Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 54


__ADS_3

Alex berdiri di depan pintu dengan tatap tajamnya mengarah pada Budiono dan Dewi yang sedang berdiri di dekat Cantika. Dengan langkah lebarnya Alex berjalan menuju Cantika kemudian menyembunyikannya di balik punggungnya.


" Apa yang sedang anda lakukan di sini ?" Alex bertanya dengan suara dingin dan matanya menatap tajam pada pasangan suami istri itu.


 " Kami datang kesini dengan maksud baik." Kata Budiono sambil mengangkat kedua tangannya tanda dia dalam keadaan menyerah.


" Itu benar. Kami kesini ingin menjenguk dan meminta maaf pada kalian." Kali ini Dewi yang berbicara.


" Apa kalian tidak punya malu, setelah apa yang telah keluarga kalian lakukan terhadap keluarga kami." Suara Alex meninggi. 


    Mendengar suara Alex meninggi membuat orang - orang disana merasa takut. Aura menekan yang terpancar dari tubuh Alex membuat semuanya diam ketakutan termasuk si Trio Kancil. Menyadari anak - anaknya ketakutan, Cantika menyentuh punggung Alex mencoba menyadarkan dia.


    Alex merasa ada yang menyentuh punggungnya, dia membalikan kepalanya menoleh ke belakang. Di lihatnya Cantika yang menggelengkan kepalanya, dan menisyaratkan kalau anak - anaknya ketakutan. 


"Sepertinya ada yang perlu kita bicara di ruangan lain Pak Budiono !" Alex keluar ruangan itu, dan meminta pihak Rumah Sakit meminjamkan ruangan yang kosong.


    Dan kini di dalam ruangan itu ada Alex, Cantika, Ja'far, Sinar, Budiono, dan Dewi.


" Paman Ja'far silakan anda bicarakan dulu masalah kasus yang terjadi lima belas tahun yang lalu itu !" Kata Alex.


    Saat Alex membicarakan masalah Yusuf kepada Khalid. Sinar meminta jangan dulu melaporkan Budiono ke pihak berwajib, karena dia ingin bernegosiasi dengan Budiono dan Dewi.


" Biar aku saja yang memulainya, Yah !" Pinta Sinar pada Ja'far.


" Apa anda tahu atau kenal orang yang bernama Yusuf Abdulmalik ?" Tanya Sinar sambil menatap Budiono dan Dewi.


    Mendengar nama Yusuf Abdulmalik di sebut oleh Sinar, Budiono sangat terkejut dan merasa ketakutan. Itu sangat jelas terlihat di wajahnya yang langsung pucat pasi dan mengeluarkan keringat dingin di keningnya. Semua orang yang ada di sana langsung dapat melihatnya.


" Siapa itu Yusuf, Sinar ?" Tanya Dewi karena dirinya merasa tak memiliki kenalan yang bernama Yusuf.


" Akan lebih baik kalau Pak Budiono yang menjawabnya !" Kata Ja'far melihat ke arah Budiono yang duduk di depannya.


    Semua mata memandang ke arah Budiono. Dan itu membuat dirinya makin gugup, tangannya yang bergetar di sembunyikan di saku jasnya.


" Ini demi kebaikan anda, Pak Budiono,"


" Katakan yang sejujurnya di hadapan kami apa yang telah terjadi di lima belas tahun lalu ?" Ja'far jadi geram karena sejak tadi Budiono hanya diam saja.

__ADS_1


" Kalau tidak melihat istri anda, adalah Kakak perempuan yang di sayangi istri ku. Maka dari kemarin aku sudah melaporkan anda ke polisi."


     Budiono menarik nafasnya dalam - dalam dan menghembuskan secara perlahan mencoba mengurangi kegugupan dirinya.


" Baiklah akan ku ceritakan pada kalian kejadian lima belas tahun silam.


                 * * * * * * *


Flashback on,


Lima belas tahun yang lalu.


    Budiono yang saat itu baru menapaki dunia politik. Dia adalah salah satu pengusaha yang sukses dan berkarir juga sebagai wakil rakyat. Dirinya yang sederhana dan mudah gaul dengan siapa saja membuat banyak orang yang suka dan simpatik padanya.


     Hari itu ada seminar di Hotel Matahari tentang " Bagaimana Caranya Mengembangkan Usaha Agar Lebih Maju ". Yusuf dan Budiono juga hadir di seminar itu.


     Setelah selesai menghadiri seminar itu, Budiono cepat - cepat berjalan kearah lift, tapi di sana sudah banyak orang - orang yang berkumpul di depan pintu lift.


" Ini ada apa, ya ?" Tanya Budiono pada orang yang berdiri disampingnya.


" Katanya lift sedang dalam perbaikan. Karena tadi tiba - tiba berhenti." Kata lelaki berkaca mata dan memiliki janggut di dagunya. Ya dia adalah Yusuf Abdulmalik.


" Anda mau apa ?" Budiono merasa kesal karena langkahnya terhenti oleh seorang laki - laki tak dikenalnya.


