh Rafli.
"Apakah itu akibat petir?" tanya Langit penasaran.
"Tidak tahu. Bukannya laboratorium memakai tenaga nuklir, angin dan matahari. Jadi, seandainya ada kerusakan salah satunya, maka detik berikutnya daya yang lain akan menggantikannya. Kata ayah listrik saat itu mati sampai lima jam. Kejadian itu tidak diketahui, kenapa? Samapi bisa terjadi, hingga ayah keluar dari laboratorium, tidak pernah ke ungkap kenapa listrik di laboratorium bisa mati."
Langit mendengarkan penjelasan Almahira, dengan terdiam tapi otaknya terus berputar. Kemudian, Langit menelepon Alex, untuk menanyakan kejadian itu.
"Assalammu'alaikum, Papa."
"Wa'alaikumsalam, Ada apa Langit? Tumben menelepon."
"Ada yang mau Langit tanyakan. Apa dahulu saat Papa bekerja di Laboratorium Matsumoto, pernah ada kejadian tiba-tiba listrik mati, tanpa di ketahui penyebabnya?"
"Oh iya. Itu terjadi saat hujan badai petir. Namun sebenarnya bukan karena itu."
"Lalu karena apa, Pah?"
"Itu terjadi karena Yamaha Takeshi dan Daisuke Tobi sedang melakukan uji karyanya dan mengakibatkan Yamaha Takeshi kehilangan satu tangannya. Untuk menghentikan karya mereka, tidak ada cara lain harus memutus arus listrik. Kejadian itu ditutupi dari publik. Karena kepala laboratorium saat itu ayahnya Daisuke Tobi."
"Oh jadi ada kejadian seperti itu."
__ADS_1
"Langit, hati-hatilah. Bisa saja ini adalah balas dendam yang di turunkan secara turun temurun, dari keluarga yang memiliki kekuasaan itu. Pesan Papa, jangan percaya pada siapapun. Tapi percayalah dengan kemampuan kamu. Bisa saja data-data yang kamu dapat itu adalah tidak semuanya benar. Jangan melihat ke belakang, apa yang sudah terjadi di waktu dulu. Tetapi, pecahkan kasus yang sekarang saja. Bila kamu berhasil menangani kasus ini. Maka kasus yang terjadi dahulu dengan sendirinya akan terkuak bila benang merahnya berhasil di urai. Kamu tidak akan mampu melawan kekuatan meraka saat ini. Fokus saja dengan kasus yang kamu tangani saja. Jangan ikut campur terlalu jauh!
"Tapi, Pah. Langit sudah terlanjur ...."
"Hentikan! Sekarang juga Langit! Biarkan mereka yang menyelesaikan kasusnya, sesuai tugas mereka."
"Jadi, apa yang harus Langit katakan kepada Komisaris Kepala Kepolisian dan Kepala Intelijen?"
"Kembalikan semua data, berkas, laporan dan dokumen milik mereka. Ingat! Jangan melewati batas kamu, selain nyawa kamu yang terancam, nyawa Almahira juga sama."
"Baiklah Pah. Langit mengerti."
Langit pun mengakhiri pembicaraan dengan Alex. Dia pun membereskan semua dokumen dan laporan yang berserakan di meja dan lantai.
Almahira yang sejak tadi memperhatikan Langit. Tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan suaminya itu.
"Sayang. Ada apa?"
"Maafkan aku, kalau sudah menyeret kamu ke dalam bahaya." Langit memeluk tubuh Almahira, dia merasa sangat bersalah.
Langit menghentikan ucapan Almahira dengan ciumannya. Dia tidak mau kehilangan istri yang dicintainya itu. Terselip rasa sakit di hatinya. Saat mendengar kesetiaan Almahira, akan ikut kemanapun dirinya dibawa.
"Apapun yang terjadi nanti, kamu jangan menyerah. Harus bisa bertahan hidup!"
"Hm. Iya, apapun yang kamu mau ... akan aku lakukan," bisik Almahira dengan napas yang terputus-putus.
"Terima kasih."
*******
Suzuki yang sedang bersama Hikari berdua di kamarnya, sedang sibuk membaca laporan dan dokumen yang dia dapat dari Komisaris Kepala Kepolisian. Juga beberapa dokumen data dari Kepala Intelijen, tadi pagi. Suzuki duduk di sofa dengan sebelah memegang berkas laporan, sementara tangan yang sebelahnya lagi mengelus kepala Hikari. Sedangkan Hikari sedang asik nonton video drama yang sedang booming.
"Hikari chan, siapa sih nama ilmuwan yang meninggal bunuh diri karena hasil karyanya gagal yang menyebabkan anaknya mati?" tanya Suzuki kepada Hikari yang kini pandangannya terarah padanya.
__ADS_1
"Mayumi Toyota." Jawab Hikari singkat, padat, dan jelas.
"Mayumi itu bukannya teman Okaa san?"
"Katanya. Aku 'kan belum lahiran saat dia masih hidup."
"Apakah ada foto dia di album foto milik Okaa san?"
"Tidak tahu."
Suzuki hanya bisa menarik napasnya kalau mood kekasihnya sedang tidak baik. Maka dia pun lebih memilih melanjutkan membaca laporan yang ada di tangannya.
*******
Langit dan Almahira kembali bersekolah. Mereka berpapasan dengan Kawasaki Kenzo dan Matsumoto Hana, di depan gerbang. Mereka bersama-sama masuk ke lift, ternyata di sana sudah ada Yamaha Ryu dan Hino Rey. Kemudian disusul oleh Mitsubishi Akai dan Lovely.
Seperti biasa dou pasangan hot itu selalu bermesraan di mana pun. Langit memilih membaca buku mata pelajaran kuliahnya, yang sudah terbengkalai hampir satu bulan ini. Meski semua tugas berhasil dia kerjakan. Namun, Langit kurang puas akan hasilnya.
Saat lift akan terbuka tiba-tiba menutup kembali dan tidak bisa dibuka. Tidak lama ada keluar asap dari atap lift, yang entah dari mana asalnya. Kini seluruh ruangan lift dipenuhi oleh asap. Semua orang yang ada di sana jatuh satu per satu tidak sadarkan diri.
Langit yang mencoba bertahan, sudah mengirim sinyal tanda bahaya kepada Akira. Agar penjaganya itu tahu keadaannya. GPS milik Almahira yang dipasang di kalungnya, Langit aktifkan. Ternyata bukan hanya Langit saja yang sedang berusaha untuk bertahan menjaga kesadarannya. Lovely juga, dia menusuk ujung jarinya dengan jarum.
*******
Apa yang sebenarnya sedang terjadi?
Siapa yang melakukan ini di lingkungan sekolah?
Tunggu kelanjutannya ya 🥰
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.
__ADS_1
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.