
Langit dan Bintang berdiri di di depan lukisan keluarga Chelsea. Ternyata ada sebuah brankas besar dibalik itu. Langit pun penasaran ingin mencoba membukanya.
"Ini brankas pakai password apa, ya kira-kira?" tanya Langit sambil menyentuh deretan angka yang terpasang di sana.
"Coba pakai tanggal lahir Chelsea," jawab Bintang.
"Oke, baik kita coba pakai tanggal lahirnya!" Langit pun hendak menekan nomor. Kemudian, dia urungkan karena tidak tahu tanggal lahir Chelsea.
"Tanggal lahirnya kapan, ya?" Langit balik bertanya pada Bintang.
"Sebelas Januari dua ribu dua satu," jawab Bintang.
Langit pun menekan nomor sesuai tanggal kelahiran Chelsea. Pintu brankas itu berhasil dibuka. Terdapat banyak uang dan emas batangan dan beberapa dokumen harta kekayaan milik Caracas dan Wina. Serta satu kotak perhiasan berukuran besar dan satu lagi berukuran kecil.
Langit dan Bintang pun penasaran ingin membuka kotak perhiasannya. Namun, ada password lagi yang menguncinya.
"Apa ini harta warisan untuk Chelsea?" tanya Bintang sambil menyentuh emas batangan.
"Tentu saja milik Chelsea. Dia 'kan pewaris satu-satunya keluarga Caracas yang masih hidup," jawab Langit.
"Tidak, maksudku adalah mungkin saja ini adalah penyebab kematian kedua orang tua Chelsea," kata Bintang yang kemarin penasaran saat menganalisa penyebab kematian kedua orang Chelsea.
Langit dan Bintang pun saling pandang. Mereka jadinya bingung. Harta itu mau diapakan. Apakah dibawa atau kembali di kunci brankasnya. Langit pun penasaran dengan kotak perhiasan yang berukuran kecil. Ada jebakan di sana, sebuah jarum keluar saat Langit hendak membuka kunci kotaknya.
"Aw, ini pasti bukan sembarang kotak perhiasan biasa." Langit menekan jari yang tertusuk jarum itu.
"Kak Bintang, jarum ini beracun. Tolong buka tas ranselku dan ambil kotak obat yang ada di dalam!" pinta Langit.
Bintang pun membuka tas Ransel milik Langit dan mencari kotak obat yang dimaksud. Saat ketemu kemudian Bintang membuka kotaknya. Ternyata isinya tabung-tabung kecil dalam jumlah yang banyak.
"Suntikan cairan yang ada di tabung yang tutupnya berwarna merah!" pinta Langit lagi. Bintang pun melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Dia kemudian menyuntikan ke lengan Langit.
__ADS_1
"Ini racun apa?" tanya Bintang.
"Sepertinya bisa king cobra," jawab Langit.
Ada gunanya juga Langit, mempelajari berbagai jenis racun dan penawarnya dalam catatan milik Mazda. Setidaknya dia jadi tahu berbagai jenis racun kemudian membuat penawarnya.
Langit sudah merasa baikan tubuhnya. Jika, dia tidak membawa obat penawar racun. Mungkin saja sekarang keadaan dia sekarat dan besok tinggal nama.
"Kita kunci saja dulu brankas ini tapi ganti password dan untuk kotak perhiasan ini, kita bawa." Bintang menyuruh kepada Langit untuk mengganti password yang ada di brankas itu.
*******
Akira dan Athena yang berhasil menyusup ke dalam markas Red Dragon. Sedang berada di lorong rahasia bangunan itu. Athena memeluk lengan Akira dengan erat. Dia bukan termasuk orang yang pandai berkelahi. Berbeda dengan Bintang dan Paris. Akira bahkan terkejut, karena biasanya orang-orang kaya selalu belajar ilmu bela diri untuk melindungi dirinya dari penjahat, terutama dari para penculik yang selalu menargetkan anak-anak orang kaya untuk ditebus dengan uang. Akira yang berkelahi sambil melindungi Athena. Untungnya Athena menuruti semua apa yang dikatakan Akira tanpa membantahnya.
Saat di rumah Paris pun dia harus berkelahi dengan para penjaga di sana. Athena pun bersembunyi menuruti perintah. Athena memang gadis bar-bar yang suka bertindak seenaknya. Namun, dia nol dalam kemampuan berkelahi tapi, masih untung dia bisa menggunakan senjata api dan mengemudi dengan cepat. Ternyata Athena itu suka ikut balapan liar, semenjak duduk di bangku kelas X.
"Paman Akira, apa tidak apa-apa kita menyusup lewat sini?" tanya Athena yang merasa merinding karena suasana di lorong rahasia itu gelap dan dingin.
"Tidak ada jalan lain, ini satu-satunya jalan agar kita bisa masuk ke dalam kamar Nona Paris," jawab Akira.
"Asalkan bersama Paman Akira tersayang, aku tidak akan takut," jawab Athena sambil tersenyum menggoda.
"Anak baik," kata Akira sambil mengangkat dagu Athena dan memberikan satu kecupan singkat.
"Ish, harusnya aku dikasih ciuman yang panas!" pinta Athena dan ditanggapi tawa kecil oleh Akira. Selain bar-bar, menurut Akira, Athena itu juga berotak mesum. Tidak sekali dua kali Akira hampir terjatuh dalam rayuan mautnya.
Keduanya berjalan sampai ada sebuah pintu. Akira mencoba membukanya dengan perlahan. Tenyata mereka tersambung ke dalam ruang kerja. Ruangan itu sangat luas dan banyak jenis senjata yang terpajang di lemari kaca. Juga ada beberapa foto yang terpajang di sana. Foto orang yang pernah menjadi para petinggi di kelompok Red Dragon.
"Kenapa ada foto Kakek San Marino di pajang di sini?" gumam Athena tapi masih bisa di dengar oleh Akira.
"Apa kamu mengenal orang ini?" tanya Akira menunjuk pada foto yang terpasang di atas.
__ADS_1
******
"Angkasa, apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya salah seorang pengunjung swalayan saat Angkasa membeli makanan dan minuman untuknya dan Chelsea.
"Roma, sedang apa kamu di sini?" Angkasa balik bertanya pada teman satu komunitas sesama pengusaha muda.
"Aku sedang jalan-jalan, kebetulan aku haus ingin membeli air mineral dan melihat kamu," jawab Roma.
"Oh, kalau begitu aku pergi duluan." Angkasa pun cepat-cepat pergi dari sana sebelum Roma bertanya hal-hal tentang bayi yang sedang digendongnya.
"Kenapa kamu membawa Cheche? Apa hubungan kalian?" tanya Roma tiba-tiba yang berdiri dibelakang Angkasa.
"Cheche itu siapa?" tanya Angkasa balik.
"Bayi yang kamu gendong," jawab Roma.
******
Siapa San Marino yang dimaksud oleh Athena?
Siapa sebenarnya Roma? dan apa hubungannya dengan Chelsea?
Tunggu kelanjutannya ya.
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.
__ADS_1
Mampir juga dan baca karya teman aku, Author AG Sweetie.