" Kenalkan saya adalah Damar. Ayahnya Maya kekasih dari putra anda, Gunawan." Lelaki itu memperkenalkan diri.


" Oh. Ada perlu apa anda dengan saya ?" Tanya Budiono setenang mungkin.


" Apa anda tahu apa yang telah putra anda lakukan pada putri saya ?!" Teriaknya.


" Memangnya apa yang telah dia lakukan pada putri anda ?" Perasaan Budiono mulai tak enak saat melihat raut wajah orang yang mengajaknya bicara.


" Dia telah memperkosa putri ku, dan kini dia sedang hamil !" 


    Mendengar itu Budiono sangat terkejut. Karena yang dia tahu anaknya merupakan anak remaja yang baik. Tidak pernah dia mendengar atau mendapat laporan akan kenakalan dirinya. Tapi dia akui kalau dirinya tidak tahu anaknya berteman dengan siapa saja. Bahkan dia baru tahu kalau anaknya sudah punya kekasih. Karena Gunawan tipe anak rumahan yang tidak suka pergi ke luar.


" Kalau itu sebaiknya kita bicarakan secara kekeluargaan." Budiono memberi saran.

__ADS_1


" Tidak. Saya ingin putra anda sekarang juga bertanggung jawab. Nikahi putri saya !" Damar menaikan satu oktaf suaranya.


" Saya harus dengar apa yang sebenarnya telah terjadi dari mulut kedua anak itu !" Budiono tidak senang saat ini ada orang yang bicara teriak - teriak kepadanya.


" Pokoknya siang ini juga putra anda harus menikahi putri ku !" Damar bersikukuh atas keinginannya.


" Tidak masalah, aku akan bicara terlebih dahulu pada Gunawan."


    Budiono berjalan kembali melanjutkan perjalanannya. Tapi tangannya ditarik oleh Damar. Kemudian Damar mecenkram kerah leher Budiono. Dan membenturkan tubuhnya ke dinding.


" Aku tidak mau tahu apapun. Siang ini putra anda harus menikahi putri saya !"


" Atau saya akan beri tahu ke para wartawan kalau anak seorang politikus sekaligus pengusaha terkenal telah melakukan pemerkosaan dan membuat hamil anak gadis orang !" Ancam Damar dengan nada suara tinggi.


" Anda jangan mengancam saya. Kalau anak saya bersalah, maka dia harus bertanggung jawab. Tapi pernikahan itu bukan hal main - main. Dan juga butuh persiapan untuk melaksanakannya." Budiono mendorong Damar agar cengkraman pada kerah lehernya terlepas. 


" Saya akan tunggu anda di rumah saya. Ajak putri anda sekalian, dan kita bicarakan masalah ini sama - sama." Budiono mengakhiri pembicaraannya dan kembali lagi berjalan.


" Aku tahu kamu juga punya seorang putri. Aku akan balas perbuatan putra anda !" Damar berteriak mengancam dan itu membuat Budiono sangat marah dan berbalik melangkah ke arah Damar.


" Jangan berani - beraninya mengusik putriku !" Teriak Budiono sambil mencekik Damar.


" Itu agar kau tahu rasanya bagaimana perasaan ku saat ini " Damar pun membalas cekikan Budiono.


    Akhirnya terjadi pergulatan di antara mereka berdua di tangga darurat. Dan tanpa sengaja Budiono yang berada dibawah Kungkungan Damar menendangnya.


" Brug !"


     Dia menendang kuat Damar sehingga terjungkal ke belakang, dan naasnya jatuh ke tangga bawah dengan kepala jatuh terlebih dahulu. 


" Krek !" Terdengar suara yang patah.


     Damar yang tergeletak di tangga bawah tak bergerak sama sekali dan itu membuat Budiono panik. Dia cepat - cepat turun kebawah untuk memeriksa Damar. Saat di bawah Budiono memeriksa denyut nadi dan napas Damar, tapi sudah tidak ada. Dan dapat di pastikan kalau dia sudah meninggal dunia. Budiono yang panik cepat - cepat berlari menuruni tangga. Dan saat di pintu tangga darurat, Budiono yang hendak membuka pintu. Ternyata bersamaan dari arah berlawanan pintu juga didorong oleh seseorang, yaitu Yusuf. Budiono yang ketakutan langsung berlari dan tak menoleh kebelakang lagi.


    Besoknya ramai di beritakan kalau telah di temukan mayat seorang laki - laki di tangga darurat Hotel Matahari.


Budiono yang sangat ketakutan itu bercerita kepada seorang temannya tentang apa yang telah terjadi dan apa yang dia lakukan. Kemudian temannya itu menyuruhnya untuk mengawasi Yusuf. Jangan sampai Yusuf melaporkan kepada polisi kalau dia pernah bertemu dengannya di tempat kejadiaan perkara. Karena itu berbahaya baginya. Dan Budiono pun melakukan apa yang disuruh oleh temannya.

__ADS_1


\* \* \* \* \* \* \*


Jangan lupa klik like, favorit, hadiah, dan vote mumpung hari Senin.


__ADS_2